Claim Missing Document
Check
Articles

THE CORRELATION BETWEEN NURSES KNOWLEDGE AND PHLEBITIS PREVENTION EFFORTS AT IDAMAN HOSPITAL, BANJARBARU CITY Muhammad Fasya Aminullah; Herry Setiawan; Eka Santi; M. Hadarani; Lola Illona E.K
Nurse and Health: Jurnal Keperawatan Vol 12 No 2 (2023): Nurse and Health: Jurnal Keperawatan
Publisher : Institute for Research and Community Service of Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/nhjk.v12i2.489

Abstract

Background: A hospital is a type of healthcare facility that provides a variety of services. During the course of the treatment, patients may experience an increase in severity due to infectious diseases, one of which is Healthcare Associated Infections (HAIs). Another common type of HAIs is phlebitis. Phlebitis is a common infection associated with healthcare. Phlebitis prevention initiatives are primarily dependent on the expertise of nurses, this knowledge is directly tied to the nurses' performance of their duties and the success or failure of those duties in preventing patients from contracting phlebitis. Objectives: The purpose of this study was to determine the correlation between nurse’s knowledge and phlebitis prevention efforts at Idaman Hospital, Banjarbaru City Methods: A cross-sectional, correlational design was adopted for this research. Probability sampling using stratified random sampling is used for the sampling. In all, 129 nurses made up the study's sample. Data was gathered using questionnaires on basic demographics of the nurse, nursing knowledge, and phlebitis prevention efforts by nurse. Results: The results of the study found that there is a correlation between knowledge and efforts to prevent phlebitis at Idaman Hospital, Banjarbaru City (p value=0.001; OR=3.77). Nurses who have good knowledge have the opportunity to make efforts to prevent phlebitis events optimally by 3.77 times compared to nurses who have poor knowledge. Conclusion: The better the nurse's understanding of the incidence of phlebitis, the more effective will be the nurses' efforts to avoid phlebitis at Idaman Hospital in Banjarbaru City
WAKTU TUNGGU PELAYANAN RAWAT JALAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN Endang Ernawati; Endang Pertiwiwati; Herry Setiawan
Nerspedia Vol. 1 No. 1 (2019): Nerspedia
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waktu tunggu pelayanan pasien di rawat jalan adalah salah satu komponen yang menyebabkan ketidakpuasan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan waktu tunggu pelayanan rawat jalan dengan tingkat kepuasan pasien di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangkaraya.Penelitian observasional analitik dengan desain pendekatan cross sectional, responden dalampenelitian ini menggunakan teknik purposivesamplingberjumlah 199 orang. Dengan kategori tidak baik (> 60 menit) sebanyak 159 orang (79,9%) dan baik (≤ 60 menit) sebanyak 40 orang (20,1%). Kepuasan pasien dengan kategori puas sebanyak 183 orang (92%)dan tidak puas sebanyak 16 orang (8%). Hasil analisis statistik uji fisher’s exact test menunjukkan bahwa nilai p = 0,046, p < α (0,05) terdapat hubungan waktu tunggu pelayanan rawat jalan dengan tingkat kepuasan pasien di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangkaraya.Waktu tunggu pelayanan yang lama berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Disarankan kepada rumah sakit untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan sesuai standar pelayanan minimal terutama dalam waktu tunggu di rawat jalan.
BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN WAKTU TANGGAP PELAYANAN KEPERAWATAN BERDASARKAN KATEGORI TRIAGE Purwanti Ningsih; Abdurrahman Wahid; Herry Setiawan
Nerspedia Vol. 1 No. 1 (2019): Nerspedia
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan pasien gawat darurat adalah pelayanan yang memerlukan pertolongan segera untuk mencegah kematian dan kecacatan, salah satu indikator mutu pelayanan adalah respon time. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan beban kerja perawat dengan waktu tanggap pelayanan keperawatan berdasarkan kategori triage di IGD RSUD Ratu Zalecha Martapura. Penelitian ini dilaksanakan di IGD RSUD Ratu Zalecha Martapura, menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 23 responden yang diambil secara total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner beban kerja perawat dan lembar observasi menggunakan stopwatch. Analisa data menggunakan uji fisher’s exact test didapatkan (p=0,046), berarti ada hubungan beban kerja perawat dengan waktu tanggap pelayanan keperawatan berdasarkan kategori triage prioritas 1dan (p=1,000), berarti tidak ada hubungan beban kerja perawat dengan waktu tanggap pelayanan keperawatan berdasarkan kategori triage prioritas 2 dan 3 di IGD RSUD Ratu Zalecha Martapura.Waktu tanggap perawat dalam memberikan pertolongan segera kepada pasien yang mengalami kegawatdaruratan, sangat ditentukan oleh beban kerja perawat dan pelatihan yang dimiliki oleh perawat sendiri.
