Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Implementasi Human Resource Information System (HRIS) terhadap Efisiensi Pengelolaan SDM di Era Digital Lase, Falestina; Halawa, Forman; Waruwu, Eliyunus
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.456

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong organisasi untuk mengadopsi Human Resource Information System (HRIS) guna meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan sumber daya manusia di era digital. Implementasi HRIS tidak hanya mempermudah pengolahan data kepegawaian, tetapi juga menyediakan informasi yang lebih cepat dan berkualitas sebagai dasar pengambilan keputusan manajerial. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan HRIS berkontribusi pada peningkatan kinerja pegawai, efektivitas proses administrasi, serta integrasi fungsi-fungsi SDM secara lebih terstruktur. Namun demikian, pemanfaatan HRIS masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain kesiapan organisasi, kompetensi pengguna, dan dukungan infrastruktur teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi HRIS terhadap efisiensi pengelolaan SDM dengan meninjau aspek kecepatan proses, ketepatan data, dan kualitas layanan administrasi kepegawaian. Pendekatan yang digunakan berupa kajian pustaka terhadap berbagai hasil penelitian terkini yang relevan dengan topik HRIS dan manajemen SDM di era digital. Temuan penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai peran strategis HRIS bagi organisasi, serta menjadi dasar pertimbangan dalam merancang kebijakan dan langkah implementasi sistem yang lebih optimal.
Sustainable Human Resource Management Sebagai Strategi Penguatan Keberlanjutan Organisasi Halawa, Mentalisman; Halawa, Forman; Waruwu, Eliyunus
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.471

Abstract

Sustainable Human Resource Management (SHRM) merupakan pendekatan pengelolaan sumber daya manusia yang mengintegrasikan tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan ke dalam kebijakan serta praktik SDM secara berkelanjutan. Dalam pendekatan ini, Green Human Resource Management (Green HRM) menjadi salah satu instrumen utama untuk mendorong perilaku hijau karyawan dan membangun budaya organisasi yang peduli lingkungan. Artikel ini bertujuan menganalisis peran SHRM, khususnya melalui praktik Green HRM, sebagai strategi penguatan keberlanjutan organisasi dengan menelaah berbagai hasil penelitian empiris pada beragam sektor seperti perbankan, pariwisata, industri manufaktur, dan jasa lainnya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan meninjau artikel ilmiah yang membahas hubungan praktik Green HRM, budaya organisasi hijau, kinerja lingkungan, dan kinerja berkelanjutan organisasi dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik Green HRM, antara lain rekrutmen dan seleksi hijau, pelatihan dan pengembangan kompetensi hijau, integrasi indikator lingkungan dalam penilaian kinerja, serta sistem penghargaan yang mendorong perilaku pro-lingkungan, berkontribusi terhadap peningkatan perilaku hijau karyawan, kinerja lingkungan, dan keberlanjutan perusahaan. Selain itu, penerapan manajemen SDM berkelanjutan membantu organisasi menyelaraskan tujuan bisnis dengan tuntutan keberlanjutan sehingga memperkuat kinerja organisasi secara menyeluruh dan mendukung keunggulan bersaing jangka panjang. Temuan tersebut menegaskan bahwa SHRM dapat dimanfaatkan sebagai strategi penting untuk memperkuat keberlanjutan organisasi dengan menempatkan SDM sebagai aktor utama dalam transformasi hijau.
Peran Budaya Organisasi dalam Mengimplementasikan Praktik HR yang Berkelanjutan Mendrofa, Arini Rahmi; Halawa, Forman; Waruwu, Eliyunus
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.475

Abstract

Praktik Human Resource Management (HRM) berkelanjutan menjadi perhatian penting dalam organisasi modern karena tuntutan global terhadap keberlanjutan. Budaya organisasi terbukti berperan sebagai faktor penguat yang memfasilitasi penerapan praktik HR yang mendukung keberlanjutan, seperti green recruitment, pelatihan berbasis keberlanjutan, penilaian kinerja ramah lingkungan, serta insentif berbasis perilaku pro-lingkungan. Penelitian ini mengkaji bagaimana budaya organisasi mendorong internalisasi nilai keberlanjutan dalam praktik HR melalui pendekatan studi literatur terhadap publikasi 5 tahun terakhir. Temuan menunjukkan bahwa budaya organisasi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi inovasi berkontribusi signifikan dalam mendorongketerlibatan karyawan serta efektivitas implementasi Sustainable HRM. Hasil kajian menegaskan bahwa keberhasilan HR berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi sangat ditopang oleh budaya organisasi yang mampu memfasilitasi perubahan perilaku dan komitmen jangka panjang.
Sustainable Human Resource Management: Analisis Komprehensif terhadap Konsep, Praktik, dan Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia yang Berkelanjutan dalam Organisasi Modern Hulu, Paul Hesed; Halawa, Forman; Waruwu, Eliyunus
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.476

