Usamah Hanafie
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 54 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEUNTUNGAN USAHA TANAMAN HIAS (PT. Antorium Setia Sofi Desa Sungai Dua Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu) Anggrio Branta Mukti; Usamah Hanafie; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13061

Abstract

Prospek bisnis yang dimiliki tanaman hias cukup menjanjikan. Usaha tanaman hias ini perlu dibimbing agar dapat tumbuh dan berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat sekitar. Oleh karena itu diperlukan penelitian mengenai kelayakan dan keuntungan usaha tanaman hias tersebut agar dapat dipakai sebagai pertimbangan oleh pengusaha dalam menjalankan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai jenis tanaman hias yang dijadikan usaha dan menganalisis biaya, penerimaan dan keuntungan yang diperoleh dari usaha tanaman hias PT. Antorium Setia Sofi. Studi ini memanfaatkan data primer dan sekunde. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode studi kasus, sehingga pengambilan contoh dilakukan dengan metode pengambilan sampel secara sengaja (purposive) dengan sampel yaitu direktur serta karyawan PT. Antorium Setia Sofi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan rumus biaya, penerimaan dan keuntungan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sepuluh jenis tanaman hias diperhitungkan keuntungannya yang meliputi tanaman hias Walisongo, kacang hias, ararea, beauty taiwan, antorium, palm, Dracaena, melati, anggrek dan mawar. Keuntungan yang didapatkan dalam 3 bulan terakhir rata-rata sebesar Rp 9.691.667. Efisiensi usaha tanaman hias didapatkan dengan cara analisis R/C dengan hasil sebesar 1,13. Definisi R/C terhadap pengeluaran keseluruhan sebesar 1,13 adalah untuk setiap Rp 1,00 yang diterbitkan oleh PT. Antorium Setia Sofi akan meraih laba sejumlah Rp 1,13. Berdasarkan analisis tersebut, diketahui bahwa penjualan tanaman hias yang dijalankan oleh PT.Antorium Setia Sofi menguntungkan untuk dijalankan atau dikembangkan.
Strategi Pengembangan Usaha Pengolahan Keripik Singkong Borneo Di Desa Cindai Alus Widia Ariyanti; Umi Salawati; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12264

Abstract

Singkong sangat fleksibel diolah menjadi produk makanan, baik secara langsung maupun tidak langsung maka dari itu munculah sebuah ide mengenai pengembangan produk olahan singkong menjadi salah satu bagian kuliner saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor internal dan eksternal dan menganalisis strategi pengembangan usaha keripik singkong Borneo dengan analisis SWOT. Tempat penelitian berlokasi di Jalan Kebun Raya No,95 RT 05 Rw 02, Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, dimulai sejak bulan April 2023. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan matriks posisi yang diperoleh dari perhitugan bobot X rating diketahui posisi kuadran usaha keripik singkong Borneo terletak pada kuadran V dengan strategi mempertahankan dan pelihara dengan rata rata 2,0 – 2,99. Dari hasil penggabungan dan pencocokan matriks IE melalui hasil IFE dan EFE diperoleh divisi sel 5 yaitu melaksanakan strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Dari hasil analisis SWOT diketahui faktor kekuatan adalah terjaganya kualitas serta kuantitas produk, faktor kelemahan adalah kurangnya promosi dan inovasi baik segi rasa maupun produk, faktor peluang adalah permintaan akan produk keripik singkong cukup tinggi dan harga produk lebih murah dibandingkan produk sejenis, faktor ancaman adalah merek dagang yang tidak dicantumkan dan banyaknya perusahaan sejenis
Analisis Finansial Usaha Rumah Jamur Tiram Semesta Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan Lindy Karlina; Mira Yulianti; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7825

