Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Hubungan Gender dan Self-efficacy dalam Pembelajaran Fisika SMA: Sebuah Systematic Literature Review Aprita Irawan; Tuti Hardianti; Muhammad Aswin Rangkuti
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4300

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gender dan Self-efficacy dalam pembelajaran fisika pada jenjang SMA melalui pendekatan systematic literature review. Kajian dilakukan dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020 menggunakan sumber data dari Scopus, ERIC, Web of Science, ScienceDirect, IEEE Xplore, dan Google Scholar. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa peserta didik perempuan cenderung memiliki Self-efficacy lebih rendah dibandingkan laki-laki dalam pembelajaran fisika, meskipun kemampuan akademiknya relatif setara. Faktor penyebab meliputi stereotip gender, kurangnya role model perempuan di bidang fisika, serta lingkungan belajar yang kurang inklusif. Namun, beberapa penelitian di konteks Asia, termasuk Indonesia, menunjukkan bahwa strategi pembelajaran aktif dan kolaboratif mampu mengurangi kesenjangan tersebut. Selain itu, pendekatan Elicit Confront Resolve (ECR) dinilai berpotensi meningkatkan Self-efficacy peserta didik melalui pengalaman belajar yang lebih bermakna dan konstruktif. Temuan ini menegaskan pentingnya desain pembelajaran fisika yang inklusif dan responsif gender.
Analisis Hubungan Motivational Beliefs dan Gender dengan Hasil Belajar Siswa: Tinjauan Literatur Susi Syahputri; Tuti Hardianti; Muhammad Aswin Rangkuti
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4301

Abstract

Pembelajaran fisika tidak hanya dipengaruhi oleh perangkat pembelajaran, tetapi juga sangat ditentukan oleh faktor motivational beliefs siswa. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengkaji peran konstruk motivational beliefs yang mencakup self-efficacy, interest, physics identity, perceived recognition, sense of belonging, dan peer interaction dalam konteks pembelajaran fisika, serta meninjau bagaimana perbedaan gender memengaruhi motivational beliefs dan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap berbagai referensi dari jurnal internasional dan nasional terindeks Sinta dan Scopus yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Kajian literatur menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan gender yang signifikan dalam motivational beliefs di fisika, di mana perempuan secara konsisten menunjukkan tingkat self-efficacy, interest, dan physics identity yang lebih rendah dibandingkan laki-laki. Selain itu, motivational beliefs terbukti menjadi faktor penting yang memengaruhi hasil belajar siswa dalam pembelajaran fisika. Temuan ini menyoroti pentingnya penciptaan lingkungan belajar yang inklusif guna meningkatkan motivational beliefs seluruh siswa, khususnya perempuan, dalam pembelajaran fisika.
PEMANFAATAN INTERNET OF THINGS (IOT) PADA SISTEM DRIP IRRIGATION UNTUK TANAMAN OBAT Puji Pratowo; Nurul Huda Panggabean; Aswarina Nasution; Susilawati Amdayani; Tuti Hardianti; Muhammad Nur Hudawi Pasaribu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 7 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i7.%p

Abstract

Keterbatasan lahan pekarangan dan kurang efisiennya penyiraman manual menjadi salah satu kendala dalam pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di lingkungan perkotaan. Kondisi tersebut juga dialami oleh ibu-ibu PKK Posyandu Lingkungan X Kelurahan Lalang Kecamatan Medan Sunggal yang belum memanfaatkan teknologi untuk mendukung budidaya TOGA secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui penerapan Internet of Things (IoT) pada sistem drip irrigation sebagai upaya meningkatkan efisiensi penyiraman dan pemanfaatan lahan sempit. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi observasi, Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, pelatihan budidaya TOGA, pelatihan penggunaan sistem drip irrigation berbasis IoT, instalasi alat, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dengan persentase peningkatan berkisar antara 44,8% hingga 95,0% setelah pelatihan dan pendampingan. Implementasi sistem drip irrigation berbasis IoT juga meningkatkan efisiensi penggunaan air serta mempermudah proses penyiraman tanaman. Selain menghasilkan inovasi teknis, kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan literasi teknologi, partisipasi masyarakat, terbentuknya kader pengelola TOGA, serta penguatan kapasitas komunitas dalam mengelola TOGA secara berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi tepat guna berbasis IoT dapat menjadi alternatif pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pengembangan smart agriculture skala rumah tangga di kawasan perkotaan
Digitalisasi layanan posyandu melalui implementasi timbangan balita berbasis Internet of Things (IoT) di Kelurahan Bantan Silvia Dona Sari; Yuni Warty; Abd Hakim S.; Reni Yuliana Siahaan; Yanthy Leonita Perdana Simanjuntak; Tuti Hardianti; Rita Juliani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40780

