Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

EFEK PEMBERIAN AIR KELAPA DAN AIR MINERAL TERHADAP KEBUGARAN JASMANI Naufal Yusuf Narindra; Sri Wahyu Basuki; Erika Diana Risanti; Budi Hernawan
Herb-Medicine Journal: Terbitan Berkala Ilmiah Herbal, Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): Herb-Medicine Journal Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v3i2.6744

Abstract

Peningkatan kebugaran jasmani dapat membantu dalam pencegahan penyakit. Terdapat korelasi yang signifikan antara tingkat kebugaran fisik dan angka kesakitan serta kematian yang disebabkan oleh penyakit kronis. Aktivitas fisik yang menyebabkan denyut nadi maksimal tercapai dapat membahayakan. Denyut nadi meningkat dapat dikarenakan oleh kurangnya cairan tubuh saat beraktivitas. Air kelapa merupakan salah satu contoh cairan yang mengandung bahan elektrolit yang baik bagi tubuh. Kandungan mineral dan sifat isotonis menjadikan air kelapa itu potensial dikonsumsi sebagai minuman olahraga. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan indeks kebugaran jasmani pada pemberian air mineral dibandingkan dengan air kelapa sebelum aktivitas fisik. Metode penelitian menggunakan quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest non equivalent control group design. Sampel sejumlah 20 mahasiswa laki-laki yang tidak rutin berolahraga dilakukan pengambilan data indeks kebugaran jasmani pada pemberian air kelapa serta air mineral. Hasil penelitian ini dengan uji t-independent  bernilai p>0,05. Simpulan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara indeks kebugaran jasmani pada pemberian air kelapa dan air mineral.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) TERHADAP Staphylococcus epidermidis DAN Salmonella thyposa IN VITRO Dyah Mustikaturrokhmah; Erika Diana Risanti
Herb-Medicine Journal: Terbitan Berkala Ilmiah Herbal, Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2020): Herb-Medicine Journal Oktober 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v3i3.6843

Abstract

Penyakit  infeksi yang disebabkan oleh bakteri masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan bahan alami yang mudah ditemui dan memiliki sifat antibakteri. Staphylococcus epidrmidis dan Salmonella typhosa  adalah bakteri Gram positif dan Gram negatif yang menyebabkan beberapa jenis penyakit.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap Staphylococcus epidermidis dan  Salmonella thyposa secara In Vitro. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan metode post- test only control group design. Konsentrasi ekstrak temulawak yang digunakan adalah 5%, 15% dan 45%. Penelitian menggunakan Media Muller Hilton yang telah diolesi bakteri dan dibuat sumuran dengan diameter 6 mm sebagai tempat ekstrak temulawak. Kloramfenikol digunakan sebagai kontrol postif dan aquabides sebagai kontrol negatif. Diameter zona hambat diukur menggunakan jangka sorong setelah inkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. Hasil analisis data menggunakan Uji Krusskal-Wallis menunjukkan nilai p<0.005 dan Post-Hoc Mann Whitney dengan nilai p=0.008. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dan Salmonella thyposa secara In Vitro.
NADI ISTIRAHAT DAN NADI PEMULIHAN DIPENGARUHI OLEH RUTINITAS OLAHRAGA Gusti Reka Kusuma; Sri Wahyu Basuki; Erika Diana Risanti; Budi Hernawan
Herb-Medicine Journal: Terbitan Berkala Ilmiah Herbal, Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2020): Herb-Medicine Journal Oktober 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v3i3.6746

