Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Development of Mobile Learning Using Contextual Teaching and Learning Approach to Improve Mathematical Communication Skills of High School Students M.Taufik Akbar; Jefri Marzal; Yantoro
EduMatSains : Jurnal Pendidikan, Matematika dan Sains Vol 10 No 4 (2026): April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/edumatsains.v10i4.7113

Abstract

Students' low mathematical communication skills are the main problem that needs to be addressed by an educator. Learning should be designed through problems that allow students to communicate mathematically better. This study aims to produce mobile learning-based learning media with a Contextual Teaching and Learning approach that is valid, practical, and effective for improving students' mathematical communication skills. The subjects of this study were tenth-grade students of SMA Negeri 8 Batang Hari in the even semester of 2024/2025. This type of research is Research and Development with the ADDIE model. The results of this study indicate that the quality of the developed mobile learning learning media has valid, practical, and effective categories. Validity can be seen from the results of expert validation in the fields of media and learning materials, which show that mobile learning is good and feasible to use. Practicality can be seen from the perceptions of students and teachers who gave positive responses to the developed mobile learning, and effectiveness can be seen from the increase in students' mathematical communication skills with a comparison of pre-test and post-test results using the N-Gain test with a score of 0.71 in the high category. Thus, to improve students' mathematical communication skills, mobile learning with the contextual teaching learning approach that has been developed can be used.
PERAN GURU PENGGERAK DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR Herta, Nurinda; Yantoro; Bunga Ayu Wulandari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.13187

Abstract

Kurikulum merupakan bagian integral dari pendidikan dan berperan sebagai pedoman untuk proses pembelajaran di sekolah. Kurikulum tidak hanya sebagai dokumen, tetapi juga sebagai alat bagi guru untuk menyelenggarakan pembelajaran yang efektif. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran guru penggerak dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Subjek penelitian meliputi guru penggerak, kepala sekolah, guru, dan pengawas. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian tentang peran guru penggerak dalam implementasi Kurikulum Merdeka di tiga sekolah dasar di Kota Jambi mengungkapkan beragam pendekatan yang berhasil diterapkan. Di SD Negeri 01/IV, guru penggerak memulai dengan asesmen diagnostik non-kognitif, menyusun modul ajar sesuai kebutuhan siswa, dan menerapkan pembelajaran diferensiasi. Di SD Negeri 151/IV, mereka berhasil menerapkan Kurikulum Merdeka dengan penilaian komprehensif, dengan dukungan dari kepala sekolah dan fasilitas belajar. Di SD Negeri 138/IV, fokus guru penggerak adalah pada pengembangan soft skill dan karakter siswa melalui proyek penguatan profil pelajar pancasila.
PENERAPAN MODEL PBL DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORATIF PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS V SD M. Akil; Yantoro; Habibah Anna Radmika; Basyir
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.15156

Abstract

Permasalahan yang muncul pada saat pembelajaran di kelas adalah pada keterampilan kolaborasi peserta didik yang masih rendah. Keterampilan kolaborasi peserta didik di biasakan untuk bekerjasama dalam kelompok, pembagian tugas, berpendapat dalam kelompok, dan ketergantungan kepada teman. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran yakni dengan memilih model pembelajaran yang sesuai materi pembelajaran sehingga guru dapat melatih siswa untuk mandiri, berkolaborasi dan mampu berpikir kreatif dalam kegiatan pembelajaran. Model Problem Based Learning (PBL) merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi peserta didik untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. Melalui model ini guru dapat meningkatkan kolaborasi antara peserta didik dalam pemecahan masalah yang ada pada kehidupan nyata.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kolaboratif peserta didik di Sekolah Dasar, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dikelas V A SDN 42 Kota Jambi dengan mengimplementasi Model Problem Based Learning (PBL). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas.Hasil dari penelitian ini adalah adanya peningkatan Keterampilan kolaborasi peserta didik di kelas V A, Hal ini dapat di lihat melalui adanya peningkatan persiklus yaitu pada pra siklus tingkat keterampilan kolaborasi siswa sebesar 64%, pada siklus 1 meningkat mencapai 70,2% dan pada siklus II juga mengalami peningkatan dari siklus 1 yaitu 79,13%. Peningkatan tersebut dapat terjadi dengan pemberian tindakan dengan menerapkan model PBL dalam proses pembelajaran.Kata Kunci: PBL, Kolaboratif, IPAS
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERBASIS TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP DALAM IMPLEMENTASI BLENDED LEARNING DI SD NEGERI ULAK KEMBANG KABUPATEN MUSI BANYUASIN Muhamad Aman; Yantoro
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.59955

