Usamah Hanafie
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 54 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI PETANI PADI TERHADAP PERAN PENYULUH PERTANIAN DI KECAMATAN CEMPAKA KOTA BANJARBARU Nor Asiyah; Nina Budiwati; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani padi terhadap peran penyuluh pertanian dan kenadala yang dihadapi penyuluh pertanian di Kecamatan Cempaka kota Banjarbaru. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. analisis data mengunaka Skala Likert yang berdasarkan dari 16 pernyataan , dengan total respoden 25 petani. Dari hasil didapat bahwa total skor adalah 1.464 dengan indeks 73,2% dengan demikian persepsi petani padi tergolong baik. Secara umum, Permasalahan yang sering dihadapi penyuluh dalam melaksankan tugasnya di Kecamatan Cempaka yaitu sulitnya merubah perilaku petani dalam menerima masukkan-masukkan dari penyuluh, petani yang umumnya sulit merubah perilaku ini berada pada kisaran umur diatas 45 tahun. Keadaan iklim yang berubah-berubah merupakan masalah lain yang dihadapi oleh penyuluh dalam meningkatkan produktivitas petani binaanya. Permasalahan lain yang di hadapi penyuluh yaitu masih kurang sarana dan prasarana penyuluhan, terkadang pembiayaan dalam melengkapi sarana kelompok tani dikeluarkan oleh paran petani, bukan dari anggaran pemerintah.Kata kunci : peran penyuluh pertanian, persepsi petani padi.
Dampak Keberadaan PT. Bahtera Dream Farm terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Mandiangin Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan Gusti Aushaf Indra Luhfhi; Usamah Hanafie; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i4.5985

Abstract

Penelitian ini dibuat untuk mengetahui dampak sosial dan ekonomi akibat adanya PT. Bahtera Dream Farm di Desa Mandiangin Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2020 sampai dengan April 2021. Penelitian ini merupakan identifikasi dari dampak sosial dan ekonomi yang diakibatkan adanya PT. Bahtera Dream Farm di Desa Mandiangin Barat. Dampak sosial diteliti menggunakan metode analisis deskriptif dengan melihat faktorfaktor perubahan sosial, interaksi sosial dan penyimpangan sosial. Dampak ekonomi diteliti dengan melihat faktor-faktor dampak ekonomi langsung, dampak ekonomi tidak langsung dan dampak ekonomi imbas yang kemudian dianalisa menggunakan metode pelipatgandaan (multiplier effect). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ekonomi PT. Bahtera Dream Farm telah memberikan dampak yang positif terhadap ekonomi lokal. Dampak ekonomi langsung Rp. 644.400.000, dampak ekonomi tidak langsung Rp. 391.800.000 dan dampak ekonomi imbas Rp. 267.912.000 di tahun 2021. Secara sosial, perusahaan perkebunan juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Perubahan sosial yang terjadi telah banyak membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Interaksi sosial yang dibangun antara perkebunan baik dengan para pekerja, masyarakat dan juga aparat telah terjalin dengan baik sehingga penerimaan dari masyrakat juga baik. Akan tetapi, dampak negatif terjadi dari penyimpangan sosial dari konflik kepemilikan lahan dan konflik kesempatan kerja (lapangan pekerjaan).
Persepsi Petani Padi terhadap Peran Penyuluh Pertanian di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Milawiyah Milawiyah; Usamah Hanafie; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.6019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui persepsi petani padi terhadap peran penyuluh pertanian dan mengetahui permasalahan yang dihadapi penyuluh pertanian di Kecamatan Gambut Kabupeten Banjar. Metode penelitian yaitu dengan menggunakan metode multistage sampling (penentuan sample dengan bertahap) dalam penilitian ini memiliki tiga tahap dalam menentukan sample petani. Pada tahap pertama dalam menentukan tempat penelitian yaitu secara sengaja mengambil Kecamatan Gambut. Pada tahap kedua dalam menentukan Desa yang meliputi dari tiga desa yaitu Desa Malintang, Desa Guntung Papuyu, dan Desa Guntung Ujung dalam pemilihan Desa dalam penelitian ini dengan menggunakan metode acak sederhana, dan pada tahap ketiga dalam menentukan sample petani yaitu dengan mengambil secara acak 2 kelompok tani perdesa. Untuk menentukan jumlah responden keseluruhan dilakukan dengan menggunakan Rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap peran penyuluh pertanian dengan jumlah responden 25 sample petani di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar berada dalam 73,3% sehingga dapat tergolong baik, yang dapat dihitung dengan menggunakan rumus skala likert, dengan jumlah skor pengumpulan data yang di dapat (1.832) yang didapat dari 20 pertanyaan dengan total responden 25 petani. Permasalahan yang di hadapi penyuluh pertanian di Kecamatan Gambut yaitu dalam mendorong keaktifan dan kehadiran petani suatu kegiatan dalam bidang usaha tani yang dapat dilakukan oleh penyuluh pertanian, sulitnya merubah sikap, perilaku, pengetahuan, dan keterampilan dalam menerima informasi atau inovasi, dan kebanyakan petani masih ragu dalam menerapkan suatu inovasi yang diberikan penyuluh, yang menyebabkan penyuluh merasa kesulitan dalam memberi pembelajaran dan inovasi kepada petani mengenai bidang pertanian, sehingga penyuluh harus memberi pendekatan kepada petani secara bertahap agar petani mau menerapkan suatu informasi yang diberikan.
Persepsi Petani terhadap Penggunaan Pupuk Organik dan Pemupukan Berimbang pada Tanaman Padi Gogo di Desa Artain, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar Muhammad Isfan Wahyudi; Yusuf Azis; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1276

