Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Underwater Remotely Operated Vehicle Control System Ar-chitecture Sutrisno, Imam; Widiarti, Yuning; Priyonggo, Projek; Hartanto, Tri Mulyatno Budhi; Santosa, Ari Wibawa Budi; Nofandi, Faris; Gunarti, Monika Retno; Prawoto, Agus; Wahyuni, Anak Agung Istri Sri
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 2 (2024): June
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v2i2.132

Abstract

Underwater Remotely Operated Vehicle (ROV) control system architecture, work Class II - underwater inspection is demonstrated. The object is programmed on MATLAB simulink. The nonlinear modeled plants were processed by approximation way. Author planned a controller of an underwater ROV object. PID controller is used modeled plant. Tuning PID tool is used MATLAB for choose underwater ROV controller. Researchers tested an underwater ROV for system and solving problems an underwater ROV architecture.
Evaluate the impact of Shore Side Electricity on reducing exhaust emissions for ships, using the State Ship KN Masalembo Dai Robbi, Shofa; Gunarti, Monika Retno; Yudiyanto, Prima Yudha; Gupron, Akhmad Kasan; Mulyanto, Sri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16547

Abstract

Sea transportation accounts for 3% of the global greenhouse gas effect. The International Maritime Organization (IMO) is committed to reducing the impact of greenhouse gases by 50% in 2050—Indonesia is a maritime country with 10.8% of the world's ship register. High traffic has an impact on increased gas emissions. The IMO has made a policy on the Ship Energy Efficiency Management Plan. IMO recommends using Shore Side Electricity to reduce exhaust emissions, namely the use of electricity sources from land will reduce the operation of the ship's generator when berthing.This SSE case study uses the State Ship (KN) Masalembo at the Tanjung Perak Port. Evaluation of the impact of SSE on emission reduction is carried out by calculating electricity and fuel consumption. Based on fuel consumption, the amount of pollutants produced is known. A Descriptive quantitative method is used in this research. Based on the calculation, the electricity demand at 220 Volt voltage is 95,028 watts, and at 380 watts is 276,210 Watts. There are 3 generators on board with different output power. There are: auxiliary engine 1-2, harbour generator, and emergency generator. Each generator has different efficiency and fuel consumption. The Comparison of SSE reduction impact is largest in aux eng 1-2 worth 206,855.13 kg pollutant/ton of fuel. Fuel cost savings of up to 92.57% every year. SSE utilization is a solution for reducing exhaust emissions in the port area. Power generation using renewable energy sources is a recommendation for supporting SSE operations.
Mechanical behavior of glass fiber-epoxy composite laminates for ship hull structures Gunarti, Monika Retno; Prawoto, Agus; Fauzi, Wahyu Nur; Wirawan, Willy Artha
Mechanical Engineering for Society and Industry Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/mesi.11589

Abstract

Polymer composite is widely used in various structures due to its strength-to-load ratio. Despite the significant benefits, many structures are vulnerable to high-impact loads in practical situations. Therefore, this research aimed to explore the effect of fiber arrangement on the mechanical behavior of glass fiber-epoxy composite laminates. Experiments were conducted on several samples with glass fiber arrays of Chopped Strand Matt (CSM), Woven Rovings (WR), and Woven Cloth (WC). The composite fabrication was molded using the vacuum pressure infusion (VAPRI) method. The mechanical behavior of laminate composite was obtained using a tensile test, tree point bending, shore D hardness, Charrpy impact, fracture observation, and fiber-matrix delamination. The results showed that WR arrangement excelled in various mechanical behaviors, including flexural strength 6992.6 Mpa, Hardnes 75.66 HD, and Impact 0.1789 J/mm. In comparison, the highest tensile strength value was obtained in the WC arrangement of 73.24 Mpa. This research showed that both regular and arranged fiber provided better mechanical properties than random fiber. The incorporation of fiber arrangement could be recommended in the further development of high-performance polymer composite.
Analisis Dampak Tersumbatnya Sistem Pelumasan Pada Mesin Diesel Generator Tipe Weichai Di MV. Tasik Mas Dengan Metode Fishbone Diagram Fahdihilah, Talitha Tahara Zada Sani; Irfan, Saiful; Herlambang, Sri Mulyanto; Prawoto, Agus; Gunarti, Monika Retno
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18555

