Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kapasitas Pondok Pesantren Muhammadiyah Melalui Pendampingan Program Tahfizul Qur’an dengan Metode Tabarak Luthfiyah Luthfiyah; Ade S Anhar; Ruslan Ruslan; Rahmah Rahmah
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v1i2.64

Abstract

Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kondisi pesantren Muhammadiyah yang belum menunjukkan perkembangan secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya program unggulan yang menjadi branding sekaligus yang menjadi ciri khas pesantren. Oleh karena itu pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan metode tabarak yang bermanfaat bagi pengembangan hafalan Alquran santri/wati. Selain itu juga bertujuan untuk melakukan pembinaan bagi Pembina hafalan, sehingga dapat memiliki strategi, target dan capaian hafalan. Muaranya adalah pengembangan kapasitas pesantren melalui program tahfidz dengan metode tabarak tersebut. Sasaran pengabdian adalah santri/wati yang mengikuti program tahfidz sebanyak 30 orang dan ustadz Pembina hafalan sebanyak 4 orang. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah PAR, karena hakikatnya para santri/wati telah memiliki potensi dalam menghafal. Akan tetapi tidak dibarengi dengan penerapan metode menghafal yang tepat. Sehingga tidak tampak progressivitas dan hanya berjalan ala kadarnya saja. Padahal dengan penerapan metode yang tepat dapat menghantarkan santri menjadi hafidz hafidzah yang unggul sekaligus mewujudkan pesantren untuk menjadi lembaga pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya Bima
Pendampingan Penjaminan Mutu Sekolah/Madrasah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Wilayah Nusa Tenggara Barat Syarifuddin Syarifuddin; Fathurrahman Fathurrahman; Wahyu Mulyadi; Sukrin Sukrin; Ade S Anhar; Sri Jamilah; Fathir Fathir; Dewi Sartika
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v3i1.212

Abstract

  Kegiatan Pendampingan Penjaminan Mutu Sekolah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Wilayah Nusa Tenggara Barat oleh Fasilitator Pimpinan Pusat merupakan upaya strategis untuk memperkuat tata kelola dan kualitas layanan pendidikan Muhammadiyah melalui penguatan sistem penjaminan mutu internal sekolah. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih beragamnya tingkat pemahaman dan praktik penjaminan mutu di sekolah sekolah AUM, baik pada jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, maupun Madrasah Aliyah, khususnya dalam menghadapi tuntutan Standar Nasional Pendidikan dan implementasi Kurikulum Merdeka. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas kepala sekolah dan guru dalam memahami, menerapkan, serta menginternalisasikan sistem penjaminan mutu Muhammadiyah secara sistematis, berkelanjutan, dan berbasis data, Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif dan berbasis praktik yang memadukan sosialisasi, workshop, coaching, serta supervisi akademik dan manajerial. Kegiatan dilaksanakan di tiga lokasi strategis, yaitu Kota Mataram, Sumbawa Besar, dan Kota Bima, yang berfungsi sebagai pusat klaster bagi sekolah sekolah AUM di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat. Tahapan kegiatan meliputi pemetaan mutu awal melalui evaluasi diri sekolah, penguatan konseptual tentang siklus penjaminan mutu (PPEPP), pendampingan penyusunan dokumen mutu dan rencana tindak lanjut, serta monitoring dan refleksi bersama.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan komitmen kepala sekolah serta guru terhadap pentingnya penjaminan mutu sebagai bagian dari budaya kerja sekolah. Antusiasme dan partisipasi aktif peserta dari berbagai jenjang pendidikan mencerminkan tumbuhnya kesadaran kolektif untuk melakukan perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan dan pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat jejaring kolaborasi antar sekolah AUM lintas wilayah dan jenjang sebagai komunitas praktik yang saling belajar dan mendukung peningkatan mutu.
THE EFFECT OF DIFFERENTIATED LEARNING ON STUDENTS NUMERACY LITERACY AT MIS NURUL ILMI IN BIMA CITY Lulu Nadila Lestari; Agus Salam; Ade S. Anhar
Al-Ashr : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 10 No 2 (2025): September
Publisher : PGMI Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/alashr.v10i2.4465