Abstract

The level of physical fitness in Indonesia is still poor. Research shows physical fitness 22 provinces inIndonesia is 56.07% middle, while the rest are stated as being moderate. Thera are any corelation betweenphysical fitness and pulse. Assessing the work of the heart can be seen fromthe pulse which is the propagationof the heart rate. The recovery rate is one indicator to determine the level of physical fitness. This Harvard stepup test measurement is to see how quickly the body's ability to recover after doing activities. The purpose of theauthors conducting this study was to determine the difference in mean resting pulse, recovery rate of minutes 1,2 and 3 in students who regularly exercise and do not. The research method is analytic observational using across-sectional approach. A sample of 65 students, 20 who regularly exercise and 45 students do not regularlyexercise. The results of this study were treated with the mann-whitney and t-independent test showing a restingpulse value p<0.05. Researchers concluded that there weresignificant differences in the mean resting pulse,recovery rate of minutes 1, 2 and 3 in students who routinely exercised and did not.
Review Efektivitas Hipnoterapi Dalam Menurunkan Kualitas Dan Kuantitas Gejala Irritable Bowel Syndrome (Ibs) Syahrun El Mubaraq; Erna Herawati; Devi Usdiana Rosyidah; Erika Diana Risanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.654 KB)

Abstract

Irritable bowel syndrome merupakan salah satu penyakitpsikosomatik yang paling sering dijumpai. Irritable bowelsyndrome mengenai mengenai sistem saluran cerna bagianbawah. Mekanisme pasti sampai saat ini masih belum diketahuisecara pasti namun salah satu bukti yang kuat menyatakanadanya kaitan masalah signaling sistem saraf enterik dengan otak(brain-gut-axis) yang ada kaitannya dengan gangguan jiwaberupa depresi dan kecemasan yang meningkat 3 kali lipat selamaera pandemi COVID 19. Hipnoterapi bekerja pada sistem sarafpusat dan dapat memodifikasi fungsi dari brain-gut-axis yangsecara teori dapat menjadi terapi untuk perbaikan gejala IBS.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efektivitashipnoterapi dalam menurunkan gejala IBS. Metode penelitian iniberupa review literatur secara naratif dengan melakukanpencarian secara daring dengan menggunakan database yangmeliputi PubMed, Science Direct, dan Cochrane Library denganmenggunakan kata kunci “Hypnosis” dan “Irritable BowelSyndrome” baik dalam bentuk MeSH termnya maupun dalambentuk free termsnya. Hasil yang ditemukan adalah 5 artikel yangsesuai dengan tahun pencarian. Terdapat 4 artikel yangmembahas terkait penurunan gejala IBS dan 3 artikel yangmembahas terkait peraikan kualitas hidup penderita IBS. Hasilyang didapatkan adalah hipnosis secara efektif dapat menurunkangejala IBS. Hipnoterapi juga secara efektif dapat meningkatkankualitas hidup penderita IBS. Hasil post test dan follow up tetapmemberikan hasil yang konsisten. Tidak ada laporan efeksampaing terkait penggunaan hipnoterapi, namun efikasinyasangat bergantung pada kemampuan terapis dan tingkatsugestibilitas pasien.
Hubungan Tingkat Stres dan Indeks Massa Tubuh Terhadap Keteraturan Siklus Menstruasi Pada Tenaga Kesehatan Di RS Qolbu Insan Mulia Batang Putri Nabilla Mitha Talita; Tri Agustina; Budi Hernawan; Erika Diana Risanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.487 KB)

