Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Potensi Kombinasi Ekstrak Keji Beling dan Binahong Sebagai Antibakteri Terhadap Bakteri Gram Negatif Penyebab Ulkus Diabetikum HARLITA, TIARA DINI; AINA, GANEA QORRY; AZAHRA, SRESTA
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.844

Abstract

Ulkus diabetikum adalah satu keluhan yang terjadi pada pasien diabetes melitus yang sulit disembuhkan dan dapat menyebabkan infeksi bakteri hingga gangren diabetik. Penggunaan antibiotik jangka waktu lama dan dosis yang tidak sesuai dapat menimbulkan ketahanan bakteri yang berdampak pada meningkatkan biaya pengobatan dan angka kematian. Oleh karena itu, penggunaan tanaman obat sebagai alternatif untuk pengobatan mulai banyak dimanfaatkan karena lebih aman dalam penggunaan jangka waktu lama seperti pada tanaman binahong dan keji beling berpotensi sebagai antibakteri karena memiliki kandungan senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi senyawa yang diperoleh dari ekstrak etanol tanaman keji beling dan bihanong sebagai antibakteri terhadap bakteri Gram negatif penyebab ulkus diabetikum. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi Kirby Bauer terhadap Proteus sp. dan Escherichia coli, kemudian data dianalisis dengan uji ANOVA. Berdasarkan hasil yang didapatkan, baik ekstrak tunggal maupun kombinasi keji beling dan binahong dengan perbandingan 2:1 pada konsentrasi 100 mg/mL memberikan daya hambat terbesar terhadap kedua bakteri. Analisis statistik menunjukkan variasi konsentrasi dan kombinasi berpengaruh nyata (p<0,05). Disimpulkan bahwa kombinasi kedua ekstrak memiliki aktivitas antibakteri alami dan berpotensi sebagai agen pendukung penghambatan bakteri penyebab ulkus diabetikum.
GAMBARAN JAMUR ASPERGILUS SP. PADA KECAP MANIS PEDAGANG BAKSO BERDASARKAN TEMPAT PENYIMPANAN DI KECAMATAN LOA JANAN ILIR Rahmawati, Evila; Hendriani, Dwi; Azahra, Sresta
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.50358

Abstract

Kecap manis merupakan produk fermentasi kedelai yang rentan terhadap kontaminasi jamur akibat penyimpanan yang tidak higienis, sehingga berpotensi menyebabkan penyakit food borne disease pada konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan jamur Aspergillus sp. pada kecap manis pedagang bakso berdasarkan tempat penyimpanan di Kecamatan Loa Janan Ilir. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan populasi seluruh pedagang bakso di Kecamatan Loa Janan Ilir dan sampel sebanyak 55 kecap manis diambil dengan metode total sampling. Variabel penelitian adalah keberadaan jamur Aspergillus sp. berdasarkan tempat penyimpanan terbuka dan tertutup. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis dengan metode slide kultur dan pewarna Lactophenol Cotton Blue (LPCB), analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan dari 55 sampel, ditemukan jamur Aspergillus sp. sebanyak 1 sampel (1,8%), Curvularia sp. dalam 1 sampel (1,8%), Penicillium sp. dalam 2 sampel (3,6%), dan jamur khamir sebanyak 41 sampel (74,5%). Aspergillus sp. lebih banyak ditemukan pada penyimpanan tertutup dengan persentase 3,5%. Adanya jamur Aspergillus sp. pada kecap manis pedagang bakso dengan penyimpanan tertutup menunjukkan pentingnya menjaga kebersihan wadah penyimpanan serta penerapan prinsip higienitas untuk mengurangi risiko kontaminasi jamur tersebut. Penelitian ini juga berhasil mengidentifikasi jenis jamur kontaminan pada kecap manis serta persentase keberadaannya berdasarkan tempat penyimpanan.