Abstract

Abstrak. Desa Artain adalah desa yang terletak di Kecamatan Aranio dengan luas wilayah 70,00 km2 (7.000 ha). Dari data Desa Artain yang paling luas lahannya adalah tanaman padi gogo sebesar 250 ha dibandingkan lahan pertanian yang lain. Namun produktivitas padi gogo di Desa Artain masih rendah yang pertama disebabkan oleh kurangnya minat petani dalam menggunakan pupuk organik. Penyebab yang kedua yaitu petani kurang berminat untuk melakukan pemupukan berimbang pada tanaman padi gogo. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Artain selama lebih kurang enam bulan dari bulan Februari sampai dengan bulan Juli 2018. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode simple random sampling, yaitu sebanyak 34 petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 2 persepsi petani yaitu : persepsi petani terhadap pupuk organik pada tanaman padi gogo tergolong sangat buruk dan persepsi petani terhadap pemupukan berimbang tergolong buruk. Oleh karena itu, ditingkatkan untuk dilakukan penyuluhan atau pelatihan tentang pupuk organik dan pemupukan berimbang. Kata kunci: petani, tanaman padi gogo, persepsi, pupuk organik, pemupukan berimbang
Studi Komparatif Pendapatan Petani Jagung Pakan Ternak Antara Peserta dan Non-Peserta Program Korporasi Penangkaran Jagung di Kabupaten Tanah Laut Andri Yulianti; Usamah Hanafie; Emy Rahmawati
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5949

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas yang berpengaruh dalam perekonomian di Indonesia dan tidak lepas halnya dengan keperluan benih yang dibutuhkan dalam menghasilkan produksi jagung bermutu di tiap musimnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan bersih petani peserta program dan non-program korporasi serta mengetahui apakah ada perbedaan pendapatan yang terjadi diantara petani peserta program dengan petani peserta non-program. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Tanah Laut. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara sengaja (purposive) dengan alasan Kabupaten Tanah Laut memiliki tingkat produksi jagung tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan selama 5 periode terakhir yakni 2015 – 2019. Penelitian ini dimuai dari bulan Maret 2020 sampai dengan September 2020. Penarikan contoh dalam penelitian ini dilakukan dengan metode Proportional random sampling. Analisis yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah satu kali musim tanam maka biaya total yang harus di keluarkan petani untuk usahatani jagung korporasi Rp9.399.841/Ha (Rp36.424.384/Rata-rata Usahatani), sedangkan biaya total usahatani jagung non-korporasi Rp7.651.677/Ha (Rp17.422.279/Rata-rata Usahatani). Untuk penerimaan petani korporasi Rp27.909.677/Ha (Rp108.150.000/Rata-rata Usahatani), penerimaan petani jagung non-korporasi yang sebesar Rp16.994.164/Ha (Rp38.580.558/Rata-rata Usahatani). Pendapatan kotor pun dapat kita ketahui pendapatan kotor petani jagung korporasi Rp19.258.224/Ha (Rp74.625.616/Rata-rata Usahatani), pendapatan petani jagung non-korporasi sebesar Rp10.117.065/Ha (Rp23.035.779/Rata-rata Usahatani). Dalam penelitian ini diketahui petani jagung korporasi menghasilkan pendapatan bersih sebesar Rp15.950.145/Ha (Rp61.806.813/Rata-rata Usahatani)  sedangkan pendapatan bersih yang dihasilkan petani jagung non-korporasi  yang sebesar Rp9.292.487/Ha (Rp21.158.279/Rata-rata Usahatani). Pengujian uji t menggunakan bantuan aplikasi statgraph versi 17.2.0.0 maka diperoleh hasil P-value = 0,00357585, karena nilai-P yang dihitung kurang dari 0,05, kita dapat menolak hipotesis nol yang mendukung alternatifnya, dimana artinya pendapatan bersih petani jagung pakan korporasi tidak sama dengan pendapatan bersih petani jagung non-korporasi.
Persepsi dan Minat Peserta Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (Yess) terhadap Profesi Petani di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar Umi Mustaniroh; Usamah Hanafie; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10337