Abstract

Jamur tiram putih merupakan jenis jamur yang sudah banyak dibudidayakan untuk produksi komersil. Hal ini disebabkan oleh biaya produksi yang tidak terlalu mahal, serta tingginya permintaan akan jamur tiram. Tujuan penelitian menganalisis besar biaya, penerimaan, keuntungan, Break Event Point dan permasalahan yang dihadapi Usaha Rumah Jamur Tiram Semesta Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan. Analisis dilakukan dengan pendekatan besar biaya, penerimaan, keuntungan dan BEP (Break Event Point) serta deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, total biaya yang dikeluarkan selama satu periode sebesar Rp 6.550.139, penerimaan yang diperoleh Rp 10.534.000, keuntungan Rp 3.983.861. Adapun minimal produksi yang harus dihasilkan agar tidak mengalami kerugian adalah sebesar 188kg/1 periode (3 bulan) dan pendapatan minimal yang harus diperoleh sebesar Rp 4.277.906 agar usaha tidak mengalami kerugian. Nilai produksi yang dihasilkan oleh usaha rumah jamur tiram Semesta lebih besar dari nilai produksi minimal ( 458 kg ˃ 188 kg) dan berdasarkan penelitian penerimaan per 1 periode (3 bulan) dari penjualan produksi jamur tiram segar pada usaha budidaya jamur tiram Semesta lebih besar dari penerimaan minimal yang harus didapatkan (Rp 10.534.000 > Rp 4.277.906). Maka dapat dikatakan bahwa usaha budidaya jamur tiram Semesta layak untuk diusahakan. Pada usaha rumah jamur tiram Semesta mempunyai masalah kesulitan dalam hal manajemen permodalan dan banyaknya permintaan konsumen yang tidak terpenuhi.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL BAGI ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) DI KOTA BANJARBARU Azahra Aprilia Noor Risky; Usamah Hanafie; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13032

Abstract

Media sosial merupakan medium di internet yang memungkinkan penggunanya berinteraksi secara virtual dan memberikan dampak besar pada kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana pemanfaatan media sosial bagi petani wanita yang memiliki peran ganda dimana ia harus bertani dan disamping itu ia juga harus mengurus rumah tangganya, serta menganalisis manfaat dan hambatan penggunaan media sosial. Pengambilan sampel digunakan metode proporsionate random sampling dan analisis data digunakan metode analisis deskriptif kuantitatif menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial yang paling banyak digunakan oleh petani wanita adalah WhatsApp, Youtube, dan Facebook. Mayoritas responden mengakses WhatsApp, Facebook, dan Youtube untuk kebutuhan informasi. Tidak ada media sosial yang dominan diakses responden sebagai media pendidikan. Sedangkan media sosial yang digunakan sebagai media mempengaruhi adalah WhatsApp dan Yotube. Sementara itu, sebagai hiburan, media sosial yang diakses adalah Instagram, Facebook, dan Tiktok. Manfaat yang paling besar dirasakan adalah peningkatan interaksi sosial antar petani maupun penyuluh. Sedangkan hambatan yang paling besar dirasakan adalah keterbatasan diri sendiri dalam meggunakan media sosial.
SISTEM AGRIBISNIS USAHA KACANG JARUK DI DESA TELUK MESJID KECAMATAN HARUYAN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH (Studi Kasus Kacang Jaruk Dua Putri) Nahdatul Hikmah; Ahmad Yousuf Kurniawan; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13062

Abstract

Salah satu agroindustri yang dikembangkan di Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah industri kacang jaruk yang berjumlah 15 industri. Salah satunya Usaha Kacang Jaruk Ibu Norlaila dengan nama merk Kacang Jaruk Dua Putri adalah salah satu yang cukup berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pasokandan harga bahan baku utama, keuntungan, kelayakan, saluran pemasaran. Metode yang akan digunakan dalam memilih responden pengusaha kacang jaruk dan pemasok kacang tanah adalah purposive sampling dan penentuan responden penjual dengan teknik snowball. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha kacang jaruk mengeluarkan total biaya Rp 484.340.913 yang terdiri dari 15,6%biaya tetap dan 84,4 % biaya variabel. Penerimaan dalam selama tahun 2022 Rp 707.576.000, keuntungan Rp 223.235.087 dan kelayakan RCR 1,46. Margin pemasaran termasuk perantara tingkat satu karena dari produsen melalui penjual menuju ke konsumen akhir. Keuntungan yang diterima produsen dalam satu bungkus kemasan plastik klip sebesar Rp 3.000 plastik klip dan 7.000 plastik roll untuk toko/perantara mendapatkan keuntungan sebesar Rp2.000 plastik klip dan 5.000 plastik roll dari konsumen.
Strategi Pemasaran Kerupuk Nasi di Kelurahan Lepasan Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala (Studi Kasus Kerupuk Nasi Cap Jembatan Rumpiang) Komariah Komariah; Usamah Hanafie; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7827

