Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Timbang Terima Herry Setiawan; Shanisa Mairestika; Herry Setiawan; Ichsan Rizany
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v4i1.602

Abstract

Timbang terima adalah proses penyampaian informasi pada saat pergantian shift perawat. Ketidakakuratan informasi yang disajikan selama proses timbang terima menyebabkan hampir 70% kejadian sentinel di rumah sakit. Faktor pengetahuan, motivasi, supervisi, fasilitas dan waktu pelaksanaan dapat mempengaruhi pelaksanaan timbang terima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan timbang terima. Desain penelitian adalah kuantitatif asosiatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden berjumlah 39 perawat penanggung jawab perawat shift dan ketua tim yang diperoleh melalui purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan (p = 0,721), motivasi (p= 0,369) dan fasilitas (p= 0,617) dengan pelaksanaan serah terima di RSD Idaman Kota Banjarbaru, dan ada hubungan antara supervisi dengan pelaksanaan dari serah terima (p= 0,023).
The Relationship between Waiting Time and Patient Satisfaction in The Outpatient of Public Hospital in Banjarbaru Herry Setiawan; Ichsan Rizany; Herry Setiawan; Musafaah Musafaah
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol 5, No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.581 KB) | DOI: 10.18196/ijnp.v5i1.10275

Abstract

Background: Outpatients often complain about hospital services, one of which is waiting time. High complaints have an impact on patient satisfaction. Currently, in several outpatient rooms at the hospital, long queues and long waiting times frequently occur.Objective: This study aims to determine the correlation between waiting time and patient satisfaction at Public Hospital.Method: This study used a non-experimental approach with a cross-sectional design. Samples were 93 patients selected by using random sampling technique at the public hospital in Banjarbaru city. The instruments used were the patient satisfaction questionnaire and waiting time observation. Data were analyzed using the chi-square test.Results: The results showed that 35 (37.6%) patients felt the standard waiting time according to regulations from the ministry of health (60 minutes), while 55 (59.1%) patients were satisfied with the services provided. There was a significant relationship between waiting time and patient satisfaction (p-value = 0.021).Conclusion: It can be concluded that there is a relationship between waiting time and patient satisfaction. Hospitals can implement online registration and manage the arrival of doctors in outpatient care so that waiting times and patient satisfaction can be managed according to minimum service standards  
Karakteristik Pasien Diabetes Melitus Dengan Pengetahuan Tentang Perawatan Kaki Diabetes Melitus Herry Setiawan; Efriliana Efriliana; Noor Diani; Herry Setiawan
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.418 KB)

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan masalah penyakit kronis yang dapat mengakibatkan komplikasi terutama masalah pada kaki. Tercapainya perawatan kaki yang baik diperlukan pengetahuan yang memadai agar penderita dapat mencegah terjadinya komplikasi.Tujuan Penelitian: mengetahui hubungan karakteristik pasien diabetes melitus dengan pengetahuan tentang perawatan kaki diabetes melitus.Metode :Penelitian ini menggunakan metode analitik correlation dengan pendekatan cross sectional dan accidental sampling berjumlah 53 orang, menggunakan kuesioner.Hasil penelitian : menunjukkan tidak terdapat hubungan usia dan pekerjaan dengan pengetahuan tentang perawatan kaki diabetes melitus, tidak terdapat hubungan pekerjaan dengan pengetahuan tentang perawatan kaki, terdapat hubungan pendidikan dengan pengetahuan tentang perawatan kaki, terdapat hubungan lama menderita diabetes melitus dengan pengetahuan tentang perawatan kaki, terdapat hubungan informasi dengan pengetahuan tentang perawatan kaki. Menambah pengetahuan merupakan hal penting bagi penderita diabetes melitus agar dapat memahami tindakan yang akan dilakukan termasuk dalam merawat kaki untuk terhindar dari komplikasi.Kata kunci: diabetes melitus, pengetahuan, perawatan kaki, karakteristik Background: Diabetes mellitus is chronic diseases that can cause complications if not taken well especially problems in the feet. It needs full knowledge to achieve good foot care. Purpose: The purpose of this study was to analyze correlation of characteristic patient with diabetes mellitus through knowledge about foot care. Method: This study used a analytic correlational with a cross sectional and accidental sampling method with respondents as many 53 people, used was a questionnaire. Result: The results showed there is no correlation of age with knowledge about foot care, there is no employment correlation with knowledge about foot car), there is a relationship education with knowledge about foot care, there is a relationship older suffering disease with knowledge about foot care diabetes mellitus, there is a relationship information with knowledge about foot care diabetes mellitus. Adding to the knowledge is important for people with diabetes mellitus in order to understand the actions the will do include in treating the foot to avoid complications.Keywords: diabetes melitus, knowledge, foot care, characteristic.
Beban Kerja dengan Kualitas Pendokumentasian Asuhan Keperawatan sesuai SNARS Herry Setiawan; Nadila Nadila; Herry Setiawan; Ichsan Rizany
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v3i2.598

