Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGEMBANGAN e-LKPD BERBASIS PROJECT BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI ASAM BASA Shinta Nissa Mutia; M. Naswir; Isra Miharti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40767

Abstract

This research aims to determine the process of developing e-LKPD based on Project Based Learning (PjBL) to improve students' critical thinking skills on acid-base materials, as well as to determine the feasibility and student response to the developed e-LKPD. This research uses the Lee & Owens development model. The research instruments used were interview guidelines and questionnaires. The developed product was validated by media experts and content experts, evaluated by chemistry teachers, and subsequently tested on a small group. The data analysis techniques used are qualitative data analysis and quantitative data analysis. Based on the results of media expert validation, the average score obtained was 4.53 with a "Very Feasible" category. The results of material expert validation yielded an average score of 4.26 with a "Very Feasible" category. Based on teacher assessment, the average score was 4.73 with a "Very Feasible" category. And student responses in the small group test yielded a percentage of 90.26% with a "Very Good" category. Based on the development and research results, it can be concluded that the e-LKPD teaching material based on Project Based Learning (PjBL) to improve students' critical thinking skills on acid-base material is considered highly suitable for use in chemistry learning.
Development of Scientific-Based Learning Devices Implemented in the Inquiry-Flipped Classroom Learning Model to Improve Science Literacy in Acid-Base Material Epinur; Fuldiaratman; Isra Miharti; Minarni
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 12 (2024): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i12.9517

Abstract

The trend in science education policy in the 21st century emphasizes the importance of scientific literacy in science education as a transferable outcome. This research is a type of Research and Development (R&D) development research. Development research in the field of education aims to produce products for the benefit of education. This research produces a new product in the form of e-LKPD with a scientific approach to acid-base material. The purpose of this research and development is to find out how the procedure for developing teaching materials based on a scientific approach is implemented in the inquiry-flipped classroom learning model to improve Science Literacy skills and to find out the practicality of teaching materials based on a scientific approach implemented in the inquiry-flipped classroom learning model. Based on the results of the validation carried out on material and media experts in two rounds, the results of the first material validation were 89.30%, the second material validation was 98.70%. Design validation was conducted in two rounds where the first round obtained results of 87.50% and the second round of design validation 97.50%. Based on the results obtained from chemistry teachers, the first practitioner validation obtained 87% and the second practitioner validation obtained 91%, student responses to teaching materials with a percentage of 85.50%. Based on the criteria for the interpretation of the percentage of practicality, the group evaluation (student responses) was obtained with practical criteria or feasible for revision
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbantuan Adobe Animate Berorientasi Kemampuan Berpikir Kritis Pada Materi Asam Basa Juprizal, Juprizal; Yusnidar, Yusnidar; Febbry Romundza; Wilda Syahri; Isra Miharti
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i1.4107

Abstract

Materi asam basa dalam pembelajaran kimia sering dipersepsikan sulit oleh peserta didik karena bersifat abstrak, melibatkan konsep teoretis, simbol, serta perhitungan yang memerlukan pemahaman mendalam. Berdasarkan hasil wawancara dan analisis kebutuhan di SMA Negeri 13 Kota Jambi, ditemukan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam menyimpulkan teori asam basa, menentukan nilai pH dan pOH, serta mengaitkan konsep tersebut dengan kehidupan sehari-hari. Media pembelajaran yang digunakan masih terbatas pada PowerPoint dan video dokumenter sehingga belum optimal dalam melatih kemampuan berpikir kritis. Kondisi ini menunjukkan perlunya pengembangan media pembelajaran yang inovatif dan interaktif.Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia interaktif berbantuan Adobe Animate berorientasi pada kemampuan berpikir kritis serta mengetahui tingkat kelayakan produk yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Lee & Owens yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket validasi ahli materi dan media, angket penilaian guru, serta respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk memperoleh kategori sangat layak dari ahli materi (89%), ahli media (87%), guru (90%), dan peserta didik (91%), sehingga efektif mendukung pemahaman konsep asam basa.
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Chemo-Entrepreneurship (CEP) Berbantuan google sites Mendukung Kreativitas Siswa SMA Materi Reaksi Kimia M Fadhil Riyansah; Affrida, Affrida; Febrry Romundza; Muhammad Haris Effendi Hsb; Isra Miharti; Firdiawan Ekaputra
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i1.4118