Abstract

Pengelolaan sumber daya manusia yang berkelanjutan atau Sustainable Human Resource Management (Sustainable HRM) merupakan pendekatan strategis dalam manajemen modern yang mengintegrasikan aspek keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan ke dalam seluruh fungsi HR. Pendekatan ini lahir sebagai respon terhadap tantangan organisasi di era global yang dihadapkan pada tuntutan efisiensi, produktivitas, kesejahteraan karyawan, serta tanggung jawab jangka panjang terhadap masyarakat. Sustainable HRM berupaya menciptakan praktik HR yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian tujuan organisasi, tetapi juga mempertimbangkan keberlangsungan hubungan industrial, perlindungan hak karyawan, pengurangan dampak lingkungan, serta stabilitas operasional jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dasar Sustainable HRM, mengidentifikasi praktik-praktik HR berkelanjutan yang umum diterapkan di organisasi modern, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap kinerja karyawan dan keberlanjutan organisasi. Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan analisis pada referensi primer lima tahun terakhir yang relevan dengan tema keberlanjutan HR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Sustainable HRM berdampak signifikan terhadap peningkatan employee well-being, retensi karyawan, produktivitas, dan reputasi perusahaan. Selain itu, keberhasilan implementasi Sustainable HRM sangat dipengaruhi oleh komitmen kepemimpinan, budaya organisasi yang adaptif, serta integrasi strategi keberlanjutan dalam kebijakan HR. Penelitian ini juga menegaskan perlunya organisasi di Indonesia memperkuat kebijakan HR berkelanjutan agar mampu bersaing secara global.
Pengembangan Talent Management melalui Strategi Reskilling dan Upskilling: Tinjauan Literatur dalam Perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia Tanjung , Rian Hidayat Zaen; Halawa, Forman; Waruwu, Eliyunus
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.477

Abstract

Perkembangan teknologi, disrupsi digital, dan dinamika lingkungan bisnis yang semakin kompleks menuntut organisasi untuk memiliki sumber daya manusia yang adaptif dan berdaya saing. Salah satu tantangan utama yang dihadapi organisasi adalah kesenjangan keterampilan (skill gap) yang muncul akibat perubahan kebutuhan kompetensi kerja. Dalam konteks tersebut, pengembangan talent management yang terintegrasi dengan strategi reskilling dan upskilling menjadi pendekatan penting dalam manajemen sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis konsep, peran, serta penerapan Talent Management Development melalui strategi reskilling dan upskilling berdasarkan kajian literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi yang dipublikasikan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi talent management yang efektif, didukung oleh program reskilling dan upskilling yang berkelanjutan, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kompetensi karyawan, kinerja organisasi, serta kesiapan menghadapi perubahan teknologi dan pasar kerja. Selain itu, integrasi strategi pengembangan talenta dengan kebutuhan organisasi mampu meningkatkan retensi karyawan dan memperkuat keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi akademis dan praktis dalam pengembangan kebijakan manajemen sumber daya manusia yang strategis dan berorientasi masa depan.
Integrasi Green HRM Dan Prinsip DEI dalam Mewujudkan Organisasi Berkelanjutan dan Inklusif Gea, Titin; Halawa, Forman; Waruwu, Eliyunus
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.478