Abstract

Pendokumentasian merupakan suatu tindakan pencatatan untuk dapat digunakan sebagai bukti tertulis yang akurat dilakukan oleh perawat pada sebuah tindakan asuhan keperawatan. Beban kerja merupakan faktor yang mempengaruhi pendokumentasian asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan sesuai SNARS di RSD Idaman Kota Banjarbaru. Desain penelitian mengggunakan crosss sectional melibatkan 22 perawat penanggung jawab asuhan (PPJA) dengan teknik total sampling dan 84 perawat pelaksana dengan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji Fisher Excat untuk PPJA dan uji Chi Square (Continuity Corretion) untuk perawat pelaksana. Hasil penelitian ini terdapat hubungan antara beban kerja PPJA dengan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan PPJA sesuai SNARS (p-value = 0,02), dan tidak ada hubungan antara beban kerja perawat pelaksana dengan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan perawat pelaksana sesuai SNARS (p-value = 1,00). Beban kerja PPJA yang berat dapat mempengaruhi kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan PPJA, sedangkan beban kerja berat dan ringan perawat pelaksana tidak mempengaruhi kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan. Adanya peran PPJA sebagai supervisi membuat kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan perawat pelaksana baik. Beban kerja yang sesuai dapat berdampak baik terhadap kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan perawat.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Caring Perawat dalam Pelayanan Asuhan Keperawatan di RSD Idaman Kota Banjarbaru Herry Setiawan; Ellysia Yulanda; Herry Setiawan; Ichsan Rizany
JURNAL KEPERAWATAN RAFLESIA Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan Raflesia, Prodi Keperawatan Curup, Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.984 KB) | DOI: 10.33088/jkr.v3i2.641

Abstract

Nurses are required to provide excellent and quality service for 24 hours including at rest hours, requiring nurses to be in good body condition. Sleep quality is an important indicator of health and well-being in nurses. Caring attitudes towards patients indirectly improve the quality of nurse performance, quality of service and client satisfaction in the hospital.The purpose of the study was to find out the relationship of sleep quality with caring nurses in nursing care services at Idaman Hospital in Banjarbaru City. Research uses methods that are correlation and cross sectional approach with sample probability sampling technique and simple random sampling type.Research sample of 70 implementing nurses in the inpatient room of Idaman Hospital in Banjarbaru City. The data was taken by providing a PSQI questionnaire and a caring questionnaire. The analysis test uses the Spearman correlation test. The results of this study described the average nurse's sleep quality as much as 7.03 and caring nurses on average as much as 113.04.The results of the analysis obtained a negative directional relationship between the quality of nurse sleep and caring nurses in nursing care services at Idaman Hospital in Banjarbaru City (p value = 0.013<0.05).The quality of sleep can affect caring nurses in doing nursing care so that it is expected that nurses will be more able to provide nursing care services in order to increase the status of trust and patient health.
Discharge Planning Dalam Interdisciplinary Bedside Rounds (Sibr) Pada Perawatan Pasien Dengan Diabetes Melitus Setiawan, Herry; Herry Setiawan
Jurnal Manajemen Keperawatan Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Manajemen Keperawatan
Publisher : Jurnal Manajemen Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era moderenisasi yang diikuti perubahan pola makan dan gaya hidup meningkatan kejadian penyakit degenaratif di masyarakat. Salah satu penyakit degeratif yang mengalami peningkatan baik angka mortalitas dan morbiditasnya adalah Diabetes Melitus (DM). Data di Amerika Serikat, jumlah klien DM meningkat tajam dimana terdapat 8 juta orang mengalami NIDDM, dan 1 juta orang mengalami IDDM serta lebih dari 4 juta orang yang belum terdiagnosa. Menurut data dunia, jumlah keseluruhan klien dengan DM adalah 114 juta. Perawat sebagai salah satu anggota tim kesehatan mempunyai peran penting dalam pelayanan di rumah sakit, khususnya merencanakan Discharge Planning. Tujuan: Mendesain suatu program discharge planning dalam interdisciplinary bedside rounds (SIBR) pada perawatan pasien dengan diabetes mellitus. Gagasan inovasi: Bentuk nyata dari komunikasi dan koordinasi antar disiplin ilmu kesehatan adalah penggunaan “Kartu Menuju Sehat Gula” dalam program discharge planning. Metode ini dapat memfasilitasi pelaksanaan pelayanan kesehatan yang terintegrasi antar disiplin ilmu kesehatan di rumah sakit. Diskusi: Seorang discharge planners bertugas membuat rencana, mengkoordinasikan, memonitor, memberikan tindakan dan proses kelanjutan perawatan. Pelaksanaan Discharge Planning dilaksanakan dengan memperhatikan Interdisciplinary Bedside Rounds untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang efektif demi kualitas pelayanan kesehatan. Adanya kesempatan berkoordinasi disiplin ilmu kesehatan berimplikasi terhadap kemampuan dalam melakukan perawatan pada pasien secara holistik dan komprehensif dengan melibatkan keluarga. Keterbukaan terkait keadaan pasien akan membuat keluarga terlibat dalam perawatan post hospitalisasi, sehingga perawatan di rumah akan sejalan dengan perawatan yang dijalani di rumah sakit. Kesimpulan: Discharge planning dapat mengurangi hari perawatan, mencegah kekambuhan, meningkatkan perkembangan kondisi kesehatan dan menurunkan beban perawatan, meningkatkan kemajuan, menurunkan komplikasi penyakit, pencegahan kekambuhan, menurunkan angka mortalitas dan morbiditas serta membantu pasien untuk mencapai kualitas hidup optimum sebelum dipulangkan.
Hubungan Motivasi Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat pada Masa Pandemi COVID-19 di Rawat Inap Herry Setiawan; Muhammad Khairul Fikri; Ichsan Rizany; Herry Setiawan
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1362

