Claim Missing Document
Check
Articles

MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MELALUI MANAJEMEN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI TK KARTIKA KOTA BIMA Rudiah Rudiah; Hendra Hendra; Ade S Anhar
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v7i2.5330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki upaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui manajemen pendidikan Anak Usia Dini di TK Kartika Kota Bima. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TK Kartika menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan guru, dan rendahnya partisipasi orang tua. Namun, dengan menerapkan manajemen pendidikan anak usia dini yang efektif, seperti pengelolaan sumber daya yang optimal dan pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan anak, kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan. Dalam konteks ini, peran aktif dari berbagai pihak, termasuk guru, orang tua, manajemen sekolah, dan pemerintah setempat, menjadi penting. Kolaborasi yang kuat antara stakeholder dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan merangsang perkembangan anak usia dini secara optimal. Hasil dari penelitian ini dapat meningkatan kualitas pembelajaran melalui manajemen pendidikan Anak Usia Dini di TK Kartika Kota Bima bukan hanya merupakan sebuah keharusan, tetapi juga sebuah investasi dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan adanya dukungan dan komitmen bersama, upaya ini akan membawa dampak positif yang luas bagi perkembangan anak-anak di masa depan.
Eksplorasi Penerapan Pendekatan Bimbingan Kelompok Berbasis Nilai Maja Labo Dahu dan Pendekatan Konvensional dalam Membentuk Perilaku Sosial Anak Usia Dini Nurrahmania Nurrahmania; Ade S. Anhar; Sulistia Indah; Israfil Israfil; Sarbudin Sarbudin; Muchlis Muchlis
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan pendekatan bimbingan kelompok berbasis nilai Maja Labo Dahu dan pendekatan konvensional dalam membentuk perilaku sosial anak usia dini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan fokus pada pemahaman mendalam terhadap proses, pengalaman, dan dampak dari kedua pendekatan bimbingan yang diterapkan di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Subjek penelitian terdiri dari guru, konselor, dan anak usia dini yang terlibat dalam kegiatan bimbingan kelompok. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan bimbingan kelompok berbasis nilai Maja Labo Dahu lebih efektif dalam membentuk perilaku sosial anak usia dini dibandingkan pendekatan konvensional. Hal ini ditunjukkan melalui peningkatan kemampuan kerja sama, empati, tanggung jawab, dan kontrol diri anak dalam kegiatan kelompok. Pendekatan berbasis nilai budaya memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna karena anak tidak hanya menerima aturan secara verbal, tetapi juga menginternalisasi nilai melalui aktivitas sosial yang kontekstual. Sementara itu, pendekatan konvensional cenderung bersifat satu arah sehingga kurang memberikan ruang interaksi aktif bagi anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa integrasi nilai budaya lokal dalam layanan bimbingan kelompok memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan perilaku sosial anak usia dini.
bahasa indonesia bahasa inggris Putri Puspita; Sukrin Sukrin; Ade S. Anhar; Ahmad
Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Vol. 7 No. 1 (2026): Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah UI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/hadlonah.v7i1.4118

Abstract

This study aims to (1) analyze the implementation of the Read Aloud and Singing methods in learning, (2) examine children's responses and involvement during learning activities, (3) Impact on the development of anti-bullying characters in early childhood. The research uses a qualitative approach with the type of case study conducted at RA Al-Ikhlas, Bima City with subjects of group B children aged 4–6 years as well as informants of school principals and classroom teachers. The data collection technique was carried out through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, while the data analysis used an interactive model by Miles and Huberman with the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawn, as well as validity test through triangulation. The results of the study show that the integration of Read Aloud and Singing methods in learning is able to support the development of anti-bullying characters, which is shown through increased empathy, social concern, mutual respect, cooperation, and a decrease in aggressive behavior in children. The implementation of learning is carried out systematically through the stages of planning, implementation, evaluation, and reflection, although there are still challenges in the form of differences in the level of understanding of children in receiving moral messages. The implication is that the integration of literacy and musical activities can be an effective learning strategy in instilling character values. Teachers are recommended to systematically integrate storytelling and singing activities into learning themes that promote empathy, tolerance, and mutual respect as an effort to strengthen anti-bullying character values in early childhood.
UPAYA GURU DALAM MENGENALKAN NILAI-NILAI AGAMA MELALUI METODE CERITA BERGAMBAR PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK DELIMA DESA KOLE Nurfaidah Nurfaidah; Ade S Anhar; Hendra hendra
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v3i1.648

