Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Faktor-faktor Penyebab Overflow Pada Pengoperasian Fuel Oil Purifier Mitsubhisi Kakoki Kaisha Sj-10 Di MV. CAMILLA Fadlurrohman, Naufal; Zainuddin, Mochammad; Mulyanto, Sri; Kristiyono, Antonius Edy; Gunarti, Monika Retno; Nugroho, Azis
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.861

Abstract

Overflow pada Fuel Oil Purifier Merupakan permasalahan serius yang dapat mengganggu efisiensi operasional serta mengakibatkan kerugian bahan bakar secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya overflow pada purifier mitsubhisi kakoki kaisha sj-10 di MV. Camilla. Penulis merangkum permasalahan-permasalahan dan mencoba memecahkan masalah dengan menggunakan metode observasi langsung, wawancara, dokumentasi, serta studi pustaka untuk memperoleh data-data yang berhubungan fuel oil purifier yang berguna untuk mendukung kelancaran penulis dalam pembuatan skripsi ini. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa overflow disebabkan faktor teknis, seperti kerusakan komponen seperti bowl disc kotor, drain nozzle tersumbat, main seal aus dan kesalahan pemilihan gravity disc, serta faktor non teknis berkaitan dengan aspek manusia, seperti kurang disiplin, kelalaian ataupun ketidaksesuaian operator dalam perawatan dan prosedure operasional standar (SOP). Penelitian juaga mengungkap dampak ekonomi overflow yang mencapai puluhan juta rupiah per bulan.
Analisis Perawatan Dan Perbaikan F.O Purifier Terhadap Bahan Bakar Pada Kapal KM. Ciremai Ardiyan Wicaksono, Moh. Afif; Gunarti, Monika Retno; Ratnaningsih, Dyah; Prawoto, Agus; Robbi, Shofa Dai; Nugroho, Azis
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.862

Abstract

Purifier adalah alat penting di atas kapal yang berfungsi memisahkan minyak, air, dan kotoran dengan gaya sentrifugal, berdasarkan perbedaan berat jenis. Fuel Oil Purifier sangat dibutuhkan dalam mendukung pasokan bahan bakar untuk permesinan kapal. Namun, masalah seperti overflow dan kurangnya tekanan sering terjadi, mengakibatkan purifier berhenti beroperasi secara otomatis. Hal ini mempengaruhi ketersediaan bahan bakar untuk mesin kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perawatan dan perbaikan Fuel Oil Purifier agar menghasilkan bahan bakar berkualitas, serta mengidentifikasi pengaruh penggunaannya terhadap kualitas bahan bakar yang dibutuhkan mesin induk kapal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan USG (Urgency, Seriousness, and Growth), untuk menganalisis sebab-akibat permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya perawatan dapat menyebabkan overflow pada purifier akibat kerak yang menempel pada bowl disc dan kerusakan komponen. Upaya perawatan yang disarankan meliputi perawatan rutin, pemeriksaan oli, penggantian komponen rusak, dan pemeriksaan kondisi mesin secara berkala. Setelah dilakukan perawatan, efisiensi pemisahan meningkat, kinerja mesin lebih stabil, umur pakai lebih panjang, dan biaya operasional berkurang.
Optimalisasi Kinerja Main Air Compressor Guna Menunjang Kelancaran Pengoperasian Mesin Induk di Kapal KM. Oriental Gold Wardana, Ricco Kusuma; Zainuddin, Mochammad; Mulyanto, Sri; Prawoto, Agus; Gunarti, Monika Retno; Nugroho, Azis
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.870

Abstract

Sistem udara penjalan diatas kapal dihasilkan oleh mesin bantu yang disebut kompressor udara dengan memakai tenaga listrik dari generator. Udara yang dihasilkan oleh kompresor diteruskan ke botol angin (Air reservoir). Di dalam botol, udara tersebut bertekanan 25 bar sampai 30 bar. Tekanan udara dari bejana udara minimal 17 bar. Kelancaran pengoperasian suatu mesin, terutama bagian bagian yang membantu pengoperasian awal mesin induk yaitu yang berhubungan dengan udara start di atas kapal perlu didukung oleh kesempurnaan proses kerja dari setiap bagian atau komponen, agar mesin dapat bekerja dengan optimal. Penulis merumuskan persoalan dengan mencari faktor yang menyebabkan tidak optimalnya kinerja main air compressor dan dampak yang akan terjadi apabila kurang optimalnya kinerja main air compressor pada mesin induk. Penulis merangkum permasalahan-permasalahan dan mencoba memecahkan masalah dengan menggunakan metode observasi langsung, wawancara, dokumentasi serta studi Pustaka untuk memperoleh data-data yang berhubungan dengan main air compressor yang berguna untuk mendukung penelitian ini.
Analisis Penyebab Berkurangnya Produksi Air Tawar Pada Fresh Water Generator Pada MV. Sao Oasis Dani, Hanif Rahman; Simatupang, Rama Syahputra; Yudianto, Prima Yudha; Kristiyono, Antonius Edy; Gunarti, Monika Retno
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1449

