Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Konservasi Koleksi Di Museum Sang Nila Utama Pekanbaru Bunari, Bunari; Fikri, Asyrul; Surya Barkara, Refli; Michelle Angel, Aurora; Khoryah Sari, Nur
Estungkara: Jurnal Pengabdian Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 1 (2024): ESTUNGKARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/est.v3i1.35593

Abstract

Many collections are stored at the Sang Nila Utama Museum, even hundreds of years old. This collection varies from basic materials. Ten categories, Biology, Geology, Ethnography, Ceramology, History, Philology, Archaeology, Technology, Heraldry and Fine Arts, are used by the Snag Nila Utama Museum to categorize the types of collections. Of course, maintaining such a large collection requires proper handling, conservation and storage techniques. Of course, one museum has differences in its methods of conservation and preservation of its collections. This activity focuses on discussing the application of techniques used by the Sang Nila Utama Museum in maintaining or preserving its collections. This activity serves to preserve and maintain collection objects to make them more durable and not easily eroded by time. So that historical objects will be well preserved to continue to be preserved for future generations from generation to generation.
House of Nan Onam Tribe Kuantan Taluk State Kuantan Singingi Regency (2003-2014) Aliyah, Annisa Nur; Bunari, Bunari; Ahmal, Ahmal
Jurnal Pendidikan Amartha Vol 3, No 1 (2024): May 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpa.v3i1.1569

Abstract

This article is entitled "House of Godang, Nan Onam Tribe, Kenegerian Taluk Kuantan, Kuantan Singingi Regency (2003-2014)". The purpose of this research is to find out the history of the godang house of the Nan Onam tribe in Kenegerian Taluk Kuantan, to find out the function of the godang house of the Nan Onam tribe for the people of Kenegerian Taluk Kuantan, and what efforts can be made to maintain traditional activities at the godang house of the Nan Onam tribe in Kenegerian Taluk Kuantan. This research uses a historical approach with data collection techniques through interviews, observations and documents. This research was carried out in Keegrian Taluk Kuantan, Kuantan Singingi Regency, Riau. The data collection process starts from the heuristic stage as the process of finding or collecting historical sources, the second stage, namely verification, is the process of finding the truth from existing historical sources, the third stage, interpretation, namely the activity of interpreting the facts and data that have been obtained, then the final stage, namely historiography. is a way of writing, presenting, or reporting the results of historical research that has been carried out. The results of this research show that the Nan Onam tribe godang house was established in 2003 which was directly authorized by the Regent of Kuantan Singingi Regency, namely Mr. Asrul Ja'far, during the halal bi halal event. In general, the function of building this godang house is to make it easier for children, grandchildren, nephews and nieces to gather in one place to meet each other. The way to maintain the traditions of the Nan Onam tribe's godang house is to provide guidance to children and grandchildren regarding the customs, hold competitions every year, take part in every traditional activity carried out in the Nan Onam tribe's godang house, and not be influenced by foreign cultures due to technological improvements towards modern.
Eksistensi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Festival Pacu Sampan Leper Di Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Indragiri Hilir Ramadhan, Rizki; Bunari, Bunari; Fikri, Asyrul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2229

Abstract

Indonesia merupakan negara yang di dalamnya terdapat berbagai kebudayaan dan tradisi. Kebudayaan dan tradisi yang ada di Indonesia memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Salah satu tradisi yang terdapat di Kabupaten Indragiri Hilir yang sampai saat ini masih eksis keberadaannya yakni Pacu Sampan Leper . Tradisi Pacu Sampan leper ini merupakan tradisi yang lahir dari tengah-tengah masyarakat yang sejak dahulu selalu memanfaatkan transportasi air. Dalam penelitian ini memiliki tujuan yakni adalah: Untuk mengetahui latar belakang festival pacu sampan leper di Kabupaten Indragiri Hilir, untuk mengetahui nilai-nilai kearifan lokal dalam festival pacu sampan leper serta mengetahui upaya pelestarian festival pacu sampan leper di Kabupaten Indragiri Hilir. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Berawal dari masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir yang sejak dahulu selalu memanfaatkan transportasi sampan untuk kegiatan sehari-hari. Namun kondisi alam Inhil yang setiap tahunnya mengalami kondisi pasang surut mengakibatkan sungai-sungai yang ada di Inhil menjadi kering dan menyulitkan menggunakan sampan ketika kondisi surut. Masyarakat yang sudah terbiasa dengan kondisi alam seperti itu membuat suatu inovasi dengan menciptakan suatu transportasi yang dapat digunakan ketika kondisi surut yakni sampan leper.
Berdirinya Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Di Pekanbaru (2003-2019) Purbasara, Sindy Farzana Lutfia; Bunari, Bunari; Fikri, Asyrul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2750

