Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja di Kota Bengkulu Revalina Rifni; Dara Himalaya; Rini Mustikasari Kurnia Pratama; Linda Yusanti; Kurnia Dewiani
Journal of Fundus Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Fundus
Publisher : STIKES Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/fundus.v6i1.625

Abstract

Pemberian ASI eksklusif merupakan langkah penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi, khususnya pada enam bulan pertama kehidupan. Ibu bekerja menghadapi berbagai tantangan dalam memenuhi pemberian ASI eksklusif, seperti faktor usia, tingkat pendidikan, paritas, kebijakan cuti yang belum mendukung secara maksimal, kurangnya dukungan fasilitas di tempat kerja, serta keterbatasan waktu karena beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, subjek penelitian ini adalah ibu bekerja yang mempunyai bayi usia 6-24 bulan. Sampel terdiri dari 65 ibu bekerja yang memiliki bayi usia 6-24 bulan dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif berada pada kelompok usia 20-35 tahun yaitu sebanyak 31 responden (81,6%). Mayoritas responden yang berhasil menyusui secara eksklusif memiliki pendidikan tinggi yakni sebesar 29 responden (76,3%), dan sebagian besar ibu multipara memberikan ASI eksklusif dengan persentase mencapai 22 responden (57,9%). Ibu dengan cuti melahirkan ≥3 bulan lebih banyak berhasil memberikan ASI eksklusif yang mencapai 25 responden (65,8%). Hampir semua responden yang mendapatkan dukungan fasilitas tempat kerja berhasil menyusui eksklusif dengan persentase 33 responden (86,8%). Responden dengan durasi kerja <8 jam per hari juga menunjukkan angka keberhasilan lebih tinggi sebanyak 27 responden (71,1%). Kesimpulan Lebih dari setengah ibu bekerja di Kota Bengkulu berhasil memberikan ASI eksklusif, yaitu sebesar 38 responden (58,5%).
HUBUNGAN EFIKASI DIRI IBU MENYUSUI DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KOTA BENGKULU Romayana Mulya; Rini Mustikasari Kurnia Pratama; Kurnia Dewiani; Linda Yusanti; Innas Tiara Ardhiani
Journal of Fundus Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Fundus
Publisher : STIKES Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/fundus.v6i1.626

Abstract

Abstract Exclusive breastfeeding is defined as providing only breast milk to infants from birth until six months of age without any additional food or drink except medicines, vitamins, and minerals based on medical indications. Exclusive breastfeeding provides many benefits for both mothers and infants; however, its coverage has not yet reached the national target. One of the factors influencing the success of exclusive breastfeeding is maternal breastfeeding self-efficacy, which refers to a mother’s confidence in her ability to breastfeed her baby. This study aimed to determine the relationship between maternal breastfeeding self-efficacy and the success of exclusive breastfeeding in Bengkulu City. This study used a quantitative method with a retrospective approach. The sample consisted of 88 breastfeeding mothers with infants aged 6–12 months selected using proportional sampling technique. Data were collected using the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSES-SF) questionnaire. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with the Fisher-Freeman-Halton Exact Test. The results showed that 71 respondents (80.7%) successfully provided exclusive breastfeeding. The level of maternal breastfeeding self-efficacy was mostly in the moderate category with 52 respondents (59.1%). The bivariate analysis showed a significant relationship between maternal breastfeeding self-efficacy and the success of exclusive breastfeeding with a p-value of 0.001. There is a significant relationship between maternal breastfeeding self-efficacy and the success of exclusive breastfeeding. Higher maternal breastfeeding self-efficacy increases the likelihood of successful exclusive breastfeeding. Abstrak ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan tanpa tambahan makanan atau minuman lain kecuali obat, vitamin, dan mineral sesuai indikasi medis. Pemberian ASI eksklusif memiliki banyak manfaat bagi ibu dan bayi, namun cakupannya masih belum mencapai target nasional. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif adalah efikasi diri ibu menyusui, yaitu keyakinan ibu terhadap kemampuannya dalam memberikan ASI kepada bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri ibu menyusui dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 88 ibu menyusui dengan bayi usia 6-12 bulan yang dipilih menggunakan teknik proportioal sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Breastfeeding Self Efficacy Scale–Short Form (BSES-SF). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang berhasil memberikan ASI eksklusif yaitu 71 responden (80,7%). Tingkat efikasi diri ibu menyusui sebagian besar berada pada kategori sedang sebanyak 52 responden (59,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri ibu menyusui dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p-value 0,001. Terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri ibu menyusui dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Semakin tinggi efikasi diri ibu menyusui maka semakin besar peluang keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
The Effect Of Educational Videos About Anemia On The Knowledge Of Pregnant Women In The Working Area Of Telaga Dewa Public Health Center, Bengkulu City Helfeni Helfeni; Asmariyah Asmariyah; Suriyati Suriyati; Linda Yusanti; Rini Mustikasari Kurnia Pratama
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 5 No. 2 (2026): Vol 5. No. 2 JULY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v5i2.954