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kepemimpinan kepala sekolah berdasarkan kepemimpinan transformasional dalam menerapkan pembelajaran campuran di SD Negeri Ulak Kembang, Kabupaten Musi Banyuasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini diklasifikasikan sebagai penelitian orang dalam, di mana peneliti berperan sebagai kepala sekolah dan informan utama. Informan pendukung terdiri dari tiga guru dan satu staf administrasi. Teknik pengumpulan data meliputi refleksi diri melalui jurnal harian, wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat dimensi kepemimpinan transformasional (pengaruh ideal, motivasi inspiratif, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual) diidentifikasi dalam praktik kepemimpinan kepala sekolah. Strategi spesifik yang diterapkan meliputi: (1) pemodelan dengan menjadi peserta pertama dalam pelatihan teknologi, (2) komunikasi visi inspiratif melalui berbagai forum, (3) pemberdayaan guru muda sebagai mentor sebaya, dan (4) pendampingan individual dengan pendekatan sabar dan bertahap, terutama untuk guru senior. Faktor pendukung meliputi dukungan dari dinas pendidikan, antusiasme guru muda, dan komunikasi yang baik dengan orang tua. Faktor penghambat meliputi konektivitas jaringan internet yang tidak stabil, perangkat pendukung yang tidak memadai, dan penolakan pasif dari guru senior. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional dapat diimplementasikan secara efektif di sekolah dasar pedesaan dengan keterbatasan infrastruktur, asalkan kepala sekolah menyesuaikan strategi kepemimpinan dengan konteks lokal, khususnya melalui pendampingan individu yang sabar dan pemberdayaan guru muda sebagai agen perubahan. Kata kunci: Strategi Kepemimpinan, Kepemimpinan Transformasional, Pembelajaran Campuran, Sekolah Dasar, Kepala Sekolah, Studi Pendidikan ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kepemimpinan kepala sekolah berbasis kepemimpinan transformasional dalam implementasi blended learning di SD Negeri Ulak Kembang, Kabupaten Musi Banyuasin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini tergolong sebagai penelitian insider, di mana peneliti berperan sebagai kepala sekolah sekaligus informan utama. Informan pendukung terdiri atas tiga orang guru dan satu orang staf tata usaha. Teknik pengumpulan data meliputi refleksi diri melalui jurnal harian, wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat dimensi kepemimpinan transformasional (pengaruh ideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual) teridentifikasi dalam praktik kepemimpinan kepala sekolah. Strategi spesifik yang diterapkan meliputi: (1) keteladanan dengan menjadi peserta pertama dalam pelatihan teknologi, (2) komunikasi visi inspiratif melalui berbagai forum, (3) pemberdayaan guru muda sebagai mentor sebaya, serta (4) pendampingan individu dengan pendekatan sabar dan bertahap, terutama bagi guru senior. Faktor pendukungnya meliputi dukungan dinas pendidikan, semangat guru muda, dan komunikasi yang baik dengan orang tua. Faktor penghambatnya meliputi ketidakstabilan jaringan internet, minimnya perangkat pendukung, serta resistensi pasif dari guru senior. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional dapat diterapkan secara efektif di sekolah dasar pedesaan dengan keterbatasan infrastruktur, asalkan kepala sekolah mampu mengadaptasi strategi kepemimpinan dengan konteks lokal, khususnya melalui pendampingan individu yang sabar dan pemberdayaan guru muda sebagai agen perubahan. Kata Kunci: Strategi Kepemimpinan, Kepemimpinan Transformasional, Blended Learning, Sekolah Dasar, Kepala Sekolah, Kependidikan
Pengalaman Pedagogis Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa pada Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Ruliandari, Latifa; Yantoro; Pamela, Issaura Sherly
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 4 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of Natural and Social Sciences (IPAS) learning in the Independent Curriculum faces challenges in the form of differences in student learning abilities that make it difficult for teachers to realize learner-centered learning. This study aims to describe teachers' pedagogical experiences in overcoming student learning difficulties in IPAS learning. The study used a qualitative approach with a phenomenological design and was conducted in three elementary schools in Batang Hari Regency, Jambi Province, Indonesia. The study participants consisted of fifth-grade teachers who were purposively selected based on their experience teaching IPAS. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that teachers' pedagogical experiences are reflected in three main stages: planning, implementation, and evaluation of learning. Teachers overcome student learning difficulties through the application of contextual learning, the use of learning media, peer tutoring, group discussions, and individual mentoring. Reflection on the learning process plays an important role in helping teachers refine learning practices to be more responsive to students' learning needs.