Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PEMASARAN BERAS ORGANIK “PADI MAS MULIA” DI DESA TELUK LIMBUNG KECAMATAN BABIRIK KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA (STUDI KASUS GAPOKTAN USAHA BERSAMA) Shofia Maulida; Hamdani Hamdani; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i4.2929

Abstract

Perubahan gaya hidup masyarakat saat ini menyebabkan permintaan terhadap produk hasil dari budidaya pertanian organik berubah sangat cepat. Hal ini diakibatkan oleh adanya keprihatinan masyarakat akan pentingnya arti hidup sehat yaitu dengan mengkonsumsi produk organik yang menyehatkan dan aman terhadap lingkungan. Serta timbulnya rasa sadar dari para petani  untuk mempraktikan budidaya pertanian organik karena memberikan pengaruh yang baik terhadap lingkungan, memiliki nilai jual lebih tinggi dan dapat menyehatkan. Sejak saat itulah Gapoktan Usaha Bersama menjadi Gapoktan perintis beras organik bersertifikat di Kab. HSU. Namun, saat ini Gapoktan Usaha Bersama mengalami permasalahan dibidang pemasaran yaitu disebabkan karena kurangnya promosi, minimnya perancangan yang baik dalam memasarkan produk  yang dilakukan oleh Gapoktan Usaha. Dengan adanya riset ini bertujan buat menelaah faktor internal (kekuatan dan kelemahan) serta faktor eksternal (peluang dan ancaman), mengetahui dan menganalisis faktor-faktor strategi yang dapat dilakukan dan mengetahui strategi yang paling tepat untuk meningkatkan penjualan beras organik “Padi Mas Mulia”. Data yang diperoleh akan dibahas secara kuantitatif diskriptif. Analisis diskriptif diperlukan sebagai pemaparan keadaan lingkungan Gapoktan Usaha Bersama, menganalisis serta mengidentidikasi faktor-faktor yang menentukan pemasaran beras organik “Padi Mas Mulia”. Analisis kuantitatif diperlukan sebagai penghitungan untuk merumuskan strategi pemasaran beras organik “Padi Mas Mulia”. Perumusan strategi dirumuskan dengan metode SWOT dan AHP. Berlandaskan hasil dari riset ini didapatkan faktor internal yang merupakan kekuataan utama yaitu sertifikasi beras organik Padi Mas Mulia. Faktor kelemahan utama adalah kurangnya partisipasi anggota kelompok dalam memasarkan beras organik padi Mas Mulia. Faktor eksternal yang merupakan faktor peluang utama yaitu meningkatnya kemajuan teknologi informasi. Faktor yang merupakan ancaman utama adalah pemasaran yang masih terbatas pada konsumen menengah ke atas. Berdasarkan analisis A’WOT dihasilkan prioritas utama strategi pemasaran beras organik Padi Mas Mulia yakni memanfaatkan kecepatan teknologi informasi untuk menyampaikan kualitas dan sertifikasi beras organik. Prioritas kedua yaitu membangun kerjasama dengan pemerintah untuk memasarkan beras organik Padi Mas Mulia. Prioritas ketiga yaitu mempertahankan kualitas dan sertifikasi beras organik. Prioritas yang keempat yaitu menetapkan sasaran distribusi beras organik ke masyarakat yang berpendidikan serta berpendapatan tinggi.
Analisis Risiko Usahatani Kacang Panjang di Desa Abumbun Jaya Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Muhamad Ridani Firdaus; Rifiana Rifiana; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10336