Abstract

Sistem pelumasan yang efisien pada mesin Diesel Generator merupakan faktor penting dalam menjaga kinerja optimal dan mencegah kerusakan mesin di kapal. Sistem pelumasan berfungsi untuk mengurangi gesekan, mencegah keausan, menyerap panas, melindungi komponen logam dari kelembapan dan oksidasi, serta membersihkan partikel kotoran yang terbentuk akibat gesekan dan pembakaran. Peneliti merangkum permasalahan dan memecahkan masalah dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan analisis Fishbone diagram. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, wawancara selama praktek di kapal laut. Hasil data menunjukkan penyumbatan dalam sistem pelumasan dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti peningkatan suhu operasi, keausan komponen yang lebih cepat, dan bahkan kerusakan mesin yang serius. Penyumbatan dapat disebabkan oleh penggunaan minyak pelumas berkualitas rendah, kontaminasi oleh partikel asing, kegagalan pemeliharaan rutin, atau desain sistem pelumasan yang kurang optimal. Masalah ini tidak hanya mengurangi efisiensi operasional kapal, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi awak kapal dan lingkungan. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang penyebab dan solusi penyumbatan sistem pelumasan sangat penting untuk memastikan kelancaran operasional kapal dan menghindari kerusakan yang dapat berakibat fatal.
Analisis Fishbone Diagram Pada Kerusakan Roller Ball Bearing Terhadap Kelancaran Kinerja Ballast Pump No. 2 Dikapal MT. Palu Sipat Robbi, Shofa Dai; Barbyanavy, Dinda Ayu; Yudianto, Prima Yudha; Gunarti, Monika Retno; Nasri, Nasri
Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi Vol. 8 No. 1 (2025): Juni: Jurnal Informasi Sains dan Teknologi
Publisher : Politeknik Negeri FakFak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/isaintek.v8i1.322

Abstract

The ballast pump is one of the important components in the ship's balance system that functions to regulate the volume of ballast water in the ship's tank to maintain the stability and trim of the ship. The ball bearing component plays a role in reducing friction between the pump shaft and the pump housing and ensuring that the shaft remains aligned when the pump is operating. This study aims to determine the causes of ball bearing damage to ballast pumps, the impact caused by the damage, and preventive efforts that can be made. The method used in this research is descriptive qualitative with data analysis techniques using the fishbone method, namely with cause-and-effect diagrams. The results showed that the damage to the ball bearing of the ballast pump was caused by the lack of lubrication and the lack of checking and maintenance. The handling of this problem is done by disassembling the ballast pump and replacing the ball bearing and mechanical seal.
Analisis Optimalisasi Kinerja Injector Pada Mesin Induk Type 6UEC52LA di MT Ginga Bobcat Fahmi, Achmad; Dirhamsyah; Gupron, Akhmad Kasan; Robbi, Shofa Dai; Gunarti, Monika Retno
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i1.786