Abstract

Organisasi sosial PSMTI merupakan salah satu organisasi etnis Tionghoa yang berada di Pekanbaru, dimana organisasi ini mewadahi pendapat dan aspirasi-aspirasi dari etnis Tionghoa. Organisasi sosial PSMTI di Pekanbaru berdiri pada tahun 2003. Dalam penelitian ini membahas mengenai: (1) awal mula dan latar belakang berdirinya PSMTI di Pekanbaru; (2) peranan PSMTI dalam bidang sosial, budaya, dan pendidikan; (3) tanggapan masyarakat sekitar dengan adanya organisasi PSMTI . pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode sejarah, yang dimana metode sejarah memiliki 4 tahap, yaitu: (1) Heuristik; (2) Kritik sumber; (3) Interpretasi; (4) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor pendorong orang Tionghoa datang ke Indonesia yang pertama adalah alasan ekonomi, dimana cina pada akhir abad ke-19 mengalami masalah ledakan penduduk, dan pertengahan abad ke-19 munculnya permasalahan yang mempengaruhi melonjaknya angka kemiskinan, kerusuhan dan keresahan sosial, diperburuk lagi oleh sistem kekaisaran cina yang hampir hancur, faktor pendorong yang kedua yaitu alasan politik.
Nilai dan Makna Sejarah Baju Kurung Labuh Sebagai Baju Adat Khas Riau Prayoga, Ari; Bunari, Bunari; Yuliantoro, Yuliantoro
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3331

Abstract

Indonesia memiliki begitu banyak keberagaman, baik itu keberagaman pada suku, bahasa daerah juga kebudayaan dan adat istiadat tempatan, salah satu kebudayaan yang ada adalah budaya dalam berpakaian. Baju kurung labuh adalah baju kurung khas Riau yang dipakai kaum perempuan Melayu, memiliki arti mengurung yang memakainya, baik mengurung dalam Adat juga dalam Syariat, baju kurung ini biasanya dipakai pada upacara adat, acara resmi, juga pakaian harian. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu 1) Untuk mengetahui bentuk, warna, dan motif Baju Kurung Labuh Khas Riau, 2) Untuk mengetahui nilai, makna dan filosofi dalam bentuk, warna, dan motif Baju Kurung Labuh, 3) Untuk mengetahui peran pemerintah dalam melestarikan Baju Kurung Melayu khas Riau. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode Kualitatif. Baju Kurung Labuh adalah pakaian Melayu yang khususnya dipakai oleh kaum perempuan, baju kurung labuh ini sudah ada pada zaman kerajaan-kerajaan yang ada di Riau, salah satunya adalah kerajaan Siak Sri Indrapura, pada masa kerajaan baju kurung labuh ini dikenakan oleh istri raja serta anggota keluarga kerajaan, bahkan bisa dipakai oleh masyarakat luas akan tetapi penggunaan warna dan aksesoris seperti tanjak dan kain pada pakaian disesuaikan dengan aturan adat yang ada. Baju kurung labuh ini juga terkandung makna dalam bentuk pakaiannya, yakni makna mengurung orang yang memakainya agar terhindar dari aib dan malu, juga dari fitnah dan malapetaka.
Application of Mandi Balimau Kasai Local Wisdom Values in History Learning to Improve Students' Religious Character Afrilianti, Anggi; Miftahuddin, Miftahuddin; Bunari, Bunari; Suroyo, Suroyo; Soriente, Antonia
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 29, No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v29i2p110-120

