Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Resilience Profiles of University Students: An Analysis of Differences Based on Demographic Characteristics Annisa Andriani; Siti Raudhoh; Marlita Andhika Rahman; Verdiantika Annisa; Annisa Andriani; Siti Raudhoh; Marlita Andhika Rahman; Verdiantika Annisa; Nurul Hafizah
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v6.i8.2026.2

Abstract

Discussion surrounding mental health continues to be a prominent issue in society. Despite increasing public awareness, cases of depression, suicide, self-harm behaviors, and substance abuse persist, including among university students. In fulfilling the role of a university student, individuals encounter various personal and academic demands. Previous studies have identified resilience as a key factor enabling students to cope with such challenges constructively. Therefore, it is important to investigate factors associated with students’ levels of resilience. This study aims to identify demographic factors associated with students’ resilience levels. This research employed a quantitative approach, utilizing independent samples t-tests and ANOVA through JASP version 0.18.1.0. Data analysis was based on resilience scores obtained from 275 university students measured using the Indonesian version of the Resilience Evaluation Scale. These scores were then examined in relation to demographic factors including gender, age, campus activity involvement, financial status, and residential status. The findings revealed significant differences in students’ resilience scores based on gender, age, campus activity involvement, and residential status. In contrast, no significant differences in resilience scores were found based on financial status. The dynamics of how each factor contributes to students' resilience are further elaborated in the discussion.
Treatment of Depression in Children Through Expressive Writing Therapy Nurul Hafizah; Indahria Sulistyarini
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i4.16156

Abstract

Depression in children is a psychological problem that is often ignored and left untreated. This condition can have an impact on children's decreased desire to eat, loss of interest in children and cognitive impairment that can disturb the development of children. This study aims to determine the effectiveness of expressive writing therapy on reducing the intensity of depression in children. This study uses a research design, namely single-case research. The subject in this study was a 12-year-old girl who experienced symptoms of depression as measured using the Children Depression Inventory (CDI). The diagnosis was given after assessing the subject in the form of interviews, observations and comprehensive psychological tests. The researcher determines the baseline related to the subject's psychological condition in determining the intervention. The results showed that there was a decrease in the intensity of the main symptoms of depression in the subject, then there were changes in thoughts, feelings and behavior in the subject before and after the intervention of expressive writing therapy on the subject. Depresi pada anak merupakan salah satu permasalahan psikologis yang sering diabaikan dan sering tidak diobati. Kondisi ini dapat berdampak kepada penurunan nafsu makan pada anak, kehilangan ketertarikan pada anak hingga adanya penurunan kognitif yang dapat mengganggu proses perkembangan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi menulis ekspresif terhadap penurunan intensitas depresi pada anak. Penelitian ini menggunakan desain penelitian yaitu single-case research. Subjek dalam penelitian ini merupakan seorang anak perempuan berusia 12 tahun yang mengalami gejala depresi yang diukur dengan menggunakan Children Depression Inventory (CDI). Diagnosis diberikan setelah dilakukan asesmen kepada subjek berupa wawancara, observasi dan tes psikologi secara komprehensif. Peneliti menentukan baseline terkait kondisi psikologis subjek dalam menentukan intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan intensitas gejala utama depresipada subjek dan terjadi perubahan secara pikiran, perasaan dan perilaku pada subjek pra serta pasca intervensi expressive writing therapy pada subjek.
Efektivitas Busy Box Sex Education untuk meningkatkan pengetahuan seksualitas siswa SMALB Tunagrahita di SLBN 1 Kota Jambi Aisyah Rifdah Luthfiah; Annisa Andriani; Nurul Hafizah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p969-979

