Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FINANSIAL USAHA TERNAK AYAM RAS PETELUR DI DESA SUNGAI SIPAI, KECAMATAN MARTAPURA KABUPATEN BANJAR (Studi kasus: Peternakan Ayam Ras Petelur Bapak Isya Anshori) Adzim Hadi Wibowo; Mira Yulianti; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2642

Abstract

Pertumbuhan penduduk berdampak pada meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap produk peternakan. Di Kabupaten Banjar terdapat tiga usaha ternak ayam ras petelur, salah satunya peternakan milik Bapak Isya Anshori. Usaha ternak milik Bapak Isya Anshori berada di Desa Sungai Sipai Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan peternak dari usaha ternak ayam ras petelur Bapak Isya Anshori.  Menganalisa usaha ternak ayam ras petelur Bapak Isya Anshori kembali modal. Mengetahui permasalahan apa saja yang dihadapi oleh peternak ayam ras petelur di peternakan Bapak Isya Anshori. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli 2019 sampai dengan Desember 2019. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa besarnya biaya yang dikeluarkan oleh Bapak Isya Anshori dalam periode awal usaha ternak meliputi biaya tetap sebesar Rp 8.919.750, biaya variabel sebesar  Rp 83.623.250, biaya total sebesar Rp 92.543.000,  penerimaan yang didapat sebesar Rp 175.990.000 dan besarnya keuntungan yang didapatkan sebesar Rp 83.447.000. Pengembalian modal yang didapat oleh Bapak Isya Anshori untuk usaha ternak ayam ras petelur membutuhkan waktu 20 bulan 17 hari dengan permasalahan yang dihadapi berupa ketidak mampuan memenuhi kebutuhan pasar dan perubahan iklim yang sangat signifikan juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan ayam ras tersebut sehingga ayam mudah terkena penyakit.Kata kunci: biaya, penerimaan, keuntungan, pengembalian modal
Analisis Usahatani Melon (Cucumis Melo L.) di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Abdurrahman Abdurrahman; Hamdani Hamdani; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8280

Abstract

Produktivitas tanaman melon Kalimantan Selatan dari tahun ke tahun ada yang mengalami fluktuatif. Hal ini terjadi karena adanya cuaca yang tidak menentu seperti musim kemarau panjang yang membuat kesulitan air untuk penyiraman tanaman sehingga tanaman mengalami pembuahan yang kurang maksimal. Hal tersebut dapat mempengaruhi pada tingkat produksinya dan perkembangan produksi tanaman melon di Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan tingkat kelayakan usaha dari usahatani melon (Cucumis melo L.) dan mendeskripsikan permasalahan apa saja yang terdapat dalam usahatani melon (Cucumis melo L.). Penelitian ini dilaksanakan di usahatani melon (Cucumis melo L.) di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata biaya total yang dikeluarkan selama tiga bulan masa tanam sebesar Rp 21.418.333,- dengan jumlah penerimaan rata-rata sebesar Rp 45.500.000,- pendapatan rata-rata sebesar Rp 25.661.667,- dan keuntungan yang diperoleh yaitu rata-rata sebesar Rp 24.081.667,-. Kelayakan usahatani pada tiga bulan masa tanam secara finansial diperoleh nilai RCR > 1 yaitu rata-rata sebesar 2,18. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi usahatani yaitu untuk masalah teknis terkendala dengan iklim mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman melon dan lambatnya datang pasokan obat-obatan karena tidak tersedianya obat-obatan lengkap.
STUDI KOMPARATIF PENDAPATAN SISTEM PENGOLAHAN BAHAN OLAH KARET (BOKAR) YANG MENGGUNAKAN PEMBEKU DEORUB DAN NON DEORUB DI DESA BATU AMPAR, KECAMATAN BATU AMPAR, KABUPATEN TANAH LAUT Elsa Aprilia; Hamdani Hamdani; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2618