Abstract

Usahatani tanaman kacang panjang di Desa Abumbun Jaya Kecamatan Sungai Tabuk mengalami kendala yang sering dihadapi adalah risiko produksi yang bersumber dari serangan hama, penyakit yang cukup tinggi, musim, keahlian tenaga kerja, perubahan iklim dan cuaca yang sulit diprediksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber-sumber risiko dan risiko usahatani kacang panjang di Desa Abumbun Jaya Kecamatan Sungai Tabuk. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan pendekatan nilai koefisien variasi. Berdasarkan hasil penelitian, sumber risiko-risiko yang dihadapi petani berkaitan dengan usahatani kacang panjang yaitu curah hujan yang tinggi, seranga hama (lalat kacang, kutu putih, ulat grayak, kutu daun dan tungau) dan penyakit (bercak, busuk daun, busuk buah, busuk akar dan batang serta layu fursarium). Usahatani kacang panjang mempunyai risiko produksi yang rendah dengan nilai koefisien variasi MT I 0,09, MT II 0,10 dan MT III 0,10, risiko harga jual dengan nilai koefisien variasi MT I 0,13, MT II 0,14 dan MT III 0,14 dan risiko keuntungan dengan nilai koefisien variasi MT I 0,53, MT II 0,54 dan MT III 0,57
ANALISIS PEMASARAN GULA AREN (Arenga pinnata) DI KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Ratna Ratna; Rifiana Rifiana; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i1.592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran gula aren di Kecamatan Sungai Raya, menganalisis besarnya biaya, margin, keuntungan dan bagian harga (share) yang diterima produsen/petani dan masing-masing lembaga pemasaran, tingkat efisiensi pemasaran dari saluran pemasaran dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam proses pemasaran. Hasil penelitian ada dua saluran pemasaran gula aren di Kecamatan Sungai Raya yaitu saluran I adalah petani- pedagang pengumpul- konsumen. dan saluran II adalah petani- pedagang pengumpul pedagang pengecer- konsumen. Biaya pemasaran saluran I ditingkat pedagang pengumpul yaitu sebesar 665,00 per kg dan biaya pada saluran II ditingkat pedagang pengumpul adalah 721,46 per kg dan pedagang pengecer sebesar 493,67 per kg. Besarnya margin pada saluran I ditingkat pedagang pengumpul yaitu sebesar 3.000 per kg dan keuntungan 2.335 per kg dan margin pada saluran II pedagang pengumpul 3.000 per kg dan keuntungan 2.278,54 per kg, margin pedagang pengecer 4.000 per kg, keuntungan 3.506,33 per kg. Efisiensi ekonomis saluran I sebesar 4,43% dan efisiensi ekonomis saluran II sebesar 6,42%. Efisiensi teknis saluran I adalah 110,8 Per km dan saluran II adalah 203,5 per km, maka secara teknis atau ekonomis yang efesien adalah saluran I.Kata Kunci: gula aren, saluran pemasaran, margin dan efisiensi pemasaran
Analisis Preferensi Masyarakat terhadap Pembelian Beras di Kota Banjarbaru Ahmad Jefrianus Shalihin; Taufik Hidayat; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2617

Abstract

Setiap konsumen beras mempunyai preferensi masing-masing dalam menentukan beras yang akan dikonsumsi, hal itu dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lingkungan budaya dan daya beli. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi masyarakat terhadap atribut-atribut beras di Kota Banjarbaru dan mengidentifikasi atribut beras yang menjadi pertimbangan utama masyarakat. Adapun atribut-atribut beras yang akan diteliti yaitu kepulenan beras, warna beras, dan butir patah beras. Populasi dalam penelitian ini adalah rumah tangga di Kota Banjarbaru dengan jumlah sampel sebanyak 100 rumah tangga yang dibagi menjadi dua kelompok responden, yaitu 50 responden suku Banjar dan 50 responden suku non Banjar yang dipilih secara acak. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Chi Kuadrat (χ2) dan Multi Atribut Fishbein. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu masyarakat Banjarbaru memilih beras dengan kepulenan sedang, berwarna putih bersih, dan butir patah yang sedikit. Perbedaan preferensi responden suku Banjar dan suku non Banjar terletak pada atribut kepulenan beras, dimana responden suku Banjar memilih beras pera, sedangkan responden suku non Banjar memilih beras pulen. Urutan atribut beras dari yang paling dipertimbangkan masyarakat secara berurutan adalah kepulenan beras, butir patah beras, dan warna beras. Perbedaan urutan atribut beras antara responden suku Banjar dan suku non Banjar terletak pada atribut warna beras dan butir patah beras, dimana responden suku Banjar lebih mempertimbangkan atribut butir patah beras dibanding warna beras, sedangkan responden suku non Banjar sama-sama mempertimbangkan atribut warna beras dan butir patah beras.Kata kunci: preferensi, beras, atribut, suku Banjar, suku non Banjar 
Analisis Finansial dan Efisiensi Produksi Usahatani Jagung Manis di Kelurahan Loktabat Utara dan Sei Ulin Kecamatan Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Salsabila Salsabila; Hamdani Hamdani; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.695