Abstract

Persepsi dan minat generasi muda terhadap profesi petani akan menentukan keamanan pangan pada masa depan dan menentukan jumlah petani muda yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) Mendeskripsikan persepsi peserta YESS terhadap profesi petani di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. (2) Mendeskripsikan minat peserta YESS terhadap profesi petani di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Penelitian ini dilakukan sejak bulan Februari sampai Mei 2023. Untuk metode pengambilan sampel di gunakan Simple Random Sampling yaitu sebanyak 40 orang responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriftif dalam menjawab tujuan pertama dan kedua menggunakan skala likert.Hasil dari penelitian ini persepsi peserta YESS terhadap profesi petani yaitu persepsi generasi muda terhadap profesi petani mendapatkan respon yang positif dari responden yaitu sebesar 67% responden setuju bahwa persepsi atau pandangan responden terhadap profesi petani memberikan respon yang positif. Peserta YESS berminat untuk berprofesi sebagai petani, ketertarikan peserta YESS berprofesi sebagai petani sebesar 68,91% yang mana artinya tertarik untuk menjadi seorang petani, namun ketertarikan ini jika didukung dengan teknologi pertanian yang modern, memiliki lahan pertanian, serta pendapatan yang besar.
ANALISIS FINANSIAL CABANG USAHATANI TOMAT DI DESA TELAGA LANGSAT KECAMATAN TELAGA LANGSAT KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Noorhalimah Noorhalimah; Yusuf Azis; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i4.666

Abstract

Secara geografis Kalimantan Selatan merupakan dataran tinggi yang sangat cocok untuk dilakukan budidaya tanaman hortikultura. Salah satu komoditas yang hampir dibudidayakan diseluruh wilayah Kalimantan Selatan secara umum dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan secara khusus adalah tanaman tomat. Buah tomat sebagai salah satu komoditas sayuran yang mempunyai prospek pemasaran yang cerah. Dari segi harga, buah tomat memiliki potensi pasar yang baik karena harga yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga membuka peluang yang lebih besar terhadap serapan pasar. Perubahan kuantitas produksi dan perubahan harga merupakan faktor yang mempengaruhi besar kecilnya pendapatan petani tomat di Kecamatan Telaga Langsat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan cabang usahatani tomat, mengetahui besarnya biaya,penerimaan, pendapatan dan keuntungan yang diterima oleh petani dalam berusahatani tomat dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi petani dalam penyelenggaraan cabang usahatani tomat di Desa Telaga Langsat Kecamatan Telaga Langsat Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Dalam penelitian ini digunakan data primer dan data sekunder. Jumlah sampel responden diambil sebanyak 30 orang petani dari 116 populasi pada semua kelompok tani yang ada dengan menggunakan metode pengambilan sampel secara proportionated random sampling. Berdasarkan hasil penelitian penyelenggaraan cabang usahatani tomat meliputi pengolahan tanah, penyemaian, penanaman, pemasangan ajir, perawatan tanaman dan panen. Biaya yang dikeluarkan keseluruhan oleh petani dalam cabang usahatani tomat sebesar Rp 10.697.272,- per usahatani per musim tanam, dengan penerimaan sebesar Rp 34.530.000,- per usahatani per musim tanam, pendapatan petani cabang usahatani tomat Rp 26.969.728,- per usahatani per musim tanam serta keuntungan yang diperoleh petani sebesar Rp 23.832.728,- per usahatani per musim tanam. Dalam hal ini maka dapat disimpulkan bahwa cabang usahatani tomat yang diusahakan menguntungkan. Kendala/permasalahan yang dihadapi petani cabang usahatani tomat yaitu adanya serangan hama penyakit yaitu kutu kebul, ulat grayak, layu dan busuk buah serta minimnya modal dalam pengadaan biaya sarana produksi.Kata kunci: penyelenggaraan, biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan
Peranan Program Peningkatan Hasil Produksi Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) dalam Penerapan Teknologi Pertanian di Desa Simpang Lima Kecamatan Cintapuri Darussalam Kabupaten Banjar Muhammad Zainal; Usamah Hanafie; Artahnan Aid
Frontier Agribisnis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i2.769

Abstract

Saat ini pertanian diindonesia masih belum bisa memenuhi kebutuhan didalam Negeri.apalagi dalam hal kebutuhan makanan pokok seperti padi, jagung dan kedelai. Maka dari itu pemerintah membuat suatu program untuk meningkatkan ketiga sektor tersebut dengan program peningkatan hasil produksi padi, jagung dan kedelai (PAJALE) dengan pemberian bantuan dana tunai dan teknologi demi mendukung swasembada. Penelitian ini bertujuan pertama untuk mengetahui peranan program peningkatan hasil produksi pada sektor padi, kedelai serta jagung  dalam penerapan teknologi  pertanian, kedua untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan dalam program tersebut dalam usahatani padi. Data yang digunakan adalah data skunder dan primer. Jumlah sampel responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 35 orang petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan program PAJALE di Desa Simpang Lima  memperoleh skor rata-rata 83,42% angka tersebut tergolong tinggi, berdasarkan pelaksanaan program program PAJALE tersebut petani mengerti bagaimana proses pemberian bantuan dana dan seluruh penggunaan dana tersebut yang dalam hal ini kelompok tani semua terlibat dalam pelaksanaannya, Pembelian peralatan pendukung pertanian sesuai dengan kebutuhan serta adanya peran aktif dari kelompok tani, babisa, penyuluh, mahasiswa dan lembaga pemerintah, walaupun ada sedikit masalah dalam pembelian peralatan khususnya mesin penyedot air sebanyak 27 responden (71%) dari 35 responden kurang sesuainya mesin yang dibeli tetapi tetap dapat diatasi dan tidak menjadi masalah yang berarti.Kata kunci : peningkatan hasil produksi padi, penerapanteknologi pertanian, PAJALE.
Peran Penyuluh Pertanian dalam Meningkatkan Produktivitas Padi di Desa Karya Makmur Kecamatantabukan Kabupaten Barito Kuala Risna Novita; Usamah Hanafie; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i3.5943

Abstract

Peran penyuluh adalah menyampaikan informasi yang diperlukan masyarakat untuk keberhasilan pembangunannya. Masyarakat membutuhkan informasi, penerangan, penjelasan, pembinaan, dan pendidikan di kalangan penyuluh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam meningkatkan produktivitas petani padi di Desa Karya Makmur, mengetahui hubungan antara peran penyuluh terhadap produktivitas padi di Desa Karya Makmur Kecamatan Tabukan, dan mengetahui apa saja permasalahan yang dihadapi penyuluh pertanian dalam meningkatkan produktivitas padi. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Penentuan lokasi dilakukan dengan secara sengaja (purposive). Pengambilan sampel secara acak terproposi dengan diambil 30 orang petani dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan rumus Peran Penyuluh Pertanian (PPP) dan untuk menjawab tujuan penelitian kedua dengan menggunakan Korelasi Pearson. Berdasarkan hasil dari penelitian, peran penyuluh pertanian terhadap peningkatan produktivitas padi di Desa Karya Makmur secara keseluruhan tergolong ke dalam kategori tinggi. Analisis Pearson Product Moment untuk menguji variabel hubungan peran penyuluh pertanian dan peningkatan produktivitas berkorelasi sangat lemah. Hasil perhitungan statistik uji t-hit dengan taraf kepercayaan 95% sebesar yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara peran penyuluh pertanian terhadap peningkatan produktivitas petani padi sawah. Permasalahan yang ada di Desa Karya Makmur yaitu kurangnya pengetahuan, keterampilan petani dalam berusaha tani, disarankan agar penyuluh pertanian lebih mendampingi petani secara rutin dan berkelanjutan sehingga petani dapat meningkatkan produktivitas padi, dan pemerintah lebih cepat dalam pengadaan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan petani.
Analisis Usahatani Sayur Sayuran di Desa Pulau Pinang Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin Tambarico Oktavianda Sitepu; Usamah Hanafie; Sadik Ikhsan
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan pendapatan usahatani serta menganalisis keuntungan dan kelayakan usaha pada usahatani sayur-sayuran bapak H. Hairani. Dalam penelitian ini ada dua macam jenis sayuran yang ditanam pada usahatani ini yaitu cabai dan terong. Luas lahan untuk usahatani cabai adalah 0,5 ha dan luas lahan untuk usahatani terong adalah 0,5 ha. Dari hasil penelitian yang dilakukan terdapat hasil bahwa untuk biaya yang dikeluarkan untuk usahatani cabai adalah sebesar Rp 6.035.200 dan untuk usahatani terong sebesar Rp 7.447.500. Sedangkan untuk penerimaan usahatani cabai adalah sebesar Rp 8.359.000 dan untuk usahatani terong adalah sebesar Rp 8.744.000. Untuk usahatani cabai hasil pendapatan yang didapatkan adalah sebesar Rp 2.323.800 sedangkan untuk usahatani terong adalah sebesar 1.296.500. Hasil dari perhitungan kelayakan usahatani milik bapak H. Hairani untuk usahatani cabai adalah sebesar 1,4 dan usahatani terong sebesar 1,2 yang berarti RCR > 1 menunjukkan bahwa usahatani cabai dan terong ini layak untuk dijalankan.