Abstract

Penelitian ini membahas integrasi Green Human Resource Management (GHRM) dan prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) dalam mewujudkan organisasi yang berkelanjutan dan inklusif. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih rendahnya penerapan praktik pengelolaan sumber daya manusia berbasis lingkungan yang disertai dengan nilai keadilan, keberagaman, dan inklusivitas di banyak organisasi. Sebagian besar organisasi hanya berfokus pada aspek lingkungan tanpa menggabungkannya dengan dimensi sosial, sehingga upaya keberlanjutan tidak berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis sejauh mana integrasi GHRM dan DEI dapat memperkuat praktik keberlanjutan organisasi serta mengidentifikasi elemen kunci yang mendorong terciptanya lingkungan kerja yang hijau, adil, dan inklusif. Metode yang digunakan adalah analisis literatur dengan meninjau artikel nasional dan internasional yang relevan dalam rentang 5–10 tahun terakhir, kemudian melakukan pengelompokan tematik untuk menemukan pola dan hubungan antarvariabel. Hasil sementara menunjukkan bahwa integrasi GHRM dan DEI berpotensi meningkatkan efektivitas program keberlanjutan organisasi sebesar 25–40 persen melalui peningkatan motivasi karyawan, rasa memiliki, serta keterlibatan dalam program lingkungan. Selain itu, penerapan nilai DEI memperkuat keberhasilan GHRM dengan menciptakan budaya kerja yang mendukung partisipasi semua karyawan. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan terpadu dalam membangun organisasi yang berkelanjutan dan inklusif.
Peran Strategis Kesehatan Mental Dalam Kesejahteraan Karyawan Waruwu, Yerilia; Halawa, Forman; Waruwu , Eliyunus
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.481

Abstract

Kesehatan mental karyawan merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan berkelanjutan. Namun, banyak organisasi masih menempatkannya sebagai isu sekunder sehingga memicu meningkatnya stres, kelelahan emosional, dan menurunnya kesejahteraan karyawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis kesehatan mental dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan dan memahami faktor–faktor utama yang memengaruhinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dengan menelaah artikel ilmiah, laporan penelitian, dan publikasi akademik terbitan tahun 2019–2024. Proses analisis dilakukan melalui identifikasi masalah, seleksi literatur, serta sintesis tematik terhadap temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa stres kerja, beban tugas yang berlebihan, konflik peran, dan kurangnya dukungan sosial merupakan penyebab utama penurunan kesehatan mental karyawan. Selain itu, dukungan organisasi melalui konseling, pelatihan manajemen stres, kebijakan kerja fleksibel, dan program bantuan karyawan terbukti mampu meningkatkan ketahanan psikologis serta kualitas kesejahteraan. Temuan juga menegaskan bahwa kesehatan mental memiliki hubungan langsung dengan produktivitas, komitmen, dan retensi tenaga kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kebijakan kesehatan mental ke dalam strategi manajemen sumber daya manusia merupakan langkah krusial untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan dan mendukung keberlanjutan organisasi.
Implementasi Talent Management Development dalam Memperkuat Kapabilitas SDM melalui Program Reskilling - Upskilling Zendrato, Kristina Natalia; Halawa, Forman; Waruwu, Eliyunus
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.483

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong organisasi untuk memperkuat kapabilitas sumber daya manusia (SDM) melalui strategi pengembangan talenta yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi talent management development dalam memperkuat kapabilitas SDM melalui program reskilling–upskilling. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terkait pelaksanaan program pengembangan kompetensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses identifikasi talenta dilakukan secara sistematis melalui analisis kinerja, potensi, dan kebutuhan strategis organisasi. Pemetaan kebutuhan kompetensi mampu mengungkap kesenjangan keterampilan yang relevan dengan tuntutan digitalisasi, sehingga program reskilling dan upskilling yang dirancang menjadi lebih tepat sasaran. Implementasi program pelatihan terbukti meningkatkan kemampuan teknis, literasi digital, serta soft skill pegawai. Evaluasi pascaprogram memperlihatkan adanya peningkatan efektivitas kerja, kesiapan menghadapi perubahan, dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi baru. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara manajemen talenta dan pengembangan kompetensi berperan strategis dalam memperkuat kapabilitas SDM secara berkelanjutan. Temuan ini memberikan manfaat praktis bagi organisasi dalam merancang model pengembangan talenta yang lebih adaptif dan sesuai dengan kebutuhan masa depan.
Analisis Implementasi Diversity, Equity, and Inclusion dalam Meningkatkan Kinerja, Produktivitas, dan Lingkungan Kerja Inklusif Karyawan Zega, Fitri Kristiani; Halawa, Forman; Waruwu, Eliyunus
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) sebagai strategi peningkatan kinerja, produktivitas, dan pembentukan lingkungan kerja yang inklusif dalam organisasi. Permasalahan penelitian berangkat dari kondisi bahwa banyak organisasi masih menghadapi tantangan terkait pengelolaan keberagaman, ketidakadilan dalam distribusi kesempatan, serta rendahnya kepedulian terhadap rasa keterlibatan karyawan. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan kinerja, munculnya konflik internal, menurunnya kreativitas, dan kurang optimalnya produktivitas kerja. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah dua puluh jurnal nasional dan internasional terbitan lima tahun terakhir yang relevan dengan konsep DEI dan manajemen sumber daya manusia. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi bagaimana penerapan DEI dapat menjadi solusi strategis untuk mengatasi permasalahan tersebut dan mendorong efektivitas kerja yang lebih tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberagaman yang dikelola dengan baik mampu meningkatkan kreativitas dan inovasi karena adanya variasi perspektif dalam proses kerja. Penerapan equity berkontribusi menciptakan kesetaraan akses terhadap kesempatan pengembangan, sehingga meningkatkan motivasi dan komitmen karyawan. Selain itu, praktik inclusion terbukti menciptakan rasa aman, dihargai, dan diterima, yang berdampak langsung pada peningkatan kolaborasi, partisipasi aktif, serta kepuasan kerja. Secara keseluruhan, implementasi DEI memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kinerja organisasi dan kualitas lingkungan kerja.
Employee Well Being And Mental Haelth Laoli, Jua Anugrah Jaya; Waruwu, Eliyunus; Halawa, Forman
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.486

