Keandalan sistem permesinan kapal krusial untuk operasional maritim, namun kegagalan bearing pada sea water cooling pump (SWCP) sering menyebabkan penurunan efisiensi dan risiko mesin induk. Penelitian ini menganalisis faktor penyebab, dampak kinerja, dan konsekuensi operasional kerusakan bearing SWCP main engine di MV. Hodasco 19. Menggunakan desain studi kasus dengan mixed methods (kualitatif-deskriptif induktif dan kuantitatif-komparatif deskriptif), populasi satu unit SWCP (Akasaka 6UEC-37H-IIB) dengan sampel purposive Chief Engineer sebagai informan kunci. Instrumen mencakup observasi partisipatif, wawancara mendalam, vibrometer terkalibrasi (ISO 10816-3:2009), mikrometer, dan logbook; analisis melalui model interaktif kualitatif (Miles & Huberman, 1984) serta persentase komparatif kuantitatif dengan triangulasi. Hasil menunjukkan mixed-mode failure dari kelelahan material (2160 jam), keterlambatan pelumasan (100 jam), dan kontaminasi air laut, menyebabkan keausan 0,3 mm, lonjakan getaran +38,9%, penurunan efisiensi -5,3%, tekanan -9,5%, serta temperatur mesin +5,1% hingga 82°C. Kesimpulan mengonfirmasi pemulihan penuh pasca-perbaikan korektif, merekomendasikan pemantauan getaran rutin dan jadwal pelumasan ketat.