Abstract

Fresh Water Generator (FWG) sangat penting untuk mengubah air laut menjadi air tawar di kapal, menopang operasional dan kehidupan kru. Selama pelayaran MV. Sao Oasis, penurunan produksi FWG diamati, berpotensi mengganggu ourutaperasi kapal. Penelitian ini mengidentifikasi penyebab penurunan ini dan mencari solusi perbaikan. Menggunakan metode deskriptif dan studi kasus berdasarkan observasi dan dokumentasi teknis, penelitian menemukan bahwa faktor-faktor utama yang mengurangi produksi air tawar adalah: penumpukan scaling (kerak garam) di evaporator dan penukar panas, penurunan suhu di penukar panas shell and tube, penurunan tekanan vakum di evaporator, dan penurunan suhu air laut yang masuk ke sistem. Keempat faktor ini mengganggu proses penguapan dan kondensasi FWG. Untuk mengoptimalkan produksi FWG, langkah-langkah yang diambil meliputi: perawatan evaporator rutin dengan sirkulasi kimia, pembersihan kondensor berkala untuk mencegah penumpukan kerak, dan pemantauan kinerja harian melalui pencatatan logbook. Evaluasi data logbook membantu mendeteksi penurunan kinerja lebih awal dan merencanakan perawatan preventif, memastikan FWG beroperasi efisien dan stabil.
Identifikasi Penyebab Tidak Optimalnya Kinerja Kompresor Terhadap Pengisian Botol Angin Di Kapal MV. HL Dalrymple Bay Fahrizal, Hasdan; Simatupang, Rama Syahputra; Yudianto, Prima Yudha; Kristiyono, Antonius Edy; Gunarti, Monika Retno
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i2.936

Abstract

Pengisian botol angin pada kapal merupakan proses vital untuk mendukung sistem air starting mesin utama dan bantu. Namun, pada kapal MV. HL Dalrymple Bay ditemukan indikasi penurunan kinerja kompresor, khususnya saat manuver, ditandai dengan lamanya waktu pengisian dan tekanan udara yang tidak mencapai standar. Permasalahan ini berisiko mengganggu operasional kapal secara keseluruhan. Penelitian ini difokuskan pada faktor yang menyebabkan turunnya kinerja kompresor pada proses pengisian botol angin, dan apa dampak dari penurunan kinerja tersebut terhadap efisiensi dan keselamatan operasional kapal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung selama praktik laut selama 12 bulan, serta dokumentasi teknis lapangan. Data dianalisis untuk mengidentifikasi gejala, akar permasalahan, serta solusi teknis yang relevan. Ditemukan bahwa penyebab utama turunnya performa kompresor adalah sistem pelumasan yang tidak optimal, kebocoran pada cylinder head, serta keausan pada piston dan ring piston. Dampaknya adalah waktu pengisian botol angin menjadi lebih lama dari standar, serta munculnya potensi gangguan pada manuver kapal. Rekomendasi meliputi pelaksanaan perawatan berkala, penggantian komponen aus, serta peningkatan keterampilan kru melalui pelatihan teknis.   Filling the air bottle on the ship is a vital process to support the main and auxiliary engine air starting system. However, on the MV. HL Dalrymple Bay was found to indicate a decrease in compressor performance, particularly during maneuvering, characterized by long charging times and air pressure that did not reach the standard. This problem risks disrupting the overall operation of the ship. This study focuses on the factors that cause the decline in compressor performance in the process of filling air bottles, and what is the impact of this decrease in performance on the efficiency and operational safety of the ship. This study uses a descriptive qualitative approach. Data collection was carried out through direct observation during marine practice for 12 months, as well as technical field documentation. The data is analyzed to identify symptoms, root causes, and relevant technical solutions. It was found that the main causes of the decline in compressor performance were suboptimal lubrication systems, leaks in the cylinder head, and wear on the pistons and piston rings. The impact is that the time to fill the air bottle becomes longer than standard, as well as the appearance of potential interference with the ship's maneuvers. Recommendations include the implementation of periodic maintenance, replacement of worn components, and improvement of crew skills through technical training  
Analisis Penyebab Ketidaksempurnaan Proses Pengabutan Pada Injector Mesin Induk Type Zichai-Yanmar 6N330-EW Di Kapal MV Spil Rumi Fijar, Ach. Harbul; Irfan, Saiful; Herlambang, Sri Mulyanto; Nugroho, Azis; Gunarti, Monika Retno
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i2.940