Abstract

Rendahnya mutu karet yang dihasilkan petani merupakan salah satu penyebab turunnya harga karet sehingga membuat pendapatan petani karet juga menurun. Salah satu usaha meningkatkan mutu tersebut adalah teknologi pembekuan lateks yang direkomendasikan oleh pemerintah selain asam semut yaitu deorub (asap cair) yang terbuat dari cangkang sawit. Teknologi pembekuan menggunakan Asap cair (deorub) memiliki beberapa keunggulan yaitu dapat mempercepat pembekuan lateks, tidak menimbulkan bau busuk, daya simpan lebih lama, elastisitas tinggi dan dapat meningkatkan kadar karet kering (K3). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sistem ,pengolahan bahan olah karet rakyat (bokar), Menganalisis pendapatan petani karet, dan untuk mengetahui perbedaan pendapatan sistem pengolahan bahan olah karet yang menggunakan pembeku deorub dan non deorub. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka satu bulan rata-rata biaya total petani karet yang menggunakan zat pembeku deorub sebesar Rp 387.065/ha/bulan dengan penerimaan sebesar Rp 1.430.282/ha/bulan dan pendapatan sebesar Rp 1.398.192/ha/bulan. Sedangkan untuk rata-rata biaya petani karet yang menggunakan zat pembeku non deorub adalah sebesar Rp 610.586/ha/bulan dengan penerimaan Rp 1.321.725/ha/bulan dan pendapatan sebesar Rp 1.294.569/ha/bulan. Perbedaan pendapatan petani karet lump yang menggunakan pembeku deorub dan non deorub. Pada  bagian equal variances assumed nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,04 < 0,05 (taraf kepercayaan 95%). Maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan uji t tidak berpasangan disimpulkan bahwa terima H1 terima dan H0 ditolak yang berarti ada perbedaan pendapatan petani karet lump yang menggunakan pembeku deorub dan non deorub.Kata kunci: pendapatan, petani karet, deorub, non deorub
Analisis Biaya dan Pendapatan Usahatani Jagung (Zea mays. L) Hubungannya dengan Beberapa Jenis Varietas di Desa Batu Tungku Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut Gani Gani; Abdullah Dja&#039;far; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.809

Abstract

Varietas jagung Bisi 18 dan varietas Bisi 2 memiliki perbedaan, yaitu untuk varietas Bisi 18 berbeda dengan varietas Bisi 2 yang menghasilkan 2 tongkol yang seragam dalam satu tanaman, untuk varietas Bisi 18 hanya menghasilkan 1 tongkol dalam 1 tanaman. Dengan perbedaan kedua varietas tersebut dan peluang pasar yang masih terbuka untuk pengembangan usaha agribisnis jagung di kabupaten Tanah laut dan untuk mendukung program swasembada pangan yang mempunyai arti penting bagi peningkatan pendapatan petani, maka perlu dilihat finansialnya dan tidak hanya aspek produksinya saja. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penyelenggaraan kegiatan pengelolaan usahatani jagung menurut varietas, Untuk mengetahui besarnya biaya dan pendapatan usahatani jagung menurut varietas dan perbedaan biaya serta pendapatannya, dan Untuk mengetahui apa saja permasalahan yang dihadapi dalam usahatani jagung menurut varietas di Desa Batu Tungku. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Proportionate Stratified Random Sampling petani jagung varietas Bisi 18 dan varietas Bisi 2. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata biaya total petani jagung varietas Bisi 18 sebesar Rp8.191.667/ha dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp12.931.579 /ha dan rata-rata pendapatan sebesar Rp4.739.912 /ha. Sedangkan rrata-rataa total biaya petani jaguung variietas Biisi 2 Rp8.091.927/ha dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp14.862.329 /ha dan rata-rata pendapatan sebesar Rp6.770.402 /ha. Dari hasil uji statistik yang dilakukan pada biaya menunjukkan bahwa nilai statistik biaya petani jagung yang menggunakan varietas Bisi 18 dan varietas Bisi 2 tidak berbeda secara nyata. Sedangkan pada pendappatan menunjjukkan nilai statistik pendapattan petanii jagung yangg menggunakkan varietas Bisi 18 dan varietas Bisi 2 berbeda secara nyata. Permasalahan yang dihadapi petani  yaitu: terlambatnya mendapatkan pupuk yang membuat membuat petani tidak dapat melakukan pemupukan tepat waktu serta terbatasnya modal membuat petani tidak dapat memperluas atau memperbesar usahataninyaKata kunci: biaya, pendapatan, petani jagung, varietas Bisi 18, varietas Bisi 2
Dampak Irigasi Haruyan Dayak Terhadap Peningkatan Produktivitas Padi di Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Dewi Haryanti; Hamdani Hamdani; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6009

Abstract

Salah satu faktor yang meningkatkan luas garapan usahatani adalah pemanfaatan Irigasi Haruyan Dayak. Tingginya tingkat partisipasi petani tentunya akan memberikan kontribusi penting dalam kehidupan petani. Penelitian ini tujuan untuk menganalisis dampak Irigasi Haruyan Dayak terhadap produksi padi sawah dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi petani pengguna dan non pengguna air Irigasi Haruyan Dayak dalam pengelolaan usahatani padi sawah di Kecamatan Haruyan. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 petani terdiri dari 15 petani pengguna Irigasi Haruyan Dayak dan 15 petani bukan pengguna.. Analisis dilakukan dengan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, perbandingan produktivitas padi sawah petani yang menggunakan dengan tidak menggunakan Irigasi Haruyan Dayak terdapat peningkatan sebesar 2.082,44 kg/ha. Permasalahan yang dihadapi petani dalam mengelola usahatani padi yaitu serangan hama tikus, wereng dan walang sangit.
Strategi Pengembangan Usaha Industri Tahu di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Siti Rahmah; Luthfi Fatah; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i2.772

