Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Uji Degradasi Limbah Merah Allura Dan Tetrasiklin Menggunakan Katalis Kalsium Oksida (CaO) Putra, Muhammad Satria Mandala; Lestari, Yovita Endah; Husein, Saddam; Nurkhalika, Rachmi
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.20939

Abstract

Penelitian ini berfokus pada evaluasi kinerja kalsium oksida (CaO) yang disintesis dari cangkang kerang dan cangkang telur ayam sebagai katalis dalam proses degradasi limbah yang mengandung zat warna sintetik Merah Allura dan antibiotik tetrasiklin. Kedua senyawa organik tersebut merupakan polutan persisten yang umum ditemukan dalam limbah industri dan dapat membahayakan lingkungan. Metode penelitian meliputi sintesis katalis CaO serta karakterisasi menggunakan teknik XRD, FTIR, dan SEM. Spektrofotometri UV-Vis digunakan untuk menguji aktivitas katalis dalam proses degradasi limbah, dengan variasi waktu penyinaran (0–150 menit) pada konsentrasi limbah tetap sebesar 50 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CaO memiliki potensi sebagai katalis yang efektif, ditunjukkan dengan perubahan warna limbah Merah Allura dan tetrasiklin dari pekat menjadi agak bening, serta persen degradasi masing-masing mencapai 93% dan 67% setelah 150 menit. Berdasarkan temuan ini, CaO dinilai sebagai katalis yang menjanjikan untuk pengolahan limbah yang mengandung senyawa organik persisten. Efisiensi degradasi yang tinggi serta kemudahan sintesis dan regenerasi menjadikan CaO sebagai alternatif menarik dibandingkan katalis konvensional. Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengidentifikasi produk samping degradasi dan menguji stabilitas jangka panjang katalis CaO dalam kondisi operasi nyata.
Uji Kualitatif Kandungan Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) Nurkhalika, Rachmi; Thursina, Cut Syarifa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i9.21934

Abstract

Phaleria macrocarpa mengandung banyak senyawa bioaktif yang sering manfaatkan untuk pengobatan tradisional. Identifikasi senyawa pada buah mahkota dewa diperlukan untuk mengetahui metabolit sekunder yang ada didalamnya. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan cara soxhletasi menggunakan pelarut etanol 96% untuk menghasilkan ekstrak buah mahkota dewa dan dilanjutkan dengan uji kualitatif serta kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil penelitian pada ekstrak buah mahkota dewa menunjukkan adanya kandungan flavonoid (warna merah), tanin (warna hijau kehitaman) dan saponin (terbentuk busa stabil serta cincin coklat keunguan) pada uji kualitatif. Hasil uji KLT menunjukkan hal yang sama setelah ekstrak buah mahkota dewa dielusikan pada masing-masing fase gerak dan pereaksi yang dilihat dari bawah sinar UV.
Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kulit Buah Mangga (Mangifera indica L.) Dan Vitamin C Menggunakan Metode DPPH Thursina, Cut Syarifa; Nurkhalika, Rachmi; Sakinah, Sakinah
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.21952

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang berperan penting dalam menangkal dan memperbaiki kerusakan sel yang ditimbulkan radikal bebas yang juga berpotensi menimbulkan stres oksidatif di dalam sistem biologis. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol kulit buah mangga (Mangifera indica L.) dibandingkan vitamin C sebagai kontrol positif. Metode maserasi dipilih sebagai proses ekstraksi sampel dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Uji skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif untuk mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, steroid dan triterpenoid. Temuan skrining fitokimia mengindikasikan adanya senyawa metabolit sekunder yang ada pada sampel segar, simplisia maupun ekstrak. Metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) digunakan untuk menentukan aktivitas antioksidan, dengan pembacaan absorbansi pada panjang gelombang 515,60 nm melalui spektrofotometri. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai IC₅₀ yang diperoleh dari ekstrak etanol kulit mangga adalah 29,38 µg/mL, sedangkan vitamin C menunjukkan aktivitas antioksidan lebih tinggi dengan nilai IC₅₀ sebesar 5,08 µg/mL. Berdasarkan kategori daya antioksidan, kedua sampel termasuk dalam kelompok antioksidan “sangat kuat.” Temuan ini mengindikasikan bahwa “kulit buah mangga berpotensi menjadi sumber antioksidan alami yang efektif”.
Studi In Vivo Ekstrak Etanol 96% Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Terhadap Kadar Malondialdehid (MDA) Pada Hewan Mencit Jantan (Mus musculus) Yang Terpapar Asap Rokok Istikomah, Nabila; Saputri, Gusti Ayu Rai; Nurkhalika, Rachmi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i4.17629

