Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi Anti Narkoba di SMP Datuk Ribandang Kota Makassar Jusnawati, Jusnawati; Amandaria, Riri; Amsal, Bahrul; Sunaniah, Sunaniah; Salwia, Salwia
Humanis Vol 24, No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v24i1.72559

Abstract

Penyalahgunaan narkoba adalah masalah serius yang mengancam masa depan remaja, kesehatan, bahkan merenggut nyawa penggunanya. Problem ini telah banyak menimpa remaja yang ada di kota Makassar. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan sosialisasi anti narkoba dengan memberikan pemahaman mendalam dan menguatkan kesadaran remaja sejak awal tentang bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya atau biasa disingkat dengan narkoba. Sosialisasi ini bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan dasar mengenai jenis-jenis narkoba, dampak negatifnya bagi kesehatan fisik dan mental, serta sanksi hukum yang dapat dikenakan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif dan diskusi dengan pendekatan partisipatif dari siswa sebagai peserta, serta kuiz untuk menguji tingkat pemahaman siswa. Sasaran utama kegiatan pengabdian ini adalah siswa-siswi SMP Datuk Ribandang kelas 2 & 3. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai bahaya narkoba serta munculnya sikap kritis dan penolakan terhadap penggunaan narkoba. Diharapkan melalui kegiatan ini, siswa dapat menjadi agen perubahan yang turut serta dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba
Socio-Economic Resilience of Low-Income Families in Urban Public Housing: A Case Study of Lette District, Makassar Syamsuar, Syamsuar; Ismail, Ashari; Amandaria, Riri
Pinisi Journal of Sociology Education Review Volume 5, Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pjser.v5i1.72120

Abstract

This study aims to describe the socio-economic resilience of families living in Lette public housing in Mariso District, Makassar City, and to examine the efforts undertaken to strengthen that resilience. Employing a qualitative descriptive approach, the research involved participatory observation, in-depth interviews with 22 purposively selected informants, and a review of relevant documents. Data were analysed using the Miles and Huberman (1994) model and interpreted through Keck and Sakdapolrak’s (2013) social resilience framework, which includes coping, adaptive, and transformative capacities. The findings reveal that residents face numerous interrelated challenges, such as poor housing conditions, limited access to education, health services, and stable employment, as well as weak social interaction and inadequate infrastructure. Frequent population mobility and limited social cohesion further undermine their socio-economic resilience. Despite these constraints, families employ various coping and adaptive strategies, including building informal support networks and engaging in mutual assistance. However, their transformative capacity remains low due to weak institutional support and minimal community organization. This study highlights the urgent need for integrated and sustained interventions to improve infrastructure, expand access to essential services, and strengthen community participation, so that public housing can serve not only as shelter but also as a foundation for social and economic empowerment.
Eksplorasi Peran Pendamping Sosial dalam Membangun Kepercayaan dan Partisipasi Keluarga Miskin pada Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Makassar Mario Mario; Riri Amandaria; Musrayani Usman; Andi Nurlela; Andi Muhammad Arif Haris
WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus : WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/wissen.v3i3.903

Abstract

Poverty is a multidimensional problem that is not only related to economic aspects, but also social, cultural, and political, which affects the welfare of poor families. The Family Hope Program (PKH) in Makassar City is designed as a conditional social assistance program that aims to improve the welfare of poor families through the provision of financial assistance and increased access to basic services. This study aims to explore the role of social companions in building trust, factors that affect the participation of poor families, and obstacles in the implementation of PKH. The method used was descriptive qualitative with subjects of 10 beneficiary families and 3 social companions, data was collected through semi-structured interviews and participatory observations, then analyzed thematically using an inductive approach. The results of the study show that social companions play a crucial role as communication mediators who build trust through an empathetic and familial approach, which strengthens the sense of belonging to the program. Family participation is influenced by social capital, local cultural norms, education levels, as well as bureaucratic constraints and access to services. Barriers such as social stigma, complicated bureaucracy, and limited companion training hinder the effectiveness of the program. Habermas's theory of communicative action and Durkheim's social solidarity support the finding that open dialogue and harmonious relationships between companions and families are key to successful social empowerment. It was concluded that strengthening the capacity of companions, simplifying bureaucracy, and increasing participatory dialogue spaces are needed to increase the effectiveness and sustainability of PKH in Makassar.
LIFESTYLE DAN TREND FASHION (STUDI TERHADAP IBU RUMAH TANGGA DI DESA SINGA, KECAMATAN HERLANG, KABUPATEN BULUKUMBA) Nurhirdayu, Nurhirdayu; Junaeda, St.; Amandaria, Riri
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6908