Abstract

Injector adalah bagian dari sistem bahan bakar suatu mesin yang digunakan, khususnya pada mesin pembakaran dalam, untuk menyemprotkan bensin ke dalam ruang bakar. Untuk menjamin kelancaran pengoperasian dan mencegah hambatan jalan serta penundaan kapal, maka harus dilakukan perawatan rutin pada injector untuk mendukung operasional pelayaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan fishbone untuk mengumpulkan data melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa faktor yang menyebabkan gas buang tinggi adalah injector pada mesin induk type 6UEC52LA di kapal MT Ginga Bobcat, masinis tidak mengikuti Manual Book pada saat melakukan perawatan dan perbaikan pada main engine, nozzle yang tersumbat dan adanya tetesan bahan bakar pada injector, tidak adanya maintenance checklist, kualitas bahan bakar juga sangat mempengaruhi kinerja injector. Tindakan yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut ialah masinis harus membaca dan memahami sebelum melakukan perawatan dan perbaikan rutin pada komponen injector dan sistem bahan bakar juga harus melakukan pemeliharaan dan perbaikan rutin, masinis 1 harus sering memeriksa dan mengganti filter bahan bakar untuk menjaga kinerja mesin dan mencegah penyumbatan, serta harus menggunakan bahan tambahan pembersih bahan bakar untuk membantu membersihkan sistem bahan bakar dan memilih bahan bakar berkualitas tinggi untuk mesin utama. Injector is a part of an engine's fuel system that is used, particularly in internal combustion engines, to spray gasoline into the combustion chamber. To ensure smooth operation and prevent road obstacles and ship delays, routine maintenance must be carried out on the injectors to support shipping operations. This study uses the fishbone approach to collect data through documentation, interviews, and observations. The results of the study found that the factors that cause high exhaust gases are the injectors in the type 6UEC52LA main engine on the MT Ginga Bobcat ship, the driver did not follow the Manual Book when carrying out maintenance and repairs on the main engine, clogged nozzles and the presence of fuel droplets in the injector, the absence of a maintenance checklist, fuel quality also greatly affects the performance of the injector. The actions that need to be taken to solve these problems are that the driver must read and understand before carrying out routine maintenance and repairs on the injector components and fuel system must also carry out routine maintenance and repairs, the 1st driver must frequently check and replace the fuel filter to maintain engine performance and prevent blockages, and must use fuel cleaning additives to help clean the fuel system and choosing high-quality fuel for the main engine  
Analisis Kerusakan Impeller Pada Sea Water Cooling Pump Mesin Induk Yanmar di Kapal Self-Propelled Oil Barge Seroja XXI Chahyono, Muhammad; Moejiono, Moejiono; Putri, Indah Ayu Johanda; Robbi, Shofa Dai; Kristiyono, Antonius Edy; Gunarti, Monika Retno
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.948

Abstract

Kerusakan pada impeller sea water pump mesin induk dapat menyebabkan penurunan kinerja sistem pendingin, yang berpotensi merusak mesin induk dan mengganggu operasional kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kerusakan pada impeller sea water pump serta dampaknya terhadap kinerja pompa dan sistem pendingin secara keseluruhan. Metode yang digunakan dalam analisis ini meliputi inspeksi visual, pengukuran getaran, dan analisis material untuk mendeteksi cacat atau keausan pada impeller. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerusakan impeller umumnya disebabkan oleh faktor-faktor seperti keausan akibat gesekan dengan partikel di dalam air laut, korosi akibat lingkungan laut yang agresif, serta kegagalan mekanis yang disebabkan oleh desain atau material impeller yang tidak sesuai. Kerusakan ini dapat menyebabkan penurunan aliran air laut yang masuk ke sistem pendingin mesin induk, yang pada akhirnya dapat meningkatkan suhu mesin dan memperpendek umur pakai komponen. Oleh karena itu, pemeliharaan yang tepat dan pemilihan material yang tahan terhadap korosi sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi terkait perawatan dan penggantian impeller yang lebih efisien serta pemilihan material yang lebih tahan lama untuk meningkatkan keandalan pompa air laut pada mesin induk kapal.
Analisis Pengaruh Menurunnya Tekanan Refrigerant Terhadap Kompresor Mesin Pendingin Makanan di SV. Osam Jumbo 05 Alfayer, Marcelly Nur; Nugroho, Azis; Rahayu, Trisnowati; Gunarti, Monika Retno; Prawoto, Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1000