Abstract

Penelitian ini berjudul Upaya Guru Dalam Mengenalkan Nilai-Nilai AgamaMelalui Metode Cerita Bergambar Pada Anak Usia 4-5 Tahun di TK DelimaDesa Kole. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Upaya GuruDalam Mengenalkan Nilai-nilai Agama Melalui Metode Cerita Bergambarpada Anak Usia 4-5 Tahun di TK Delima Desa Kole. Metode penelitianyang digunakan dalam penelitian ini penelitian kualitatif, denganteknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu: 1) Observasi, 2)Wawancara, dan 3) Dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan:1) Observasi, 2) Wawancara dan 3) Dokumentasi. Dan Teknik AnalisaData menggunakan teori Milles dan Huberman dengan Teori Modifikasi,tahun 1992, dengan empat tahap yaitu: 1) Pengumpulan Data, 2) PenyajianData, 3) Reduksi Data, dan 4) Verifikasi/Kesimpulan. Hasil penelitiannyaadalah guru dapat memperkenalkan nilai-nilai keagamaan seperti; sikapjujur, disiplin, sopan santun, suka menolong antar sesama, rendah hati dansabar. Dalam hal ini kesabaran sangat dibutuhkan bagi setiap pendidik,karena mengingat pentingnya pengenalan awal tentang nilai-nilai agamapada anak sejak dini, setiap guru harus mampu berinteraksi dengan setiapanak dan harus mampu berkomunikasi dengan baik
PERAN GURU DALAM MENANAMKAN NILAI AGAMA ANAK USIA DINI MELALUI DO’A HARIAN DAN NYANYIAN RELIGIUS MASA PANDEMI COVID-19 DI TK LAHILA Ade S Anhar; I’in Anggryani; Sukrin Sukrin
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v4i1.814

Abstract

Penanaman nilai agama melalui nyanyian religius dan pembiasaan doa harian adalah yang sangat penting untuk diperhatikan pada usia dini. Dalam hal tersebut banyak pihak yang berperan untuk itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran pendidik dalam menanamkan nilai agama pada Anak Usia Dini melalui pembiasaan doa harian dan nyanyian religius masa pandemi covid-19. Penelitian ini dilakukan di TK Lahila yang berjumlah 26 siswa dan 5 tenaga pendidik. Penelitian ini dilaksanaka pada bulan oktober. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yakni bahwa setiap sekolah memiliki cara tersendiri dalam menanamkan nilai agama pada anak. Begitu juga dengan lembaga TK Lahila memiliki metode sendiri untuk menanamkan nilai agama pada anak misalnya dengan melakukan pembiasaan bernyanyi berupa lagu-lagu islami dan terkadang juga dipadukan dengan lagu umum dan berdoa seperti doa-doa yang mudah bagi anak untuk mengingatnya.
PENERAPAN STIMULASI KOGNITIF ANAK DAN INFLANCING MINAT BELAJAR ANAK USIA DINI Jairin Jairin; Randitha Missouri; Ade S Anhar; Mar'atusholihah Mar'atusholihah
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v5i1.1217