Abstract

This study aims to explore the impact of implementing Mandi Balimau Kasai local wisdom values in history education on the development of students' religious character. The research employs an experimental design with a pre-test and post-test one group design. The research subjects consist of 45 high school students in the Riau region. Data collection instruments in this study include questionnaires used to measure students' religious character. Data analysis methods involve both statistical analysis and descriptive analysis. Descriptive analysis is used to summarize students' religious character data before and after the treatment, providing a general overview of the changes in students' religious character. Statistical analysis includes paired t-tests and simple linear regression analysis. The results of the study indicate that students' religious character in the pre-test stage significantly influences their religious character in the post-test stage. A positive regression coefficient of 0.75 suggests that an increase in religious character in the pre-test stage is positively correlated with an increase in religious character in the post-test stage. Furthermore, an R-squared value of 0.74 indicates that approximately 74% of the variability in religious character in the post-test stage can be explained by students' religious character in the pre-test stage. This research provides valuable insights into the role of local wisdom values in enhancing students' religious character. However, there are limitations to the study, including the focus on Mandi Balimau Kasai as the sole local wisdom in Riau and the research subjects limited to high school students. Therefore, a recommendation for future research is to broaden the scope by examining the effectiveness of implementing other local wisdom values in a broader context. Additionally, other factors influencing students' religious character, such as the social environment, religious education, and family influences, need to be considered. The results of this study can be beneficial in developing more effective curriculum and teaching strategies to enhance students' holistic religious character development.
PERANCANGAN MEDIA VIRTUAL REALITY TOUR 3D ISTANA SAYAP DI PELALAWAN MENGGUNAKAN APLIKASI THEASYS SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH Bunari, Bunari; Rafianti, Ria; Syahputra, M. Afrillyan Dwi; Ramona, Nadia; Negara, Chandra Perwira
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v7i2p214-226

Abstract

DESIGNING A 3D VIRTUAL REALITY TOUR OF THE ISTANA SAYAP AT PELALAWAN USING THEASYS APPLICATION AS A DIGITAL HISTORY LEARNING SOURCE One of the main challenges in history education is the limited use of diverse technology in the learning process, particularly in integrating local historical content. Riau Province has numerous historical artifacts, including the Istana Sayap in Pelalawan Regency, which contains relics from the Pelalawan Sultanate that must be preserved. To address this, a new approach combining IoT (Internet of Things) technology and Virtual Reality (VR) was implemented to present historical content from a different perspective. The objectives of this project were to develop an innovative digital product featuring the historical heritage of the Istana Sayap and design VR media to meet the challenges of digital learning in the era of globalization, particularly in the field of history. User feedback indicated high satisfaction with the media, which successfully produced a VR experience of the Istana Sayap, accessible on both smartphones and laptops. Salah satu tantangan utama dalam pendidikan sejarah adalah terbatasnya penggunaan teknologi yang beragam dalam proses pembelajaran, terutama dalam mengintegrasikan konten sejarah lokal. Provinsi Riau memiliki banyak artefak bersejarah, termasuk Istana Sayap di Kabupaten Pelalawan, yang berisi peninggalan Kesultanan Pelalawan yang harus dilestarikan. Untuk mengatasi hal ini, sebuah pendekatan baru yang menggabungkan teknologi IoT (Internet of Things) dan Virtual Reality (VR) diimplementasikan untuk menyajikan konten sejarah dari sudut pandang yang berbeda. Tujuan dari proyek ini adalah untuk mengembangkan produk digital inovatif yang menampilkan warisan sejarah Istana Sayap dan merancang media VR untuk menjawab tantangan pembelajaran digital di era globalisasi, khususnya di bidang sejarah. Umpan balik dari pengguna menunjukkan kepuasan yang tinggi terhadap media tersebut, yang berhasil menghasilkan pengalaman VR Istana Sayap yang dapat diakses di smartphone dan laptop.
Implementation of History Teacher Competencies at SMA Negeri 2 Dumai City Mariani, Sakkot; Bunari, Bunari; Al Fiqri, Yanuar
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 3, No 1 (2024): March 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v3i1.1673