Abstract

Pembelajaran kimia pada materi reaksi kimia masih cenderung bersifat abstrak kondisi tersebut menunjukkan pentingnya inovasi media pembelajaran kontekstual dan interaktif. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menjelaskan proses pengembangan multimedia berbasis Chemo-Entrepreneurship berbantuan Google Sites pada materi reaksi kimia; (2) menganalisis kelayakan produk secara konseptual dan prosedural; (3) mengidentifikasi respon siswa terhadap penggunaan multimedia interaktif; dan (4) mengkaji kontribusi multimedia dalam mendukung kreativitas siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen pengumpulan data berupa lembar wawancara guru dan angket respon siswa. Produk divalidasi oleh ahli materi dan ahli media, kemudian dinilai oleh guru kimia serta diuji cobakan kepada siswa melalui tahap one to one dan kelompok kecil. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran interaktif dinyatakan sangat layak, dengan persentase validasi ahli materi sebesar 92,8%, ahli media 91,2%, dan penilaian guru 92,8%. Respon siswa pada tahap uji coba kelompok kecil mencapai 93,1% dengan kriteria sangat baik. Temuan penelitian ini mengidentifikasikan bahwa multimedia pembelajaran interaktif berbasis Chemo-Entrepreneurship berbantuan Google Sites layak digunakan sebagai media pembelajaran kimia dan berpotensi mendukung kreativitas siswa.
Pengembangan Video Animasi Berbasis PBL – Deep Learning Berbantuan Asesmen Quizizz pada Materi Ikatan Kimia Qurunul Syafiq; Zurweni, Zurweni; Isra Miharti; Asrial, Asrial; Yusnidar, Yusnidar
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4133

Abstract

Kesulitan murid dalam memahami konsep Ikatan Kimia yang bersifat abstrak serta terbatasnya pemanfaatan media digital dalam pembelajaran menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini dirancang untuk menghasilkan media pembelajaran berupa video animasi yang terintegrasi dengan model Problem Based Learning (PBL) dan pendekatan Deep Learning, serta didukung asesmen berbasis Quizizz sebagai instrumen evaluasi pada materi Ikatan Kimia. Studi ini tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga menguji kelayakan media melalui validasi ahli serta mengkaji tanggapan pengguna. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas ahli materi, ahli media, guru kimia, dan murid kelas XI Fase F di SMAN 3 Kota Jambi. Data dikumpulkan melalui lembar validasi dan kuesioner respons, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase. Hasil menunjukkan tingkat validitas sangat tinggi, dengan skor ahli materi 95,83% dan ahli media 87%, serta penilaian guru 98,33%. Respons murid pada uji satu-satu dan kelompok kecil masing-masing 96,67% dan 92,31%, sehingga media dinyatakan valid dan layak digunakan.
Pengaruh Model Pembelajaran Socio Scientific Issues (SSI) Terintegrasi STEM pada Materi Kimia Hijau dalam Meningkatkan Literasi Sains Siswa Feni Situmorang; Epinur, Epinur; Isra Miharti; Kriswantoro, Kriswantoro
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4161

Abstract

Dalam pengajaran kimia, siswa masih kesulitan dengan kurangnya literasi ilmiah. Hal ini terutama berlaku di bidang kimia hijau, yang berkaitan dengan keberlanjutan dan masalah lingkungan. Pentingnya sains dalam masyarakat dan lingkungan seringkali diabaikan oleh siswa karena pembelajaran yang berpusat pada guru dan kegagalan menerapkan prinsip-prinsip ilmiah pada masalah praktis. Hal ini menyoroti perlunya mekanisme pembelajaran yang dapat menerapkan ide-ide ilmiah abstrak pada masalah dunia nyata. Kerangka pedagogis Socio-Scientific Issues (SSI)/STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) adalah salah satu pilihan yang memungkinkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar dampak model pembelajaran SSI dengan STEM terhadap kemampuan siswa untuk memahami dan menerapkan konsep kimia hijau di kelas. Dengan menggunakan desain kelompok pretest-posttest, penelitian ini menggunakan teknik kuasi-eksperimental. Siswa tahun terakhir di SMAN 2 Kota Jambi dipilih secara acak untuk dijadikan populasi penelitian. Lembar observasi dan tes esai yang mengukur literasi ilmiah merupakan alat penelitian yang telah menjalani pengujian validasi dan reliabilitas. Uji independent sample t-test, uji homogenitas, dan pengujian normalitas data digunakan untuk analisis data. Perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol ditunjukkan oleh hasil analisis, yang menunjukkan Asymp. Sig (2-tailed) < 0,001 (< 0,05). Oleh karena itu, masuk akal untuk berasumsi bahwa pengetahuan siswa tentang isu keberlanjutan lingkungan dan literasi ilmiah mereka ditingkatkan dengan pengajaran kimia hijau menggunakan paradigma pembelajaran SSI terintegrasi STEM.
Pengembangan e-Modul Interaktif Berbasis Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Augmented Reality (Ar) Berorientasi Minat Belajar Murid Materi Ikatan Kimia Risma Junita Amriani; Rayandra Asyhar; Muhammad Haris Effendi Hasibuan; Wilda Syahri; Isra Miharti
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4169