SPIRITUALITAS DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA Siti Munawarah; Devi Rahmawati Rahmawati; Herry Setiawan
Nerspedia Vol. 1 No. 1 (2019): Nerspedia
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia mengalami banyak perubahan merupakan proses alami bertambahnya usia, mengakibatkan masalah lansia baik fisik maupun psikis. Spiritualitas tinggi memengaruhi lansia menghadapi masalah mengarah pada kualitas hidup baik. untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara spiritualitas dengan kualitas hidup lansia di Puskesmas Sungai Ulin Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan metode non-eksperiment dengan teknik pengambilan sampel nonprobability sampling, yang dilakukan pada 38 responden di Puskesmas tersebut, dari 28 Desember 2017 hingga 10 Januari 2018. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner Daily Spiritual Experience Scale (DSES) menilai spiritualitas dan WHOQOL-BREF (World Health Organization Quality Of Life) menilai kualitas hidup. Penelitian dilakukan dengan pendekatan Cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara spiritualitas dengan kualitas hidup lansia di Puskesmas Sungai Ulin Kota Banjarbaru, p= 0,040, r= 0,334, arahnya positif semakin tinggi spiritualitas maka semakin baik kualitas hidup. Spiritualitas tinggi akan memengaruhi sudut pandang seseorang menghadapi masalah ada hubungannya dalam meningkatkan kualitas hidup baik pada lansia
HUBUNGAN KESEHATAN MULUT DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI SEJAHTERA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Rosina Apriani; Devi Rahmayanti; Herry Setiawan
Nerspedia Vol. 1 No. 1 (2019): Nerspedia
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambahan usia pada lansia menyebabkan perubahan pada fisik, kognitif, mental, dan sosial. Perubahan pada fisik lansia salah satunya adalah pada bagian mulut, sehingga menyebabkan kesehatan mulut lansia menjadi terganggu. Kualitas hidup merupakan persepsi seseorang terhadap harapan, tujuan, standar, dan kepedulian hidup sesuai dengan norma dan budaya yang dianut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kesehatan mulut dengan kualitas hidup lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Provinsi Kalimantan Selatan. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sampel diambil sebanyak 60 responden dengan total sampling, kemudian dilakukan analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Geriatric Oral Health Assesment Index dan WHOQOL-BREF. Terdapat hubungan positif antara kesehatan mulut dengan kualitas hidup lansia dengan keeratan hubungan cukup kuat (p value= 0,000, α<0,01, rz=0,505). Semakin baik kesehatan mulut maka semakin baik pula kualitas hidup lansia.
