Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM KIMIA MELALUI PELATIHAN PENGGUNAAN ALAT DAN BAHAN Afrida; Firdiawan Ekaputra; Isra Miharti; Hendra; Danial Mursyd
DEVELOPMENT: Journal of Community Engagement Vol. 5 No. 2 (2026): Juni
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/wknf7h39

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, serta keterampilan praktis mahasiswa dalam mengelola keselamatan kerja di lingkungan laboratorium kimia, terutama dalam penggunaan alat dan bahan kimia yang berpotensi berbahaya. Peserta pelatihan ini adalah 20 mahasiswa Pendidikan Kimia Universitas Jambi yang dilaksanakan pada 22 September 2025. Metode yang diterapkan dalam pelatihan pada kegiatan ini mencakup presentasi mengenai peningkatan keselamatan kerja di laboratorium kimia melalui pelatihan penggunaan alat dan bahan. Kegiatan pelatihan terdiri dari dua tahap pemaparan materi, tahap pertama penyampaian materi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) laboratorium yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mahasiswa tentang prinsip dasar K3 di laboratorium. Kegiatan pelatihan ini meliputi identifikasi bahaya di laboratorium, prinsip dasar keselamatan kerja, pengenalan simbol bahaya bahan kimia dan MSDS, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara benar, protokol kedaruratan dan penanganan kecelakaan ringan, sedangkan untuk tahap kedua dilakukan pemaparan materi tentang penggunaan alat laboratorium secara tepat dan aman yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menggunakan alat laboratorium sesuai SOP dan mencegah kerusakan atau kecelakaan. Kegiatan peningkatan keselamatan kerja di laboratorium kimia melalui pelatihan penggunaan alat dan bahan berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran peserta terhadap pentingnya penerapan prinsip K3 di laboratorium.
Pengembangan e-Instrumen Four-Tier Multiple Choice Berbantuan Kahoot Untuk Mengetahui Tingkat Pemahaman Konsep Termokimia: Penelitian Akmal Fajri; Haryanto; Firdiawan Ekaputra; Isra Miharti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6205

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen four-tier multiple choice (FTMC) berbantuan Kahoot untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman konsep peserta didik pada materi termokimia. Penelitian menggunakan metode research and development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri atas 10 peserta didik kelas XI SMA Negeri 2 Muaro Jambi. Instrumen divalidasi oleh ahli pendidikan kimia dan dinilai oleh guru mata pelajaran kimia. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket penilaian guru, dan uji coba terbatas instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen FTMC berbantuan Kahoot berada pada kategori sangat layak dengan persentase kelayakan sebesar 85%. Instrumen juga memiliki reliabilitas tinggi dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,934. Analisis hasil menunjukkan bahwa instrumen mampu mengidentifikasi kategori paham konsep, paham sebagian, miskonsepsi, dan tidak paham konsep pada materi termokimia.
Pengembangan E-Book Cerita Bergambar pada Materi Struktur Atom dengan Pendekatan Saintifik Siti Munawaroh; Epinur; Firdiawan Ekaputra; Yusnidar; Isra Miharti; Febbry Romundza
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i2.1945

Abstract

The material on atomic structure contains abstract concepts so it is often considered difficult by students. Therefore, innovative and engaging learning media are needed to help students understand the material more effectively. One alternative is the development of a pictorial story e-book integrated with a scientific approach to encourage critical and scientific thinking skills. The research aimed to determine the development process and feasibility of a pictorial story e-book on atomic structure material using a scientific approach. The research used the Lee and Owens development model. The instruments used were interview guidelines and questionnaires. The developed product was validated by a material expert and a media expert, assessed by a chemistry teacher, and tested on a small group of students. The data were analyzed using qualitative and quantitative analysis techniques. The results showed that the average scores from the material expert and media expert were 4,5 and 4,57, respectively, both categorized as “very feasible”. The teacher assessment obtained an average score of 4,8 with the category “very good”, while students responses showed a feasibility percentage of 83,14%, categorized as “very good”. Therefore, the developed e-book is considered feasible as a chemistry learning material.
Pengembangan e-Modul Berbasis Augmented Reality (AR) Berorientasi Kemampuan Literasi Digital Siswa pada Materi Bentuk Molekul Meylana Mahardhika Aryomiati; Afrida Afrida; Febbry Romundza; Isra Miharti; Firdiawan Ekaputra
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i3.4370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e‑Modul berbasis Augmented Reality (AR) berorientasi pada kemampuan literasi digital siswa pada materi bentuk molekul. Hal ini karena hasil dari wawancara dan analisis siswa SMA 6 Muaro Jambi mengungkapkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan sekolah masih belum optimalnya, serta masih kurangnya bahan ajar modul digital mampu meningkatkan pemahaman topik bentuk molekul bersifat abstrak selama proses pembelajaran. membuat siswa belum memahami konsep bentuk molekul yang abstrak dalam proses pembelajaran. Literasi digital diterapkan melalui penggunaan teknologi digital dan fitur interaktif selama proses pembelajaran. Bahan ajar e-Modul berbasis AR untuk mengetahui hasil kelayakan produk berdasarkan validasi para ahli, pendidik, maupun respon siswa. Pengembangan menggunakan pendekatan pengembangan model pengembangan Lee & Owens (2004) dengan tahapan yang meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada siswa kelas XI-2 SMA Negeri 6 Muaro Jambi. Instrumen penilaian berupa lembar wawancara, angket validasi ahli media, angket validasi ahli materi, angket penilaian guru, dan angket respon siswa. Analisis data dilakukakn secara kualitatif fan kuantitatif dengan teknik presentase. Diperoleh data hasil menunjukkan bahwa e‑Modul berbasis AR memperoleh persen validasi ahli media sebesar 94,7% termasuk sangat layak, serta validasi ahli materi sebesar 95,7% sangat layak. Penilaian guru mencapai persentase sebesar 87,5% dan respon siswa sebesar 88,6% yang keduanya termasuk dalam kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, e‑Modul berbasis AR berorientasi kemampuan literasi digital siswa pada materi bentuk molekul dinyatakan layak untuk digunakan sebagai media pembelajran kimia. Perluasan pemanfaatan e-Modul berbasis AR berorientasi meningkatkan literasi digital memiliki keunggulan siswa bisa mengakses materi melalui perangkat digital, menggunakan fitur AR dengan 3D yang lebih konkret, serta kemampuan menampilkan konsep abstrak dalam bentuk visual 3D sehingga lebih mudah dimengerti oleh siswa.
The The Effect of Applying Scaffolding Guidance on Students' Observing Skills in Deep Learning of Stoichiometry : - Nissa Sahanoya; Muhammad Haris Effendi Hsb; Firdiawan Ekaputra; Asrial Asrial; Isra Miharti
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8811