Abstract

Kerupuk nasi cap Jembatan Rumpiang sebagai salah satu produk olahan, yang dijual langsung ke pembeli. Sehingga perlu strategi pemasaran agar terjadi peningkatan jumlah penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses produksi pembuatan kerupuk nasi, mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada kerupuk nasi cap Jembatan Rumpiang, dan menentukan strategi pemasaran kerupuk nasi menggunakan analisis SWOT. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi dua macam data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari sumber atau objek yang diteliti melalui pengisian kuesioner dan wawancara. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait, seperti Dinas Koperasi dan Industri Perdagangan Kabupaten Barito Kuala. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan matriks IE, posisi perusahaan industri kerupuk nasi cap Jembatan Rumpiang berada pada sel I yaitu tumbuh dan membangun (growth and build). Sedangkan berdasarkan diagram SWOT posisi usaha industri kerupuk nasi cap Jembatan Rumpiang untuk pemasaran produk terletak di kuadran I.
Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan Positif Space & Eatery Banjarbaru Muhammad Rizqi Aulia; Umi Salawati; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i1.14658

Abstract

Tren minum kopi kini menjadi populer bagi kalangan masyarakat, dengan hadirnya kafe atau coffee shop yang berkembang pesat menyebabkan persaingan bisnis semakin ketat, baik dari segi produk, fasilitas, maupun pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat harapan dan kinerja, serta mengidentifikasi atribut untuk meningkatkan kepuasan konsumen di Positif Space & Eatery Banjarbaru. Penelitian ini dimulai dari bulan Agustus 2024 hingga November 2024. Metode penarikan contoh menggunakan teknik accidental sampling yang dibantu alat berupa kuesioner. Variabel yang diukur menggunakan metode SERVQUAL (Service Quality) atau kualitas pelayanan terdiri dari 6 (enam) dimensi, yaitu penampilan fisik tempat, penampilan fisik barista, kehandalan, tanggapan, kepastian, dan empati. Analisis yang digunakan adalah Importance-Performance Analysis (IPA). Berdasarkan hasil penelitian bahwa skor rata-rata tingkat harapan sebesar 4,30 kategori “Sangat Penting” sedangkan tingkat kinerja sebesar 4,06 kategori “Memuaskan”. Pada diagram Kartesius menunjukkan bahwa dari 28 atribut, terdapat 2 atribut berada di kuadran A yang menjadi prioritas untuk diperbaiki, 16 atribut berada di kuadran B menjadi atribut yang memberikan hasil yang memuaskan sehingga perlu mempertahankan kinerja pelayanan, 9 atribut berada di kuadran C yang dapat dipertimbangkan kembali karena pengaruhnya kecil terhadap kepuasan konsumen, dan 1 atribut berada di kuadran D dianggap kurang penting oleh konsumen tetapi memberikan pelayanan yang baik.
Analisis Usaha Pengolahan Keripik Singkong Ikhwan Cap Bintang di Desa Sidorejo Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala Nisa Nisa; Usamah Hanafie; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i3.595