Abstract

Menstruasi merupakan suatu proses alamiah yang dialamiperempuan dan akan menjadi masalah jika terjadi ketidakteraturandalam siklus menstruasi. Faktor yang mempengaruhiketidakteraturan siklus menstruasi diantaranya stres dan indeksmassa tubuh. Stres mempengaruhi produksi hormon prolaktin yangberhubungan dengan aktivitas elevasi kortisol basal sehingga terjadipenurunan hormon LH. Sedangkan indeks massa tubuh padaresponden dengan indeks massa tubuh normal memiliki lama siklusmenstruasi yang normal. Tujuannya untuk menganalisis adanyahubungan antara tingkat stres dan indeks massa tubuh terhadapketeraturan siklus menstruasi pada tenaga kesehatan di RS QolbuInsan Mulia Batang. Penelitian ini menggunakan desainobservasional analitik dengan metode cross sectional dilaksanakandi Rumah Sakit Qolbu Insan Mulia Batang pada bulan Desember2020. sebanyak 149 responden dari tenaga kesehatan yang mengikutipenelitian ini. Pengambilan data skor stres, indeks massa tubuh, danketeraturan siklus menstruasi dilakukan menggunakan kuesionerPSS-10 (Perceived Stres Scale 10) dan mengisi google form. Datadianalisis menggunakan Chi Square dan regresi logistik. Hasilanalisis multivariat regresi logistik untuk stres mempunyai nilai p =0,000 dan OR = 0,077, indeks massa tubuh didapatkan nilai p =0313, dan OR = 0,675. Dengan demikian, terdapat hubungan antarastres terhadap keteraturan siklus menstruasi.
Obesitas Sebagai Faktor Risiko Keparahan Pada COVID-19 Nadia Wdihi Aqmarina; Erika Diana Risanti; Iin Novita Nurhidayati Mahmudah; Safari Wahyu Jatmiko
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.939 KB)

Abstract

Obesitas diketahui sebagai peradangan kronis derajat rendah. Hal ini menjadi faktor yang dapat menyebabkan keparahan pada gejala COVID-19. Gejala COVID-19 dinyatakan dalam asimptomatis hingga kritis dan obesitas dicurigai memiliki peran dalam tingkat keparahan COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan tingkat keparahan COVID-19. Penelitian ini dilakukan pada 13 Desember 2020 pada mesin pencarian Pubmed, Science Direct dan Google Scholar dengan memasukkan kata kunci (obesity OR overweight) AND risk factor AND (severe OR severity) AND fatality rate AND (COVID-19 OR SARS-CoV-2 OR Novel coronavirus). Selanjutnya dilakukan skrining sesuai dengan kriteria restriksi yang telah ditetapkan dan mengelompokkan artikel penelitian dalam tabel lalu diurutkan sesuai alphabet nama peneliti. Data yang sudah terkumpul selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan, sehingga didapatkan sampel sebanyak 11 artikel berasal dari Negara Italia, China, New York, USA dan Prancis. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan adanya hubungan antara BMI dan nilai risiko yang menyebabkan keparahan pada COVID-19. Semakin tinggi kenaikan angka BMI akan memberikan nilai risiko yang lebih tinggi pula. Keparahan penyakit ditandai dengan penggunaan alat bantu pernafasan (IMV, NIV, oksigenasi dan ECMO), penggunaan ruang ICU, penurunan PaO2 dan SaO2 serta hipoksemia.
HUBUNGAN KADAR VITAMIN D DAN PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS Ratnasari Bondan Wijayanti; Iin Novita; Riandini Aisyah; Erika Diana Risanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.708 KB)

Abstract

Diabetes melitus atau disebut Diabetes merupakan penyakit gangguan metabolik akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan secara efektif insulin yang diproduksi. Kelebihan sekresi glukagon oleh sel alfa dan insulin yang tidak dapat diproduksi atau tidak berperan secara efektif oleh sel beta menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia). Pemberian vitamin D meningkatkan transkripsi gen reseptor insulin untuk mengurangi kenaikan hiperglikemik dengan menginduksi sel β pankreas. Tujuan: Menganalisis peran vitamin D dalam menurunkan kadar glukosa darah penderita Diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis studi literatur review dengan menggunakan sumber artikel terbitan dari tahun 2015 sampai November 2020 pada database PubMed dan Science Direct dengan menggunakan kata kunci "vitamin d" OR "ergocalciferols" OR vitamin D AND "glucose" AND "Diabetes mellitus". Analisis data berupa kalimat naratif yang dimulai dengan pemilihan artikel yang sesuai kriteria inklusi, kriteria eksklusi dan relevansi penelitian, yang selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil: Artikel yang direview sebanyak 7 artikel yang berasal dari negara-negara seperti Mesir, Pakistan, Arab Saudi, Iran dan Taiwan. Uji klinis pada beberapa penelitian menunjukkan hasil bahwa vitamin D berperan dalam menurunkan glukosa darah pada pasien dengan penyakit diabetes yang secara signifikan menurunkan HbA1c. Kesimpulan: Vitamin D berperan dalam menurunkan kadar glukosa darah penderita Diabetes melitus.
SKABIES: INFESTASI PARASIT YANG TIDAK HANYA MEMENGARUHI KULIT Flora Ramona Sigit Prakoeswa; Ratih Pramuningtyas; Erika Diana Risanti; Rochmadina Suci Bestari; Listiana Masyita Dewi
Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.1789