Abstract

Kesejahteraan karyawan (employee well-being) dan kesehatan mental merupakan aspek fundamental yang menentukan produktivitas, kinerja, dan keberlanjutan organisasi. Dalam konteks lingkungan kerja modern yang semakin kompetitif, tekanan pekerjaan, tuntutan tugas yang meningkat, serta ketidakpastian ekonomi dapat memengaruhi kondisi psikologis karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan dan kesehatan mental karyawan, termasuk beban kerja, dukungan organisasi, keseimbangan kerja–kehidupan (work-life balance), serta iklim kerja. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei berbasis kuesioner yang melibatkan karyawan dari berbagai sektor industri. Hasil temuan menunjukkan bahwa dukungan sosial dari atasan dan rekan kerja, desain pekerjaan yang adil, serta kebijakan organisasi yang pro-kesejahteraan memiliki korelasi positif yang signifikan terhadap kesehatan mental karyawan. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi manajemen yang menempatkan well-being sebagai prioritas, seperti penyediaan program kesehatan mental, pelatihan manajemen stres, dan fleksibilitas kerja. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis dan performa kerja karyawan secara berkelanjutan.
Co-Authors Ahmad Rizki Sridadi Amol, Febriyanti Anggraini, Elfira Nadya Bate'e, Maria Magdalena Buulolo, Arlina Buulolo, Nanny Artatina Buulolo, Sanida ELIYUNUS WARUWU Fayeno Yunanda Gea, Titin Gulo, Heniwati Gulo, Menliman Joyfal Gulo, Vivid Meriah Hati Halawa, Borisman Halawa, Mentalisman Halawa, Odaligoligoziduhu Halawa, Sepriani Halawa, Yuli Arman Hardiana, Yulinda Harefa, Idarni Harefa, Mardius Harefa, Yosua Budiaman Hulu, Paul Hesed Hulu, Perlindungan Hura, Elvin Sriniat Iswanto, Dedy Kurinci, Misdar Laia, Ariston Laia, Herman Laia, Otanius Laoli, Alex Putra Berkat Laoli, Jua Anugrah Jaya Lase, Candra Eka Trisno Lase, Delipiter Lase, Falestina Marinus Gea, Marinus Mbate, Clarasiska Anasthasia Mendrofa, Arini Rahmi Mendrofa, Syah Abadi Mendrofa, Yupiter Ndruru, Fransiskus Ndruru, Yunius Odaligoziduhu Halawa Praptini Yulianti, Praptini Ramadhan, Muhammad Naufal Sarumaha, Amorege Sinaga, Hizkia Edwar Sundari, Anggie Suwandi S. Sangadji Tafonao, Atarine Tanjung , Rian Hidayat Zaen Telaumbanua, Adriannisa Telaumbanua, Aferiaman Telaumbanua, Ledi Triranto Telaumbanua, Yosua Kristian Waruwu , Eliyunus Waruwu, Asnita Julianti Waruwu, Berkat Setiawan Waruwu, Kristo Alafabe Waruwu, Leni Putri Mawati Waruwu, Novi Ratna Suryani Waruwu, Yerilia Waruwu, Yurisman Windijarto Windijarto Windjiarto, Windjiarto Zai, Melina Zain, Ine Alexsandrina Susiva Zebua, Daniel So'arota Zebua, Jeliman Netral Zebua, Michael Hasiholan Zebua, Virginia Chrismonita Zega, Fitri Kristiani Zega, Maswita Zega, Yamolala Zendrato, Amdos April Zendrato, Kristina Natalia