Abstract

Anemia in pregnant women remains a significant health problem that can increase the risk of complications for both mother and fetus. Low levels of knowledge among pregnant women are one of the contributing factors to the occurrence of anemia. Therefore, effective educational media are needed, one of which is video-based education. This study aimed to determine the effect of an educational video about anemia on improving the knowledge of pregnant women at Telaga Dewa Public Health Center, Bengkulu City. This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. A total of 107 pregnant women were selected using purposive sampling technique. Data were collected using a questionnaire to measure the level of knowledge before and after the intervention. Data analysis was conducted using normality test and paired t-test. The results showed that before the intervention, most respondents had a moderate level of knowledge with a mean score of 21.03. After receiving education through video, all respondents were categorized as having good knowledge with the mean score increasing to 26.79. The normality test indicated that the data were normally distributed (p=0.178 > 0.05). The paired t-test showed a significance value of 0.000 (<0.05) with a mean difference of -5.757, indicating a significant increase in knowledge after the intervention. In conclusion, educational videos about anemia are effective in improving the knowledge of pregnant women and can be used as an alternative method of delivering health education to prevent anemia during pregnancy.
GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN RATU AGUNG KOTA BENGKULU TISA ALFATHSYAH; SURIYATI SURIYATI; DARA HIMALAYA; ASMARIYAH ASMARIYAH; RINI MUSTIKASARI KURNIA PRATAMA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v12i2.7360

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi dalam kehamilan merupakan 5-15% penyulit dalam kehamilan. Hipertensi dalam kehamilan muncul setelah usia kehamilan ≥ 20 minggu. Hipertensi dalam kehamilan dapat menyebabkan komplikasi pada ibu yaitu gagal jantung, gagal ginjal, serangan jantung, pembuluh darah otak rusak, sedangkan komplikasi yang dapat terjadi pada janin yaitu intra uterine growth restriction (IUGR), abrupsio plasenta, kelahiran premature, bayi baru lahir mati, hypoxia. Faktor pencetus dan faktor resiko hipertensi dalam kehamilan yaitu usia, paritas, graviditas. Tujuan penelitian untuk menggambarkan karakteristik ibu hamil hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu. Metode: Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang dilakukan pada bulan April 2024. Sampel penelitian berjumlah 24 orang ibu hamil hipertensi, data diperoleh dari buku registrasi atau kohort di wiliayah kerja Puskesmas Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik ibu hamil hipertensi diwilayah kerja Puskesmas Kecamatan Ratu Kota Bengkulu berdasarkan usia terbanyak pada usia 20-35 tahun 16 (66.7%), graviditas terbanyak pada multigravida 11 (45.8%), paritas terbanyak pada multipara 12 (50.0%). Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah karakteristik ibu hamil hipertensi diwilayah kerja Puskesmas Kecamatan Ratu Kota Bengkulu berdasarkan usia terbanyak pada usia 20-35 tahun, graviditas terbanyak pada multigravida, paritas terbanyak pada multipara. Saran penelitian ini adalah dapat meningkatkan deteksi dini pelayanan kebidanan pada hipertensi dalam kehamilan dan mempertahankan mutu pelayanan kebidanan berdasarkan evidence based sehingga diharapkan tidak terjadi komplikasi.
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN KETIDAKNYAMANAN PADA NY. S G2P1A0 DI PMB ERIKA RORIYANTI KOTA BENGKULU NABILA FRISCILLA ANANTA; SRI NENGSI DESTRIANI; SURIYATI SURIYATI; NENG KURNIATI; RINI MUSTIKASARI KURNIA PRATAMA
Journal Of Midwifery Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v12i2.7325