Abstract

Salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam  pembangunan ekonomi negara Indonesia adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Upaya pemberdayaan UMKM melalui strategi pengembangan usaha industri tahu yang terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dan berdaya saing tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi internal dan kondisi eksternal industri, mengetahui peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan industri, serta merumuskan strategi pengembangan usaha industri Tahu di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar. Data diambil dengan observasi, wawancara, kuisioner serta metode pengambilan sampel dengan metode sensus untuk pemilihan industri, metode proportionate random sampling untuk karyawan perusahaan, dan metode purposive untuk responden konsumen dengan total keseluruhan responden 42 orang. Kondisi internal dan eksternal usaha industri tahu diperoleh melalui metode deskriptif sedangkan peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan industri diringkas ke dalam matriks Evaluasi Faktor Internal (IFAS) dan Evaluasi Faktor Eksternal (EFAS). Nilai tertimbang pada matriks tersebut dijadikan acuan untuk menentukan posisi perusahaan pada matriks Internal-Eksternal (IE) dan diagram kartesius SWOT. Berdasarkan posisi perusahaan pada matriks IE, usaha industri tahu di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar dikelompokkan menjadi 2, yaitu kelompok growth and build (Tahu Langgeng, Tahu Harapan Jaya, Tahu Sukatmo, Tahu Adi Karya, Tahu Berkat sekumpul) dan kelompok hold and maintain (Tahu Karya Bersama Narso dan Tahu Karya Bersama Setu) sedangkan berdasarkan diagram kartesisus SWOT terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kuadran II (strategi ST) yaitu Tahu Langgeng, Tahu Adi Karya, dan Tahu Berkat Sekumpul dan kelompok kuadran IV (strategi WT) yaitu Tahu Harapan Jaya, Tahu Karya Bersama Narso, Tahu Karya Bersama Setu, dan Tahu Sukatmo.Kata kunci: UMKM, industri tahu, strategi pengembangan, matriks SWOT
Pola Pengembangan Usaha Pengrajin Olahan Purun Melalui Diversifikasi Produk di Kampung Purun Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Achmad Reza Fahriannoor; Mariani Mariani; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.1935

Abstract

Dalam perkembangan dunia perindustrian di Indonesia berkembang konsep dan gagasan baru yang dikenal dengan istilah ekonomi kreatif, yang merupakan suatu konsep ekonomi di era baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge dari sumber daya manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Kerajinan ialah bagian dari kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi produk yang dihasilkan oleh para pengrajin, berawal dari desain sampai proses penyelesaian produk. Kegiatan usaha kerajinan anyaman purun merupakan suatu kegiatan usaha yang banyak ditekuni oleh masyarakat secara turun-temurun dari generasi ke generasi, dilihat dari aspek sosial dan ekonomi, kerajinan anyaman purun dapat menghidupi banyak orang, baik sebagai usaha pokok maupun sebagai usaha sampingan atau usaha musiman masyarakat. Tujuan penelitian ini dapat mengetahui pola pengembangan usaha pengrajin purun melalui diversifikasi produk dan apakah ada hubungan dengan faktor kompetensi kerja, pembinaan pihak terkait dan pendapatan pada pengembangan usaha pengrajin purun dan mengetahui hambatan apa saja yang dihadapi para pengrajin dalam upaya pengembangan usaha pengrajin purun melalui diversifikasi produk di kampung purun. Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder, data primer didapatkan secara langsung dari responden melalui hasil wawancara, sedangkan data sekunder didapatkan dari instansi-instansi terkait. Populasi dalam penelitian ini dua kelompok pengrajin purun dengan total 51 orang, dan untuk pengambilan sampel menggunakan metode sensus yang dimana seluruh populasinya diambil sebagai sampel penelitian. Tingkat pola pengembangan usaha pengrajin olahan purun melalui diversifikasi produk tergolong tinggi dengan skor 90,72%. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pola pengembangan usaha yaitu kompetensi kerja dan pembinaan pihak terkait tidak mempunyai hubungan sedangankan untuk pendapatan terdapat hubungan yang signifikan dengan pola pengembangan usaha pengrajin olahan purun melalui diversifikasi produk. Permasalahan yang dihadapi para pengrajin dalam  pengembangan usahanya dari pemasaran, kurangnya kontrol dari dinas terkait, dan kesulitan dalam mendapatkan modal.Kata kunci: anyaman purun, diversifikasi produk, pengrajin purun, kampung purun, metode sensus
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Generasi Muda Terhadap Program Petani Milenial di Kota Banjarbaru Andri Widianto; Hamdani Hamdani; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8281

