Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Hubungan Antara Lingkungan Belajar dan Lingkungan Keluarga dengan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Pada Siswa SMA Luhur Arifian; Nunuk Suryani; Hari Wujoso
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.88 KB)

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke dewasa,dimana terjadi proses pematangan organ-organ reproduksi. Hal iniakan memunculkan berbagai macam masalah yang terkait dengankesehatan reproduksi, sehingga diperlukan perhatian yang serius.Permasalahan kekerasan seksual, kehamilan yang tidak diinginkan,aborsi, infeksi menular seksual, sampai terjangkitnya HIV/AIDS,merupakan permasalahan remaja yang sering muncul akibatkurangnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi.Upaya untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi salahsatunya ditempuh dengan mengintergrasikan materi gender,HIV/AIDS, dan kesehatan reproduksi remaja dalam suatu kurikulumpembelajaran, dalam hal ini sekolah adalah tempat yang ideal untukmewujudkan hal tersebut. Disamping sekolah, orang tua ataukeluarga, merupakan pihak pertama yang bertanggung jawab dalammemberikan informasi pengetahuan pendidikan seksual ataupengetahuan kesehatan reproduksi awal. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui adakah hubungan antara lingkungan belajar danlingkungan keluarga dengan pengetahuan kesehatan reproduksipada Siswa SMA Al Islam 1 Surakarta. Jenis penelitian yangdigunakan adalah metode Kuantitatif observasional analitik, denganpendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yangdigunakan adalah dengan simple random sampling dengan jumlahsampel 175 siswa kelas XI tahun ajaran 2017/2018 dari jumlahpopulasi 307 Siswa. Uji validitas instrumen dengan menggunakanrumus Pearson Product Moment dan uji reliabilitas menggunakansplit half test, dengan menggunakan bantuan program komputerSPSS for Windows. Data dianalisis dengan regresi linear. Hasilpenelitian terdapat hubungan yang positif dan secara statistiksignifikan antara lingkungan belajar dengan pengetahuan kesehatanreproduksi dengan nilai p=0,000 < 0,05, Lingkungan Keluargadengan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan nilai p=0,000 <0,05, dan ada hubungan secara bersama-sama antara lingkunganbelajar dan lingkungan keluarga dengan pengetahuan kesehatanreproduksi pada siswa SMA Al Islam 1 Surakarta dengan nilaip=0,000 < 0,05.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM DENGAN MICROSOFT KAIZALA TERHADAP HASIL BELAJAR OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR Ike Kuswardani; Nunuk Suryani; Yumiati Yumiati
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v6i5.8968

Abstract

Matematika mencerminkan penalaran siswa yang juga ditentukan oleh penggunaan model pembelajaran yang digunkan guru. Penelitian yang dipaparkan pada artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas model pembelajaran quantum dengan microsoft kaizala terhadap hasil belajar operasi hitung bilangan bulat pada siswa kelas IV sekolah dasar. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu metode eksperimen semu dengan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian melibatkan 30 siswa kelas VI SDN 1 Ngadirejo, 36 siswa kelas VI SDN 2 Ngadirejo, dan 18 siswa kelas VI SDN 4 Ngadirejo. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes yang kemudian dianalisis dengan menggunakan uji t pada taraf signifikansi α = 0,05. Berdasarkan penghitungan, diperoleh thitung sebesar 13,162 dengan p-value 0,000 < 0,05. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat model pembelajaran quantum dengan microsoft kaizala efektif meningkatkan hasil belajar operasi hitung bilanan bulat siswa kelas VI. Model pembelajaran quantum dengan struktur TANDUR dapat memaksimalkan setiap momen belajar siswa sehingga lingkungan belajar dan interaksi yang terjadi mendirikan landasan dan kerangka untuk belajar.
Media Pembelajaran Sejarah di SMK Negeri Pontianak Astrini Eka Putri; Sariyatun; Nunuk Suryani
Yupa: Historical Studies Journal Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.931 KB) | DOI: 10.30872/yupa.v1i1.92

Abstract

Research is expected could become the foundation of renewal in the use of media teaching history in state vocational schools in Pontianak. Based on it, then the researcher wants to describe about media learning customarily using by teachers in the process teaching history. Researcher interested to arrange research with a title “Media Teaching History in State Vocational Schools in Pontianak“. Media uses teaching history in state vocational schools Pontianak has been good enough, since on average teachers using the existing facilities at the school in order to support learning activity. Learning activity history done by the teacher in this has been good enough, because it is already employing variations learning that are attractive. In the teaching process in two classes not only uses the media learning of a textbook, but had done some innovation that is by using media Microsoft Office PowerPoint.
Student Teams Achievement Division with a Learning Video to Increase Students` Achievements and Learning Motivation in Social Science Learning Ais Murjianti; Hermanu Joebagio; Nunuk Suryani
Yupa: Historical Studies Journal Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.708 KB) | DOI: 10.30872/yupa.v2i2.119