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET PASIEN DIABETES MELITUS (Studi Korelasi di RSUD Ulin Banjarmasin) Rini Aprianti Rini Aprianti; Noor Diani; Herry Seyiawan
Nerspedia Vol. 1 No. 1 (2019): Nerspedia
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penatalaksanaan penyakit diabetes melitus dapat dilakukan dengan diet diabetes sehingga tidak terjadi komplikasi vaskuler serta neuropatik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pasien diabetes melitus di RSUD Ulin Banjarmasin. Rancangan Penelitian ini bersifat korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel non probability sampling dan menggunakan teknik accidental sampling dengan responden 53 orang. Data diambil menggunakan kuesioner HDFSS (Hensarling Diabetes Family Support Scale) dan kepatuhan diet. Hasil menunjukan tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pasien diabetes melitus di RSUD Ulin Banjarmasin dengan nilai p value > α (0,106>0,05). Kepatuhan diet merupakan peranan penting dalam melaksankan penatalaksanaan diabetes melitus, apabila pasien diabetes melitus mampu melaksanakan kepatuhan diet dengan baik maka diabetes melitus dapat mencegah terjadinya komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN Aswadi Syukur; Endang Pertiwiwati; Herry Setiawan
Nerspedia Vol. 1 No. 2 (2019): Nerspedia
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat dituntut dapat mendokumentasikan asuhan keperawatan dengan benar yang sesuai dengan standar. Banyaknya dokumentasi yang harus ditulis dan dilengkapi oleh seorang perawat akan menyebabkan meningkatnya beban kerja perawat. Beban kerja yang ditanggung oleh seorang perawat yang melebihi dari kapasitas dirinya, maka tentunya akan berdampak buruk bagi produktifitas kerja dan mutu pelayanan yang diberikan perawat. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan beban kerja dengan dokumentasi asuhan keperawatan di IRNA kelas III RSUD Ulin Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling dengan jumlah sampel 119 responden. Analisa data menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95% (a=0,05). Hasil penelitian ini didapatkan beban kerja dalam kategori sedang 68 (57,1%) dan dokumentasi asuhan keperawatan dalam kategori baik 68 (57,1%). Ada hubungan beban kerja dengan dokumentasi asuhan keperawatan di IRNA kelas III RSUD Ulin Banjarmasin (p value=0,001<0,05). Beban kerja dapat memengaruhi dokumentasi asuhan keperawatan. Semakin sesuai beban kerja yang dirasakan perawat, maka semakin baik dokumentasi asuhan keperawatan yang dilakukan.
KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PADA PASIEN RAWAT JALAN (Studi di Puskesmas Pendang Kecamatan Dusun Utara dan Puskesmas Patas Kecamatan Gunung Bintang Awai) Kusuma Persada; Endang Pertiwiwati; Herry Setiawan
Nerspedia Vol. 2 No. 1 (2020): Nerspedia
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan merupakan hal yang sangat penting dalam memberikan kepercayaan bagi pasien terhadap layanan kesehatan sehingga pasien merasa puas terhadap pelayanan kesehatan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang gambaran kualitas pelayanan kesehatan pada pasien rawat jalan di Puskesmas Pendang Kecamatan Dusun Utara dan Puskesmas Patas Kecamatan Gunung Bintang Awai. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 108 responden yang diambil dengan tekhnik total sampling dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Responden penelitian ini yaitu pasien rawat jalan di Puskesmas Pendang dan Puskesmas Patas yang berkunjung lebih dari tiga kali. Hasil penelitian yaitu dari kelima dimensi kualitas pelayanan kesehatan pada pasien rawat jalan di Puskesmas Pendang terbanyak pada tanggapan sangat baik (60,6 %) dengan nilai mean yaitu 4,28. Sedangkan pada Puskesmas Patas terbanyak pada tanggapan baik (64,3 %) dengan nilai mean yaitu 4,2. Kelima dimensi kualitas pelayanan kesehatan sangat menentukan kualitas dari Puskesmas tersebut sangat baik atau tidak dengan tidak mengabaikan salah satu dari kelima dimensi kualitas pelayanan kesehatan yang ada. Disarankan kepada Puskesmas Pendang untuk meningkatkan dimensi Tampilan/Bukti fisik dan empati. Dan kepada Puskesmas Patas untuk meningkatkan dimensi jaminan, tampilan/bukti fisik, empati, dan keandalan.