Abstract

Skabies adalah salah satu penyakit infestasi parasit pada kulit yang paling umum di dunia dan memiliki dampak yang bervariasi tergantung pada situasi klinis. Beberapa waktu yang lalu, World Health Organization (WHO) telah menambahkan skabies ke dalam daftar penyakit tropis yang terabaikan dalam upaya untuk mengendalikan dan mengeradikasi skabies. Skabies tidak hanya memengaruhi kulit, namun juga berdampak terhadap terhadap aspek psikis, sosial, dan ekonomi pasien. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas hidup pasien skabies, bahkan pada populasi tertentu skabies sudah dianggap hal yang biasa. Tidak hanya itu, skabies juga dapat menimbulkan komplikasi yang berat seperti glomerulonefritis, penyakit ginjal kronik, dan demam rematik akut. Prognosis yang baik dapat diperoleh jika pasien diberi tata laksana yang tepat dan holistik.
Hubungan Kadar Kreatinin dan Leukosit terhadap Tingkat Kematian Pasien Leptospirosis Zelindrah, Virgil; Mahmuda, Iin Novita Nurhidayati; Rosyidah, Devi Usdiana; Risanti, Erika Diana
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara kadar kreatinin dan jumlah leukosit dengan tingkat kematian pada pasien leptospirosis. Metode yang digunakan yaitu penelitian Observasional analitik dengan pendekatan Cross-sectional melibatkan pengumpulan data medis pasien yang terdiagnosis dengan leptospirosis dan analisis statistik untuk mengevaluasi korelasi antara kedua faktor tersebut dengan tingkat kematian. Sampel penelitian ini merupakan pasien dewasa leptospirosis berusia > 18 tahun di RS PKU Muhammadiyah, RSUD Dr. Sayidiman Magetan, dan RSUD Kartini Karanganyar. Hasil penelitian menunjukkan Terdapat hubungan yang tidak signifikan antara kadar AL (leukosit) dengan kematian pada pasien leptospirosis. Terdapat hubungan yang tidak signifikan antara kreatinin dengan kematian pada pasien leptospirosis. Terdapat hubungan yang tidak bermakna antara kadar AL (lukosit) dan kreatinin pada pasien kematian pada pasien leptospirosis.
Correlation of Parity and Maternal Age with the Incidence of Anemia in Pregnant Women Anggraeny, Anisa; Risanti, Erika Diana; Agustina, Tri; Lestari, Nining
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 23, No 2 (2023): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v23i2.17905

Abstract

Anemia during pregnancy is a public health problem, particularly in developing countries. Women during pregnancy are more likely to have anemia since many women go through their pregnancy without attaining the minimum required intake of iron. The age of the mother and high parity are linked to the psychological and biological elements of pregnant women. This study aims to determine the correlation between parity and maternal age with the incidence of anemia in pregnant women. This study, conducted in Dr Murjani Sampit Hospital, used a cross-sectional design. There were 90 pregnant women involved in this study selected using a purposive sampling method. 58.9% of the participants were primigravid, 56.7% were high-risk age (age 20 years old and age 35 years old), and 54.4 % were anemic. The Chi-square test showed no relationship between parity and anemia in pregnant women (p 0.713); however, there was a significant relationship between age and anemia in pregnant women (p 0.001). The pregnant women with high-risk age had suffered anemia during their pregnancy.