Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Hubungan Tingkat Stres dan Indeks Massa Tubuh Terhadap Keteraturan Siklus Menstruasi Pada Tenaga Kesehatan Di RS Qolbu Insan Mulia Batang Talita, Putri Nabilla Mitha; Agustina, Tri; Hernawan, Budi; Risanti, Erika Diana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstruasi merupakan suatu proses alamiah yang dialamiperempuan dan akan menjadi masalah jika terjadi ketidakteraturandalam siklus menstruasi. Faktor yang mempengaruhiketidakteraturan siklus menstruasi diantaranya stres dan indeksmassa tubuh. Stres mempengaruhi produksi hormon prolaktin yangberhubungan dengan aktivitas elevasi kortisol basal sehingga terjadipenurunan hormon LH. Sedangkan indeks massa tubuh padaresponden dengan indeks massa tubuh normal memiliki lama siklusmenstruasi yang normal. Tujuannya untuk menganalisis adanyahubungan antara tingkat stres dan indeks massa tubuh terhadapketeraturan siklus menstruasi pada tenaga kesehatan di RS QolbuInsan Mulia Batang. Penelitian ini menggunakan desainobservasional analitik dengan metode cross sectional dilaksanakandi Rumah Sakit Qolbu Insan Mulia Batang pada bulan Desember2020. sebanyak 149 responden dari tenaga kesehatan yang mengikutipenelitian ini. Pengambilan data skor stres, indeks massa tubuh, danketeraturan siklus menstruasi dilakukan menggunakan kuesionerPSS-10 (Perceived Stres Scale 10) dan mengisi google form. Datadianalisis menggunakan Chi Square dan regresi logistik. Hasilanalisis multivariat regresi logistik untuk stres mempunyai nilai p =0,000 dan OR = 0,077, indeks massa tubuh didapatkan nilai p =0313, dan OR = 0,675. Dengan demikian, terdapat hubungan antarastres terhadap keteraturan siklus menstruasi.
Obesitas Sebagai Faktor Risiko Keparahan Pada COVID-19 Aqmarina, Nadia Wdihi; Risanti, Erika Diana; Mahmudah, Iin Novita Nurhidayati; Jatmiko, Safari Wahyu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas diketahui sebagai peradangan kronis derajat rendah. Hal ini menjadi faktor yang dapat menyebabkan keparahan pada gejala COVID-19. Gejala COVID-19 dinyatakan dalam asimptomatis hingga kritis dan obesitas dicurigai memiliki peran dalam tingkat keparahan COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan tingkat keparahan COVID-19. Penelitian ini dilakukan pada 13 Desember 2020 pada mesin pencarian Pubmed, Science Direct dan Google Scholar dengan memasukkan kata kunci (obesity OR overweight) AND risk factor AND (severe OR severity) AND fatality rate AND (COVID-19 OR SARS-CoV-2 OR Novel coronavirus). Selanjutnya dilakukan skrining sesuai dengan kriteria restriksi yang telah ditetapkan dan mengelompokkan artikel penelitian dalam tabel lalu diurutkan sesuai alphabet nama peneliti. Data yang sudah terkumpul selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan, sehingga didapatkan sampel sebanyak 11 artikel berasal dari Negara Italia, China, New York, USA dan Prancis. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan adanya hubungan antara BMI dan nilai risiko yang menyebabkan keparahan pada COVID-19. Semakin tinggi kenaikan angka BMI akan memberikan nilai risiko yang lebih tinggi pula. Keparahan penyakit ditandai dengan penggunaan alat bantu pernafasan (IMV, NIV, oksigenasi dan ECMO), penggunaan ruang ICU, penurunan PaO2 dan SaO2 serta hipoksemia.
HUBUNGAN KADAR VITAMIN D DAN PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS Wijayanti, Ratnasari Bondan; Novita, Iin; Aisyah, Riandini; Risanti, Erika Diana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus atau disebut Diabetes merupakan penyakit gangguan metabolik akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan secara efektif insulin yang diproduksi. Kelebihan sekresi glukagon oleh sel alfa dan insulin yang tidak dapat diproduksi atau tidak berperan secara efektif oleh sel beta menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia). Pemberian vitamin D meningkatkan transkripsi gen reseptor insulin untuk mengurangi kenaikan hiperglikemik dengan menginduksi sel ? pankreas. Tujuan: Menganalisis peran vitamin D dalam menurunkan kadar glukosa darah penderita Diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis studi literatur review dengan menggunakan sumber artikel terbitan dari tahun 2015 sampai November 2020 pada database PubMed dan Science Direct dengan menggunakan kata kunci "vitamin d" OR "ergocalciferols" OR vitamin D AND "glucose" AND "Diabetes mellitus". Analisis data berupa kalimat naratif yang dimulai dengan pemilihan artikel yang sesuai kriteria inklusi, kriteria eksklusi dan relevansi penelitian, yang selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil: Artikel yang direview sebanyak 7 artikel yang berasal dari negara-negara seperti Mesir, Pakistan, Arab Saudi, Iran dan Taiwan. Uji klinis pada beberapa penelitian menunjukkan hasil bahwa vitamin D berperan dalam menurunkan glukosa darah pada pasien dengan penyakit diabetes yang secara signifikan menurunkan HbA1c. Kesimpulan: Vitamin D berperan dalam menurunkan kadar glukosa darah penderita Diabetes melitus.
SKABIES: INFESTASI PARASIT YANG TIDAK HANYA MEMENGARUHI KULIT Sigit Prakoeswa, Flora Ramona; Pramuningtyas, Ratih; Risanti, Erika Diana; Suci Bestari, Rochmadina; Dewi, Listiana Masyita
Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.1789