Abstract

Antioksidan yang ditemukan dalam daun asam jawa menjadikan tanaman ini sebagai alat yang potensial dalam melawan stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah kandungan antioksidan daun asam jawa dapat secara efektif menurunkan kadar malondialdehid (MDA) dan melindungi tikus jantan (Mus musculus) dari stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas dalam asap rokok. Menggunakan teknik maserasi dengan pelarut etanol 96%, daun asam jawa diekstraksi. Setelah mengukur kadar MDA pada tikus, ekstrak daun asam jawa dimasukkan ke dalam uji skrining fitokimia. Hewan secara acak dimasukkan ke dalam salah satu dari enam kelompok: I, kelompok kontrol yang tidak menerima pengobatan apa pun, II, kelompok kontrol negatif yang hanya menerima paparan asap rokok, III, kelompok vitamin E, dan IV–VI, kelompok yang menerima ekstrak daun asam jawa dengan dosis masing-masing 20 mg/kgBB, 28 mg/kgBB, dan 36 mg/kgBB. Pada hari kelima belas, sampel darah diambil dari tikus jantan melalui jantung untuk mengukur kadar MDA mereka. Penurunan kadar MDA yang efektif pada tikus dicapai pada dosis 36 mg/kgBB ekstrak etanol daun asam jawa. Kadar MDA plasma tikus dapat dikurangi dengan pemberian ekstrak etanol daun asam jawa. Rata-rata kadar MDA plasma pada tikus berbeda, seperti yang ditunjukkan oleh nilai signifikan p<0,05 dalam uji statistik ANOVA.
TINGKAT PEMAHAMAN SEDIAAN OBAT FARMASI DI SD NEGERI 03 BANDAR SAKTI Nurkhalika, Rachmi; Lestari, Yovita Endah; Sejati, Gusti Purnama; Clarista, Helaria Eren; Tiana, Helda
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v7i2.14895

Abstract

Masalah penggunaan obat yang rasional di masyarakat terutama pada kalangan pelajar masih belum banyak yang mengetahui atau masih minim pengetahuan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengarahan dan mengedukasi anak-anak agar lebih mengenalisediaan obat farmasi sejak dini kepada anak sekolah dasar. Kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan ke SD Negeri 03 bandar Sakti, Lampung Tengah yang berjumlah sekitar 45 siswa dan diadakannnya pre-test dan post-test kusioner mengenai sediaan obat farmasi. Untuk mengetahui pengetahuan sebelum dan sesudah diberi informasi mengenai sediaan obat farmasi. Hasil yang didapatkan dari penyuluhanini adalah meningkatnya pengetahuan siswa-siswi tentangSediaan Obat Farmasi yang dibuktikan dari nilai rata-rata presentase sebelum dan sesudah penelitian yaitu 87,72% dan96,36%. Peningkatan ini menunjukan bahwa siswa-siswi sudah mengetahui tentang sediaan obat farmasi.  
EDUKASI PEMBUATAN SNACK NUTRASETIKA DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KELURAHAN SEGALAMIDER KOTA BANDAR LAMPUNG Mahdiyyah, Ade Abiyyatun; Arta, Alfa Frista; Megawati, Selvi; Thursina, Cut Syarifa; Nurkhalika, Rachmi; Feladita, Niken; Wulandari, Shinta
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 9 No 02 (2026): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol9.no02.a10888