Abstract

Tingkat kepuasan perawat bekerja di Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru masih rendah pada masa pandemi COVID-19. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja dengan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain cross sectional. Teknik yang digunakan yaitu stratified random sampling. Sampel terdiri dari 112 perawat pelaksana di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan yang positif antara motivasi kerja dengan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 (p value = 0,0001 < 0,05; r = 570). Motivasi kerja perawat dapat mempengaruhi kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19. Nilai motivasi kerja dan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 masih perlu ditingkatkan, terutama kepuasan kerja yang masih dibawah standar minimum kepuasan kerja. Motivasi kerja yang baik dapat meningkatkan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19.
Hubungan Penjadwalan Dinas Perawat dengan Kepuasan Kerja Perawat di Instalasi Rawat Inap Herry Setiawan; Laila Rahmaniah; Ichsan Rizany; Herry Setiawan
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.391 KB) | DOI: 10.32584/jkmk.v3i1.554

Abstract

Kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru masih rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah penjadwalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penjadwalan layanan keperawatan dengan kepuasan kerja perawat di Rumah. Metode penelitian ini menggunakan non-eksperimen dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah 91 pelaksana perawat di instalasi layanan rawat inap di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru, yang didapatkan melalui stratified random sampling. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat  hubungan positif antara penjadwalan layanan keperawatan dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru (p-value = 0,008; r = 0,274). Jadwal layanan keperawatan dapat memengaruhi kepuasan kerja perawat. Nilai penjadwalan layanan keperawatan masih rendah, sedangkan kepuasan kerja perawat tidak mencapai standar minimum. Penjadwalan layanan keperawatan yang baik dapat meningkatkan kepuasan kerja perawat.
Hubungan Peran Kepala Ruangan dan Supervisor Keperawatan dengan Motivasi Perawat dalam Melakukan Dokumentasi Keperawatan Herry Setiawan; Peggy Passya; Ichsan Rizany; Herry Setiawan
JURNAL KEPERAWATAN RAFLESIA Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan Raflesia, Prodi Keperawatan Curup, Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.145 KB) | DOI: 10.33088/jkr.v1i2.409

Abstract

NGood nursing documentation is inseparable from nurse motivation. Motivation of nurses is influenced internally and externally, one of them through the role of the head nursee and nurse supervisor To find out the relationship between the role of head nurses and nurse supervisor with the motivation of nurses in carrying out nursing documentation at Idaman Hospital in Banjarbaru City. The research used correlational study with a cross sectional approach and probability sampling technique with a type of simple random sampling. The sample in the study were 67 nurses in the inpatient room of Idaman Hospital, Banjarbaru City. Data retrieval was done by giving a questionnaire. Test analysis used Pearson correlation. The results of the study showed an average head role of 51.10, room supervisors averaged 32.81 and nurses' motivation averaged 33.61. These results indicate the head nurse and nurse supervisor often perform their roles and motivation of nurses is high. The results of the analysis found a positive relationship between the role of the head nurse and nurses' motivation in conducting nursing documentation in Idaman Hospital in Banjarbaru City (p Value = <0001;95%CI) and there was a positive relationship between the role of room supervisor and nurse motivation in conducting nursing documentation at RSD Idaman Banjarbaru City (p Value = <0001;95%CI). The role of the head nurse and the supervisor of the room can influence the level of motivation of nurses in conducting nursing documentation so that the head nurse and nurse supervisor are expected to perform their roles well.
Hubungan Fungsi Manajemen Kepala Ruang dengan Motivasi Perawat dalam Melakukan Discharge Planning Herry Setiawan; Tazkia Rahman; Endang Pertiwiwati; Herry Setiawan
JURNAL KEPERAWATAN RAFLESIA Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan Raflesia, Prodi Keperawatan Curup, Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.536 KB) | DOI: 10.33088/jkr.v2i2.510