Abstract

Salah satu komoditiipangan yang strategisidi Indonesia adalah jagungimanis sehingga dari tahun ke tahuni kebutuhan akan jagung manis semakin meningkat maka dari itu keuntungan yang didapat petani dari melakukani usahatanii jagungimanis seharusnyai tinggi, dengani penggunaani faktoriproduksiiyang efisienimaka keuntunganiusahatani dapat ditingkatkan. Penelitianiini bertujuan untukimengetahui besarnyaibiaya dan keuntungani dalam usahataniijagungimanis dan mengetahuiifaktori-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap produksii usahatani jagungimanis serta melihat tingkati efisiensiialokatifidalamipenggunaan faktori-faktor produksiipada usahatani jagung manis. Responden sebanyak 43 orang petani jagung manis yang dilakukan dengan metode sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya rata-rata Rp 4.648.156/usahatani dan Rp 11.067.038/ha, penerimaan rata-rata sebesar Rp 14.853.023/usahatani atau 35.364.341/ha dan keuntungan rata-rata Rp 10.204.867 atau Rp 24.297.303/ha. Hasil analisis fungsi faktor produksi tipe Cobb Douglass diperoleh kesimpulan bahwa semua faktor produksi berpengaruh nyata secara simultan terhadap produksi usahatani jagung manis. Secara parsial yaitu luasilahan, benih, pupukikandang/organik, dan tenagaikerja, berpengaruhinyata terhadap produksii jagung manis dengan nilai sigi0,000 (< 0,05). Menurut analisis efisiensi hasil yangi diperoleh bahwai selain benih dan tenaga kerja, faktor produksi lainnya tidakiefisien.Kata kunci: jagung manis, keuntungan, faktor produksi, efisiensi alokatif
Peranan Wanita dalam Usaha Industri Rumah Tangga Gula Aren dan Kontribusinya terhadap Pendapatan Keluarga di Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar Gita Ayu Aprianti; Hamdani Hamdani; Sadik Ikhsan
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.2121

Abstract

Abstrak. Fungsi ekonomi memegang peranan penting bagi keluarga dikarenakan merupakan faktor dasar penunjang kebutuhan fisik keluarga. Peluang kerja bagi wanita yang meningkat di sektor Industri salah karena banyak pekerjaan industri yang menuntut keteletian dan ketekunan serta sifat-sifat lainnya yang biasanya dimiliki oleh wanita. Pengembangan sektor industri selalu beriringan dengan perbaikan pertumbuhan berkelanjutan dan produktivitas di sektor pertanian. Industri pengolahan yang berbahan baku produk sektor pertanian salah satunya adalah industri pengolahan gula aren. Aren atau enau (Arenga pinnata Merr.) merupakan salah satu tanaman yang mempunyai potensi nilai ekonomi tinggi karena hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan. Gula aren adalah produk pengolahan yang berasal dari pohon aren yaitu air nira. Industri ini telah dilakukan secara turun temurun dan penyelenggaraannya masih bersifat tradisional dalam proses produksinya. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini adalah metode sensus. Hasil dari penelitian menunjukkan usaha industri rumah tangga gula aren dalam pengerjaannya didominasi oleh wanita dengan persentase 50% terhadap HOK dan pendapatan TKDK usaha industri rumah tangga gula aren. Pelaku usaha industri rumah tangga gula aren di Kecamatan Mataraman memperoleh keuntungan sebesar Rp 2.035.086,- selama bulan Juli tahun 2019. Kontribusi usaha industri rumah tangga gula aren adalah sebesar 65,65% dari usaha lain yang diusahakan yaitu usahatani padi sebesar 3,32%, kontribusi dari non usahatani adalah sebesar 31,04% menunjukkan bahwa usaha industri rumah tangga gula aren dominan terhadap pendapatan total keluarga.Kata kunci: peranan, biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan kontribusi
Motivasi Petani Menanam Padi Varietas Unggul di Desa Guntung Ujung Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Suci Tresa; Eka Radiah; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i3.5941