KUALITAS PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP (Studi di RSUD Kalimantan Tengah) Muryani; Endang Pertiwiwati; Herry Setiawan
Nerspedia Vol. 2 No. 1 (2020): Nerspedia
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendokumentasian asuhan keperawatan yang tidak lengkap mengakibatkan mutu Rumah Sakit akan menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD di Kalimantan Tengah. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 222 rekam medis yang dilakukan dengan teknik sampling Cluster Random Sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi 37 penilaian kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan dari pengkajian tidak sesuai (100%), Perencanaan ( penentuan diagnosis, penentuan tujuan/kriteria hasil, pembuatan intervensi keperawatan) dari 120 rekam medis (54%) sesuai, Implementasi 200 rekam medis (90%) sesuai dan Evaluasi 142 rekam medis (64%) sesuai. Gambaran kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD di Kalimantan Tengah berkualitas dengan sebanyak 124 rekam medis (55,9%) dan tidak berkualitas sebanyak 98 rekam medis (44,1%). Pendokumentasian asuhan keperawatan yang tidak lengkap dapat menurunkan mutu pelayanan di Rumah Sakit sehingga disarankan perawat dapat terus menjaga kualitas penulisan asuhan keperawatan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Perawat Dalam Melaksanakan Standar Prosedur Operasional (SPO) Perawatan Luka Di RSUD Ulin Banjarmasin Muhamad Bagus Umaro; Rismia Agustina; Herry Setiawan
Nerspedia Vol. 2 No. 2 (2020): Nerspedia
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

lnfeksi luka operasi menimbulkan masalah apabila prosedur perawatan luka tidak memenuhi standar. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam melaksanakan Standar Prosedur Operasional (SPO) perawatan luka di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian bermetode korelasi dengan jenis pendekatan cross sectional dan teknik sampel menggunakan total sampling. Pengambilan data dilakukanI dengan observasi dan pemberian kuesioner kepada 33 perawat di RSUD Ulin Banjarmasin. Analisis penelitian mengunakan uji Fisher Exact. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pengetahuan perawat yaitu yang berpengetahuan baik ada 18 (54,5%) responden dan perawat yang patuh terhadap SPO Perawatan luka ada 23 orang (69,7%). Analisis menunjukkan hasil adanya hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam melaksanakan SPO Perawatan Luka di RSUD Ulin Banjarmasin (P Value= 0,001<0,05). Diharapkan untuk memberikan pelatihan pada perawat untuk menghindari adanya malpraktek oleh perawat yang mana akan berdampak pada pelayanan yang diberikan kepada pasien tidak maksimal.
Co-Authors Abdul Bari Setiawan Abdurahman Wahid Agianto Ahnaf Ma'ruf Mahendra Ajrina Nurwidya Sari Aminullah, Muhammad Fasya Amtarohim, Dewi Syifah Aswadi Syukur Aulia Ulfah Aulia Ayu Wardalina Bunga Indryan Noor Rindu Lestari Devi Rahmayanti Dhian Ririn Lestari, Dhian Ririn Dina Anggrainy Dyci Marantika Efriliana Efriliana Eka Santi Ellysia Yulanda Ellysia Yulanda Endang Ernawati Endang Pertiwiwati Endang Pertiwiwati Endang Pertiwiwati, Endang Grace Epyfania Simarmata, Grace Epyfania Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan1 Hery Wibowo Ichsan Rizany Ilham Bimantoro Intriani, Nadia Meilanda Jumbri, Muhammad Karunia, Muhammad Kurnia Rachmawati Kurnia Rachmawati, Kurnia Kusuma Persada Laila Rahmaniah Laila Rahmaniah Lestari, Nuarita Dewi lestari, winda Lola Illona E.K M. Hadarani Marantika, Dyci Mazaya, Adinda Chofifah MIFTAKHUL JANNAH Muhamad Bagus Umaro Muhamad Rofi’i Muhammad Fasya Aminullah Muhammad Jumbri Muhammad Khairul Fikri Muhammad Rijali Rahman Muryani Musafaah Musafaah Nadila Nadila Nasri, Novi Mustahdiati Noo, Rezka Aulyan Noor Diani Nor Azizah Dwi Subekti Novi Mustahdiati Nasri Novita Elyana Nur Fatimah Peggy Passya Pratiwi, Aqil Andika Purwanti Ningsih Rabiatul Adawiah Rabiatul Adawiah Rabiatul Adawiah Rahman, Muhammad Rijali Rahmaniah, Laila Reni Sulung Ridha Nor Aulia Rini Aprianti Rini Aprianti Rismia Agustina Rizany, Ichsan Robiatul Adawiyah Rofi'i, Muhammad Rosina Apriani Setiawan, Abdul Bari Setyowati, Anggi Shanisa Mairestika Shanisa Mairestika Siska Rahmawati Dewi Siska Siti Munawarah Siti Reny Asnani Siti Sofiah Siti Sofiah Solly Aryza Supriyatna, Eka SUSANTI Tazkia Rahman Tina Handayani Nasution TRI HARTITI Tusaddiah, Putri Sari Ulfa Halimah Utami, Haniva Sekar Verawati Verawati Wakhdi, Nanang Miftakhul Yulia Yunara YULIANI Yuliani Yuliani Yulianti, Dwi Wanda Yusrida Elisabeth Sihombing