Abstract

Proses pengabutan bahan bakar pada Injector mesin induk kapal sangat menentukan efisiensi pembakaran. Ketidaksempurnaan proses ini dapat disebabkan oleh tekanan bahan bakar rendah, penyumbatan nozzle, atau kualitas bahan bakar buruk. Penelitian ini dilakukan di kapal MV. SPIL RUMI untuk menganalisis penyebab dan solusi dari ketidaksempurnaan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi selama praktik laut di MV. SPIL RUMI. Teknik analisis menggunakan diagram fishbone untuk menemukan penyebab utama permasalahan pengabutan bahan bakar, dengan mempertimbangkan faktor manusia, material, metode, dan mesin secara sistematis dan mendalam. Ditemukan bahwa ketidaksempurnaan pengabutan disebabkan oleh tekanan bahan bakar rendah, penyumbatan nozzle, filter kotor, kualitas bahan bakar buruk, serta purifier yang tidak optimal. Setelah dilakukan perbaikan dan pengujian tekanan, performa Injector kembali normal. Perawatan rutin dan prosedur sesuai manual book menjadi solusi utama untuk mencegah kerusakan serupa. Ketidaksempurnaan pengabutan terjadi akibat tekanan tidak maksimal, penyumbatan nozzle, kualitas bahan bakar rendah, dan filter atau purifier yang tidak terawat. Pencegahan dilakukan melalui perawatan Injector, pengecekan tekanan, penggunaan bahan bakar standar, serta perawatan sistem filtrasi. Perawatan berkala menjamin pembakaran sempurna dan efisiensi mesin yang optimal.   The fuel fogging process in the main ship engine injector greatly determines the combustion efficiency. This process imperfection can be caused by low fuel pressure, nozzle blockage, or poor fuel quality. This research was conducted on the MV. SPIL RUMI to analyze the causes and solutions of such imperfections. This study uses a qualitative approach with direct observation, interviews, and documentation methods during marine practice at MV. SPIL RUMI. The analysis technique uses fishbone diagrams to find the main causes of fuel fogging problems, taking into account human, material, method, and machine factors systematically and deeply. It was found that fogging imperfections were caused by low fuel pressure, nozzle clogging, dirty filters, poor fuel quality, and suboptimal purifiers. After repairs and pressure tests, the Injector's performance returned to normal. Regular maintenance and manual procedures are the main solution to prevent similar damage. Fogging imperfections occur due to suboptimal pressure, nozzle blockage, low fuel quality, and unmaintained filters or purifiers. Prevention is carried out through injector treatment, pressure checking, standard fuel use, and filtration system maintenance. Periodic maintenance guarantees perfect combustion and optimum engine efficiency  
Analisis Sistem Pembakaran Burner Boiler Di Atas Kapal MV. Tanto Abadi Nugroho, I Gede Widhyantara Erix; Rahayu, Trisnowati; Kristiyono, Antonius Edy; Gunarti, Monika Retno; Prawoto, Agus
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i2.962

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kegagalan pembakaran awal pada sistem burner boiler di kapal MV. Tanto Abadi, serta mengevaluasi efektivitas tindakan perawatan dalam mengoptimalkan kinerja sistem. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama kegagalan pembakaran adalah kondisi nozzle yang kotor, sistem ignition yang tidak presisi, blower yang tidak optimal, tekanan bahan bakar yang tidak stabil, serta kualitas bahan bakar yang buruk. Dampak dari kegagalan ini meliputi tertundanya produksi steam, peningkatan konsumsi bahan bakar, dan sistem shutdown otomatis. Setelah dilakukan perawatan seperti pembersihan nozzle dan elektroda, penyetelan ulang jarak elektroda, serta penggantian packing burner, performa sistem menunjukkan peningkatan signifikan. Tekanan bahan bakar dan uap kembali ke kondisi optimal, dan proses produksi berjalan stabil. Kegiatan perawatan rutin serta keterlibatan aktif kru dan kadet dalam proses teknis turut berkontribusi terhadap keberhasilan sistem pembakaran.   This study aims to analyze the causes of initial combustion failure in the burner boiler system onboard MV. Tanto Abadi, and to evaluate the effectiveness of maintenance actions in optimizing system performance. The research method used is qualitative descriptive, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The findings indicate that the main causes of combustion failure are dirty nozzles, imprecise ignition systems, suboptimal blower performance, unstable fuel pressure, and poor fuel quality. The impacts include delayed steam production, increased fuel consumption, and automatic shutdowns. After performing maintenance such as nozzle and electrode cleaning, electrode gap adjustment, and burner packing replacement, the combustion system performance improved significantly. Fuel and steam pressure returned to optimal conditions, and the steam production process became stable. Routine maintenance activities and active involvement of the crew and cadets in technical processes contributed to the success of the combustion system.  
Analisis Menurunnya Kinerja Turbocharger Pada Mesin Diesel Generator di Kapal MV. Meratus Sibolga Fernanda, Muhammad Reza; Kristiyono, Antonius Edy; Gunarti, Monika Retno; Robbi, Shofa Dai; Prawoto, Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.2696

