Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

MEMBENTUK KARAKTER ROHANI PESERTA DIDIK MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN PASTORAL Purwanto, Martinus Hary; Tarihoran, Emeria
Bahasa Indonesia Vol 25 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34150/jpak.v25i1.760

Abstract

Spiritual character education is a crucial aspect of holistic education for Christian students. Pastoral learning media can be an effective means of cultivating spiritual character. These media are designed to help students know God, love others, and develop their potential based on Christian values. This article aims to explain how pastoral learning media can be utilized as a tool to shape the spiritual character of Christian students. Pastoral learning media encompasses various forms such as books, videos, audio, songs, drama, and other media that suit the context and needs of students. The methodology used in this article is a literature review that examines the principles of designing, implementing, and evaluating pastoral learning media. The article also outlines practical steps in the design, implementation, and evaluation of these media. It is hoped that this article will contribute significantly to the development of spiritual character education in Christian schools and colleges. By utilizing appropriate pastoral learning media, Christian students can be prepared to become individuals of strong faith, noble character, and ready to serve the church and nation.
Membangun Kemandirian dan Kesejahteraan Umat Melalui Usaha Penanaman Sayur Hidroponik Sampelan, Anna B.; Sipayung, Rismaida H.; Tarihoran, Emmeria
Jurnal Masalah Pastoral Vol 12 No 2 (2024): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v12i2.183

Abstract

In contemporary times, the issues of community independence and welfare are crucial and require special attention. Dependence on conventional employment makes society vulnerable to economic shocks. Therefore, sustainable solutions such as hydroponic vegetable cultivation, a soil-less farming method using nutrient solutions with water as the medium, are needed. Hydroponics is very suitable for limited spaces and offers many benefits, such as water conservation and quick, high-quality yields. In this research, the author uses a qualitative method with a literature review approach, collecting and processing data to propose hydroponics as a solution to improve the independence and welfare of urban communities. By utilizing a carefully designed 10-step pastoral strategy, which provides a suitable framework for implementation within the community, people can be trained and educated to use this farming technique to increase food production, income, and local food security. Additionally, hydroponics can create new job opportunities.
Urgensi Berpikir Kritis dalam Pemanfaatan Media Sosial untuk Katekese Digital Karolus Teguh Santoso; Emmeria Tarihoran
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
Publisher : STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58919/juftek.v9i1.200

Abstract

This article discusses the urgency of critical thinking skills in utilizing social media as a means of digital catechesis. Amidst the rapid and diverse flow of information in the digital era, critical thinking becomes an essential skill to avoid the spread of inaccurate or misleading information, especially in the context of conveying the teachings of faith. Social media does offer great potential as a medium for evangelization and catechesis, but the main challenge is the validity of the content which is often not verified. Therefore, digital catechesis teachers and participants are required to be able to analyze, evaluate, and filter information selectively and objectively. This article also outlines strategies for developing critical thinking skills, such as media literacy training, guided discussions, and the use of interactive content. By strengthening critical thinking skills, digital catechesis is expected to become an educational and transformative means in conveying faith values ​​relevantly and responsibly in the digital space.
Improving the Quality of Children's Faith Formation through Catechesis for First Communion Preparation in the Parish with a Holistic Approach Tarihoran, Emmeria; Firmanto, Antonius Denny; Kurniawan, Alponsus Zeno
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 22 No. 1 (2024): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v22i1.1696

Abstract

This study aims to evaluate and improve the quality of children's faith formation through catechesis preparation for First Communion in the Parish. The research method is descriptive quantitative, with data collected using surveys through Google Forms. The study population consists of parents or guardians of children preparing for First Communion, with a sample of 23 respondents. Data analysis uses descriptive statistics. The findings indicate that catechesis activities and children's experiences preparing for First Communion significantly impact the quality of children's faith formation. Most respondents reported positive experiences and perceived improvements in their children's understanding and practice of the Catholic faith. However, factors inhibiting optimal faith formation were also identified, particularly the need for increased parental involvement. The study recommends encouraging parental participation, providing necessary resources and guidance for active engagement in children's religious education. To enhance children's faith formation, collaboration between parents, churches, and catechists is recommended, along with establishing effective communication channels between these stakeholders.  
PERUBAHAN-PERUBAHAN POKOK-POKOK KATEKESE DALAM RANGKA KARYA KATEKESE X, Intansakti Pius; Tarihoran, Emmeria
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v1i1.12