Abstract

  Daun kelor (Moringa oleifera L.) kaya metabolit sekunder seperti flavonoid, antosianin, tanin, alkaloid, dan saponin yang berperan sebagai antioksidan, imunomodulator, antikanker, dan antibakteri. Potensi ini menjadikan daun kelor sebagai bahan unggul untuk produk nutrasetika, termasuk inovasi snack sehat yang bergizi, aman, dan memiliki efek terapi. Mitra Mangga Dua, komunitas ibu rumah tangga di Kelurahan Segalamider, Kota Bandar Lampung, masih memiliki pengetahuan terbatas mengenai pemanfaatan daun kelor dan pengolahan pangan fungsional. Pengembangan snack sehat berbahan daun kelor dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pangan bergizi sekaligus mendukung tujuan SDGs ke-3 dan SDGs ke-8. Produk ini juga berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan dan memberi nilai tambah ekonomi. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan edukasi pembuatan snack sehat daun kelor kepada komunitas Mangga Dua. Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta, mencakup penyuluhan, demonstrasi pembuatan produk, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 30,00% yang meningkat menjadi 96,66% pada post-test. Analisis statistik menunjukkan nilai p = 0.004 (p < 0.05), menandakan adanya perbedaan bermakna sebelum dan sesudah edukasi. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi dan demonstrasi efektif meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai pangan fungsional bernilai gizi dan ekonomis
Perbandingan Sediaan Cream Body Scrub Serbuk Kopi (Coffea Sp) Dengan Serbuk Beras (Oryza sativa L.) Terhadap Karakteristik Fisik Dan Stabilitas Sediaan Feladita, Niken; Thursina, Cut Syarifa; Arta, Alfa Frista; Wulandari, Shinta; Megawati, Selvi; Nurkhalika, Rachmi
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25450

Abstract

Body scrub adalah produk kosmetik semi padat. Biasanya digunakan membantu mengangkat sel kulit mati. Caranya dengan eksfoliasi fisik. Bahan alami untuk eksfoliasi seperti serbuk kopi sering digunakan eksfoliator.  Bahan eksfoliator alami seperti serbuk kopi banyak digunakan dalam formulasi scrub karena memiliki sifat abrasif yang dapat membantu regenerasi sel kulit. Namun, ukuran partikel serbuk kopi yang tidak seragam dapat memengaruhi kehalusan dan kestabilan fisik krim. Serbuk beras Oryza sativa L. ukurannya lebih kecil dan rata. Jadi, bubuk beras bisa dapat pilihan lain untuk eksfoliator. Hal tersebut membuat krim lebih tahan lama. Penelitian ini ditujukan untuk membandingkan sifat fisik dan ketahanan krim body scrub. Krim ini menggunakan serbuk Coffea sp. dan serbuk beras Oryza sativa L. sebagai bahan pengelupas. Konsentrasinya sama yaitu 27,2%. Pengujian fisik yang dilakukan meliputi tampilan, kehalusan, pH, kekentalan, kemudahan menyebar, daya lekat, jenis emulsi, dan stabilitas. Stabilitas diuji menggunakan metode cycling test. Data dianalisis menggunakan uji independent sample t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi yang mengandung serbuk beras memiliki homogenitas yang lebih baik, viskositas lebih tinggi, daya sebar yang lebih luas, serta daya lekat yang lebih lama dibandingkan dengan formulasi yang mengandung serbuk kopi. Kedua formulasi menunjukkan tipe emulsi minyak dalam air (M/A). Uji stabilitas menunjukkan bahwa formulasi dengan serbuk beras tetap stabil tanpa pemisahan fase setelah enam siklus pengujian, sedangkan formulasi dengan serbuk kopi menunjukkan adanya sedimentasi ringan. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p 0,05) pada seluruh parameter pengujian.
STUDI KIMIA KLINIK & FORENSIK: CEMARAN LIMBAH MEDIS DARI RUMAH TERAPI BEKAM DI DEPOK Husein, Saddam; Eryani, Kurnia; Lestari, Yovita Endah; Nurkhalika, Rachmi
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25723

Abstract

Terapi bekam menghasilkan limbah medis berupa darah dan material terkontaminasi yang berisiko terhadap kesehatan dan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik cemaran limbah medis dari rumah terapi bekam di Depok melalui pendekatan kimia lingkungan, kimia klinik, dan mikrobiologi, serta mengevaluasi praktik pengelolaannya. Metode yang digunakan mixed-method melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan analisis laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa limbah dibuang sebagai sampah domestik tanpa pemisahan dan sterilisasi. Parameter kimia lingkungan menunjukkan nilai biological oxygen demand (BOD) 320 mg/L, chemical oxygen demand (COD) 780 mg/L, dan total suspended solids (TSS) 450 mg/L yang melebihi baku mutu. Analisis kimia klinik menunjukkan kadar hemoglobin 14,5 g/dL dan protein total 7,8 g/dL yang tinggi, sedangkan analisis mikrobiologi menunjukkan total plate count (TPC) sebesar 1,2 × 10⁶ CFU/mL. Temuan ini menunjukkan limbah bersifat infeksius, berpotensi mencemari lingkungan, dan meningkatkan risiko kesehatan masyarakat. Limbah bekam dikategorikan sebagai limbah B3 infeksius yang memerlukan pengelolaan sesuai standar yang berlaku.
Perbandingan Sediaan Cream Body Scrub Serbuk Kopi (Coffea Sp) Dengan Serbuk Beras (Oryza sativa L.) Terhadap Karakteristik Fisik Dan Stabilitas Sediaan Feladita, Niken; Thursina, Cut Syarifa; Arta, Alfa Frista; Wulandari, Shinta; Megawati, Selvi; Nurkhalika, Rachmi
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25450