Abstract

Dilihat dari banyaknya persaingan usaha produk pangan yang terjadi dipasar saat ini dalam setiap usaha yang dikerjakan  perlu adanya analisis usaha guna untuk mengetahui apakah usaha yang dikerjakan menguntungkan dan apakah layak untuk diusahakan. Selama ini usaha pengolahan Keripik Singkong Ikhwan Cap Bintang tidak pernah mengerjakan analisis usaha baik dari segi biaya, penerimaan maupun keuntungan. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahui proses dari kegiatan usaha pengolahan keripik singkong Ikhwan Cap Bintang, untuk mengetahui besarnya biaya yang digunakan, penerimaan, keuntungan, kelayakan usaha, titik impas serta permasalahan yang dihadapi pada usaha pengolahan keripik singkong Ikhwan Cap Bintang. Data  yang  dikumpulkan dalam  penelitian  ini  terdiri dari data primer dan data sekunder, penelitian ini  merupakan studi kasus. Biaya  total  yang  dikeluarkan  oleh  usaha  keripik  singkong  Ikhwan  Cap Bintang  selama 1 bulan  produksi  pada  bulan  Mei  2017  sebesar  Rp. 16.914.905,-  dengan  total  penerimaan  sebesar  Rp. 22.400.000,- dengan keuntungan  sebesar   Rp. 5.485.094,-. Kelayakan usaha/ RCR usaha pengolahan keripik singkong Ikhwan Cap Bintang pada bulan Mei 2017 memiliki nilai yaitu sebesar 1,32 ini berarti usaha ini dapat dikatakan layak untuk diusahakan. Titik impas (Break Even Point) pada usaha pengolahan keripik singkong Ikhwan Cap Bintang untuk kemasan besar sebesar 1.422 bungkus dan untuk kemasan kecil sebesar 6.487 serta  jumlah penjualan untuk kemasan besar sebesar Rp. 5.686.459,- dan untuk kemasan kecil sebesar Rp. 6.487.369,-. Permasalahan yang dihadapi oleh usaha pengolahan keripik singkong ikhwan cap bintang ini yaitu dilihat dari segi permodalan, produksi, persediaan bahan baku dan pemasaran. Kata kunci : Studi kasus, Keripik singkong, Analisis usaha
Tingkat Kesejahteraan Buruh Tani Tanaman Pangan di Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Danhartani Danhartani; Eka Radiah; Usamah Hanafie
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 2, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v2i3.20706

Abstract

The study is purposed to know landless farmers welfare and to identify their problems. Landless farmer refers to farmer who cultivate crop in agricultural land owned by others. From 278 landless farmers, 30 per cent (83 farmers) were randomly selected as respondents. About 66.27 per cent of respondent work with 1 – 2.5 hectares, while the rest work with 3 – 3.5 hectares. The study finds, landless farmer in Kecamatan Aluh-Aluh are below the poverty line as their income only Rp 19,102 below World Bank standard US$ 2 per day (Rp. 19,800). The study also finds that farmer who works on 1 – 2.5 hectares has income below Rp 9,800, while farmers who work with 3 – 3.5 hectares generate income more than Rp 9,800. Problem faced by farmers are: low yield price in harvest season, unavailable of credit, and sea-water intrusion which lead to harvest failure.
Motivasi Petani Menanam Padi Varietas Lokal (Siam) di Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Ristiani Ristiani; Nina Budiwati; Usamah Hanafie
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v4i1.21914

Abstract

Agricultural sector has important role in economic development of Kabupaten Hulu Sungai Tengah. This area is food basket for the province as well as the buffer of national food security. Around 70% of people rely on agricultural sector, including subsector of crop, horticulture, plantation, husbandry, and fishery . The study is purposed : (1) to understand the farmer motivation in growing local variety; (2) to analyze the correlation between selected factors d (ie.: seed availability , last year rice productivity, and rice price) and farmer motivation to cultivate local variety; and (3) to identify the obstacles of local variety cultivation, The farmers motivation in growing local variety is categorized as medium (score 79.37%). This motivation is also not correlated to the seed availability, last year rice productivity, and rice price. Meanwhile, the brown planthopper outbreak is the biggest challenge. The pest causes dried leaves and stem, which lead to the harvest loss.