Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Kegiatan Ekstrakulikuler Drumband dalam Meningkatkan Kompetensi Non-akademik Peserta Didik SMPN 1 Pariaman wildaapriliani; Kustati, Martin; Amelia, Reski; Gusmirawati
PENDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): PENDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/pendimas.v4i1.3250

Abstract

Pendampingan ini bertujuan untuk melihat pelaksanaan kegiatan Ekstrakurikuler Drumband terhadap peningkatan kompetensi non-akademik peserta didik di SMPN 1 Pariaman. Kegiatan Ekstrakurikuler Drumband di SMPN 1 Pariaman berfokus pada aspek teknis permainan musik, melatih peserta didik untuk menguasai alat musik seperti snare drum, bass drum, tom-tom, pianika, dan simbal. Latihan dilakukan secara rutin untuk mempersiapkan mereka tampil di acara sekolah dan kompetisi. Namun, kegiatan ini lebih menekankan kemampuan musik individu dan tim tanpa mengaitkannya dengan kegiatan sosial atau pengabdian masyarakat. Meskipun peserta didik terampil, mereka tidak memiliki kesempatan terstruktur untuk menerapkan peran sosial melalui musik, dan penekanan lebih pada prestasi teknis daripada pengembangan karakter sosial. Pendampingan ini menggunakan metode Service Learning. Service Learning merupakan metode pembelajaran yang mampu membuka kesadaran peserta didik bahwa mereka memiliki tanggungjawab sosial kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan dan secara konseptual mampu memotivasi peserta didik untuk berperilaku menolong terhadap orang lain. Dalam pelaksanaannya Service Learning memegang tiga prinsip utama, yaitu: saling membantu, melayani orang lain berarti juga melayani diri sendiri dan melayani untuk belajar-belajar untuk melayani. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa keterlibatan peserta didik dalam Ekstrakurikuler Drumband memberikan kontribusi pos itif terhadap pengembangan soft skills, seperti disiplin, kerjasama tim, kreativitas, dan kepercayaan diri. Pendamping Drumband yang merupakan salah satu pendidik SMPN 1 Pariaman serta berperan signifikan dalam membangun karakter peserta didik. Dengan demikian, kegiatan Drumband tidak hanya memberikan keterampilan teknis musik, tetapi juga meningkatkan kompetensi non-akademik yang penting bagi perkembangan peserta didik .
PENDAMPINGAN HOLISTIK TAHFIDZUL QUR'AN DALAM MEMBANGUN GENERASI QUR'ANI YANG BERAKHLAK MULIA DI SDIT ALAM TAHFIZ ADZIKRA Herlina Yusroh Nst; Martin Kustati; Gusmirawati; Idghom Mukholik
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v6i2.4630

