Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Permainan Edukatif Dalam Proses Katekese Digital Anak-Anak Usia Dini Yuni Setiani Merlianta Girsang; Emmeria Tarihoran
Jurnal Magistra Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Magistra
Publisher : STP Dian Mandala Gunungsitoli Nias Keuskupan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62200/magistra.v2i2.127

Abstract

In this rapid development of technology, digital catechesis for early childhood takes a role in the process of faith education for them. In providing education and teaching to children, new methods are needed that provide new innovations, especially in the catechesis process. Educational games play their role in educating the faith of early childhood children by utilizing platforms available in digital development, namely Quizizz and Kahoot which can be a means for parents and catechists to educate children's faith by utilizing technology so that faith education provided to children gains new innovations.
Membangun Fondasi Iman Anak Melalui Katekese Keluarga Angelina Febrianty Mukin; Emmeria Tarihoran
Jurnal Magistra Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Magistra
Publisher : STP Dian Mandala Gunungsitoli Nias Keuskupan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62200/magistra.v2i2.128

Abstract

This article emphasizes the importance of family catechesis in cultivating faith among children. The utilization of family catechesis can be an effective means of guiding and educating children in religious matters in a complex society that is increasingly influenced by adherence to secular values. Parental involvement is very important in this process. This article discusses the role of family catechesis and the importance of parents in educating children about faith. Use strategies to apply family catechesis to daily life, such as family prayer, reading and discussing scripture, celebrating religious holidays together, leading by example, providing space to ask questions and explore, and using technology and online resources. This article also discusses the challenges that may arise in the implementation of family catechesis, as well as solutions to overcome these challenges. Finally, the conclusion of this article highlights the importance of building a religious foundation for children in an increasingly complex world. Parents have an important role in guiding their children in religious affairs, in spiritual relationships, instilling religious teachings and introducing them to the world.
Revolutionizing Catechesis: Embracing Technology for Effective Faith Formation Tarihoran, Emmeria; Firmanto, Antonius Denny; Supur, Agustinus; Kurniawan, Alponsus Zeno
International Journal of Indonesian Philosophy & Theology Vol. 5 No. 1 (2024): June
Publisher : Asosiasi Ahli Filsafat Keilahian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47043/ijipth.v5i1.54

Abstract

This literature review explores the transformative integration of technology in faith formation, particularly in catechesis. The shift toward digital platforms prompts a reevaluation of engaging modern learners. This article uncovers technology's advantages and challenges in catechetical contexts by assessing existing literature. Technology enables novel approaches to religious instruction, enhancing learner engagement and comprehension. Interactive tools, online resources, and multimedia enrich accessibility. However, concerns encompass potential superficiality, disruption, and traditional value retention. A balanced method emerges through synthesis, combining proven pedagogies with suitable technology for optimal outcomes. The review highlights the significance of a discerning and empathetic integration of technology in catechesis, fostering genuine spiritual growth within today's technology-immersed generation.
Menanamkan Nilai-nilai Kristiani pada Anak Melalui Cerita dan Permainan Inovatif: Strategi Pastoral dan Inovatif Lewar, Marike Amanda Adeitania; Tarihoran, Emmeria
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v5i1.2565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan cerita dan permainan inovatif dalam menanamkan nilai-nilai Kristiani pada anak-anak melalui pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di program Minggu Gembira Gereja St. Dismas Pejampi, yang melibatkan anak-anak usia 3-12 tahun sebagai peserta. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi langsung terhadap aktivitas, antusiasme, dan interaksi anak-anak selama kegiatan, serta wawancara dengan pembina dan orang tua untuk mengeksplorasi dampak dari pendekatan ini terhadap perilaku anak di rumah. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif untuk mengidentifikasi pola dan temuan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan bercerita dan permainan inovatif secara signifikan meningkatkan minat dan pemahaman anak-anak terhadap nilai-nilai Kristiani, serta berkontribusi pada pembentukan karakter yang lebih baik di kalangan anak-anak. Temuan ini menegaskan bahwa metode ini tidak hanya efektif dalam pembinaan iman anak-anak, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan menyeluruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan pastoral berbasis cerita dan permainan inovatif dapat menjadi model yang relevan dan bermanfaat untuk diterapkan dalam pendidikan iman anak-anak, dengan implikasi penting bagi pengembangan metode pengajaran agama yang lebih menarik dan berdampak.
Caregivers Role in Fostering Independence of Children with Special Needs at Bhakti Luhur Dormitory Goa, Lorentius; Tarihoran, Emmeria; Kristeno, Marianus Rago
Ilomata International Journal of Social Science Vol. 6 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijss.v6i1.1559

