Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Kecepatan Bongkar Batubara Terhadap Waktu Tunggu Tongkang di Pelabuhan IBT Mekar Putih Azhari, Hafidz Rayhan; Sihaloho, Otri Wani; Wahyuni, Anak Agung Istri Sri; Amrullah, Romanda Annas
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif korelasi fungsional dan pengaruh variabel kecepatan bongkar (discharge rate) terhadap durasi waktu tunggu (waiting time) armada tongkang di Pelabuhan IBT Mekar Putih, yang berperan sebagai simpul vital dalam rantai pasok energi nasional. Dalam ekosistem logistik maritim yang kompleks, inefisiensi operasional pada terminal curah kering (dry bulk terminal) sering kali bermanifestasi sebagai stagnasi antrean di area labuh (anchorage area), yang berdampak langsung pada pembengkakan biaya demurrage dan ketidakpastian jadwal pasokan batubara ke pembangkit listrik. Menggunakan desain penelitian kuantitatif eksplanatori, studi ini menguji hipotesis pengaruh kinerja alat dan manusia terhadap durasi antrean armada. Data empiris dikumpulkan melalui instrumen kuesioner berskala Likert yang didistribusikan kepada 30 responden ahli operasional (termasuk Department Head, Supervisor, Foreman, dan Operator) selama periode Desember 2024 hingga Juni 2025, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi linier sederhana dan uji hipotesis. Hasil analisis statistik mengungkapkan nilai Koefisien Determinasi (R2) sebesar 0,763, yang mengindikasikan bahwa 76,3% variabilitas waktu tunggu tongkang dipengaruhi secara signifikan dan dominan oleh stabilitas kecepatan bongkar. Persamaan regresi yang dihasilkan, Y = 11,801 + 0,717X, mengonfirmasi secara matematis bahwa setiap peningkatan unit performa bongkar akan secara nyata mereduksi durasi waktu tunggu armada. Temuan ini memberikan implikasi bahwa stagnasi di area labuh dapat diminimalisir secara efektif melalui strategi pemeliharaan preventif alat bongkar, peningkatan kompetensi ritme kerja operator, dan digitalisasi sistem penjadwalan sandar guna mencapai efisiensi operasional pelabuhan yang berkelanjutan.
Analisis Pemuatan Batubara Menggunakan Floating Crane dengan Metode Ship to Ship pada PT PBMM di Taboneo Anchorage Putra, Rizky Suryana; Sihaloho, Otri Wani; Sri Wahyuni, Anak Agung Istri; Dahri, M.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan pemuatan batubara menggunakan floating crane dengan metode ship to ship serta mengidentifikasi faktor-faktor dominan yang memengaruhi produktivitas pemuatan di Taboneo Anchorage pada PT Puradika Bongkar Muat Makmur (PBMM). Mengingat posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok energi global, efisiensi logistik maritim di titik transhipment ini menjadi sangat krusial, terutama dalam menghadapi tantangan operasional di perairan terbuka seperti cuaca ekstrem dan potensi kerusakan alat mekanis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan asosiatif untuk menguji hubungan antarvariabel. Data dikumpulkan melalui distribusi kuesioner kepada 30 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling, meliputi Section Head, Supervisor, Foreman, dan Operator yang terlibat langsung di lapangan. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS 26, mencakup uji validitas, uji reliabilitas yang menunjukkan konsistensi tinggi (Cronbach’s Alpha 0,963), uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pelaksanaan pemuatan berjalan efektif, didukung oleh koordinasi tim yang solid, dengan dominasi respon setuju sebesar 63,33%. Analisis regresi menghasilkan persamaan Y = −2,431 + 1,051X, yang mengindikasikan bahwa setiap peningkatan kualitas pada waktu kerja dan proses operasional akan meningkatkan produktivitas secara signifikan. Hal ini diperkuat oleh nilai t-hitung sebesar 10,124 dan koefisien determinasi ($R^2$) sebesar 0,785, yang berarti variabel independen berkontribusi sebesar 78,5% terhadap variasi produktivitas. Temuan ini menekankan pentingnya strategi preventive maintenance yang ketat dan manajemen roster kerja yang disiplin sebagai kunci utama untuk memitigasi kendala operasional dan meningkatkan throughput batubara nasional.
Improving Emergency Fire Drill Skills and Capability to Deal with Fire Emergencies on the MV. Pacific Bulk Dany Firmansah, Muhammad; Agung Istri Sri Wahyuni, Anak; Sihaloho, Otri Wani; Arleiny
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 6 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijse.v6i1.449

Abstract

Ship fires pose a high risk to crew safety, necessitating increased emergency fire drill competency. This study analyzes crew preparedness and skill enhancement strategies during emergency fire drills on board the MV Pacific Bulk. Using a descriptive qualitative approach, a purposive sampling of 25 crew members involved key officers (Chief Officer, Officer on Duty, Bosun and A/B) was conducted through in-depth interviews, participant observation, and documentation analysis. Data analysis followed the Miles and Huberman model: data reduction, presentation, and verification through triangulation. Results showed good procedural compliance, a 5-minute alarm response, full equipment readiness, and effective coordination during the galley fire simulation. Routine drills, safety meetings, and familiarization of new crew members proved successful, although scenario variations need to be improved. In conclusion, the MV Pacific Bulk has solid emergency preparedness in accordance with SOLAS standards, with various drill scenarios recommended for optimal crew competency.