Abstract

A professional teacher does not only master one competency, but to be a professional teacher he must be able to master four competencies. History teachers should develop these competencies which are related to core competency (KI) 3 with the basic competencies contained therein instilling historical values. This research was conducted at SMA Negeri 2 Dumai City. The type of research used was qualitative research. The data collection methods used in this research are field observations, interviews and documentation. The data analysis techniques used in this research are data reduction, data display, and conclusion drawing. The research approach used is a descriptive qualitative research approach. The findings and discussion in this research are firstly the perspective of History Teachers at SMA Negeri 2 Dumai City regarding the importance of teacher competency and teacher competency that has been implemented well, secondly the implementation of history teacher competency at SMA Negeri 2 Dumai City, and thirdly the obstacles experienced in implementation Competency of history teachers at SMA Negeri 2 Dumai City. The first conclusion is that the teacher's perspective regarding the competence of history teachers at SMA Negeri 2 Dumai City is of the opinion that teacher competence is very important and has been well implemented. Secondly, the implementation of history teacher competence at SMA Negeri 2 Dumai City includes pedagogical competence, personality competence, social competence and professionalism competence, then the third is the obstacles experienced in implementing history teacher competence at SMA Negeri 2 Dumai City, including mastering the characteristics of students related to the teacher's ability to understand the condition of students, the curriculum transition adjustment period (the 2013 curriculum became the independent curriculum), the lack of numbers tools that support learning media, increasing professionalism for history teachers who have not participated in the PPPK program, apart from that the MMP is running ineffectively, and also obstacles in the lack of enthusiasm, attention and care of teachers in caring for students with diverse characteristics.
Pengembangan Media E-Comic Berbasis Comic Lie pada Materi Pertempuran Surabaya Kelas XI SMA Negeri 10 Pekanbaru Delfianti, Alnela; Bunari, Bunari; Asril, Asril
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol 2, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v2i2.3062

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengembangan media e-comic berbasis Comic Life pada materi pertempuran Surabaya kelas XI SMA Negeri 10 Pekanbaru. Tujuan penelitian ini bertujuan 1) untuk mengetahui pengembangan media e-comic berbasis Comic Life, 2) untuk mengetahui respon siswa terhadap kelayakan media e-comic berbasis Comic Life pada materi pertempuran Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (RD) yaitu untuk memvalidasi dan mengembangkan produk. Model pengembangan yang digunakan pada peneltian ini menggunakan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implement, Evaluate). Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah penilaian yang diberikan oleh ahli media adalah 67 dengan persentase sebesar 95,7% dan nilai validasi tersebut masuk dalam kategori “Sangat Layak”, penilaian ahli materi adalah 53 dengan persentase 88% dan masuk dalam kategori “Sangat Layak”, Penilaian dari kelompok kecil di kelas XI IPA 2 berjumlah 7 siswa sebesar 387 dengan persentase 85% dengan kategori “Sangat Layak” dan untuk kelompok besar di kelas XI IPA 5 berjumlah 34 siswa memperoleh 2030 dengan persentase 91,85% masuk kedalam kategori “Sangat Layak”. 
Pengembangan Media Komik Digital pada Materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Sebagai Sumber Belajar Siswa Kelas XI IPS Siregar, Devi Tamara; Bunari, Bunari; Asril, Asril; Ahmal, Ahmal; Antosa, Zariul
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol 2, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v2i1.1789