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan bimbingan scaffolding terhadap keterampilan observasi siswa dalam pembelajaran mendalam stoikiometri. Observasi merupakan keterampilan proses sains (SPS) yang paling mendasar dan berfungsi sebagai fondasi bagi semua aspek SPS lainnya dalam membangun pemahaman mendalam tentang konsep kimia. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan desain triangulasi konkuren yang dikombinasikan dengan desain deret waktu kuasi eksperimental tanpa kelompok pembanding. Sampel terdiri dari 29 siswa kelas X E8 di SMA Negeri 13 Kota Jambi, yang mengikuti empat pertemuan di mana teknik bimbingan scaffolding diterapkan secara bertahap: menjelaskan (M1), memberi petunjuk (M2), memberi genetik (M3), dan bertanya (M4). Instrumen penelitian terdiri dari instrumen observasi SPS dan esai pretest-posttest. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro Wilk, uji Friedman, dan uji peringkat bertanda Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengamatan tertinggi yang dicapai siswa pada pertemuan kedua (M2) menggunakan teknik pemberian petunjuk, yaitu 2,92 (mahir), diikuti oleh M1 sebesar 2,48 (mahir), M3 sebesar 2,29 (mahir), dan M4 sebesar 1,00 (tidak mahir). Uji Friedman menunjukkan pengaruh yang signifikan dari keempat teknik pendukung terhadap aspek pengamatan (Asymp. Sig. < 0,05). Uji peringkat bertanda Wilcoxon pada hasil esai juga menunjukkan perbedaan signifikan antara pertemuan sebagian besar pasangan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa keterampilan pengamatan sangat bergantung pada ketersediaan panduan pengamatan terstruktur, dan teknik pemberian petunjuk yang disampaikan melalui lembar kerja (LKPD) terbukti paling efektif dalam membantu siswa secara sistematis mengidentifikasi ciri-ciri fisik objek, dibandingkan dengan tiga teknik pendukung lainnya.
Pengembangan PowerPoint Interaktif Berbantuan Canva pada Materi Ikatan Kimia untuk Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa Iqlima Iqlima; Haryanto Haryanto; Isra Miharti; Asrial Asrial; Firdiawan Ekaputra
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4833

Abstract

Siswa mengalami kesulitan untuk memahami prinsip-prinsip yang dibahas dalam materi ikatan kimia karena bersifat abstrak. Selain itu, siswa tidak terlibat atau termotivasi untuk belajar ketika lebih sedikit sumber belajar interaktif yang digunakan. Akibatnya, diperlukan media pembelajaran yang dapat menghidupkan ide-ide abstrak dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang media pembelajaran PowerPoint interaktif berbantuan Canva pada materi ikatan kimia; menganalisis kepraktisan media; dan mengumpulkan umpan balik dari guru dan siswa tentang keefektifan media. Model Lee & Owens, yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi, digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini. Sebanyak 10 siswa kelas XI Tahap F SMAN 11 Muaro Jambi, satu ahli media, satu guru kimia, dan satu ahli materi, menjadi subjek penelitian. Angket respon siswa, lembar Penilaian guru, lembar validasi ahli media, dan lembar validasi ahli materi adalah instrumen yang digunakan. Media menerima skor validasi 96,6% dari pakar media dan 93,4% dari pakar materi, termasuk dalam kategori sangat layak, menurut hasil penelitian. Tingkat jawaban siswa adalah 93,72% pada kategori sangat baik, sedangkan tingkat evaluasi guru adalah 92,3%. Mengingat hal ini, disimpulkan bahwa materi ikatan kimia dapat diajarkan secara efektif melalui PowerPoint interaktif berbantuan Canva, yang dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa.
Development Of Problem Based Learning Media On Periodic System Materials Oriented To Students’ Learning Interests Nadia Laras Sati; Kriswantoro Kriswantoro; Febbry Romundza; Asrial Asrial; Isra Miharti; Asmiyunda Asmiyunda
SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA Vol 11 No 1 (2026): SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA EDISI MARET 2026
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/saintifik.v11i1.11512