Abstract

Perilaku seksual menyimpang pada remaja tunagrahita disebabkan oleh pemahaman seksualitas yang terbatas karena kurangnya pendidikan seksual yang sesuai. Untuk membantu siswa tunagrahita yang berpotensi mampu didik mempelajari pengetahuan pendidikan seksual, diperlukan stimulasi melalui media pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kemampuannya, salah satunya adalah media Busy Box Sex Education (BSE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas modul BSE dalam meningkatkan pengetahuan pendidikan seksual pada siswa SMALB tunagrahita ringan. Penelitian ini menerapkan metode eksperimen single subject research dengan desain A–B–A–Follow-up pada siswa SMALB tunagrahita ringan yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria IQ, usia, riwayat perilaku seksual yang tidak sesuai norma, dan mendapatkan izin dari wali. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen tes pengetahuan pendidikan seksual yang telah tervalidasi, kemudian dianalisis secara deskriptif serta divisualisasikan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari skor 50 baseline pertama (A1) menjadi 100 baseline kedua (A2), dan tetap tinggi pada skor 95 pada fase follow-up setelah 23 hari. Hal ini membuktikan modul BSE efektif meningkatkan dan mempertahankan pemahaman siswa tentang identifikasi tubuh, batasan sentuhan, rasa malu, kebersihan diri, serta sopan santun. Abstract Teenagers with mild intellectual disabilities often show inappropriate sexual behavior because they have limited knowledge about sexuality and do not receive proper sexual education. To help them learn, special learning media are needed, such as the Busy Box Sex Education (BSE) module. This study aims to find out whether the BSE module is effective in improving sexual education knowledge for students with mild intellectual disabilities at SMALB. The study used a single-subject experimental method with an A–B–A–Follow-up design. One student with mild intellectual disability at SMALB was chosen using purposive sampling based on IQ, age, history of inappropriate sexual behavior, and parental consent. Data were collected using a validated knowledge test on sexual education, then analyzed descriptively and shown in graphs. Specify the complete research method. The student’s score increased from 50 (baseline 1) to 100 (baseline 2), and stayed high at 95 during the follow-up after 23 days. This shows that the BSE module successfully improved and maintained the student’s understanding of body identification, touch boundaries, modesty, personal hygiene, and good manners. The Busy Box Sex Education module was proven effective in improving sexual education knowledge among students with mild intellectual disabilities at SMALB Negeri 1 Kota Jambi. Future research is recommended to involve a larger number of participants to enable broader generalization of the findings.
Uji Validitas Isi Modul Psikoedukasi Kontrol Diri ‘SCOUPER’ sebagai Upaya Preventif Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja Cahya Isna; Nurul Hafizah; Marlita Andhika Rahman
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p1019-1030

Abstract

Angka kejadian perilaku seksual berisiko yang tinggi pada remaja disebabkan oleh beberapa faktor seperti lingkungan dan rendahnya kontrol diri. Remaja yang tinggal di kawasan eks lokalisasi memiliki risiko lebih tinggi terhadap perilaku seksual berisiko yang diakibatkan oleh faktor lingkungan dan minimnya kontrol diri pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan media psikoedukasi yang tepat untuk membantu meningkatkan kontrol diri remaja sehingga dapat mencegah terjadinya perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas isi dari modul psikoedukasi kontrol diri ‘SCOUPER’ sebagai upaya preventif perilaku seksual berisiko pada remaja di kawasan eks lokalisasi. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 3D (Define, Design dan Develop). Tahap define menganalisis kebutuhan remaja, tahap design menyusun rancangan modul psikoedukasi kontrol diri, dan tahap develop meliputi uji validitas dengan pemberian skor rating oleh ahli atau validator. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan rumus Aiken’s V dan masukan validator. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa modul psikoedukasi kontrol diri SCOUPER memperoleh skor 0,75 – 1,00 dengan kategori tinggi – sangat tinggi. Berdasarkan hasil uji validitas, modul SCOUPER dapat disimpulkan valid untuk digunakan dengan beberapa saran dan perbaikan dari validator. Modul psikoedukasi kontrol diri SCOUPER teruji valid secara isi, konstruk, dan bahasa, serta berpotensi digunakan sebagai media preventif dalam pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja, khususnya di kawasan eks lokalisasi. Abstract The high incidence of risky sexual behavior among adolescents is caused by several factors, such as the environment and low selfcontrol. Adolescents living in former red-light districts are at higher risk of risky sexual behavior due to environmental factors and a lack of self-control. Therefore, appropriate psychoeducational media are needed to help improve adolescents' selfcontrol so that risky sexual behavior can be prevented. This study aims to determine the content validity of the ‘SCOUPER’ self-control psychoeducation module as a preventive measure against risky sexual behavior among adolescents in former red-light districts. This study used the Research and Development (R&D) method with a 3D model (Define, Design, and Develop). The define stage analyzed the needs of adolescents, the design stage developed the self-control psychoeducation module, and the develop stage included validity testing with rating scores by experts or validators. The data analysis used in this study was descriptive analysis with Aiken's V formula and validator input. The validity test results showed that the SCOUPER self-control psychoeducation module scored between 0.75 and 1,00 in the high – very high category. Based on the validity test results, the SCOUPER module can be concluded to be valid for use with some suggestions and improvements from the validator. The SCOUPER self-control psychoeducation module is valid in terms of content, construct, and language, and has the potential to be used as a preventive medium in preventing risky sexual behavior among adolescents, especially in former red-light districts.
Efektifitas Penambahan Ekstrak Pisang Raja pada Media 1/2 MS terhadap Multiplikasi Tunas pada Sub Kultur Krisan Hafizah, Nurul; S.Hut., M.Si, Asnawati; Listiawati, MP, Ir. Agustina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45333