Abstract

Perkembangan teknologi memberikan dampak terhadap bidang pendidikan. Khususnya pengembangan media pembelajaran. Namun, dalam proses pembelajaran di lapangan masih terdapat beberapa permasalahan yang ditemukan salah satunya adalah tidak memaksimalkan penggunaan media pembelajaran sehingga masih menggunakan media pembelajaran konvensional berupa papan tulis. Selain itu, sumber belajar yang digunakan berupa buku cetak hanya berisikan teks atau tulisan saja, membuat siswa menjadi malas membaca yang berakibat pada rendahnya pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran sejarah. Untuk itu, dibutuhkan suatu pengembangan terhadap media pembelajaran agar siswa tidak merasa bosan dan suasana kelas menjadi lebih menyenangkan. Peneliti berinisiatif mengembangkan komik berbasis digital untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pencapaian hasil belajar siswa pada pelajaran sejarah indonesia. tujuan penelitian 1) untuk mengembangkan media komik digital pada materi proklamasi kemerdekaan indonesia kelas XI IPS. 2) untuk mengetahui timgkat keberhasilan belajar siswa menggunakan media komik digital. 3) untuk melihat respon siswa dan guru terhadap kelayakan media komik digital. Research and Development (RD) ini dilakukan menggunakan model ADDIE. dalam proses pembelajaran setelah di lakukan validasi oleh ahli media, materi, siswa dan guru. Hasil validasi ahli media sebesar 95% dengan katagori sangat layak, validasi ahli materi sebesar 97% dengan katagori sangat layak. Perbandingan rata-rata hasil Pretest dan Posttest siswa sebesar 84,4 dan 57,2 dengan selisih perbandingan (nilai Gain) sebesar 0,78 menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan media komik digital. Hasil kelayakan media komik berdasarkankan respon siswa dan guru sebesar 4,6 dan 4,9 dengan katagori sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran kelas XI IPS.
Co-Authors ', Esapniar ', Kamaruddin ', Nurkhasanah ', Rosmaliza Abdul Gani Absiroh, Ulil Afrilianti, Anggi Ahmad Faisal Ahmal, Ahmal Ainishifa, Hilda Akbar, Nuzu Chairu Al fiqri, Yanuar Al-Fiqri, Yanuar Ali Djamhuri Ali, Muhamat Aliyah, Annisa Nur Ani, Savitri Anjani, Silvia Aryanti, Ayu Arzyka, Zhila Tahta ASRIL ASRIL Bedriati Ibrahim Bedriati Ibrahim Bedriati Ibrahim, Bedriati Ibrahim Bedriati Citra, Delima Daviq Chairilsyah Delfianti, Alnela Dewi, Sundari Eka Elna, Fitri FAHMI, YUSNI FAHMI Fakhirah, Susan Fariza, Chelsy Titivani Febriansyah, Aidil Fetra Yurita Fetra Yurita, Fetra Yurita Fetra Fikri, Asyrul Fikri, Yanuar Al Gimin Gimin Habli, Arminal Hadisaputra, Hadisaputra Hairi Padhol Hairi Padhol, Hairi Padhol Hairi Hartono, Tri Hasibuan, Rizki Ananda Hidayat, Fahril Husna, Rahmil Ida Wahyuni Ifni Aulia Nisa TM Aulia Nisa TM, Ifni Aulia Nisa TM Aulia Indriani, Lala Irfan Taufik, Irfan Isjoni Isjoni jannah, Fattahul Junianto, Wendi Katrin, Yosdalifa Kemala, Annisa Khoryah Sari, Nur Kiki Amalia Luwes, Niken Ayu Mariani, Sakkot Marwoto Saiman Marwoto Saiman, Marwoto Saiman Marwoto Mauliddin, M.Rezeki Ma’arif, Muhammad Anas Michelle Angel, Aurora Miftahuddin Miftahuddin Muallipa, Aini MUHAMMAD HASBI Muhammad, Fandy Nadia Nadia Nadila, Siti Nashrullah E. Nugroho, Nashrullah E. Natalia S, Merri Negara, Chandra Perwira Nirmawan, Muhammad Nanda Novriani, Alya Surya Nurlita, Efni Nusantari, Indah Pilihan, Khori Prayoga, Ari Purbasara, Sindy Farzana Lutfia Purnama, Mairika Purnamasari, Reski Putri, Musni Hidayah Putri, Siska Maulana Putriana, Pima Rafianti, Ria Ramona, Nadia Refli Surya Barkara Ridwan Melay Melay, Ridwan Melay Ridwan Melay, Ridwan Rizki Ramadhan Rustalena, Rustalena Saidina, Alvita Mayu Sandy, Kurnia Septiani, Viska Septiyana, Ana Setiawan, Johan Sibuea, Monica Lawrence Siregar, Devi Tamara Siregar, Rinaldi Afriadi Sofindra, Viola Enjela Soriente, Antonia Sri Widyaningsih Sudirman Sudirman Sumarno . Suroyo Suroyo Syahputra, M. Afrillyan Dwi Tambun, Frengki Krisyonalvin Halomoan Tugiman Tugiman Turisno, Turisno Wahyuni, Lely Yanuar Al-Fiqri, Yanuar Yulia Yulia Yuliana, Fitri Iska Yuliana, Mamik Yuliantoro, Yuliantoro Yuliska, Yuliska Zariul Antosa