Abstract

This study aims to determine the factors that influence and impact mothers' fashion trends in Singa Village, Herlang District, Bulukumba Regency. This research is a descriptive study using qualitative data. To achieve this goal, the researcher employed data collection techniques that included observation, interviews, document review, and documentation. The data obtained were then analyzed and interpreted based on relevant theories and research findings. The results show that the main factor driving the party uniform fashion trend is social media as an initial source of inspiration, where mothers see fashion trends from posts on platforms like Facebook. Other supporting factors are the social environment, such as the encouragement to appear uniform and united in groups, the desire for social recognition, and the spirit of togetherness at social events. Economic independence also gives them more freedom to follow this lifestyle. Positive impacts of this uniform trend include increased creativity, self-confidence, and a medium for self-expression through clothing. However, there are also negative impacts, such as wasteful habits, a consumptive lifestyle, and the assumption that a party is incomplete without uniforms. This trend is slowly shaping a new lifestyle in the social lives of mothers in the village. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang memengaruhi dan dampaknya terhadap ibu-ibu dalam mengikuti trend fashion di Desa Singa, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan data kualitatif. Untuk mencapai tujuan itu maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumen dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dan diinterpretasi berdasarkan teori dan hasil penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mendorong tren fashion baju seragam pesta adalah media sosial sebagai sumber inspirasi awal, di mana para ibu-ibu melihat tren fashion dari unggahan di platform seperti Facebook. Faktor lainnya yang turut mendukung adalah lingkungan sosial seperti dorongan untuk tampil seragam dan kompak dalam kelompok, keinginan mendapatkan pengakuan sosial, dan semangat kebersamaan dalam acara-acara sosial. Kemandirian ekonomi juga membuat mereka lebih bebas dalam mengikuti gaya hidup tersebut. Dampak positif dari tren baju seragam ini antara lain meningkatnya kreativitas, rasa percaya diri, serta menjadi media ekspresi diri melalui pakaian. Namun, ada juga dampak negatif, seperti kebiasaan boros, gaya hidup konsumtif, dan anggapan bahwa pesta tidak lengkap tanpa baju seragam. Tren ini perlahan membentuk gaya hidup baru dalam kehidupan sosial ibu-ibu di desa tersebut.
Permukiman Kumuh Di Kota Makassar: Sebuah Tinjauan Sosiologis Mappe, Ulfa Utami; Hafid, Umy Qalzum; Amandaria, Riri
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 No.2 Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v6i2.63354

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permukiman kumuh di Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan denga mencari data yang telah terdokumentasi terkait pemukiman kumuh di Kota Makassar. Analisis data dilakukan melalui tahap; reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat miskin di Kota Makassar masih tinggal di permukiman kumuh. Data dianalisis dengan teori kemiskinan John Friedman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persoalan utama yang perlu diselesaikan berkaitan dengan permukiman kumuh di Kota Makassar adalah kemiskinan. Akses yang setara pada basis kekuatan sosial merupakan cara untuk menyelesaikan fenomena kemiskinan ini. Karena ketika secara masyarakat dapat mengakses basis kekuatan sosial secara merata, maka kemiskinan dapat menurun dan masyarakat miskin dapat meningkatkan taraf hidupnya. Dengan begitu, kemungkinan meluasnya permukiman kumuh pun semakin kecil.
Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Agrowisata dan Implikasinya terhadap Perekonomian Lokal di Desa Tabarano Kabupaten Luwu Timur Ikbal, Muhammad Ali; M, Mario S; Amandaria, Riri
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 No.2 Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v6i2.63287