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris selalu mengandalkan sektor pertanian yang meliputi beberapa sub sektor seperti sub sektor tanaman pangan, hortikultura, sub sektor perikanan, sub sekto r peternakan dan sub sektor kehutanan sebagai sektor yang dapat menyerap tenaga kerja. Ditinjau dari aspek pembangunan pertanian, Banjarbaru memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat potensial dan ditunjang oleh letak yang strategis bagi pengembangan sektor pertanian dan pemasaran hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara faktor internal, faktor eksternal, dan minat generasi muda terhadap program petani milenial di Kota Banjarbaru. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah Stratified Proportionate Random Sampling dan jumlah sampel adalah 30 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan wawancara dibantu dengan daftar pertanyaan yang telah disiapkan. Teknik analisis yang digunakan adalah Pearson Product Moment dan Multiple Correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel faktor internal berpengaruh positif dan signifikan dengan minat terhadap program petani milenial dengan nilai korelasi sebesar r hitung = 0,424 > r tabel = 0,361, Faktor eksternal berpengaruh positif dan signifikan dengan minat terhadap program petani milenial dengan nilai korelasi sebesar r hitung = 0,425 > r tabel = 0,361, faktor internal dan faktor eksternal bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan dengan minat terhadap program petani milenial dengan nilai korelasi sebesar Ry.x1x2 = 0,6 dan hasil uji signifikansi menggunakan uji F sebesar = 7,593 > F tabel = 3,35. Sedangkan faktor internal tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap faktor eksternal dengan nilai korelasi sebesar r hitung = 0,048 < r tabel = 0,361.
Pemasaran Karet Sit Asap di Desa Simpang Tiga Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar Ahmad Aprianto; Hamdani Hamdani; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.2123

Abstract

Abstrak. Desa Simpang Tiga memiliki potensi alam yang tinggi dalam bidang perkebunannya. Salah satu hasil perkebunan adalah sit asap yang dimana desa tersebut menjadi desa percontohan di Indonesia karena kualitas sit asapnya yang bagus, Penelitian ini bertuju buat mengetahui lembaga pemasaran serta saluran pemasaran yang terlibat dalam karet sit asap (Ribbed Smoked Sheet) dan mengetahui besarnya biaya, margin dan keuntungan pemasaran serta besarnya bagian (share) harga yang diterima oleh pelaku pemasaran sit asap (Ribbed Smoked Sheet) di Desa Simpang Tiga Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Waktu penelitian dari bulan April hingga September 2019. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata – rata biaya pemasaran terbesar adalah sebesar Rp 6.500/kg pada saluran II di UPH. Untuk margin pemasaran memiliki kesamaan pada saluran I dan II dipengumpul besar dan UPH sebesar Rp 9.500/kg. Share harga yang diterima petani terbesar terletak disaluran I sebesar 60,42%.Kata kunci: saluran pemasaran, biaya pemasaran, margin pemasaran, share pemasaran, sit asap
Analisis Strategi Pengembangan Usaha Pengolahan Produk Makanan Berbahan Baku Tomat (Studi Kasus Rumah Kreasi Tomat Banjarbaru) Qori Hafiza; Luki Anjardiani; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i4.5996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Rumah Kreasi Tomat Banjarbaru, mengidentifikasi dan menganalisis faktor internal dan eksternal serta menyusun dan merekomendasikan alternafif strategi pengembangan UMKM. Analisis yang digunakan pada penelitian ini menggunakan matriks SWOT dan Quantitative Strategic Planning Matrikx (QSPM). Hasil penelitian menunjukan bahwa di dapatnya alternatif strategi untuk pengembangan usaha Rumah Kreasi Tomat Banjarbaru. Terdapat 4 (empat) alternatif strategi yang dihasilkan pada penelitian ini, yaitu meningkatkan jumlah produksi dan memperluas pangsa pasar, perlu melakukan promosi, mengembangkan daya saing, serta mengajukan pinjaman kepada bank dan menjalin kerjasama dengan pihak lain. Strategi alternatif yang disarankan adalah meningkatkan jumlah produksi dan memperluas pangsa pasar dengan sebandingnya kemungkinan daya beli yang meningkat serta banyaknya pelanggan tetap.