Abstract

Krisan merupakan tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi dan telah dibudidayakan secara komersial sejak lama. Permintaan krisan terus meningkat sehingga membutuhkan ketersedian tanaman secara berkesinambungan. Salah satu upaya perbanyakan tanaman krisan dalam jumlah banyak ialah dengan cara kultur jaringan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan konsentrasi ekstrak pisang terbaik dalam menghasilkan multiplikasi tunas pada sub kultur krisan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama 3 bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu media MS sebagai kontrol dan 5 taraf konsentrasi ekstrak pisang raja, setiap perlakuan terdapat 4 ulangan dan 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 96 tanaman. Perlakuan tersebut adalah konsentrasi ekstrak pisang raja, a0= 0, a1= 50 g/l, a2= 100 g/l, a3= 150 g/l, a4= 200 g/l, a5= 250 g/l. Variabel yang diamati ialah waktu muncul akar, waktu muncul tunas pertama, waktu muncul tunas kedua,jumlah tunas, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak pisang raja dengan konsentrasi 50 g/l pada media ½ MS memberikan hasil yang sama efektif dengan penggunaan media MS dalam kultur in vitro krisan pada beberapa variabel yaitu waktu muncul tunas pertama, waktu muncul tunas kedua, jumlah tunas, dan jumlah daun. Konsentrasi ekstrak pisang raja sebanyak 100 g/l pada media ½ MS menghasilkan waktu muncul akar tercepat pada sub kultur krisan.Kata Kunci: ekstrak pisang raja, krisan, konsentrasi, media ½ MS, sub kultur.
Bertahan di Tengah Tantangan Perguruan Tinggi: Kontribusi dari Regulasi Diri Andriani, Annisa; Rahman, Marlita Andhika; Hafizah, Nurul
Jurnal Psikologi Sains dan Profesi Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profes
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v10i2.69553