Abstract

The function head of the room is a first line nursing manager who has the functions of planning, organizing, directing and supervising. Motivation is a problem for nurses in achieving and improving the quality of nursing services, especially on discharge planning. The phenomenon found in RS Kota X was the function of the head of the room management has not been carried out to the maximum and the motivation of the implementing nurse in discharge planning is still not optimal. The purpose of this research is to analyze the relationship between management function of the head of the room with motivation of nurses in discharge planning at RS Kota X. The study design was cross sectional with proportional stratified random sampling and data collectionntechniques carried out on 92 respondent nurses in RS Kota X from September 13, 2018 till February 28, 2019. The research instrument used a management function and motivation of nurses in discharge planning questionnaire. The results of the study was 60.9% poor and the motivation of nurses in discharge planning was 67,4% moderate. The relationship between the management function of the head of the room with the motivation of nurses in carrying out discharge planning in RS Kota X with a p value of 0.009 <0.05.The function of good head of the room management can increase motivation in discharge planning.
Co-Authors Abdul Bari Setiawan Abdurahman Wahid Agianto Ahnaf Ma'ruf Mahendra Ajrina Nurwidya Sari Aminullah, Muhammad Fasya Amtarohim, Dewi Syifah Aswadi Syukur Aulia Ulfah Aulia Ayu Wardalina Bernadetta Germia Aridamayanti Bunga Indryan Noor Rindu Lestari Devi Rahmayanti Dhian Ririn Lestari, Dhian Ririn Dina Anggrainy Doni Wibowo, Doni Dyci Marantika Efriliana Efriliana Eka Santi Ellysia Yulanda Ellysia Yulanda Endang Ernawati Endang Pertiwiwati Endang Pertiwiwati Endang Pertiwiwati, Endang Grace Epyfania Simarmata, Grace Epyfania Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan Herry Setiawan1 Hery Wibowo Ichsan Rizany Ilham Bimantoro Intriani, Nadia Meilanda Irawan, Angga Jumbri, Muhammad Karunia, Muhammad Kurnia Rachmawati Kurnia Rachmawati, Kurnia Kusuma Persada Laila Rahmaniah Laila Rahmaniah Lestari, Nuarita Dewi lestari, winda Lola Illona E.K M. Hadarani Marantika, Dyci Mazaya, Adinda Chofifah MIFTAKHUL JANNAH Muhamad Bagus Umaro Muhamad Rofi’i Muhammad Fasya Aminullah Muhammad Jumbri Muhammad Khairul Fikri Muhammad Rijali Rahman Muryani Musafaah Musafaah Nadila Nadila Nasri, Novi Mustahdiati Noo, Rezka Aulyan Noor Diani Nor Azizah Dwi Subekti Novi Mustahdiati Nasri Novita Elyana Nur Fatimah Peggy Passya Pratiwi, Aqil Andika Purwanti Ningsih Rabiatul Adawiah Rabiatul Adawiah Rabiatul Adawiah Rahman, Muhammad Rijali Rahmaniah, Laila Reni Sulung Ridha Nor Aulia Rini Aprianti Rini Aprianti Rismia Agustina Rizany, Ichsan Robiatul Adawiyah Rofi'i, Muhammad Rosina Apriani Setiawan, Abdul Bari Setyowati, Anggi Shanisa Mairestika Shanisa Mairestika Silarat, Maliwan Siska Rahmawati Dewi Siska Siti Munawarah Siti Reny Asnani Siti Sofiah Siti Sofiah Solly Aryza Supriyatna, Eka SUSANTI Tazkia Rahman Tina Handayani Nasution TRI HARTITI Tusaddiah, Putri Sari Ulfa Halimah Utami, Haniva Sekar Verawati Verawati Wakhdi, Nanang Miftakhul Yulia Yunara YULIANI Yuliani Yuliani Yulianti, Dwi Wanda Yusrida Elisabeth Sihombing Zaki, Muhammad Amin Bin Ahmad