Abstract

Abstract: This mentoring aims to describe and analyze the holistic mentoring process of Tahfidzul Qur'an in forming a generation of Qur'anic students with noble morals at SDIT Alam Tahfiz Adzikra. This mentoring method is Participatory Action Research (PAR), involving teachers, parents, and students as active subjects in every stage of the activity. The mentoring is carried out comprehensively covering cognitive aspects (memorization of the Qur'an), affective (formation of morals), and psychomotor (practice of Qur'anic values ​​in daily life). Some of the procedures of the PAR method are planning aimed at seeing and analyzing the Qur'anic memorization program at SD IT Alam Tahfiz Adzikra. Next, the implementation aims to analyze the activities or tahfidz program at SD IT Alam Tahfiz Adzikra. Furthermore, the closing aims to see the results and evaluate the tahfidz al-Qur'anic program at SD IT Alam Tahfiz Adzikra. The results of this mentoring show that through a holistic mentoring model that is integrated with school programs and the role of teachers and active families, students experience significant improvements both in memorization achievements and in character formation. Keywords: Holistic mentoring, Tahfidzul Qur’an, Qur’anic generation, noble character.   Abstrak: Pendampingan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses pendampingan holistik Tahfidzul Qur’an dalam membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak mulia di SDIT Alam Tahfiz Adzikra. Metode pendampingan ini adalah Participatory Action Research (PAR), dengan melibatkan guru, orang tua, dan peserta didik sebagai subjek aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Pendampingan dilakukan secara menyeluruh mencakup aspek kognitif (hafalan Al-Qur’an), afektif (pembentukan akhlak), dan psikomotorik (pengamalan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari). Beberapa prosesdur metode PAR adalah perencanaan yang betujuan untuk melihat dan menganalisis program tahfiz qur’an di SD IT Alam Tahfiz Adzikra. Selanjutnya, pelaksanaan yang bertujuan untuk menganalisis kegiatan atau program tahfidz di SD IT Alam Tahfiz Adzikra. Selanjutnya penutup dengan tujuan untuk melihat hasil dan mengevaluasi program kegiatan tahfiz al-qur’an di di SD IT Alam Tahfiz Adzikra. Hasil pendampingan ini menunjukkan bahwa melalui model pendampingan holistik yang terintegrasi dengan program sekolah dan peran guru serta aktif keluarga, peserta didik mengalami peningkatan yang signifikan baik dalam capaian hafalan maupun dalam pembentukan karakter. Kata Kunci: Pendampingan Holistik, Tahfidzul Qur’an, Generasi Qur’ani, akhlak mulia.
Pendampingan Program Tahsinul Qur’an Menggunakan Metode Baghdadi Di SMP Negeri 1 Padang Panjang Nurfadhilah; Martin Kustati; Gusmirawati; Rezki Amelia
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 12: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i12.5998

Abstract

Tujuan pengabdian melalui pendampingan program tahsinul Qur’an ini adalah untuk meningkatkan kemampuan peserta didik di SMP Negeri 1 Padang Panjang dalam membaca dan memahami tajwid bacaan Al-Qur’an, sehingga dalam kesehariannya nanti peserta didik dapat menerapkan ilmu membaca Al-Qur’an yang baik dan benar, mencakup makharijul huruf, dan ahkamul huruf. Minimnya kesadaran dari peserta didik untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar terlihat dari kemampuan dan hasil bacaan Al-Qur’an yang diucapkan oleh peserta didik. Berawal dari permasalahan ini, kemudian diberikan solusi berupa pendampingan program tahsinul Qur’an menggunakan metode baghdadi, sebagai upaya melatih peserta didik dalam membaca Al-Qur’an. Pelaksanaan pendampingan ini menggunakan metodologi ABCD (Asset Based Community Development) yang berorientasi pada pemberdayaan kemampuan dari peserta didik agar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Pada program tahsinul Qur’an ini diterapkan metode baghdadi yang didukung dengan teknik pengulangan agar lebih fasih dalam membaca Al-Qur’an. Dalam penerapannya metode baghdadi memberikan hasil yang signifikan terhadap kemampuan memabaca Al-Qur’an peserta didik. Hasil dari pendampingan tahsin ini dari sebelumnya peserta didik belum tepat dan benar dalam membaca Al-Qur’an sekarang sudah dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah ilmu tajwid yang mencakup ahkamul huruf, dan makharijul huruf.
Implementasi Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Tema Kearifan Lokal pada Tradisi Makan Bajamba Nurfadhilah, Nurfadhilah; Martin Kustati; Gusmirawati; Rezki Amelia
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 17 No. 2 (2024): Lentera
Publisher : STKIP PGRI Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52217/lentera.v17i2.1559