Abstract

Turbocharger, yang berfungsi memompa udara untuk pembilasan dan pembakaran dalam silinder mesin diesel generator, merupakan komponen vital yang digerakkan oleh gas buang. Kinerja mesin sangat bergantung pada turbocharger, dan kerusakannya dapat menurunkan performa mesin secara signifikan. Sebuah studi kasus di kapal MV. MERATUS SIBOLGA menggunakan metode Fishbone Analysis untuk menyelidiki penyebab menurunnya kinerja turbocharger. Penelitian ini menemukan bahwa masalah utamanya adalah gesekan antara sisi turbin (turbine side) dan rumahnya (housing). Gesekan ini menyebabkan putaran turbin menjadi tidak stabil, menimbulkan getaran, dan fenomena surging. Akibatnya, pasokan udara untuk proses pembakaran di ruang bakar menjadi tidak mencukupi. Sebagai solusinya, dilakukan pemeriksaan dan penggantian komponen yang rusak. Kesimpulan dari analisis ini adalah gesekan pada sisi turbin menjadi akar masalah yang memerlukan perbaikan atau penggantian. Penulis menyarankan pentingnya melakukan perawatan terjadwal dan meningkatkan kepekaan terhadap kondisi permesinan untuk mencegah kerusakan serupa di masa depan.
Underwater Remotely Operated Vehicle Control System Ar-chitecture Sutrisno, Imam; Widiarti, Yuning; Priyonggo, Projek; Hartanto, Tri Mulyatno Budhi; Santosa, Ari Wibawa Budi; Nofandi, Faris; Gunarti, Monika Retno; Prawoto, Agus; Wahyuni, Anak Agung Istri Sri
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 2 (2024): June
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v2i2.132

Abstract

Underwater Remotely Operated Vehicle (ROV) control system architecture, work Class II - underwater inspection is demonstrated. The object is programmed on MATLAB simulink. The nonlinear modeled plants were processed by approximation way. Author planned a controller of an underwater ROV object. PID controller is used modeled plant. Tuning PID tool is used MATLAB for choose underwater ROV controller. Researchers tested an underwater ROV for system and solving problems an underwater ROV architecture.
Analisis Menurunnya Kinerja Fresh Water Generator Di Kapal MV. Dream Orchid Dengan Metode Root Cause Analysis Nawirudliya, Muhammad; Gunarti, Monika Retno; Ratnaningsih, Dyah; Nugroho, Aziz; Zainuddin, Mochammad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.18775

Abstract

The long duration of the voyage necessitates the availability of sufficient fresh water on board. The fresh water generator (FWG) is an auxiliary device that functions to produce fresh water by converting seawater into fresh water through evaporation and condensation processes. The importance of FWGs in onboard operations has prompted researchers to examine their performance in meeting freshwater needs. This research was conducted to determine the factors contributing to the decline in FWG performance, its impacts, and the measures taken to address these issues.The research method used is qualitative descriptive, with data collected through observation, interviews, documentation, and literature review. The research data is then analyzed using Root Cause Analysis (RCA) to identify and examine the root causes of problems or failures.The results of the study indicate that the decline in FWG performance is caused by several factors, including improper maintenance, operation not following standard procedures, and muddy seawater conditions. Additionally, the aging of pipe materials reduces resistance to corrosion. Another contributing factor is the decrease in engine efficiency and performance due to prolonged operating hours. The impact of reduced FWG performance is a decline in freshwater production on board.To optimize FWG performance, routine maintenance should be carried out according to operational schedules, coordination regarding the FWG’s condition before and after maintenance should be improved, and periodic evaluations of maintenance effectiveness should be conducted to determine more efficient steps for the future.