Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Perwira Journal of Community Development (PJCD)

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI MODEL HUGELKULTUR DAN PELATIHAN MANAJEMEN KEUANGAN UNTUK MENUNJANG KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA Bayu Mahendra; Maman Sulaeman; Aji Priambodo
Perwira Journal of Community Development Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Unperba Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjcd.v1i1.37

Abstract

Global Food Security Index Tahun 2017, menempatkan Indonesia sebagai negara dengan peringkat ke-69 dari 113 negara di dunia dalam hal ketahanan pangan padahal Indonesia sudah terkenal sebagai negara agraris. Desa Nangkasawit merupakan salah satu dari 13 desa di wilayah Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga, Jarak tempuh ke Kabupaten 15 km dan ke Kantor Kecamatan Kejobong 5 km. Kondisi penduduk Desa Nangkasawit mayoritas adalah seorang petani yang bercita-cita menjadi desa mandiri, dalam pemenuhan semua kebutuhan dan sejahtera. Namun kondisi petani di Desa Nagkasawit masih belum maksimal dalam pemanfaatan lahannya. Metode pengabdian ini adalah sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan pada 12 petani di Desa Nangkasawit tentang model Hugelkultur untuk menunjang ketahanan pangan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan secara tatap muka atau luring dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Pelatihan model huglekultur dan manajemen keuangan dilakukan dengan beberapa tahapan. Pertama, peserta dilatih membuat media tanam dan menuliskan anggaran biaya yang dikeluarkan. Kedua, peserta diajari membuat lahan model hugelkulture dan penyusunan laporan keuangan. Ketiga, peserta dilatih menanam pada lahan model hugelkulture yang benar serta menyusun pengeluaran dan pemasukkan uang, sehingga hasilnya rapi. Respon peserta terhadap pengabdian ini menunjukkan pada aspek materi 95% menilai sangat baik, aspek fasilitator 90% menilai sangat baik, dan selebihnya merespon baik. Hasil pengabdian ini menunjukkan 85% peserta berhasil terampil dalam menanam pada model hugelkulture dan mampu membuat laporan keuangan sederhana
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI APLIKASI HUGELKULTUR UNTUK MENUNJANG KEMANDIRIAN EKONOMI DAN PANGAN RUMAH TANGGA : Aplikasi Hugelkultur Bayu Mahendra; Aji Priambodo; Maman Sulaeman; Suwali Suwali; Teguh Djuharyanto; Hima Barima
Perwira Journal of Community Development Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Unperba Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjcd.v2i1.77

Abstract

Desa Nangkasawit merupakan salah satu dari 13 desa di wilayah Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga, Jarak tempuh ke Kabupaten 15 km dan ke Kantor Kecamatan Kejobong 5 km. Desa Nangkasawit memiliki wilayah seluas 157.577 Ha yang terdri dari tegalan/lahan kering 73 Ha , pemukiman seluas 75 Ha serta tanah lainnya seluas 2.577 Ha dan berada pada ketinggian 560 m di atas permukaan laut. Pemberdayaan merupakan unsur pertama untuk memperkuat potensi dan daya yang dimiliki, serta membuka akses kepada berbagai peluang yang akan membuat masyarakat menjadi makin berdaya dalam memanfaatkan peluang. pembentukan kelompok usaha wujud dari adanya pembangunan. Agar dapat mencapai ketahanan pangan dalam suatu wilayah maka diperlukan masyarakat yang kuat dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan ketrampilan untuk mengelola sumber daya alam disekitarnya. Keberdayaan masyarakat itu sendiri menjadi sumber dari apa yang di dalam wawasan politik disebut sebagai ketahanan nasional. Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh team dosen dari Universitas Perwira Purbalingga adalah mengaplikasikan model hugelkultur kepada masyarakat Desa Nangkasawit, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN TANGERANG Sulaeman, Maman; Metris, Diksi; Rasyiddin, Ahmad
Perwira Journal of Community Development Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Unperba Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjcd.v5i2.501

Abstract

The Community Service Program (PKM) on Sustainable Food Agricultural Land Management was implemented in three sub-districts of Tangerang Regency with a participation rate of 96.67%. This program employed interactive extension methods, including presentations, case studies, simulations, Focus Group Discussions (FGD), and direct land verification and validation activities involving farmers and local government officials. The program successfully increased participants' understanding of Sustainable Food Agricultural Land (LP2B) concepts by 43.6%. Through field verification of 210 locations, it was found that 82.9% still function as productive agricultural land, 10.9% are threatened by land conversion, and 6.2% have been converted to non-agricultural uses. Economic factors (68.7%) were the main drivers of land conversion, followed by farmer regeneration issues (57.3%) and inadequate infrastructure (42.1%). The program formed 9 LP2B guardian groups and encouraged 43 farmers to register their land as LP2B. Policy recommendations include accelerating LP2B designation, developing economic incentive schemes, rehabilitating agricultural infrastructure, and integrating verification data to improve the accuracy of policy-making
PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA DAN DEDAUNAN MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR PADA ANGGOTA PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) suwali, suwali; Mahendra, Bayu; Saputra, Lingga Arti; Riyanto, Ari Budi; Priambodo, Aji; Sulaeman, Maman
Perwira Journal of Community Development Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Unperba Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjcd.v2i2.128

Abstract

Tujuan pengabdian ini yaitu memberikan pengetahuan dan keterampilan cara memanfaatkan limbah rumah tangga dan dedaunan menjadi pupuk organik cair; meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam mendukung program pola hidup bersih dan bebas dari sampah; merangsang kreativitas masyarakat untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, dan meningkatkan daya keterampilan masyarakat dalam berwirausaha. Lokasi pengabdian dilaksanakan di Desa Senon Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, melalui praktek demonstratif langsung yang melibatkan unsur-unsur pemangku kepentingan yakni anggota PKK Desa Senon. Metode yang digunakan adalah Metode Training of Trainner (TOT) dengan cara pemberian materi melalui ceramah, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung oleh masing-masing peserta. Tim PkM tidak mengundang seluruh anggota masyarakat di daerah sekitar, tapi hanya anggota PKK Desa Senon. Pengabdian kepada masyarakat ini dapat menghasilkan berbagai macam bentuk usaha mandiri dan kreatif, salah satunya dengan membuat ”pupuk organik cair” yang berbahan dasar limbah rumah tangga dan dedaunan. Oleh karena itu kami memberi pengetahuan dan keterampilan cara pemanfaatan imbah rumah tangga dan dedaunan menjadi pupuk organik cair. Diversifikasi cara pemanfaatan limbah rumah tangga dan dedaunan menjadi limbah rumah tangga dan dedaunan yang diharapkan dapat menjadi alternatif untuk menjaga lingkungan bersih dan bebas dari sampah bagi masyarakat Desa Senon Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga.