Usamah Hanafie
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 54 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Peranan Penyuluh Pertanian terhadap Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Yunita Rahmanida; Usamah Hanafie; Artahnan Aid
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.2119

Abstract

Abstrak. Penyuluh pertanian sebagai suatu sistem pembawa pesan dengan informasi pertanian modern. Penyuluh itu pendidik yang bertujuan  mengubah kesadaran dan perilaku  ke arah yang lebih baik. Sebagai agen penyebarluasan informasi, penyuluh harus aktif mencari informasi yang bermanfaat dari semua sumberdaya yang dimiliki dan semua media dan saluran informasi yang digunakan tidak ketinggalan dan tetap dipercaya sebagai sumbernya.Usaha pencapaian target swasembada pangan khususnya usahatani padi namun, usahatani ini dihadapkan dengan resiko ketidakpastian sebagai akibat dampak perubahan iklim yang merugikan petani. Untuk mengatasi kerugian petani, maka pemerintah membantu mengupayakan perlindungan usahatani dalam bentuk asuransi pertanian. Asuransi Pertanian adalah transfer risiko yang dapat memberikan kompensasi karena merugikan petani sehingga keberlanjutan dapat terjamin melalui asuransi, petani akan memperoleh jaminan terhadap kerusakan tanaman akibat banjir, kekeringan, serta serangan hama dan penyakit tanaman atau organisme pengganggu tumbuhan (OPT), Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian, perilaku petani dan hambatan yang di hadapi penyuluh pertanian dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan program asuransi ini. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2019 sampai bulan April 2019. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat peran penyuluh pertanian dan keterampilan petani dengan menggunakan skoring dan persentase kemudian untuk mengetahui hambatan yang dihadapi penyuluh pertanian dengan menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa tingkat kinerja penyuluh pertanian diperoleh persentase sebesar 75,51%. Menurut kriteria yang telah ditetapkan maka tingkat peran penyuluh pertanian tergolong sedang. Sedangkan untuk perilaku petani berada dalam kategori sedang 74,41% dan termasuk mengalami kemajuan dalam menanggapi program ini, hambatan yang dihadapi penyuluh adalah keterbatasana waktu pertemuan, kepercayaan petani karna kecilnya resiko kegagalan di daerah ini, dan ketertarikan petani.Kata kunci: penyuluh pertanian, perilaku petani, asuransi usahatani padi
Analisis Saluran Pemasaran Telur Ayam (Gallus sp.) di CV Faradiansyah Farm Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Fadilla Fitra Astari; Emy Rahmawati; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.684

Abstract

Sektor peternakan merupakan salah satu sektor yang memiliki peran cukup besar dalam perkembangan dan kemajuan bangsa Indonesia, karena hampir seluruh wilayah Indonesia kita temukan berbagai macam kegiatan peternakan, baik peternakan yang berskala kecil maupun peternakan yang berskala besar.Berdasarkan sumber data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanah Laut, di Kecamatan Bati-Bati merupakan kecamatan terbanyak kedua dengan jumlah populasi ayam petelur 1.083.485 ekor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluraan pemasaran, biaya pemasaran, margin pemasaran, keuntungan, share pemasaran, dan permasalahan-permasalahan dalam pemasaran. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Penelitian merupakan studi kasus yaitu di CV Faradiansyah Farm Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut. Metode yang digunakan studi kasus dalam penelitian ini adalah dengan cara pengamatan langsung dan melakukan wawancara dengan responden. Berdasarkan hasil penelitian saluran pemasaran didapat saluran I: peternak-konsumen akhir, saluran II: peternak-pedagang pengecer-konsumen akhir, saluran III: peternak-pedagang pengumpul-pedagang pengecer-konsumen akhir, saluran IV: peternak-pedagang pengumpul-pedagang besar/grosir-pedagang pengecerkonsumen akhir. Total biaya pemasaran tertinggi antara keempat saluran adalah biaya pemasaran pada saluran ke IV yaitu sebesar Rp 2.258,34,- dan biaya terkecil terdapat pada saluran pemasaran ke I yaitu sebesar Rp 160,-. Margin total terbesar yaitu pada saluran pemasaran IV sebesar Rp 4500,-. Sedangkan margin terkecil juga pada saluran pemasaran I ditingkat peternak sebagai pedagang pengecernya. Farmer share tertingggi terdapat pada saluran pertama yaitu saluran I tingkat peternak sebagai pengecer sebesar 100% dan saluran II sebesar 92,59%, aluran III sebesar 87,96%, dan saluran IV yang terendah sebesar 83,92%. Permasalahan yang dihadapi peternak dalam pemasaran telur ayam adalah harga ditingkat peternak lebih rendah dibandingkan dengan ditingkat lembaga pemasaran yang dijual lebih tinggi. Untuk permasalahan pada lembaga pemasaran selain telur ayam mengalami kenaikan harga juga sering mengalami kerusakan.Kata kunci: telur ayam, saluran pemasaran, biaya pemasaran.
Hubungan Interaksi Sosial Anggota Kelompok Tani dengan Partisipasi Petani dalam Kegiatan Penyuluhan Pertanian di Desa Jaro Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong Muhammad Syukur; Usamah Hanafie; Artahnan Aid
Frontier Agribisnis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i1.764

Abstract

Saat ini petani kurang berminat mengikuti kegiatan penyuluhan dengan berbagai alasan seperti masih ada kerjaan yang harus diselesaikan, petani kurang aktif dalam tanya jawab atau diskusi, sehingga mereka beranggapan kegiatan penyuluhan kurang begitu penting untuk diikuti. Penelitian ini bertujuan pertama Untuk mengetahui tingkat interaksi sosial yang terjadi antar anggota kelompok tani dalam kegiatan penyuluhan, kedua untuk mengetahui tingkat partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan, ketiga untuk mengetahui hubungan antara interaksi sosial dengan partisipasi Petani dalam kegiatan penyuluhan. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Jumlah sampel responden yang diambil adalah 36 orang petani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata interaksi sosial anggota kelompok tani di Desa Jaro Kecamatan Jaro adalah 90,00 %  tergolong dalam kategori tinggi, rata-rata partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan di Desa Jaro Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong sebesar 80,56% tergolong dalam kategori tinggi, serta terdapat hubungan yang nyata antara interaksi sosial anggota kelompok tani dengan partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan di Desa Jaro Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong.Kata kunci : interaksi sosial, partisipasi, hubungan.
Peran Wanita Pedagang Sayur di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru dalam Pengambilan Keputusan dalam Keluarga Adetya Mardita Fitria Ningrum; Usamah Hanafie; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1312

Abstract

Abstrak. Pemberdayaan sumberj dayaj manusiaj merupakanj salahj satuj caraj agarj dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Perempuan menjadi salah satu objek dalam pemberdayaan. Seorang wanita kini dituntut untuk kreatif, sabar, ulet, dan tekun dalam mencapai kesejahteraan keluarga. Kedudukanj danj peranj seorangj ibuj adalahj penanggungjawabj urusanj rumahj tanggaj dan mengasuhj anak. Namunj dalamj perkembangannya, pembagianj kerjaj yangj tidakj tertulisj ini mengalamij banyakj perubahan. Wanita tidak hanya berperan di sektor domestik tetapi juga di sektor publik. Pekerjaan di sektor publik yang dilakukan wanita salah satunya sebagai pedagang sayur-mayur, termasuk wanita di Kota Banjarbaru. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran wanita pedagang sayur di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru dalam tingkat pengambilan keputusan dalam keluarga, serta mengetahui faktor sosial ekonomi (umur, pendidikan formal, lama berdagang, dan pendapatan) wanita pedagang sayur di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru yang berhubungan dengan tingkat pengambilan keputusan dalam keluarga. Penelitianj inij dilaksanakanj denganj metodej survei. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita pedagang sayur yang ada di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sample. Sampel yang diambil sebanyak 30 wanita pedagang sayur. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa wanita pedagang sayur di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru berperan dalam tingkat pengambilan keputusan dalam keluarga. Tingkat pengambilan keputusan wanita pedagang sayur tergolong sedang dengan persentase 71,82%. Faktor umur, pendidikan formal, dan lama berdagang wanita pedagang sayur tidak berhubungan secara nyata dengan tingkat pengambilan keputusan dalam keluarga. Sedangkan faktor pendapatan wanita pedagang sayur berhubungan secara nyata dengan tingkat pengambilan keputusan dalam keluarga.Kata kunci: pedagang kaki lima, pengambilan keputusan, peran wanita
Analisis Nilai Tambah Pengolahan Keripik Jamur di Kelurahan Karang Taruna Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Zulfa Dhiya Ulhaq; Rifiana Rifiana; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i3.13584

Abstract

Keripik jamur merek “3 Ardi'' merupakan satu-satunya jenis keripik jamur yang ada di kelurahan Karang taruna Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. Industri ini berdiri sejak tahun 2008 hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, pendapatan, keuntungan dan nilai tambah industri dalam negeri keripik jamur merek “3 Ardi”. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu penyelidikan mendalam mengenai situasi spesifik yang mencakup analisis sistem terbatas atau pengumpulan data yang sangat detail dan luas . Periode analisis pada penelitian ini adalah satu bulan yaitu bulan Mei 2024. Hasil penelitian menunjukkan total biaya sebesar Rp 37.548.777, terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 441.218 dan biaya variabel sebesar Rp 37.107.559. Total penjualan sebesar Rp 48.825.000 dan keuntungan sebesar Rp 11.276.223. Berdasarkan analisis nilai tambah dengan metode hayami diperoleh nilai tambah industri dalam negeri keripik jamur merek “3 Ardi” sebesar Rp 55. 167/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 52,54%.
Analisis Usahatani Tumpang Sari Jagung dan Padi Unggul di Desa Anjir Kalampan Kecamatan Kapuas Barat Kabupaten Kapuas (Studi Kasus “Eduwisata Agroforestri”) Ikhsannoor Alhaviz; Hamdani Hamdani; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6018

Abstract

Terbatasnya lahan pertanian yang ada di Indonesia, tentunya mendorong kita untuk tetap mengoptimalkan lahan tersebut dengan mencoba menumbuhkan banyak tanaman di lahan yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan usahatani tumpang sari jagung dan padi unggul di Desa Anjir Kalampan (Studi kasus “Eduwisata Agroforestri”) dan menganalisis pendapatan dan kelayakan usahatani tumpang sari jagung dan padi unggul serta apa yang menjadi masalah-masalah dalam usahatani pola tumpang sari jagung dan padi unggul. Penelitian ini menggunakan jenis data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan, yaitu penyelenggaraan usahatani tumpang sari jagung dan padi unggul yaitu dari penyemaian sampai ke panen, serta dilihat pada struktur biaya total sebagian besar pengeluaran untuk usahatani tumpang sari ini terbanyak dibagian tenaga kerja dengan persentase 33,88%. Hal ini disebabkan karena pemeliharaan untuk usahatani ini termasuk intens karena dua komoditi dalam satu lahan pengeluaran untuk pupuk, benih, penyusutan, dan pestisida sebesar Rp. 6.128.934,00. Pendapatan usahatani tumpang sari jagung dan padi ungul yaitu sebesar Rp. 17.428.018,00. Untuk satu musim tanam dengan luas lahan 0,5 hektar, kelayakan usahatani dengan nilai 2,16 sehingga usahatani tersebut dikatakan layak. Permasalahan usahatani tumpang sari yaitu pada iklim dan cuaca dimana pada padi unggul pada umur akan berbuah tidak mau berbuah kalau terkena angin atau disentuh yang membuat buah padi itu menjadi hampa atau kosong.
Alokasi Waktu Tenaga Kerja Wanita Pengrajin Anyaman Purun dan Konstribusi Pendapatannya terhadap Pendapatan Total Rumah Tangga di Desa Walatung Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan Marhamah Marhamah; Kamiliah Wilda; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7787

Abstract

Desa Walatung merupakan salah satu desa penghasil anyaman purun berupa bakul di Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kegiatan menganyam purun ini umumnya dilakukan oleh wanita yang sudah berumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alokasi waktu kerja wanita pengrajin anyaman purun, pendapatan dan kontribusi pendapatannya terhadap pendapatan total rumah tangga. Responden dalam penelitian ini memiliki peran ganda yaitu sebagai ibu rumah tangga juga sebagai pengrajin anyaman purun. Curahan waktu kerja responden pada usaha anyaman purun ini berkisar antara 4 sampai 6 jam setiap harinya. Penerimaan yang didapat responden pada usaha ini rata-rata Rp 442.286 perbulan dan total biaya eksplisitnya adalah Rp 82.052 perbulan. Rata-rata pendapatan responden dalam penelitian ini adalah Rp 360.234 perbulan. Pendapatan total rumah tangga reponden diperoleh dari pendapatan responden dan pendapatan anggota keluarga lainnya yang bekerja. Rata-rata pendapatan total rumah tangga responden Rp 1.305.948 perbulan. Konstribusi pendapatan responden terhadap pendapatan total rumah tangga sebesar 27,54%.
Korelasi Faktor Internal dan Eksternal Petani Terhadap Motivasi Petani dalam Usahatani Bunga Melati di Desa Jingah Habang Ilir Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Mariyani Ayu Lestari; Usamah Hanafie; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.1995

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis serta didukung agroklimat yang bagus menjadikan Indonesia sebagai daerah yang berpotensi baik bagi berkembangnya komoditas hortikultura seperti jenis bunga yang dapat berlangsung sepanjang tahun. Pada awalnya fokus perhatian masyarakat hanya tertuju pada pemenuhan kebutuhan mendasar atau kebutuhan keseharian mereka seperti makanan, tempat tinggal, pakaian, sekolah dan kesehatan. Namun saat ini kebutuhan akan keindahan serta kenyamanan sekitar juga sudah termasuk sebagai kebutuhan. Bunga melati merupakan salah satu komoditas utama di Desa Jingah Habang Ilir dan merupakan usahatani yang menjadi mata pencaharian petani. Sudah menjadi budaya atau adat istiadat masyarakat setempat menggunakan bunga melati apabila ada acara-acara besar seperti pernikahan, maulid nabi maupun untuk ziarah makam. Bunga melati tidak hanya langsung digunakan setelah dipetik, untuk acara tertentu para petani maupun pengrajin bunga melati membuat kambang sarai yaitu bunga melati, mawar, kenanga, kembang sepatu dan lainnya dirangkai oleh tangan terampil untuk membuat sebuah rangkaian bunga. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat motivasi petani serta hubungan faktor internal dan juga eksternal petani terhadap tingkat motivasi petani itu sendiri. Untuk data yang digunakan merupakan data primer dan juga sekunder. Jumlah sampel yang diambil untuk penelitian yang dilakukan adalah 30 orang petani dari 4 kelompok tani. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat motivasi petani dalam usahatani bunga melati sebesar 81,92% dan termasuk dalam kategori tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan dan resiko usahatani terhadap motivasi petani. Sedangkan pendidikan, pengalaman berusahatani serta peran kelembagaan tidak memiliki hubungan terhadap tingkat motivasi petani. Kata kunci: motivasi, usahatani, bunga melati
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TELUR ASIN DI KOTA BANJARMASIN (STUDI KASUS PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA ANNIDA BERKAH UTAMA) Syaprudin Ilham; Usamah Hanafie; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i4.2928

Abstract

Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, terjadi penambahan unit usaha industri sebanyak 3.071 unit pada tahun 2015, dengan jumlah unit industri mencapai 66.432 unit. Sedangkan nilai investasi yang terjadi pada usaha industri sebesar 6,65 triliun atau tumbuh sebesar 41,27%. Salah satu usaha Banjarmasin industri pengolahan telur asin yang berbahan baku telur itik yaitu industri rumah tangga Annida Berkah Utama. Usaha ini sudah berdiri kurang lebih 8 tahun yaitu dari tahun 2011. Tujuan penelitian untuk mengetahui perkembangan usaha telur asin pada industri rumah tangga Annida Berkah Utama, mengetahui besar biaya, penerimaan, keuntungan serta kelayakan usaha, menghitung titik impas atau break even point serta mengetahui permasalahan pada industri. Data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu responden hanya satu orang. Analisis yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan total biaya tetap sebesar Rp 3.992.000 yang di dapat dari total penyusutan peralatan di tambah dengan biaya pajak bumi dan bangunan.Total biaya variabel selama satu tahun Rp 135.832.500. Biaya Total sebesar Rp 139.824.500 didapat dari biaya tetap perbulan di tambah dengan biaya variabel perbulan. Penerimaan sebesar Rp 184.000.000 selama satu tahun. Keuntungan selama satu tahun sebesar Rp 44.175.500. RCR menunjukkan bahwa setiap Rp 1,00 biaya yang dikeluarkan memberikan penerimaan sebesar Rp 1,31 Juli 2017, Rp 1,31 Agustus 2017, Rp 1,32 September 2017, Rp 1,32 Oktober 2017, Rp 1,31 November 2017, Rp 1,31 Desember 2017, Rp1,32 Januari 2018, Rp1,32 Februari 2018, Rp1,32 Maret 2018, Rp1,32 April 2018, Rp 1,31 Mei 2018 dan Rp 1,32 Juni 2018. Karena RCR > 1 maka dapat ditarik kesimpulan industri pengolahan telur asin ini layak untuk diteruskan. Break even point berdasarkan jumlah produksi minimal dihasilkan sebesar 953 kotak, berdasarkan jumlah penjualan minimal dalam (Rp) sebesar Rp 15.249.452, berdasarkan break even price sebesar Rp 12.159.
Analisis Keuntungan Usahatani Melati (Jasminum sambac) di Desa Jingah Habang Ilir, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar Ika Irana Arbiassari; Usamah Hanafie; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.811

Abstract

Tanaman hias semakin berkembang pada saat ini, Kalimantan Selatan salah satu daerah yang mengembangkan tanaman hias, karena memiliki daerah yang tropis sehingga sangat cocok untuk bertanam tanaman hortikultura seperti bunga melati. Khususnya di Kabupaten Banjar banyak terdapat makam-makam dan tempat bersejarah dimana tidak pernah sepi akan pengunjung, sehingga permintaan terhadap bunga melati akan selalu ada bahkan bisa meningkat pada saat peringatan hari-hari besar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani melati, menganalisis berapa besar kontribusi pendapatan usahatani melati terhadap keseluruhan pendapatan keluarga petani, menganalisis kelayakan usahatani melati, dan mengetahui permasalahan yang dihadapi petani menyangkut usahatani melati. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive sampling), yaitu memilih wilayah yang memproduksi tanaman melati. Sebanyak 39 petani responden diambil sebagai sampel, menentukan jumlah sampel yang bisa mewakili masing-masing kelompok menggunakan metode Proportionated Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya rata-rata sebesar Rp 11.489.666/usahatani atau Rp 90.891.877/ha, penerimaan rata-rata sebesar Rp 29.529.739/usahatani atau sebesar Rp 233.602.396/ha, pendapatan rata-rata sebesar Rp 24.302.078/usahatani atau sebesar Rp 192.247.673/ha, keuntungan rata-rata sebesar Rp 18.040.0738/usahatani atau sebesar Rp 142.710.519/ha. Hasil kontribusi pendapatan usahatani melati terhadap keseluruhan pendapatan petani responden diperoleh persentase sebesar 76%. Hasil kelayakan usahatani/ RCR memiliki nilai sebesar 2,57 ini berarti dapat dikatakan usaha ini layak untuk diusahakan. Permasalahan yang dihadapi petani responden yaitu produksi melati di Desa Jingah Habang Ilir per usahatani masih sangat kurang dari standar rata-rata produksi bunga melati, belum ada nilai tambah dari pasca panen usahatani melati pasca panen dan bunga melati rentan terkena serangan hama dan penyakit. Kata kunci: bunga melati, Jasminum sambac, analisis keuntungan, kontribusi, usahatani