Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Hubungan Lama Menderita Diabetes Mellitus Tipe 2 terhadap Pertumbuhan Mikroba sebagai Faktor Predisposisi Infeksi Rongga Mulut Azahra, Sresta; Dini Harlita, Tiara; Rabiatul Zhadiah Puspitasari, Deanita; Putri Pase, Hutami
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1090

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik. Kadar glukosa saliva pada penderita DM yang meningkat dapat menjadi faktor predisposisi terhadap pertumbuhan mikroba (bakteri dan jamur) yang dapat menyebabkan infeksi rongga mulut. Tujuan: Mengetahui hubungan lama menderita DM tipe 2 terhadap pertumbuhan mikroba sebagai faktor predisposisi infeksi rongga mulut. Metode: Metode penelitian yaitu observasional analitik dan desain cross sectional. Populasi berjumlah 57 penderita DM tipe 2 Puskesmas Harapan Baru, Samarinda dan 33 saliva yang diambil dengan teknik purposive sampling. Identifikasi bakteri dengan media Blood Agar Plate (BAP), pewarnaan Gram, serta uji biokimia. Identifikasi jamur dilakukan menggunakan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA), chromagar, pewarnaan LPCB, dan uji germ tube. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil: Penelitian ini didapatkan hasil pertumbuhan positif jamur Candida sp. pada 29 responden (87,8 %) dan pertumbuhan positif bakteri Gram positif pada 30 responden (90,9%). Hasil positif pertumbuhan mikroba pada pasien DM  yang menderita ≥3 tahun sebanyak 24 responden (72,7%). Hasil uji statistik didapatkan hasil nilai p= 0,036 (<0,05), artinya terdapat hubungan bermakna signifikan lama menderita DM dengan pertumbuhan mikroba. Simpulan: Terdapat hubungan bermakna signifikan lama menderita DM tipe 2 dengan pertumbuhan mikroba sebagai faktor predisposisi infeksi rongga mulut.
Uji Aktivitas Antikolesterol Ekstrak Jamu Pahitan terhadap Mencit (Mus musculus) Hiperkolesterol Azhari, Charisa Maylani Putri; Aina, Ganea Qorry; Kusumawati, Nursalinda; Azahra, Sresta
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12352

Abstract

Kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Kondisi ini memicu terjadinya aterosklerosis, yaitu penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak lemak yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Salah satu ramuan tradisional yang digunakan secara turun-temurun untuk membantu mengatasi hiperkolesterolemia adalah jamu pahitan, yang terdiri atas sambiloto, brotowali, meniran, kumis kucing, daun salam, dan temulawak. Tanaman-tanaman tersebut mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, dan kurkumin yang berpotensi menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antikolesterol ekstrak jamu pahitan terhadap mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi hiperkolesterolemia. Desain penelitian yang digunakan adalah True Experimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Sebanyak 25 ekor mencit jantan dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif (simvastatin), serta tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak jamu pahitan masing-masing 200, 400, dan 600 mg/kg BB. Kadar kolesterol diukur pada hari ke-0, ke-5, ke-10, dan ke-15 menggunakan alat Point of Care Testing (Fora 6 Plus). Hasil menunjukkan bahwa dosis 200 mg/kg BB memberikan penurunan kadar kolesterol paling tinggi, yaitu sebesar 31,13%. Uji statistik Kruskal-Wallis yang dilanjutkan dengan Mann-Whitney menggunakan koreksi Bonferroni menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kontrol negatif dengan seluruh kelompok perlakuan (p < 0,05). Dengan demikian, ekstrak jamu pahitan terbukti memiliki aktivitas antikolesterol dengan dosis optimal pada 200 mg/kg BB.
Deteksi Cemaran Bakteri dan Logam Berat pada Liquid Foundation Harlita, Tiara Dini; Aina, Ganea Qorry; Azahra, Sresta
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12426

Abstract

Penggunaan dan penyimpanan kosmetik yang kurang tepat dapat menyebabkan kosmetik rentan terkontaminasi bakteri. Proses pengolahan kosmetik juga dapat menyebabkan terjadinya cemaran logam berat. Paparan logam berat dapat mengganggu kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi cemaran bakteri dan logam berat pada liquid foundation. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Sampel diambil secara purposive samping, berupa 10 merk liquid foundation yang telah digunakan selama 3 bulan. Pengujian cemaran bakteri menggunakan metode Angka Lempeng Total (ALT) dan cemaran logam berat timbal dan kadmium dianalisis menggunakan spektrofotometri serapan atom. Hasil uji ALT menunjukkan bahwa sembilan sampel memenuhi standar <103 koloni/gr dan satu sampel (F2) melebihi standar, yaitu 2,96x104 koloni/gr, dan terdapat cemaran Pseudomonas aeruginosa. Hasil uji cemaran logam berat menunjukkan kandungan timbal pada sembilan sampel dalam batas aman < 20 mg/kg dan satu sampel (F2) melebihi standar, yaitu 31,37 mg/kg. Kandungan kadmium pada seluruh sampel masih dalam batas aman, yaitu <5 mg/kg. Dari hasil tersebut, disimpulkan bahwa 9 dari 10 sampel diketahui memenuhi standar BPOM No. 12 Tahun 2019 sehingga layak digunakan.