Abstract

Kompresor mesin pendingin adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengalirkan refrigerant keseluruh sistim utama di pendingin makanan, pada mesin pendingin sering mengalami penurunan tekanan kompresor yang mengalirkan refrigerant ke sistim pendingin. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui penyebab menurunnya tekanan Refrigerant pada mesin pendingin di atas kapal SV. Osam Jumbo 05 dan mengetahui cara mengatasi permasalahan menurunnya tekanan Refrigerant tersebut secara efektif. Penelitian ini menggunakan metode RCA (Root Cause Analysis) untuk menemukan faktor penyebab yang berpengaruh pada satu atau lebih peristiwa yang pernah terjadi yang mana hasil dari metode tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan sebuah kinerja. Hasilnya menunjukkan bahwa penyebab menurunnya tekanan Refrigerant disebabkan oleh kebocoran pada sistim pendingin yaitu pipa Refrigerant. Dengan itu diperlukan perawatan rutin seperti pengecekan komponen mesin pendingin secara berkala. Sehingga mengetahui penyebab kebocoran.
Identifikasi Penyebab Kebocoran Pada Jacket Cooling Fresh Water Main Engine Tipe Man B&W 6L35MC di MT.Tirtasari Oktavianto, Iqbal Dwi; Prayitno, Eko; Ajie, Kuntoro Bayu; Robbi, Shofa Dai; Gunarti, Monika Retno
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1033

Abstract

Jacket cooling main engine adalah sistem pendingin yang terletak antara dinding silinder dan blok silinder. Fluida pendingin mengalir di area ini untuk menyerap panas dari dinding silinder, lalu bersirkulasi. Penelitian dilakukan karena adanya kebocoran pada jacket cooling main engine yang menyebabkan kapal berhenti untuk perbaikan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor penyebab kebocoran, dampak yang terjadi, dan upaya yang diambil untuk mengatasi masalah ini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebocoran disebabkan oleh kurangnya perhatian pada sistem pemeliharaan mesin utama (PMS), kerusakan o-ring, korosi, karatan pada tangki ekspansi, suhu preheating air yang rendah, dan kurangnya perawatan pada sistem pendingin. Kerusakan pada komponen jacket cooling mengakibatkan kinerja pendinginan yang tidak maksimal, sirkulasi yang buruk, kualitas air pendingin yang rusak, suhu gas buang yang tidak stabil, dan meningkatnya temperatur gas buang tanpa menyebabkan shutdown. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan pemeliharaan sesuai manual book, penggantian o-ring dan jacket cooling, serta pengarahan untuk perawatan dan perbaikan mesin utama.
Analisis Kerusakan Shaft Bearing Fire Fighting Pump SFP 250x350 Kapal AHTS. Logindo Sturdy Avchandra, Prassetya Wira; Gunarti, Monika Retno; Ratnaningsih, Dyah; Kristiyono, Antonius Edy; Prawoto, Agus; Robbi, Shofa Dai
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.721

Abstract

Sarana transportasi utama dalam perdagangan laut, baik domestik maupun internasional, adalah kapal laut. Dalam operasionalnya, ada dua faktor yang dapat mengganggu kelancaran kapal, yaitu faktor alam dan faktor internal kapal itu sendiri. Salah satu komponen penting untuk keselamatan kapal adalah sistem pemadam kebakaran, yaitu Fire Fighting Pump (Fifi Pump). Fifi Pump diuji dan terdaftar oleh pihak ketiga seperti Badan Klasifikasi Indonesia (BKI), yang bertanggung jawab atas sertifikasi, validasi, dan inspeksi peralatan keselamatan. Kerusakan pada komponen pompa dapat mengurangi kinerjanya, salah satunya adalah kerusakan pada shaft bearing. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan shaft bearing pada Fifi Pump di kapal AHTS Logindo Sturdy dan tindakan perbaikannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis data dari wawancara, observasi, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan bearing menyebabkan tekanan pompa tidak optimal, dan kurangnya pemeliharaan rutin menjadi penyebab utama. Tindakan yang diambil adalah mengganti bearing yang rusak dan melaksanakan sistem pemeliharaan yang terjadwal secara rutin.