Abstract

AbstrakKeterbatasan akurasi alat ukur dan pencatatan manual pertumbuhan balita menghambat validasi data tumbuh kembang di tingkat pelayanan dasar. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini diorientasikan untuk menghilirisasi teknologi berbasis Internet of Things (IoT) melalui implementasi sistem pemantauan tumbuh kembang balita secara digital di Posyandu Melati VII, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung. Sistem ini mengintegrasikan sensor ultrasonik dan load cell untuk mengukur tinggi serta berat badan balita secara akurat, sekaligus meningkatkan literasi digital kader. Pendekatan partisipatif dipilih sebagai metodologi pelaksanaan kegiatan, di mana alur kerjanya mencakup pemetaan kebutuhan di lapangan, implementasi perangkat di lokasi, pembekalan keterampilan digital, serta pengukuran keberhasilan program. Melalui tahapan implementasi yang dilakukan, integrasi data pengukuran yang berjalan secara otomatis serta terstandardisasi telah berhasil diwujudkan oleh sistem. Hasil PkM menunjukkan peningkatan kapasitas kognitif dan keterampilan mitra secara signifikan. Berdasarkan akumulasi skor total dari tiga domain materi (Teknologi Digital, Sistem Smart Posyandu, dan Pengoperasian Instrumen), rata-rata pemahaman kader melonjak dari 24,7% pada sesi pretest menjadi 85,5% pada sesi posttest. Kenaikan akumulatif ini mencerminkan keberhasilan transfer pengetahuan dan kesiapan psikomotorik kader dalam mengoperasikan perangkat antropometri berbasis IoT secara mandiri. Evaluasi membuktikan digitalisasi ini mengefisienkan pelayanan, memangkas antrean, dan meminimalkan human error. Meskipun terdapat delay pengiriman data dari sensor ke basis data hingga 15 detik (melebihi target 10 detik), karakteristik penundaan ini tidak mengganggu jalannya pelayanan rutin masyarakat. Kondisi tersebut mendukung kelayakan integrasi sistem Smart Health Community melalui antropometri digital yang menjadi solusi tepat guna untuk meningkatkan validitas data kesehatan, mengoptimalkan kinerja kader, dan mendukung keberlanjutan program pemantauan tumbuh kembang anak di Kelurahan Bantan. Keywords: antropometri digital; Internet of Things; kader posyandu; layanan kesehatan; tumbuh kembang balita.AbstratcLimitations in measuring tool accuracy and manual recording of toddler growth hinder the validation of developmental data at the primary care level. This Community Service (PkM) activity is oriented toward downstreaming Internet of Things (IoT)-based technology through the implementation of a digital toddler growth monitoring system at Posyandu Melati VII, Bantan Village, Medan Tembung District. The system integrates ultrasonic and load cell sensors to accurately measure toddlers' height and weight, while simultaneously enhancing the digital literacy of health cadres. A participatory approach was selected as the implementation methodology, with a workflow comprising field needs assessment, on-site device implementation, digital skills training, and program success measurement. Through the executed implementation phases, the system successfully achieved automated andstandardized integration of measurement data. On a non-technical level, the cadres' capacity increased significantly, with average material comprehension rising from 24.7% to 85.5%. Evaluation proves that this digitalization streamlines services, reduces queues, and minimizes human error. Although there is a data transmission delay from the sensors to the database of up to 15 seconds (exceeding the 10-second target), this delay characteristic does not disrupt routine community services. These conditions support the feasibility of integrating a Smart Health Community system through digital anthropometry, providing an appropriate technological solution to improve health data validity, optimize cadre performance, and support the sustainability of child growth monitoring programs in Bantan Village. Keywords: digital anthropometry; Internet of Things; posyandu cadres; health services; toddler growth and development.
Penerapan Teknologi Mekanisasi Pakan Mandiri Guna Menekan Biaya Produksi Peternak Bebek Petelur di Sidodadi Batang Kuis Deli Serdang Yuni Warty; Insan Taufik; Dewi Wulandari; Muhammad Aswin Rangkuti; Tuti Hardianti; Silvia Dona Sari; Yanthy Leonita Perdana Simanjuntak
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5273

Abstract

Usaha peternakan bebek petelur di Desa Sidodadi, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang menghadapi tingginya biaya pakan, ketergantungan pada pakan pabrikan, serta banyaknya pakan serbuk yang tercecer. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan teknologi mekanisasi pakan mandiri untuk mengubah pakan serbuk menjadi pelet, meningkatkan efisiensi konsumsi, dan menekan biaya produksi. Pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pengadaan dan instalasi mesin, pelatihan formulasi pakan, uji coba produksi, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Mitra memelihara sekitar 8.000 ekor bebek dengan kebutuhan awal 960 kg pakan per hari. Sebelum penerapan teknologi, biaya pakan mencapai Rp4.816.000 per hari dan masih menggunakan 80 kg pakan pabrikan. Setelah mesin digunakan, bahan pakan lokal dapat dicampur merata dan dibentuk menjadi pelet. Biaya pakan menurun menjadi Rp4.200.000 per hari, atau berkurang Rp616.000. Pakan pelet juga lebih seragam, tidak mudah tercecer, dan lebih optimal dikonsumsi ternak. Teknologi ini meningkatkan kemandirian peternak sekaligus mendukung keberlanjutan usaha melalui produksi pakan yang lebih efisien dan ekonomis. Rekomendasi untuk kegiatan pengabdian selanjutnya meliputi optimalisasi kapasitas mesin untuk komersialisasi pakan pelet ke peternak luar, serta hilirisasi produk pascapanen telur (seperti telur asin aneka rasa) untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi kelompok.