Abstract

Pendahuluan: Proses kehamilan terjadi perubahan secara fisik maupun psikologis Ketidaknyamanan yang dialami trimester III yaitu nyeri punggung karena kecenderungan otot memendek dan otot abdomen meregang menyebabkan ketidakseimbangan otot disekitar panggul dan punggung bawah. Keluhan sering BAK karena pembesaran uterus yang menekan kandung kemih. Ketidaknyamanan persalinan yaitu nyeri persalinan disebabkan kontraksi uterus, dilatasi, penipisan serviks dan penurunan janin. Ketidaknyamanan masa nifas disebabkan trauma perineum, involusi uterus, pengembalian ukuran rahim. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan asuhan kebidanan COC pada Ny. S G2P1A0 dengan edukasi dan pendampingan ketidaknyamanan di PMB Erika Roriyanti Kota Bengkulu. Penulisan studi kasus menggunakan metode deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan kepustakaan. Hasil asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S G2P1A0 dengan mengajarkan massage efflurage dan senam hamil untuk mengurangi nyeri punggung bawah. Sebelum dilakukan massage efflurage dan senam hamil tingkat nyeri skala VAS di angka 5 menurun di angka 2. Asuhan yang diberikan untuk mengurangi nyeri persalinan dengan gymball, murrotal Al-quran, kehadiran pendamping, teknik relaksasi. Asuhan nifas mengurangi nyeri kontraksi dan nyeri jahitan perineum dengan massage efflurage abdomen dan kompres dingin perineum. Hasil edukasi dan pendampingan ketidaknyamanan dari kehamilan, bersalin, BBL, hingga 2 minggu masa nifas berjalan baik. Ibu mendapatkan penyuluhan tentang persiapan penggunaan alat kontrasepsi dan memilih KB suntik 3 bulan setelah masa nifas berakhir. Evaluasi akhir berjalan baik tanpa ada penyulit. Simpulan dari asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan subjek yang didukung teori dan evidence based dalam kebidanan. Asuhan yang diberikan selama 6 minggu berjalan dengan lancar dan normal.
BERAT LAHIR BAYI DIHUBUNGKAN DENGAN STATUS GIZI IBU HAMIL RINI MUSTIKASARI KURNIA PRATAMA; DAMAYANTI DAMAYANTI; HASRITA OCTALIANA; ENDAH PURDA LISTYA; NURUL FATIMAH SUSANTI; BELLA PRATIWI KURNIA PRATAMA
Journal Of Midwifery Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v13i1.8944

Abstract

Pendahuluan: Indonesia memiliki masalah gizi anak dengan presentase Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) mencapai 6,2%. Ibu hamil dengan kekurangan gizi berisiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah 2-3 kali lebih besar dibandingkan ibu hamil yang tidak mengalami kekurangan gizi dan kemungkinan bayi meninggal 1,5 kali lebih besar. KEK saat hamil juga dapat meningkatkan risiko terjadinya BBLR. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji faktor determina berat lahir bayi ditinjau dari keadaan ibu yang berisiko KEK. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Talang Bakung, Kota Jambi. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 30 orang ibu hamil dengan kriteria inklusi. Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) sebagai penilaian KEK dilakukan menggunakan pita LiLA pada sepertiga lengan ibu hamil bagian atas. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil dan Pembahasan: Variabel KEK menggunakan uji Fisher’s Exact diperoleh p-value 0,063 dimana lebih besar dari 0,05 sehingga tidak terdapat hubungan KEK dengan berat badan lahir bayi, dengan sebagian besar ibu hamil tidak mengalami KEK melahirkan bayi dengan berat lahir normal (46,7%). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan KEK dengan berat badan lahir bayi, dimana KEK tidak dapat dijadikan sebagai faktor determinan berat lahir bayi. Diharapkan penelitian selanjutnya dapat lebih banyak lagi mengkaji tentang faktor-faktor dari ibu hamil yang dapat memengaruhi berat badan lahir dengan menggunakan sampel yang lebih besar dan cakupan wilayah kerja yang lebih luas.
Counterpressure Therapy for Active Phase Labor Pain in Bengkulu City Dika Nafisyatul Mumayyizah; Dara Himalaya; Rini Mustikasari Kurnia Pratama; Fitri Ramadhaniati; Yetti Purnama; Deni Maryani
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol. 14 No. 2 (2026): Accredited Sinta 2
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/gmhc.v14i2.10456