Abstract

This research aims to measure the effectiveness of the implementation of learning model STAD using video to improve the students’ motivation and students ‘achievement. The type of this research is classroom action research, that is conducted at Sidoharjo Junior High School 2 Sragen, Indonesia. The implementation of cooperative learning with STAD model using video could improve the students` learning achievement. The average score was 76, 13, and the percentage of minimal classical completeness reach 87, 09 %. However, perceived on the classical completeness criteria, all of the students have completed the criteria, and reach 85 % of the learning target. The implementation of STAD using natural resources video could improve the student`s motivation. The result of the research shows the average score of 83, 97%, and the percentage of minimum criteria shows 80%.
The Implementation of Group Investigation with Audio Visual Learning Media to Improve Student`s Learning Achievement and Student`s Attitude of Love the Homeland on Social Science Learning in Sambirejo 2 Junior High School Andriati Rahayu; Sariyatun Sariyatun; Nunuk Suryani
Yupa: Historical Studies Journal Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.936 KB) | DOI: 10.30872/yupa.v2i2.120

Abstract

The purpose of this research is to know the effectiveness of implementation of cooperative learning with group investigation and audiovisual media learning to improve student learning achievement and student`s attitude of love the homeland at junior high school students. The classroom action research was used as research approach. The subjects of research subjects were teachers and 32 students of class VIIIA. The data were analyzed by interactive analysis technique and comparative descriptive analysis. The results of this study indicate the improvement of learning achievement with an average value of 70 in cycles I, 77 in cycles II, and 81.75 in cycle III. Meanwhile the attitude score for love of the homeland shows improvement with the average yield of 72 in cycles I, 82 in cycles II, and 85 in cycle 3. Based on the results of the research, it can be concluded that the learning model for study Group Investigation with audiovisual learning media had proved to improve the learning achievement and attitude of love the homeland of student in the class VIIIA Sambirejo 2 State Junior High School.
Implementasi Model Pembelajaran Sejarah Berbasis Yurisprudensi Inquiry untuk Meningkatkan Good Citizens Peserta Didik Sarilan Sarilan; Nunuk Suryani; Muhammad Akhyar; Hasan Suryono
Jurnal Artefak Vol 10, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i1.10224

Abstract

Tujuan penelitian ini mengkaji mengenai implementasi model pembelajaran sejarah berbasis Yurisprudensi Inquiry untuk meningkatkan good citizens peserta didik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dengan pendekatan ini dapat memahami, mengamati, menganalisa dan mengkaji lebih akurat dan komprehensif penerapan model pembelajaran sejarah berbasis Yurisprudensi Inquiry untuk meningkatkan good citizens peserta didik. Hasil temuan penelitian adalah sebagai berikut: a) penerapan model pembelajaran sejarah berbasis Yurisprudensi Inquiry dapat membentuk peserta didik yang memiliki sikap kritis, berpikir sistematis, mampu bernegosiasi, memahami perbedaan pendapat dan mendiskusikan kebijakan pemerintah dan isu-isu sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, b). Tahap pembelajaran Yurisprudency Inquiry adalah Orientasi Kasus/Permasalahan, Identifikasi Isu, Penetapan Posisi/Pendapat, Menyelidiki Cara Berpendirian/Pola Argumentasi, Memperbaiki dan Mengkualifikasi Posisi, dan Melakukan Pengujian Asumsi-Aumsi terhadap Posisinya/Pendapatnya, c) Good citizenship merupakan sebuah masyarakat yang hidup dalam keadaan damai, sejahtera, tenteram, aman, dan memiliki apresiasi yang besar terhadap perbedaan, dan karakter warga negara yang baik.
Penggunaan Game Edukasi Terhadap Kemampuan Kosakata Anak Tunarungu Dewi Septiawati; Nunuk Suryani; Herry Widyastono
CoMBInES - Conference on Management, Business, Innovation, Education and Social Sciences Vol 1 No 1 (2021): Conference on Management, Business, Innovation, Education and Social Sciences (Co
Publisher : Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengalami gangguan pendengaran dapat menghambat keterampilan bahasa, salah satunya kemampuan kosakata. Terhambatnya perkembangan bicara dan bahasa anak tunarungu akan mengalami keterlambatan dan kesulitan dalam berkomunikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji penggunaan game edukasi terhadap kemampuan kosakata anak tunarungu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan sumber-sumber literatur yang sesuai pada tesis, jurnal nasional dan jurnal internasional. Hasil analisis menyimpulkan bahwa penggunaan media game edukasi mampu melatih kemampuan penguasaan kosakata pada anak tunarungu. Penggunaan media game edukasi memiliki manfaat dalam proses pembelajaran pada anak tunarungu. Penggunaan game edukasi mempermudah dalam mengajarkan dan mengenalkan kosakata pada anak tunarungu
Students’ mathematical literacy skill in term of gender differences: A comparative study Edy Suprapto; Nunuk Suryani; Siswandari Siswandari; Mardiyana Mardiyana
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 12, No 4: December 2023
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v12i4.27224