Abstract

This article explores the role of caregivers in fostering independence among children with special needs at Bhakti Luhur Putra Dormitory. The study focuses on parenting strategies that enhance self-care abilities, which are crucial for improving these children's quality of life and social integration. Despite existing studies on caregiving for children with disabilities, limited attention has been given to institutional settings where personalized care and empowerment-based approaches are applied. This study uses a qualitative research methodology, utilizing interviews, observations, and document analysis to collect data from eleven Bhakti Luhur Putra Dormitory caregivers. Data were collected through semi-structured interviews, participant observations, and document analysis involving eleven caregivers with significant experience. The findings highlight that emotional support, structured training, and personalized care are vital strategies for promoting independence. These approaches foster children's confidence, encourage self-reliance, and help them integrate into broader social environments. This research provides practical insights for improving caregiving practices in institutional contexts. It contributes to the literature by offering a focused understanding of how specific caregiving strategies impact the autonomy of children with special needs. Recommendations include integrating emotional intelligence and structured independence training into caregiver development programs for better developmental outcomes. The study also highlights the importance of adapting care strategies to meet the unique needs of each child, ensuring long-term benefits for their personal growth and social participation.
Penerapan Metode Role Playing dalam Kurikulum Pastoral Janssenian: Memperdalam Penghayatan Nilai-Nilai Keagamaan dan Kepedulian Sosial Tarihoran, Emmeria
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v8i2.469

Abstract

Penerapan metode Role Playing dalam Kurikulum Pastoral menjadi fokus utama dalam upaya mendalami pemahaman nilai-nilai keagamaan dan moral pada mahasiswa. Melalui permainan peran, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga merasakan dan menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam situasi simulasi yang nyata. Studi pustaka dari penelitian terkini mendukung konsep bahwa metode Role Playing tidak hanya memperluas pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai keagamaan, tetapi juga membantu dalam pengembangan keterampilan sosial dan emosional, seperti komunikasi, empati, dan kerjasama. Dengan terlibat secara aktif dalam peran yang berbeda-beda, mahasiswa dapat melihat nilai-nilai keagamaan dari berbagai perspektif, memperluas wawasan mereka terhadap perbedaan pandangan, serta meningkatkan pengalaman belajar yang bermakna. Penggunaan metode Role Playing dalam Kurikulum Pastoral bukan hanya tentang pendalaman pemahaman konseptual, tetapi juga memberikan dampak yang signifikan dalam pembentukan karakter mahasiswa. Dengan demikian, penerapan metode ini tidak hanya memperkaya pembelajaran keagamaan, tetapi juga memperkuat fondasi pendidikan pastoral yang holistik dan mendalam untuk membentuk individu yang memiliki integritas moral dan spiritual yang kuat.
Pembinaan Iman bagi Remaja Katolik di Era Digital: Strategi, Peluang dan Tantangan Angga, Antoni; Tarihoran, Emmeria
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 5 (2025): Mei
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i5.3105

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah mengubah cara berpikir, berinteraksi, dan membentuk identitas remaja Katolik, sekaligus menghadirkan tantangan dan peluang dalam pembinaan iman. Penelitian ini mengkaji strategi pembinaan iman remaja di era digital dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap literatur dalam sepuluh tahun terakhir yang relevan dengan psikologi remaja, budaya digital, dan pelayanan pastoral. Hasil kajian menekankan pentingnya integrasi media sosial, teknologi imersif (seperti AR/VR), serta literasi digital spiritual. Kebaruan dalam studi ini terletak pada sintesis tematik yang menekankan kolaborasi antara keluarga dan sekolah, serta kehadiran pendamping iman di ruang digital. Sebab para remaja di era digital ini butuh pendampingan yang intensif agar mereka tidak terjerumus dalam pengaruh negatif yang membuat mereka lemah dalam iman.  Artikel ini juga menyajikan strategi, peluang, dan tantangan secara terstruktur. Penelitian menyimpulkan bahwa pembinaan iman di era digital harus bersifat kreatif, kontekstual, dan kolaboratif agar mampu menumbuhkan remaja Katolik yang tangguh dalam iman.
Peran Pembina dalam Pendidikan Iman Anak di Era digital Pratiwi, Theresia Dina; Tarihoran, Emmeria
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 5 (2025): Mei
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i5.3108

