Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN KEBERLANJUTAN USAHA IKAN SALAI BENGKULU MELALUI PENGAWET ALAMI GAMBIR, STANDARISASI PROSES, DAN BRANDING DIGITAL Sari, Selly Ratna; Bilyaro, Woki; Surawan, Fitri Electrika Dewi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 11 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i11.3083

Abstract

The Business Partner Profile of Ikan Salai Bengkulu is a home industry engaged in fish smoking, located in Kandang Limun, Muara Bangkahulu, Bengkulu, approximately ±1.3 km from the University of Bengkulu. The partner’s problems include production and marketing aspects; although it has potential, the partner faces several challenges that need to be addressed immediately. The partner produces smoked products with the flagship product being smoked fish; the use of a smoking cabinet maintains the quality of the smoked fish, and the partner has not yet used natural PKM to increase fish production. This PKM program aims to improve the production capacity and competitiveness of Bengkulu’s traditional smoked fish business through the application of appropriate technology, hygienic processing, and digital marketing strategies toward an educational industry. Methods include socialization, training, and direct practice. Activities include training with material or education on natural preservatives, raw material quality, and digital marketing. The activities continue with practical sessions including the preparation of smoked fish using gambier soaking as an innovative preservation method. Partners are also trained to use appropriate technological tools, including portable smoking cabinets and vacuum sealer loans for hygienic packaging. This service is expected not only to develop the group or business but also to become a model educational industry. This is because it starts with the education provided, the technological tools used, and produces functional products moving toward downstream industry. The partner’s products underwent proximate laboratory testing to support attractive packaging, showing carbohydrate content of 1.31%, protein 47.52%, and minerals 12.52%. Moisture content produced includes below 20% and above 20% according to orders. Then the color and texture results are good after applying natural preservatives such as gambier. The activities increased from only 10 kg to 20 kg that can be made in the smoking cabinet; the use of portable smoking cabinets makes it more hygienic, with even heat and maintained quality, and the implementation of digital marketing can expand sales and provide education.
Prinsip Dasar Pemuliaan Ternak Unggas Secara Konvensional: Tinjauan Literatur terhadap Seleksi, Sistem Perkawinan, dan Peningkatan Mutu Genetik Bilyaro, Woki; Nova Widyasari, Dhini; Rafian, Teguh
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol 5 No 1 (2026): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v5i1.3101

Abstract

Pemuliaan ternak unggas merupakan salah satu pendekatan utama dan komponen fundamental dalam peningkatan produktivitas dan efisiensi sistem produksi unggas. Meskipun teknologi berbasis genomik berkembang pesat, pendekatan pemuliaan konvensional tetap menjadi metode utama, khususnya pada sistem peternakan skala kecil dan pengembangan unggas lokal. Artikel ini bertujuan untuk melakukan tinjauan kritis terhadap prinsip dasar pemuliaan unggas secara konvensional, meliputi konsep genetika kuantitatif, metode seleksi, sistem perkawinan, serta peran recording dalam peningkatan mutu genetik. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap publikasi ilmiah periode 2015–2025 yang relevan dengan topik pemuliaan unggas. Hasil kajian menunjukkan bahwa seleksi berbasis performa fenotipik masih efektif dalam meningkatkan sifat produksi dengan nilai heritabilitas sedang hingga tinggi. Selain itu, sistem perkawinan seperti crossbreeding mampu menghasilkan efek heterosis yang signifikan terhadap performa pertumbuhan dan reproduksi. Keberhasilan program pemuliaan konvensional sangat bergantung pada kualitas pencatatan data dan integrasi faktor lingkungan. Disimpulkan bahwa pemuliaan konvensional tetap memiliki relevansi tinggi sebagai pendekatan adaptif, ekonomis, dan aplikatif dalam pengembangan industri perunggasan berkelanjutan. pemuliaan konvensional tetap menjadi fondasi penting dalam pengembangan genetik unggas, khususnya pada sistem peternakan rakyat
TRANSFER TEKNOLOGI DAN TEACHING INDUSTRI PENGOLAHAN DAN PENGAWETAN ALAMI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS IKAN SALAI KHAS BENGKULU Bilyaro, Woki; Surawan, Fitri Electrika Dewi
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 4 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i4.3691

Abstract

Masyarakat pengolah ikan di Provinsi Bengkulu memiliki potensi besar untuk menghasilkan produk olahan ikan khas berupa ikan salai yang memiliki nilai tambah ekonomis dan kultural. Namun praktik pengolahan yang berjalan saat ini masih bersifat tradisional, dengan beberapa permasalahan utama seperti rendahnya mutu produk (tekstur, aroma, warna), sanitasi produksi, penggunaan bahan bakar kayu yang kurang efisien, lingkungan kerja yang kurang nyaman, dan keterbatasan teknologi serta pengetahuan pengawetan alami. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan transfer teknologi dan teaching industri melalui pelatihan dan pendampingan industri pengolahan dan pengawetan alami (pengasapan, pengeringan, pengemasan) agar mitra pengolah ikan salai di Bengkulu mampu meningkatkan kualitas produk, efisiensi, serta nilai ekonomi. Metode yang digunakan yaitu identifikasi lapangan, pelatihan langsung di sentra pengolahan, penerapan peralatan teknologi sederhana yang ramah lingkungan, dan evaluasi hasil produksi sebelum dan setelah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada parameter mutu ikan salai, efisiensi energi dalam pengasapan, kepuasan mitra, serta potensi pemasaran yang lebih luas. Implikasi kegiatan ini adalah peningkatan daya saing produk ikan salai khas Bengkulu, peningkatan pendapatan masyarakat pengolah, dan kontribusi terhadap keberlanjutan industri rumah tangga perikanan.