Abstract

This research aims to produce Problem Based Learning-based learning media on the periodic system material of elements. This research is a developmental research using the Lee & Owens development model. The research instruments include interview sheets, validation questionnaires for material experts and media experts, teacher assessment questionnaires, and student response questionnaires. The product developed was validated by material experts and media experts, then assessed by teachers and tested in one-on-one trials and small group trials. The data analysis techniques used are qualitative data analysis and quantitative data analysis. The results of the study showed that the learning media based on Problem Based Learning on the periodic system material obtained a percentage of validation of material experts of 92% and media experts of 93.2% with the category of "Very Feasible". The teacher's assessment showed a percentage of 98.67% with the category "Very Feasible", while the students' response in the one-on-one trial obtained a percentage of 95% and the small group trial obtained a percentage of 96.8% with the category "Very Good". Based on these results, Problem Based Learning-based learning media is suitable for use as a chemistry learning medium and has the potential to grow students' interest in learning.
Pengaruh Scaffolding Teknik Cueing Terhadap KPS Siswa Pada Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Materi Larutan Penyangga Nurul Hafidzah; Muhammad Haris Effendi Hasibuan; Isra Miharti
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 4 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i2.6119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kebijakan bimbingan teknik scaffolding terhadap keterampilan proses sains (KPS) siswa pada indikator mengamati dan mengelompokkan serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab peningkatannya. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 2 Kota Jambi menggunakan metode campuran ( mix method ) dengan desain eksperimen semu ( quasi eksperimen ) tipe non-equivalent control group design . Sampel terdiri atas dua kelas XI: fase F1 sebagai kelas eksperimen dan fase F2 sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data kuantitatif meliputi pretest , posttest , dan lembar observasi KPS, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui lembar observasi ( catatan lapangan ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPS siswa pada materi larutan penyangga di kelas eksperimen mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan kelas kontrol. Berdasarkan uji statistik t-test independen dan dependen, disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara penggunaan teknik scaffolding cueing terhadap peningkatan KPS siswa, dan peningkatan tersebut dipengaruhi oleh penggunaan cueing yang terstruktur dalam proses pembelajaran.
Peningkatan Keterampilan Menulis Artikel Jurnal Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Merangin Melalui Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Isra Miharti; Sahara; Anwar Sanusi; Febbry Romundza
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/kenduri.v5i1.962

Abstract

A scientific journal is an academic publication containing articles or scientific studies, used to disseminate new discoveries, theories, and research findings in various fields of science. To produce scientific articles, students must be able to write; writing itself is a crucial skill in conveying ideas and concepts into written form. The purpose of this community service activity was to assist students who find it difficult to write scientific articles and how to publish them. This community service activity was carried out at the Merangin College of Health Sciences and was attended by 50 students from the midwifery and public health study programs. The implementation method in this service activity was carried out using lectures and question-and-answer discussions. The results of the activity, students began to understand the rules and procedures for writing and publishing scientific papers. After the community service activity, students were able to understand the material presented better. Another supporting factor in this activity was the high motivation of the participants to participate in the writing training.
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Inkuiri Terbimbing Berbantuan Construct 2 pada Materi Minyak Bumi untuk Menumbuhkan Minat Belajar Peserta Didik: Penelitian Arief Samosir; Harizon Harizon; Isra Miharti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5274

Abstract

Multimedia interaktif merupakan media pembelajaran yang memadukan teks, gambar, animasi, video, dan audio sehingga memberikan pengalaman belajar yang menarik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia interaktif berbasis inkuiri terbimbing menggunakan Construct 2 pada materi minyak bumi serta mengetahui kelayakan dan potensinya dalam menumbuhkan minat belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Produk yang dihasilkan divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan guru kimia, serta diuji coba secara terbatas melalui uji satu-satu dan kelompok kecil. Hasil validasi menunjukkan multimedia interaktif memperoleh skor 84% dari ahli materi, 94,6% dari ahli media, dan 92,7% dari guru, dengan kategori “Sangat Layak”. Respon peserta didik juga sangat positif dengan persentase 90% pada uji satu- satu dan 91% pada uji kelompok kecil. Dengan demikian, multimedia interaktif berbasis inkuiri terbimbing layak digunakan dalam pembelajaran dan berpotensi meningkatkan minat belajar peserta didik.