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini, memiliki peran yang sangat strategi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan upaya mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan adalah bertujuan untuk mengembangkan kualitas manusia, sebagai suatu kegiatan yang sadar akan tujuan, maka dalam pelaksanaannya berada dalam suatu proses yang berkesinambungan dalam setiap jenis dan jenjang pendidikan semuanya berkaitan dalam suatu sistem pendidikan yang integral. Pendidikan pada hakekatnya merupakan upaya untuk mengembalikan dan meningkatkan aktifitas guru dan siswa. Minat merupakan sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat besar sekali pengaruhnya terhadap kegiatan seseorang sebab dengan minat ia akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. Minat belajar akan timbul apabila mendapatkan rangsangan dari luar. Dan kecenderungan untuk merasa tertarik pada suatu bidang bersifat menetap dan merasakan perasaan yang senang apabila ia terlibat aktif didalamnya. Perasaan senang ini timbul dari lingkungan atau berasal dari objek yang menarik.
MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MELALUI MANAJEMEN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI TK KARTIKA KOTA BIMA Rudiah Rudiah; Hendra Hendra; Ade S Anhar
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v7i2.5330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki upaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui manajemen pendidikan Anak Usia Dini di TK Kartika Kota Bima. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TK Kartika menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan guru, dan rendahnya partisipasi orang tua. Namun, dengan menerapkan manajemen pendidikan anak usia dini yang efektif, seperti pengelolaan sumber daya yang optimal dan pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan anak, kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan. Dalam konteks ini, peran aktif dari berbagai pihak, termasuk guru, orang tua, manajemen sekolah, dan pemerintah setempat, menjadi penting. Kolaborasi yang kuat antara stakeholder dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan merangsang perkembangan anak usia dini secara optimal. Hasil dari penelitian ini dapat meningkatan kualitas pembelajaran melalui manajemen pendidikan Anak Usia Dini di TK Kartika Kota Bima bukan hanya merupakan sebuah keharusan, tetapi juga sebuah investasi dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan adanya dukungan dan komitmen bersama, upaya ini akan membawa dampak positif yang luas bagi perkembangan anak-anak di masa depan.
STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN REGULASI EMOSI ANAK USIA 4-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN MEDITASI Indri Miftahuljana; Sukrin; Ade S. Anhar
Walada: Journal of Primary Education Vol. 4 No. 1 (2025): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v4i1.277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali strategi yang diterapkan oleh guru dalam mengembangkan kemampuan regulasi emosi anak usia 4-6 tahun melalui kegiatan meditasi di TK Al-Furqan. Latar belakang penelitian ini didorong oleh pentingnya pengembangan regulasi emosi pada anak usia dini, mengingat kemampuan ini berpengaruh besar pada perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak. Meditasi dipilih sebagai pendekatan yang diyakini dapat membantu anak mengelola emosi dengan lebih efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini meliputi guru, anak-anak usia 4-6 tahun, dan orang tua yang terlibat dalam kegiatan meditasi di TK Al-Furqan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis tematik, di mana data yang diperoleh dikategorikan berdasarkan tema-tema yang relevan dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan oleh guru dalam mengembangkan kemampuan regulasi emosi anak melalui meditasi meliputi penerapan teknik meditasi pernapasan, visualisasi, dan meditasi gerakan tubuh yang disesuaikan dengan usia anak. Selain itu, guru juga menciptakan lingkungan yang mendukung ketenangan, memberikan waktu refleksi diri, dan melibatkan meditasi berkelompok untuk meningkatkan kesadaran sosial dan empati antar anak. Dampak positif dari kegiatan meditasi ini terlihat pada pengurangan perilaku agresif dan impulsif anak, serta peningkatan kemampuan mereka dalam mengidentifikasi dan mengelola emosi mereka.
The Implementation of Interactive Learning through the Hypnoteaching Method in Fostering Children's Emotional Intelligence at PAUD Nurul Furqon Hadijah; Ihlas; Ade S Anhar
Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 15 No. 2 (2026): Ceria Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/ceria.v15i2.15826

Abstract

This study aims to describe the implementation of interactive learning through the hypnoteaching method in fostering emotional intelligence among early childhood learners at PAUD Nurul Furqon. Emotional intelligence is a crucial aspect of early childhood development, as it influences children’s ability to recognize and manage emotions, develop empathy, and engage in positive social interactions. This research employed a qualitative descriptive approach involving 15 children and 2 teachers at PAUD Nurul Furqon. Data were collected through classroom observations, interviews with teachers, and documentation of learning activities. The findings show that the implementation of the hypnoteaching method was characterized by the use of positive suggestions, empathetic communication, and warm interactions that created a conducive and emotionally supportive learning environment. Observation and interview data revealed that children were more actively involved in learning activities, demonstrated emotional awareness, expressed empathy toward peers, and engaged in positive social interactions during the learning process. The study concludes that the implementation of interactive learning through the hypnoteaching method reflects learning practices that support the development of children’s emotional awareness, empathy, self-regulation, and social interaction skills within the context of early childhood education.
Penggunaan Media Pembelajaran Yang Kreatif dalam Desain Pembelajaran Anak Usia Dini Susanti Susanti; Ade S Anhar
Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah  Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah (JIPDASMEN)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jipdasmen.v2i2.160

Abstract

Early childhood education is the foundational stage in shaping children's character, intelligence, and social skills. Therefore, the learning process at this stage must be designed to align with the developmental needs and characteristics of young learners. One of the most essential aspects that can enhance learning effectiveness is the use of creative learning media. Creative learning media go beyond mere visual or audio aids they involve innovative and engaging approaches that stimulate cognitive, affective, and psychomotor development. This article aims to explore the importance of using creative learning media in designing learning experiences for early childhood and how such media influence children’s engagement and understanding of learning content. The method used in this study is a literature review, analyzing various relevant journals, books, and scientific articles. The findings indicate that creative media such as hand puppets, educational games, interactive videos, natural materials, and simple digital tools can significantly increase children’s learning enthusiasm, extend attention span, and support social interaction. Moreover, the teacher's role in selecting or creating appropriate media plays a critical part in the success of the learning design. This study concludes that the use of creative learning media is essential in designing engaging, enjoyable, and meaningful learning experiences for early childhood education. It also serves as an effective bridge between the child's world of play and the world of structured learning