Abstract

The emergence of the 21st century requires the younger generation to be able to face increasingly fierce global competition. One of the skills needed by the younger generation in this century is mathematical literacy. This ability needs to be improved in learning at school. One important factor that must be considered in learning mathematics literacy is gender differences. Therefore, this study aims to identify students' literacy abilities and find out the differences between male and female students at Madiun State Middle School. This research uses a quantitative approach in the form of a comparative study. The research sample of 336 students was analyzed using descriptive analysis and the Mann-Whitney test. The results of the study concluded that the ability of female students’ mathematical literacy was much higher than that of male students. Female students excel in terms of representation, modeling, mathematical communication, and problem posing and solving skills. Meanwhile, male students excel in terms of using math symbols and mathematical thinking and reasoning.
BAHAN AJAR DIGITAL DALAM MATERI PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL PERJUANGAN LASKAR RAKYAT HIZBULLAH UNTUK MENANAMKAN NILAI NASIONALISME GENERASI MILENIAL Agus Mastrianto; Sariyatun Sariyatun; Nunuk Suryani
PROCEEDING UMSURABAYA 2020: Proceedings Conference of Elementary Studies 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk memberikan solusi dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada generasi muda Indonesia atau yang saat ini sering disebut sebagai generasi milenial melalui bahan ajar digital ke dalam materi pembelajaran sejarah lokal. Metodologi yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif dan teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan, wawancara dan observasi partisipatoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dewasa ini, generasi milenial tengah dihadapkan pada lemahnya rasa nasionalisme sebagai akibat dari kuatnya pengaruh masyarakat global, sehingga menyebabkan perubahan pola perilaku dan pola pikir masyarakat. Oleh sebab itu diperlukan suatu solusi untuk menanamkan dan memperkuat nilai-nilai nasionalisme generasi muda Indonesia, yaitu melalui pembelajaran sejarah yang berbasis kearifan lokal. Melalui pembelajaran sejarah lokal, pendidik dapat mengintegrasikan nilai-nilai nasionalisme ke dalam materi sejarah yang memuat peristiwa perjuangan masyarakat di suatu daerah. Salah satu peristiwa perjuangan masyarakat yang dapat dijadikan pedoman untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme adalah perjuangan Laskar Rakyat Hizbullah yang ada di wilayah Lampung. Laskar Rakyat Hizbullah merupakan bukti perjuangan para ulama dan santri dalam mencapai kemerdekaan Indonesia. Mengingat bahwa Indonesia kini tengah berada pada era revolusi industri, 4.0 maka kecanggihan teknologi saat ini harus dapat disinergisitaskan dengan dunia pendidikan. Bentuk sinergisitas teknologi dengan pembelajaran ialah dalam bentuk bahan ajar digital.
ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN SEJARAH DI ERA DIGITAL Bahtiar Afwan; Nunuk Suryani; Deny Tri Ardianto
PROCEEDING UMSURABAYA 2020: Proceedings Conference of Elementary Studies 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Era digital saat ini memudahkan manusia dalam penyampaian informasi. Hal ini juga berpengaruh dalam lingkup pendidikan khususnya pembelajaran sejarah di sekolah. Pembelajaran sejarah harus menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi pada era digital saat ini agar tujuan dari proses pembelajaran sejarah dapat tercapai. Pembelajaran sejarah saat ini masih dianggap sebagai mata pelajaran membosankan yang menyebabkan partisipasi peserta didik juga cenderung pasif. Sehingga hal ini dapat berdampak pada rendahnya kompetensi peserta didik dalam mata pelajaran sejarah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan media interaktif sebagai kebutuhan pembelajaran sejarah di era digital. Penelitian ini melibatkan 1 guru mata pelajaran sejarah dan 20 siswa pada salah satu sekolah menengah atas di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan  observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran sejarah disebabkan oleh terbatasnya penggunaan media digital yang digunakan dalam proses pembelajaran. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pengembangan multimedia interaktif sangat dibutuhkan untuk mendukung pembelajaran sejarah dalam meningkatkan kompetensi peserta didik di era digital.Kata Kunci: Pembelajaran Sejarah, Multimedia Interaktif, Era Digital, Analisis KebutuhanÂ