Abstract

One of the current issues in basic education is the low level of students' numeracy literacy, which also occurs in MIS Nurul Ilmi, Bima City. Students tend to be passive, less enthusiastic in monotonous learning, and show difficulty in understanding the basic concepts of reading and arithmetic. This problem is exacerbated by the lack of parental support in learning outside the classroom, which has an impact on their low literacy and numeracy skills. The purpose of this study was to determine the effect of differentiated learning on students' numeracy literacy. The research method used was quantitative with descriptive statistical research and the data analysis method used was simple linear regression analysis with the help of SPSS 16.0. The data presented in this study used primary data through questionnaires and student numeracy test results. The results showed that differentiated learning did not have a significant effect on students' numeracy literacy. This was indicated by the correlation coefficient value of 0.24 and the t-test result of 1.170, which was smaller than the t-table value of 1.734. The regression coefficient of 0.24 states that each increase in the differentiated learning variable (X) only contributes 24% to the increase in numeracy literacy (Y), while the remaining 76% is influenced by other factors outside this study.
Assessing Islamic Character in Elementary School Students: A Multi-Source Educational Management Framework Rustam; Ilham; Syarifuddin; Ade S. Anhar; Muhammad Iqbal
Nidhomul Haq : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 11 No. 2 (2026): Transformative Islamic education management
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Universitas KH Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/ndhq.v11i2.360

Abstract

Islamic character assessment in elementary schools presents challenges that are at once psychometric and managerial. Curriculum mandates have grown stronger, from the National Education System Law to the Merdeka Curriculum and its Pancasila Student Profile, yet school practice remains impression-based and weakly evidenced. The gap addressed here is the absence of a framework that joins assessment methods, bias mitigation, and educational management into a design that a school can actually run. This conceptual-analytic article synthesises literature on educational assessment, affective measurement, psychometrics, and Islamic educational management to develop a multi-source assessment framework for the primary level. Islamic character is operationalised into three dimensions, namely ubudiyah, personal akhlak, and social akhlak. The analysis shows that assessment methods are systematically complementary rather than hierarchically ordered, and that most threats to validity originate in organisational conditions, not in the instrument. The proposed model triangulates evidence across teachers, parents, and students, and is delivered through three implementation packages calibrated to differing levels of school capacity. The article contributes a design in which managerial feasibility is treated as a precondition of validity rather than a concession against it. Its limitation is that the framework has not been empirically tested; subsequent work should establish content validity, inter-rater reliability, and the managerial conditions under which the packages are sustained.
Implementation of Three Centers of Education Through Synergy Between Teachers and Parents in Strengthening the Practice of Islamic Religious Education Values Ibnu Abas; Nasaruddin Nasaruddin; Umar Umar; Ade S Anhar
Nidhomul Haq : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 11 No. 2 (2026): Transformative Islamic education management
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Universitas KH Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/ndhq.v11i2.385

Abstract

Although students have an adequate cognitive understanding of the values ​​of Islamic Religious Education (PAI), various phenomena in the school, family, and community environments indicate that this knowledge has not been fully internalized in daily empirical practice, so that an educational approach is needed that can bridge the gap between aspects of knowledge, attitudes, and religious behavior through collaboration between educational centers. This study aims to analyze the implementation of synergy between teachers and parents within the framework of the Tri-Centre of Education at SDIT Annida as a strategy to strengthen the practice of Islamic Religious Education values ​​in students through the integration of the roles of schools, families, and the social environment. The study uses a qualitative approach with a case study design, involving the principal, Islamic Religious Education teachers, homeroom teachers, parents, and students as research subjects. At the same time, data is collected through observation, in-depth interviews, documentation, and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña with validity tests through triangulation of sources, techniques, and time. The results of the study indicate that synergy between teachers and parents is built through intensive communication, alignment of religious habituation programs, guidance on worship and morals at home, continuous monitoring of character development, and joint evaluations that result in consistent practice of Islamic Religious Education values ​​in students' lives at school and in the family environment. These findings confirm that the implementation of the Tri-Sentra Pendidikan is an effective collaborative model in building sustainable religious character education and can be used as a conceptual and practical reference for developing policies to strengthen character education in various Islamic elementary education units.
DESAIN PEMBELAJARAN PAUD BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER ANAK SEJAK DINI Santri; Sabrina Asy Syifa; Astri Awlia; Batari Putri; Ade S. Anhar
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v12i2.31465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji desain pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang memanfaatkan kearifan lokal sebagai upaya dalam membentuk karakter Anak Sejak Usia Dini. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penanaman nilai karakter sebagai dasar perkembangan kepribadian anak, serta perlunya mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak ke dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber informasi dalam penelitian ini melibatkan kepala sekolah, pendidik PAUD, dan sejumlah orang tua anak didik. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu memilih pihak-pihak yang dianggap memiliki informasi relevan sesuai tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis kearifan lokal dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas seperti permainan tradisional, cerita rakyat, serta praktik budaya setempat. Aktivitas tersebut mampu menanamkan nilai-nilai karakter seperti kerja sama, tanggung jawab, kejujuran, dan sikap saling menghargai pada anak. Selain itu, pembelajaran yang bersifat kontekstual dan relevan dengan lingkungan anak membantu mereka lebih mudah memahami dan menerapkan nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, desain pembelajaran berbasis kearifan lokal dinilai efektif dalam mendukung pembentukan karakter anak sejak dini.