Abstract

Body scrub adalah produk kosmetik semi padat. Biasanya digunakan membantu mengangkat sel kulit mati. Caranya dengan eksfoliasi fisik. Bahan alami untuk eksfoliasi seperti serbuk kopi sering digunakan eksfoliator.  Bahan eksfoliator alami seperti serbuk kopi banyak digunakan dalam formulasi scrub karena memiliki sifat abrasif yang dapat membantu regenerasi sel kulit. Namun, ukuran partikel serbuk kopi yang tidak seragam dapat memengaruhi kehalusan dan kestabilan fisik krim. Serbuk beras Oryza sativa L. ukurannya lebih kecil dan rata. Jadi, bubuk beras bisa dapat pilihan lain untuk eksfoliator. Hal tersebut membuat krim lebih tahan lama. Penelitian ini ditujukan untuk membandingkan sifat fisik dan ketahanan krim body scrub. Krim ini menggunakan serbuk Coffea sp. dan serbuk beras Oryza sativa L. sebagai bahan pengelupas. Konsentrasinya sama yaitu 27,2%. Pengujian fisik yang dilakukan meliputi tampilan, kehalusan, pH, kekentalan, kemudahan menyebar, daya lekat, jenis emulsi, dan stabilitas. Stabilitas diuji menggunakan metode cycling test. Data dianalisis menggunakan uji independent sample t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi yang mengandung serbuk beras memiliki homogenitas yang lebih baik, viskositas lebih tinggi, daya sebar yang lebih luas, serta daya lekat yang lebih lama dibandingkan dengan formulasi yang mengandung serbuk kopi. Kedua formulasi menunjukkan tipe emulsi minyak dalam air (M/A). Uji stabilitas menunjukkan bahwa formulasi dengan serbuk beras tetap stabil tanpa pemisahan fase setelah enam siklus pengujian, sedangkan formulasi dengan serbuk kopi menunjukkan adanya sedimentasi ringan. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p 0,05) pada seluruh parameter pengujian.
STUDI KIMIA KLINIK & FORENSIK: CEMARAN LIMBAH MEDIS DARI RUMAH TERAPI BEKAM DI DEPOK Husein, Saddam; Eryani, Kurnia; Lestari, Yovita Endah; Nurkhalika, Rachmi
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25723

Abstract

Terapi bekam menghasilkan limbah medis berupa darah dan material terkontaminasi yang berisiko terhadap kesehatan dan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik cemaran limbah medis dari rumah terapi bekam di Depok melalui pendekatan kimia lingkungan, kimia klinik, dan mikrobiologi, serta mengevaluasi praktik pengelolaannya. Metode yang digunakan mixed-method melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan analisis laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa limbah dibuang sebagai sampah domestik tanpa pemisahan dan sterilisasi. Parameter kimia lingkungan menunjukkan nilai biological oxygen demand (BOD) 320 mg/L, chemical oxygen demand (COD) 780 mg/L, dan total suspended solids (TSS) 450 mg/L yang melebihi baku mutu. Analisis kimia klinik menunjukkan kadar hemoglobin 14,5 g/dL dan protein total 7,8 g/dL yang tinggi, sedangkan analisis mikrobiologi menunjukkan total plate count (TPC) sebesar 1,2 × 10⁶ CFU/mL. Temuan ini menunjukkan limbah bersifat infeksius, berpotensi mencemari lingkungan, dan meningkatkan risiko kesehatan masyarakat. Limbah bekam dikategorikan sebagai limbah B3 infeksius yang memerlukan pengelolaan sesuai standar yang berlaku.