Abstract

Labor pain is a common concern during childbirth, particularly as uterine contractions become more intense during the active phase of labor. Non-pharmacological approaches such as counterpressure may provide supportive pain management during labor. This study aimed to examine changes in labor pain intensity before and after counterpressure therapy among women in the active phase of the first stage of labor at a clinic in Bengkulu City. A quantitative quasi-experimental study with a single-group pretest-posttest design was conducted among 22 women with cervical dilatation of 4–6 cm. Participants were selected using purposive sampling during December 12–31, 2025. Pain intensity was assessed using the Numeric Rating Scale before and after the intervention. The mean pain intensity score was 4.9545 before the intervention and 3.5000 after the intervention, with a mean difference of 1.4545 points. The Shapiro-Wilk test indicated a non-normal data distribution (p<0.001); therefore, the Wilcoxon signed-rank test was used, which showed a statistically significant difference between pre-intervention and post-intervention pain scores (p=0.007). In conclusion, these findings indicate a within-group change in reported labor pain intensity following counterpressure therapy among women in the active phase of the first stage of labor at a clinic in Bengkulu City. However, because the study did not include a control group, the observed change cannot be interpreted as definitive evidence of the intervention's causal effect.
Co-Authors Ahmad Yunus Alexsi Afranika Alghifari, Reza Alvin Alvin, Alvin Amanallah, Qomariah Antari, Gladeva Yugi Ardhiani, Innas Tiara Aryastuti, Nurul ASMARIYAH ASMARIYAH Asmariyah Asmariyah ASMARIYAH, ASMARIYAH Ayu Mustika Handayani Bella Pratiwi Kurnia Pratama BELLA PRATIWI KURNIA PRATAMA Damayanti Damayanti Damayanti Damayanti Damayanti Damayanti Damayanti DAMAYANTI DAMAYANTI Dara Himalaya Dara Himalaya DARA HIMALAYA Deni Maryani Deni Maryani Deni Maryani DESTRIANI, SRI NENGSI Desy Susanti Desy Susanti Dewiani , Kurnia Dian Handayani Diane Marlin Dika Nafisyatul Mumayyizah Dinanti, Dhea Putri Dwi Puspita Sari Dwi Puspita Sari, Dwi Puspita Dwiharyanti haryanti Eka Yulia Ningsih Endah Purda Listya Endy Effran Festy Mahanani Mulyaningrum Fitranita, Vika Fitri Ramadhaniati Handayani, Ayu Mustika Hasmar, Wanti HASRITA OCTALIANA Helfeni Helfeni Innas Tiara Ardhiani Innas Tiara Ardhiani Irawan, Riya Kurnia Dewiani Kurnia Dewiani Kurnia Dewiani Laili Susanti, Laili Lili Andriani Linda Yusanti Luh Putu Sri Yuliastuti Mila Nurhayati Mustika Handayani, Ayu NABILA FRISCILLA ANANTA Napisah, Sri NENG KURNIATI Neng Kurniati Novia Sari Novika, Revi Gama Hatta Nurul Aryastuti NURUL FATIMAH SUSANTI Permatasari, Galuh Puad, Laylin Purnama, Yetti Rafika Bilhuda Rahmah Rahmah Revalina Rifni Riyanti, Endang Romayana Mulya Rosa Riya Saki, Vernonia Yora Selly Ratna Sari Sherli Mariance Sari Sijabat, Maria Marsitta Gabe Silvia Mariana Silvia Mariana Simarmata, Yohanes Siti Qoiriyah SRI NENGSI DESTRIANI SRI NENGSI DESTRIANI Sri Yunita Sri Yunita Suci Rahmawati, Suci Sugiarto, Rahmat Sukatin, Sukatin Suriyati ., Suriyati SURIYATI SURIYATI SURIYATI SURIYATI Syeri Febriyanti TISA ALFATHSYAH Umi Budi Rahayu Wijayanti, Indah Oktari Yetti Purnama Yulyani, Linda Yusanti, Linda