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi petani dalam menanam padi varietas unggul dan kendala yang dihadapi petani di Desa Guntung Ujung Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Proportionate random sampling dan dianalisis dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata motivasi yang mendorong petani untuk menanam padi unggul lebih besar berupa motivasi sosial (97%) dibandingkan motivasi ekonomi (72%). Kendala yang dihadapi petani dalam menanam padi varietas unggul adalah hama tikus, hama wereng, dan burung (54,5%), cuaca atau musim yang tidak menentu (27,3%), dan ketersediaan pupuk pada masa tanam (18,2%).
Analisis Pendapatan dari Usaha Budidaya Sarang Burung Walet di Desa Tanjung Jariangau Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah Gemilang Gemilang; Hamdani Hamdani; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan per tahun dan payback period dari usaha budidaya sarang burung walet pada usaha rumah tangga di Desa Tanjung Jariangau Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Hasil penelitian menunjukan pendapatan usaha pembudidayaan sarang burung walet di Desa Tanjung Jariangau Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah dalam kurun waktu 10 tahun sebesar Rp4.202.376.999,00. Pendapatan dari usaha ini akan semakin meningkat semakin lama hal ini dibuktikan oleh hasil dari pengolahan data primer yang menyatakan bahwa rata-rata pendapatan pertahun dari usah pembudidayaan sarang burung wallet selalu meningkat. Jangka waktu pengembalian modal atau payback period dari usaha pembudidayaan sarang burung walet di Desa Tanjung Jariangau Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah memerlukan waktu ± 3 tahun.
Analisis Usaha Pengolahan Karet Lump di Desa Maluka Baulin Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut (Studi Kasus Pada Usaha Karet Lump Milik Ibu Gina Faizah) Rahmatullah Ridhani; Nina Budiwati; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i4.5999

Abstract

Karet merupakan komoditi ekspor yang berkontribusi dalam upaya peningkatan devisa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan usaha pengolahan karet lump, untuk mengetahui biaya, penerimaan dan keuntungan komoditas karet serta untuk mengetahui permasalahan dan solusi atau alternatif dalam usaha komoditas karet milik Ibu Gina Fauziah di Desa Maluka Baulin, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2020. Usaha yang diamati dan dianalisis yakni 1 kali periode pemanenan atau selama 3 bulan mulai dari bulan Februari sampai April 2020. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa biaya yang dikeluarkan yaitu terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel yang besarnya masing-masing sebesar Rp 5.177.969 dan Rp 29.400.450. Kemudian penerimaan yang diperoleh dalam 1 periode atau 3 bulan yaitu sebesar Rp 50.373.900 sehingga keuntungan yang diperoleh petani (Ibu Gina Faizah) pada usaha pengolahan karet (lump) di Desa Maluka Baulin Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut adalah sebesar Rp 15.795.481/periode. Hambatan yang dihadapi yaitu harga karet mengalami pemerosotan sehingga pendapatan menjadi menurun; tidak ada pembukuan; dan rendemen produksi karet yang dinilai rendah.
Evaluasi Programa Penyuluhan Usahatani Padi di Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong Lisnawati Lisnawati; Mariani Mariani; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.677

Abstract

Kegiatan penyuluhan dilakukan untuk memberikan informasi, pengetahuan serta mengarahkan petani untuk meningatkan produktivitas usahatani, setiap kegiatan penyuluhan yang dilakukan sangatlah penting untuk mengevaluasi programa yang telah dilakukan tersebut sehingga dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan dari programa tersebut sehingga nantinya dapat memberikan arahan ataupun perbaikan yang diperlukan dan kegiatan selanjutnya akan lebih baik lagi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan programa penyuluhan usahatani padi dan kendala yang dihadapi petani dalam melaksanakan programa penyuluhan usahatani padi. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini mengunakan Purposive Sampling menetapkan Kecamatan Banua Lawas sebagai tempat penelitian karena memiliki potensi yang besar terhadap usahatani padi. Wilayah kerja penyuluh pertanian Kecamatan Banua Lawas terdiri  dari 15 desa dan yang melaksanakan programa usahatani padi terdiri dari 7 desa yaitu Banua Rantau, Sei Durian, Hariang, Habau, Bangkiling, Banua Lawas, Batang Banyu  yang melaksanakan kegiatan penyuluhan.  Selanjutnya diambil sampel dari 7 desa masing-masing dipilih satu kelompok tani dan masing-masing kelompok tani tersebut diambil 5 orang petani secara acak sehingga jumlah responden sebanyak 35 orang.  Hasil pengamatan Pada pelaksanaan aspek konteks sebesar 385 dengan persentase 73,33% ini menunjukan bahwa termasuk dalam kategori berhasil. Pada aspek Input sebesar 524 dengan persentase 74,85% dikategorikan berhasil. Pada aspek proses sebesar 323 dengan persentase 61,52% dikategorikan cukup berhasil.  Pada aspek product sebesar 484 dengan persentase 69,14% dikategorikan berhasil. Kendala yang dihadapi adalah adanya keterlambatan datangnya bantuan seperti benih, mulai rusaknya alat bantu seperti mikropon dan masih kurangnya penggunaan alat peraga.  Kata kunci: pelaksanaan programa, konteks, input, proses, dampak