Abstract

Perkembangan katekese mengikuti perkembangan paham mengenai Gereja. Konsili Vatikan II, yg dikenal juga dengan konsili eklesiologi, karena membicarakan tentang pandangan dan sikap Gereja. Hal ini tentu membawa perubahan dalam bidang katekese. Ada 3 hal yang pokok dalam katekese yakni pusat katekese, tujuan dan hakekat katekese. Pusat katekese adalah Yesus Kristus yg dilihat secara keseluruhan, yakni ke Allahan dan kemanusiaan,t ujuan katekese yakni menghantar menuju penghayatan iman yang dewasa dan personal, serta hakekatanya yang adalah komunikasi iman,bukan hanya pengajaran iman.
MEDIA DAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN DALAM PENGAJARAN AGAMA KATOLIK Tarihoran, Emmeria
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Globalisasi tidak dapat dihindari oleh siapapun karena telah memasuki seluruh sendi-sendi kehidupan manusia. Era globalisasi ditandai dengan perkembangan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan. Secara khusus, pada bidang pendidikan sangat terasa pengaruhnya dalam proses menyesuaikan pengajaran yang menuntut penggunaan teknologi. Pendayagunaan teknologi sangat dirasakan baik dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun dalam evaluasi. Hal ini sangat terlihat dalam kerangka kurikulum pendidikan tahun 2013, seorang guru dituntut untuk mampu menyesuaikan pengajarannya berdasarkan situasi dan perkembangan zaman.Dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 perlu didukung oleh guru yang profesional. Guru yang merupakan garda terdepan dan ujung tombak implementasi kurikulum dituntut untuk selalu meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan dalam rangka melaksanakan tugas profesinya.Salah satu masalah yang dihadapi oleh guru pada umumnya adalah mengubah mindset tentang proses pembelajaran yang berpusat pada guru bergeser menjadi berpusat dan berorientasi pada siswa. Secara khusus dalam hal ini penulis ingin mengangkat persoalan tentang peran media dan teknologi dalam pembelajaran khususnya dalam pengajaran agama katolik dalam rangka memaksimalkan dan mengefektifkan pembelajaran dalam menwujudkan empat (4) pilar pendidikan yakni Learning to do (belajar untuk menguasai keterampilan), Learning to know (belajar untuk menguasai pengetahuan), Learning to be (belajar untuk mengembangkan diri), dan Learning to live together (belajar untuk hidup bermasyarakat).
Integrasi Nilai Kristiani dalam Pendidikan Kewirausahaan: Membentuk Karakter Wirausahawan Ariandy, Vincentius; ., Mario; Tarihoran, Emmeria
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v9i1.314

Abstract

Pada era digital ini segala bidang yang ada di dunia mulai berkembang dan teknologi yang ada memperngaruhi hidup manusia, begitu juga dalam bidang keagamaan. Pada sharing regio jawa keuskupan malang dalam PKKI ke 12 menemukan bahwa orang muda katolik harus mulai ikut andil dalam tugas pewartaan di era digital. Gereja ingin agar Orang Muda Katolik di ajak untuk terlibat dalam pewartaan dalam media digital. Dalam dokumen Internet: A New Forum for Proclaming the Gospel oleh Yohanes Paulus II menyampaikan bahwa gereja harus mulai berani menyebrangi lautan dalam era digital, artinya gereja harus berkembang sesuai dengan perkembangan jaman demi keselamatan semua umatnya. Sebagai calon katekis dan masa depan gereja mahasiswa STP- IPI Malang tentunya memerlukan keterlibatan itu. Penelitian awal yang telah dilakukan terlihat bahwa lebih dari 90% mahasiswa STP- IPI Malang memiliki media sosial Instagram. Maka penulis mengangkat tema pengaruh media sosial Instagram terhadap keterlibatan Mahasiswa IPI Malang Prodi PKK dalam pewartaan. penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengolahan data 60 responden menggunakan analisi Regresi.
OPTIMALISASI KOMPETENSI PEDAGOGIS CALON GURU AGAMA KATOLIK MELALUI MICRO TEACHING Tarihoran, Emmeria; Darianto; Kurniantono, M.E Kakok
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v7i2.360

Abstract

Optimalisasi kompetensi pedagogis melalui Micro Teaching merupakan salah satu strategi dari Sekolah Tinggi Pastoral-Yayasan Institut Pastoral Indonesia Malang untuk mencapai profesionalitas calon guru agama Katolik. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana optimalisasi kompetensi pedagogis calon guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) yang dilakukan melalui micro teaching. Ini merupakan hasil penelitian dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik Semester 5 Tahun Akademik 2020-2021 di Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia Malang. Data diperoleh melalui observasi dalam 3 siklus. Hasilnya menunjukkan ada peningkatan kompetensi pedagogis mahasiswa calon guru PAK. Observasi ini dilakukan dengan menggunakan skala Likert: 1= Tidak Baik, 2= Kurang Baik, 3= Cukup Baik, 4=Baik, 5=Sangat Baik. Pada siklus pertama, rata-rata skor masing-masing komponen adalah Cukup Baik. Pada siklus ke-2, rata-rata skor masing-masing komponen adalah Baik, dan siklus ke-3 menunjukkan hasil Sangat Baik. Dari observasi ini, ditemukan adanya peningkatan kompetensi pedagogis mahasiswa calon guru PAK.
Dari Ritual dan Liturgi: Mengintegrasikan Nilai- Nilai Budaya Irau Ke Dalam Pelayanan Gerejawi di Paroki St. Stefanus Malinau Marini, Marini; Intansakti Pius X; Emmeria Tarihoran
Sabar : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik Vol. 3 No. 1 (2026): Januari : Sabar : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/sabar.v3i1.1632

Abstract

This study examines the integration of Irau cultural values into Catholic Church ministry in Malinau through the approach of inculturation. The Irau festival, as a cultural heritage of the Dayak community, contains social and spiritual values such as togetherness, brotherhood, and gratitude. The study employs a qualitative method with a library research approach, analyzing Catholic Church documents, literature on inculturation theology, anthropiological studies on Dayak culture, and publications related to Malinau. The results indicate that integrating Irau cultural elements, such as music, dance, and traditional symbols that align with Catholic teaching, can enrich liturgy and pastoral ministry. This inculturation helps Catholics experience their faith contextually while respecting their cultural identity. A selective process is necessary to purify cultural elements that conflict with faith, enabling the Church to be an integral part of Malinau society.