Abstract

Pendidikan iman anak di era digital menghadapi tantangan yang signifikan akibat perkembangan teknologi yang pesat dan perubahan nilai-nilai moral dalam masyarakat. Artikel ini membahas peran sentral orang tua, pembina sekolah minggu, dan katekis dalam mendampingi pertumbuhan iman anak. Orang tua bertanggung jawab sebagai pendidik utama yang menanamkan nilai-nilai Kristiani dan menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Pembina sekolah minggu berperan sebagai fasilitator yang kreatif, mampu menyesuaikan metode pembelajaran iman dengan perkembangan zaman dan karakter anak. Sementara itu, katekis dan guru agama Katolik diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menyampaikan ajaran iman secara menarik dan relevan. Kolaborasi antara keluarga, gereja, dan institusi pendidikan menjadi kunci untuk menjawab tantangan era digital secara efektif. Pendidikan iman tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga transformatif membantu anak-anak menghayati dan menjalani ajaran Kristiani dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Transformasi Katekese dalam Era Digital: Upaya Membangun Komunitas Iman di Tengah Perubahan Zaman Niron, Antonius Inga; Tarihoran, Emmeria
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 6 (2025): Juni
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i6.3140

Abstract

Artikel ini mengkaji peran dan relevansi katekese digital dalam membangun komunitas iman di era digital. Perkembangan budaya digital menuntut pendekatan baru dalam pewartaan iman, khususnya bagi generasi muda yang akrab dengan teknologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, melalui analisis terhadap berbagai literatur teologis, pastoral, dan komunikasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa katekese digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian ajaran iman, tetapi juga sebagai media transformasi pastoral yang mampu memperkuat partisipasi umat, memperdalam spiritualitas, dan memperluas jangkauan pewartaan. Pendekatan digital memungkinkan Gereja menjalin komunikasi dua arah dengan umat secara lebih interaktif dan kontekstual. Selain itu, katekese digital mendorong kreativitas dalam menyampaikan pesan-pesan iman melalui berbagai platform multimedia. Tantangan yang dihadapi mencakup kesenjangan digital, kesiapan pastoral, dan literasi media umat. Dengan demikian, katekese digital menjadi model inovatif dan kontekstual yang memadukan iman, teknologi, dan dinamika kehidupan sehari-hari dalam pelayanan Gereja masa kini.
Mengembangkan Kewirausahaan Berbasis Pastoral Dengan Menggunakan 7 Langkah Pekerjaan Pastoral Kristeno, Marianus Rago; Tarihoran, Emmeria
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v10i1.654

Abstract

Pastoral entrepreneurship is an innovative approach that integrates spiritual values ​​with efforts to empower the people's economy. The Catholic Church uses this concept to help people become financially independent, strengthen community solidarity, and increase prosperity based on Gospel values. This research explores the application of the 7 Steps of Pastoral Work, from introduction to evaluation, which enable the Church to plan and manage entrepreneurship programs systematically. By using the library study method, researchers try to collect literary sources such as Church documents, scientific articles, and books that are relevant to the research, then integrate certain themes to draw conclusions. The results show that pastoral entrepreneurship contributes significantly to increasing people's income, creating jobs, and strengthening spiritual values. However, its implementation faces challenges, such as limited resources, lack of entrepreneurial skills, and people's resistance to change. To overcome these obstacles, a strategic approach, ongoing training and cooperation between parties is needed. By integrating economic and spiritual aspects, pastoral entrepreneurship has the potential to be an effective means for the Church to empower people as a whole and create sustainable prosperity in the community.