Abstract

Resiliensi memiliki kontribusi yang cukup tinggi terhadap tingkat kesehatan mental mahasiswa. Sebagai kualitas diri yang dapat membantu mahasiswa menghadapi permasalahan dan tantangan di perkuliahan, diperlukan studi lanjutan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi tingkat resiliensi mahasiswa di Indonesia. Berdasarkan gambaran permasalahan mahasiswa pada studi pendahuluan serta hasil riset sebelumnya, ditemukan bahwa kecerdasan sosial, regulasi diri, dan self-compassion merupakan faktor-faktor yang berperan secara signifikan terhadap tingkat resiliensi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling memengaruhi tingkat resiliensi mahasiswa di Indonesia. Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dan metode survei. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 400 orang mahasiswa S1 berusia 17−25 tahun dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner secara daring menggunakan skala      Tromsø Social Intelligence Scale, Short Self-Regulation Scale, dan Self-Compassion Scale yang sebelumnya telah diadaptasi ke Bahasa Indonesia. Data dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linier berganda untuk mengetahui faktor yang paling memengaruhi tingkat resiliensi mahasiswa jika dimunculkan bersama-sama dengan faktor lainnya. Dari hasil analisis, dapat diketahui bahwa regulasi diri merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap resiliensi responden. Oleh karena itu, diperlukan strategi atau intervensi yang dapat meningkatkan regulasi diri mahasiswa agar mampu mengatasi tantangan yang dihadapi selama perkuliahan. Kata kunci: kecerdasan sosial, mahasiswa, regulasi diri, resiliensi, self-compassion Thriving Through Challenges in College: The Contributing Factor of Self-Regulation AbstractResilience is a significant protective factor that contributes notably to students’ mental health. As a personal quality that helps students face problems and challenges encountered during their academic journey, further studies are needed to explore the factors influencing students' resilience in Indonesia. Based on the initial study of student issues and prior research, social intelligence, self-regulation, and self-compassion play significant roles in shaping students' resilience. This study aims to identify the most influential factors affecting the students’ resilience in Indonesia. The research was conducted using a quantitative approach with correlational and survey methods. The participants were 400 undergraduate students aged 17—25 from various universities across Indonesia. Data were collected through an online questionnaire using the Indonesian-adapted version of the Tromsø Social Intelligence Scale, Short Self-Regulation Scale, and Self-Compassion Scale. The collected data were analyzed using multiple linier regression to determine which factors most significantly impact students' resilience when considered together with other factors. The analysis revealed that self-regulation is the most influential factor on students’ resilience. Therefore, strategies or interventions are needed to improve students' self-regulation and help them overcome the challenges they face during their academic studies.. Keywords: college student, self-compassion, self-regulation, social intelligence, resilience
Hubungan Antara Boredom Proneness Dengan Perilaku Cyberloafing Pada Mahasiswa Di Kota Jambi Rosa Oktaviani; Annisa Andriani; Marlita Andhika Rahman; Nurul Hafizah
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Isu dan Tantangan Kontemporer dalam Pendidikan, Ilmu Sosial, da
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/vtz1sd29

Abstract

The advancement of digital technology has given students broad internet access, yet not all of it is used for academic purposes. Internet use for non-academic activities during lectures is known as cyberloafing, which in this study is related to boredom proneness, defined as an individual's tendency to easily experience boredom. This study aims to determine the relationship between boredom proneness and cyberloafing behavior among university students in Jambi City. This research employed a quantitative correlational approach with a cross-sectional design, involving 197 active undergraduate students in Jambi City aged 18–25 years, selected using an accidental sampling technique, with the criterion of using digital devices in daily lecture activities. Data were collected using two instruments, namely the Boredom Proneness Scale Short-Form (BPS-SF) adapted by Saloom and Veriantari (2021) and the Cyberloafing Scale by Simanjuntak et al. (2019), and were analyzed using the Pearson Product Moment correlation test. The results showed a positive and significant relationship between boredom proneness and cyberloafing (r = 0.466; p < 0.001), with a moderate strength of relationship. These findings indicate that the higher students' tendency to experience boredom, the higher their tendency to engage in cyberloafing behavior during lectures.
Pengaruh Self Control Terhadap Psychological Distress Pada Residivis di Lembaga Pemasyarakatan X Yesicha Aprilia Saragih; Dessy Pramudiani; Ayu Ulivia; Nurul Hafizah
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Isu dan Tantangan Kontemporer dalam Pendidikan, Ilmu Sosial, da
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/met5de46

Abstract

This study aimed to examine the effect of self control on psychological distress among recidivist at Correctional Institution X. This study employed a quantitative approach with a causal research design. The participants were 98 recidivist inmates selected using quota sampling. Data were collected using the Indonesian Version of the Self Control Scale and the Kessler Psychological Distress Scale (K10). Data were analyzed using simple linear regression. The result showed that self control did not have a significant effect on psychological distress among recidivist, with a significance value of 0.210 (p > 0.05). The coefficient of determination (R2) was 0.016, indicating that self control explained only 1.6% of the variance in psychological distress, while the remaining 98.4% was explained by factors not examined in this study. These findings indicate that self control was not a significant predictor of psychological distress among recidivist. Therefore, other factors should be considered in understanding psychological distress among recidivist.