Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Faktor Risiko Stunting pada Balita di Papua Mesri Kartika; Semuel Piter Irab; Arie Rissing Natalia
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.12297

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan data SKI 2023, prevalensi stunting di Papua mencapai 24,8%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional 22,5%. Meskipun anggaran penanggulangan stunting meningkat tiap tahunnya, hasil yang dicapai masih belum sesuai harapan. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian stunting pada balita Papua. Metode: Penelitian ini memanfaatkan data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Jumlah sampel terdiri dari 1.308 balita. Analisis data mencakup univariat, bivariat, dan multivariat guna menemukan faktor yang relevan terhadap kejadian stunting. Hasil: Dari 101 variabel yang dievaluasi, faktor yang berhubungan signifikan meliputi kebiasaan menyikat gigi (p=0,026; OR=0,700), tempat buang air besar (p=0,003; OR=0,445), pemakaian kelambu tanpa insektisida (p=0,010; OR=1,451), pengetahuan keluarga tentang stunting (p=0,045; OR=0,706), panjang lahir bayi (p=0,030; OR=1,593), serta status kepemilikan rumah (p=0,013; OR=1,475). Analisis regresi logistik menunjukkan tiga faktor dominan yaitu: tempat buang air besar, penggunaan kelambu tanpa insektisida, serta pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Kesimpulan: Studi ini menekankan pentingnya perhatian terhadap aspek lingkungan dalam upaya penanggulangan stunting di Provinsi Papua.
Analisis Implementasi Integrasi Layanan Primer Pada Penjaringan Kasus Tuberkulosis di Puskesmas Enarotali Kabupaten Paniai Papua Tengah Otniel Mote; Robby Kayame; Semuel Piter Irab; Yacob Ruru; Arius Togodly; Agus Zainuri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.58950

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dengan tingginya angka kasus dan kematian. Pemerintah mengembangkan kebijakan Integrasi Layanan Primer (ILP) untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer melalui penemuan kasus aktif, skrining berbasis komunitas, dan kolaborasi lintas program. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi ILP dalam penjaringan kasus TBC di Puskesmas Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua Tengah berdasarkan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan 12 informan yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menghasilkan empat tema utama yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Komunikasi program telah dilakukan melalui sosialisasi dan koordinasi lintas program, namun terkendala akses wilayah dan rendahnya pemahaman masyarakat. Sumber daya masih terbatas pada tenaga kesehatan, sarana, logistik, dan anggaran. Disposisi menunjukkan adanya komitmen positif tenaga kesehatan dan pemerintah daerah. Struktur birokrasi serta koordinasi lintas sektor telah berjalan, meskipun belum optimal akibat keterbatasan sumber daya dan akses pelayanan. Simpulan: Implementasi ILP dalam penjaringan kasus TBC di Puskesmas Enarotali telah berjalan namun belum optimal.