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan agrowisata di Desa Tabarano. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik lahan wisata, pengelola wisata, masyarakat terlibat dalam pengelolaan objek wisata, serta kepala desa. Observasi dilakukan untuk mengamati kegiatan dan kondisi lapangan, sedangkan dokumentasi digunakan untuk memperoleh data secara langsung dari tempat penelitian. Prosedur analisis data meliputi reduksi data, sajian data, dan penyimpulan data, dengan mempertimbangkan kontribusi masyarakat dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan program, pemeliharaan lingkungan, serta pemasaran dan promosi destinasi agrowisata. Dengan demikian, penelitian ini memberikan gambaran komprehensif tentang bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan agrowisata dan kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi pedesaan
Infrastruktur Pendidikan dan Kesadaran Orang Tua: Faktor Penentu dalam Pendidikan Anak Petani di Pedesaan (Studi pada Anak Petani di Desa Sesean Matallo) Marteen, Melia Sari Bin; M, Mario S; Amandaria, Riri
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 No.2 Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v6i2.63288

Abstract

Pendidikan anak-anak petani di pedesaan Indonesia menghadapi tantangan kompleks yang terdiri dari keterbatasan infrastruktur pendidikan, kondisi ekonomi keluarga yang kurang memadai, dan kurangnya kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor tersebut dan menyusun rekomendasi kebijakan serta strategi untuk meningkatkan aksesibilitas dan mutu pendidikan di wilayah pedesaan. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam pemilihan informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama dalam pendidikan anak petani di pedesaan adalah terkait dengan infrastruktur, ekonomi, dan kesadaran. Rekomendasi kebijakan meliputi peningkatan investasi dalam infrastruktur pendidikan, distribusi guru yang merata, bantuan keuangan kepada keluarga petani, serta program-program untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif bagi anak-anak petani, sehingga mereka memiliki kesempatan yang setara untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas dan masa depan yang lebih baik
PKM Literasi Keluarga untuk Meningkatkan Ketahanan Keluarga pada Ibu-Ibu Istri Nelayan di Pulau Barrang Lompo, Kota Makassar Idrus, Idham Irwansyah; Mappe, Ulfa Utami; Amandaria, Riri; Amsal, Bahrul; Sunaniah, Sunaniah
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Barrang Lompo dengan luas lebih kurang 49 Ha dihuni sebanyak 5.227 jiwa dengan mata pencaharian utama penduduknya, yaitu 70% di sektor perikanan, baik sebagai nelayan maupun perdagangan hasil laut. masalah utama yang dihadapi oleh komunitas masyarakat nelayan, termasuk nelayan di Pulau Barrang Lompo, yaitu kemiskinan. Sementara kemiskinan atau tingkat kesejahteraan berhubungan dengan tingkat literasi masyarakat. Warga yang literat dan kehidupan yang berkualitas merupakan ciri negara maju. Kesejahteraan keluarga akan berdampak pada ketahanan keluarga, keluarga dengan ekonomi baik cenderung memiliki ketahanan keluarga yang kuat, sebaliknya keluarga dengan ekonomi yang buruk cenderung memiliki ketahanan keluarga yang lemah. Tujuan pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah memberikan pemahaman kepada ibu-ibu istri nelayan mengenai literasi keluarga dan pentingnya peningkatan ketahanan keluarga. Selain itu, juga bertujuan memberikan keterampilan literasi untuk diimplementasikan di dalam keluarga. Kegiatan PKM dilaksanakan menggunakan model pemberdayaan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Tahap Persiapan; 2) Tahap Assesment; 3) Tahap Perencanaan Program atau Kegiatan; 4) Tahap Pemformulasian Rencana Aksi; 5) Tahap Pelaksanaan Program atau Kegiatan; serta 6) Tahap Evaluasi. Hasil evaluasi kegiatan yang dilakukan dalam 2 tahap menunjukkan ketercapaian tujuan pelaksanaan, di mana peserta tidak sekedar memahami materi yang diberikan tetapi juga sudah mulai mengimplementasikan secara bertahap dalam lingkungan keluarga masing- masing.
Mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Melalui Optimalisasi POKJA IV Program Kesejahteraan Keluarga di Kelurahan Tamalanrea Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Saifuddin; Ismail, Ashari; Aksha Wahda, Muhammad; Amandaria, Riri; Tamtin, Sopian
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 02 (2024): Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 01 Nomor 02 (Mei 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/pjpm.v1i02.76