Abstract

Skabies adalah salah satu penyakit infestasi parasit pada kulit yang paling umum di dunia dan memiliki dampak yang bervariasi tergantung pada situasi klinis. Beberapa waktu yang lalu, World Health Organization (WHO) telah menambahkan skabies ke dalam daftar penyakit tropis yang terabaikan dalam upaya untuk mengendalikan dan mengeradikasi skabies. Skabies tidak hanya memengaruhi kulit, namun juga berdampak terhadap terhadap aspek psikis, sosial, dan ekonomi pasien. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas hidup pasien skabies, bahkan pada populasi tertentu skabies sudah dianggap hal yang biasa. Tidak hanya itu, skabies juga dapat menimbulkan komplikasi yang berat seperti glomerulonefritis, penyakit ginjal kronik, dan demam rematik akut. Prognosis yang baik dapat diperoleh jika pasien diberi tata laksana yang tepat dan holistik.
Factors Associated with Medical Students’ Readiness of Interprofessional Education Implementation: Findings from A Medical School in Indonesia Flora Ramona Sigit Prakoeswa; Harun Joko Prayitno; Saiful Hidayat; Ratih Pramuningtyas; Erika Diana Risanti
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 4 (2025): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i4.10745

Abstract

This study aimed to analyse factors affecting medical students’ readiness for interprofessional education (IPE) implementation. This is an observational cross-sectional study conducted at the Faculty of Medicine, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia. We performed a total sampling approach targeting all medical students, inviting voluntary participation through online messages. Data collection utilised validated questionnaires: the Indonesian version of the Readiness for Interprofessional Learning Scale (RIPLS) and The Interdisciplinary Education Perception Scale (IEPS). All statistical analyses were performed using STATA-BE 18 software. Responses were obtained from 654 medical students, the majority (83.49%) being preclinical students. The mean RIPLS score was 67.28 ± 6.70, and the mean IEPS score was 63.09 ± 5.73. No statistically significant differences in RIPLS scores were found based on age, gender, or educational level. However, there was a significant difference in RIPLS scores between students who had experienced IPE education and those who had not (p-value=0.028). Exposure to IPE education significantly influences medical students' readiness for IPE implementation, regardless of demographic characteristics or educational level.
THE PERBEDAAN STATUS IgM DAN IgG PADA DERAJAT ANEMIA DAN LAMA RAWAT INAP PADA PASIEN DEWASA DEMAM TIFOID Khairunnisa, Kana; Risanti, Erika Diana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54114

Abstract

Demam tifoid termasuk infeksi sistemik yang hingga kini masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat, karena berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi klinis, di antaranya anemia dan peningkatan durasi perawatan di rumah sakit. Respons imun humoral yang ditunjukkan melalui status imunoglobulin IgM dan IgG menggambarkan tahap infeksi dan diperkirakan berpengaruh terhadap dinamika klinis penyakit tifoid. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan status imunoglobulin IgM dan IgG dengan kejadian anemia serta lama rawat inap pada pasien dewasa demam tifoid di RSU PKU Muhammadiyah Grobogan. Metode: Studi ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2025 di RSU PKU Muhammadiyah Grobogan dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari rekam medis pasien dewasa demam tifoid. Sebanyak 36 subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengolahan data dilakukan melalui analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman, serta analisis multivariat dengan regresi logistik biner. Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan bermakna antara status IgM dan kejadian anemia (p = 0,030), demikian pula antara status IgG dan anemia (p = 0,004). Selain itu, status IgM (p = 0,033) dan IgG (p = 0,036) juga berkorelasi signifikan dengan lama rawat inap. Hasil analisis multivariat mengindikasikan bahwa status IgM dan IgG secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap terjadinya anemia (p = 0,001), dengan nilai odds ratio masing-masing sebesar 0,066 untuk IgM dan 0,042 untuk IgG. Status imunoglobulin IgM dan IgG memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia serta durasi perawatan inap pada pasien dewasa dengan demam tifoid di RSU PKU Muhammadiyah Grobogan.