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan agar dapat mengembangkan materi e-modul interaktif pembelajaran berbasis masalah (PBL) dan augmented reality (AR) untuk meningkatkan minat siswa terhadap ikatan kimia. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat siswa dan kesulitan memahami konsep abstrak ikatan kimia, serta penggunaan media pembelajaran non-interaktif. Metodologi penelitian dan pengembangan (R&D) yang digunakan mengacu pada model pengembangan Lee & Owens, yakni tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Studi percontohan terbatas dilakukan menggunakan instruksi individual dan eksperimen kelompok kecil dengan siswa kelas XI di SMA Negeri 8 Kota Jambi. Instrumen survei yang dipakai meliputi wawancara, kuesioner penilaian kebutuhan, lembar validasi oleh ahli ilmu material dan media, lembar evaluasi guru, dan kuesioner siswa. Hasil memperlihatkan bahwa e-modul yang dikembangkan memenuhi kriteria berdasarkan validasi ahli dan evaluasi guru. Respons siswa terhadap produk yang dikembangkan sangat positif. Integrasi sintaks PBL dan representasi visual 3D menggunakan AR memungkinkan siswa untuk memahami konsep secara lebih realistis, meningkatkan perhatian, keterlibatan, relevansi, dan kenikmatan dalam proses pembelajaran.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Game Based Learning Menggunakan Kahoot pada Materi Sistem Koloid Berorientasi Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Nabila, Atika Dema; Harizon, Harizon; Miharti, Isra
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i1.3644

Abstract

Media pembelajaran interaktif merupakan media yang memfasilitasi interaksi aktif antara siswa dan materi yang mendapatkan umpan balik langsung, memungkinkan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sistem koloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengembangan, cara penggunaan, dan respon siswa terhadap media pembelajaran interaktif yang dikembangkan. Proses pengembangan produk dalam penelitian ini mengikuti tahapan dalam model pengembangan Lee and Owens. Instrumen penelitian berupa lembar wawancara, angket analisis kebutuhan siswa, angket validasi ahli dan respon siswa. Teknik analisis data secara kualitatif yang berupa saran dan komentar terhadap media dan kuantitatif berupa skor penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis Game Based Learning menggunakan Kahoot dinyatakan layak berdasarkan penilaian ahli, guru, dan respon siswa yang sangat positif dengan persentase kelayakan 93,72%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis Game Based Learning menggunakan Kahoot pada materi sistem koloid yang dikembangkan valid dan layak digunakan pada proses pembelajaran dengan respon baik dari siswa.
Pengembangan Media Pembelajaran E-Booklet Interaktif Berbantuan Flipbook Berorientasi Kemampuan Berpikir Kritis pada Materi Sistem Koloid di SMA Rahmawati, Rahmawati; Yusnidar, Yusnidar; Miharti, Isra; Kriswantoro, Kriswantoro; Ekaputra, Firdiawan
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i1.3645

Abstract

Media pembelajaran interaktif berkontribusi mendorong motivasi belajar serta pemahaman pelajar, terutama materi system koloid yang memiliki karakter abstrak dan kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-booklet interaktif berbantuan flipbook berorientasi kemampuan berpikir kritis, serta menilai tingkat kelayakannya baik secara konseptual melalui validasi ahli media serta materi, maupun dengan prosedur berdasarkan penilaian guru serta serta tanggapan siswa. Pendekatan R&D berdasarkan model pengembangan Lee & Owens. Langka analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan wawancara, yang selanjutnya dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh skor kelayakan sebesar 4,50 dari ahli media dan 4,26 dari ahli materi, yang termasuk dalam kategori sangat layak. Selain itu, penilaian guru kimia menunjukkan nilai rata-rata 4,62, sementara hasil respon siswa pada uji coba satu-satu mencapai 91,7% dan pada uji kelompok kecil sebesar 93,1%, keduanya termasuk kategori sangat layak. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa e-booklet interaktif berbantuan flipbook yang berorientasi pada kemampuan berpikir kritis layak digunakan sebagai media pembelajaran kimia di tingkat SMA.