Abstract

Pengabdian optimalisasi program kesejahteraan keluarga ini, dilakukan di kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Pengabdian ini berangkat dari titik tolak meningkatnya angka penyakit berbasis lingkungan seperti: penyakit diare, deman berdarah, dan penyakit lain yang sejenis di Kota Makassar ( Ulfa, dkk,2024). Kondisi itu diperkuat dengan ditemukan masih rendahnya pemahaman dan kepedulian sebagian masyarakat yang berdomisili di kelurahan Tamalanrea mengenai pola hidup bersih dan sehat (Nurjannah,2024). Melalui pengabdian ini, diharapkan masyarakat memiliki penguatan pengetahuan dan kepedulian terhadap pola hidup sehat dan bersih, sebagaimana pula diharapkan oleh kelompok kerja kesejahteraan keluarga yang ada di Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah Focus Group Discussion (FGD), yang melibatkan pemerintah (departeman Kesehatan), Petugas bantu Kesehatan di Kelurahan Tamanrea, dan masyarakat. Sebelum FGD dilkukan, diawali dengan ceramah singkat oleh perwakilan Pemerintah Kota Makassar (dalam hal ini, departemen Kesehatan Kota Makassar), pembentukan kelompok diskusi ke dalam dua kelompok diskusi, yaitu kelompok keluarga dan kelompok masyarakat luar keluarga, setiap kelompok dilakukan pendampingan oleh petugas POKJA Kesejahteraan Keluarga Kelurahan Tamalanrea, kemudian diakhiri dengan pemaparan kesimpulan oleh masing-masing kelompok untuk membuat beberapa catatan penting sebagai kesimpulan diskusi dan sekaligus menentukan Tindakan yang tepat untuk dilakukan dalam upaya menciptakan perilaku hidup bersih dan sehat di Kelurahan Tamalanrea Kota Makassar.
EFEKTIVITAS PROGRAM SOSIALISASI PENCEGAHAN PERUNDUNGAN DI SEKOLAH UPT SPF SD NEGERI KAKATUA MAKASSAR Aksha Wahda, Muhammad; Mario; Riri Amandaria; Saifuddin; Salwia
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 02 (2024): Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 01 Nomor 02 (Mei 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/pjpm.v1i02.91

Abstract

Kegiatan PKM ini merupakan sosialisasi tentang bentuk dan bahaya perundungan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilakukan dengan metode diskusi interaktif dengan siswa yang diselingi dengan berbagai permainan edukatif yang bertujuan untuk menciptakan suasana yang senang sehingga peserta sosialisasi dapat dengan mudah memahami konten sosialisasi. Tujuan dari kegiatan ini sebagai upaya untuk memberikan (1) pemahaman dan meningkatkan pengetahuan mengenai perundungan berbasis kelompok literasi sekolah; (2) peserta dapat mengimplementasikan dengan baik upaya pencegahan tindakan perundungan di sekolah, (3) peserta diharapkan mampu menyebarluaskan pengetahuan tentang bahaya tindakan perundungan di lingkungan sekolah. Sasaran dari kegiatan program kemitraan masyarakat ini adalah siswa dan guru di lingkup UPT SPF SD Negeri Kakatua kota Makassar. Hasil dari kegiatan ini adalah siswa mampu mengenali dan memahami berbagai macam bentuk perundungan, cara pencegahan dan penanganan kasus perundungan di lingkungan sekolah.