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the project to strengthen the profile of Pancasila students (P5) on the theme of local wisdom in the tradition of eating bajamba. The type of research used in this research is field qualitative with a qualitative approach. The population in this study were all students who participated in the implementation of the Pancasila student project on the theme of local wisdom about eating bajamba with a sample in class IX. The data collection techniques used are observation, interview and documentation. The data analysis technique used is Miles and Huberman analysis with the stages of data reduction, data presentation and conclusion preparation. The results of this study indicate that the implementation of the Pancasila student profile strengthening project (P5) in junior high schools related to the theme of local wisdom in the tradition of eating bajamba has three stages: first, the preparation stage by designing the implementation of P5 through identifying the dimensions of P5 in accordance with the theme of local wisdom eating bajamba. Second, the P5 implementation stage with P5 training and management. Third, the evaluation stage through observation and assessment in the P5 implementation process.
PENDAMPINGAN KEGAMAAN REMAJA MASJID DALAM MEMBENTUK KARAKTER PEMUDA YANG BERAKHLAK MULIA Rifdha Hayati; Martin Kustati; Gusmirawati
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 05 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini berbentuk pendampingan terhadap remaja masjid, yang bertujuan untuk pembentukan karakter muda guna mencapai akhlak mulia, serta untuk mengetahui sikap dan tingkah laku remaja masjid pada saat ini yang mana mereka berkembang di zaman teknologi. Pengabdian ini dilakukan di Masjid Nurul Iman Lubuk alung kecamatan ampek nagari kabupaten agam. Metode yang dilakukan yaitu metode observasi yang secara lansung mengamati kondisi yang ada dilapangan tersebut guna mendapatkan data-data yang berkaitan dengan remaja masjid serta problem akhlak pada masjid Nurul Iman Lubuk alung. Hasil dari pengabdian ini berupa : (1) peran remaja kurang efektif karna banyaknya remaja yang tidak aktif yang sibuk dengan urusan masing-masing. (2) terhambatnya organisasi remaja masjid dikarenakan mereka yang sibuk dengan pekerjaan. (3) peran teknologi telah mempengaruhi tingkah laku mereka. (4) tertinggalnya peran organisasi remaja masjid dikarenakan tidak berkembang kegiatan yang diselenggarakan. Manfaat dari pengabdian ini adalah mengetahui bagaimana tingkah laku remaja yang ada di sekitar masjid tersebut, serta membangkitkan kembali semangat remaja masjid untuk lebih memperbaiki akhlak.
PENDAMPINGAN BACA TULIS AL-QUR’AN DENGAN METODE TABARAK DI MASJID AT-TAQWA KOTO PANJANG Mohamad Tabri; Martin Kustati; Gusmirawati
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 06 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pendampingan ini ialah untuk mengetahui bagaimana implementasi Metode Tabarak dalam mengahafal Al-Qur’an di Masjid At-Taqwa Koto Panjang, serta untuk mengetahui Bagaimana faktor penghambat dan pendukung dalam menerapkan Metode Tabarak di Masjid At-Taqwa Koto Panjang. Cara ini menggunakan Metode yang efektif dengan cara Teknik pengumpulan data, observasi dan berupa dokumentasi. Sumber data berasal dari guru yang mengajar dengan membimbing menggunakan Metode Tabarak di Lembaga tersebut, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan tersebut memberikan penjelasan sebagai berikut: 1) Di Masjid At-Taqwa Koto Panjang, kegiatan pembelajaran dengan Metode Tabarak untuk menghafal Al-Qur’an di pimpin oleh guru ngaji yang sudah mengikuti pelatihan sebelumnya khusus yang berkaitan dengan pembelajaran Metode Tabarak. Hafalan dilanjutkan dengan audio murotal berupa MP3 yang sudah dibagikan kepada masing-masing anak didik. Media ini juga dapat digunakan untuk kegiatan dirumah Bersama orang tua dan keluarga. Dan kegiatan ini menggunakan media pembelajaran lainnya seperti: speaker, televisi, dan lain-Lain. 2) Faktor pendukung dalam pelaksanaan pembelajran ini yaitu dengan adanya peran Guru ngaji sebagai pendidik yang menyenangkan bagi anak didik juga memiliki penguasaan hafalan yang baik, fasilitas yang memadai, dan kerja sama yang baik dari seorang guru dalam menghafal Al-Qur’an. 3). Faktor penghambat kegiatan ini ialah kurang fokusnya pada anak didik akibat anak didik bermain di dalam ruangan, anak terlambat, kurangnya pengawasan dari orang tua anak didik di sebabkan kesibukan di luar rumah, dan masih terdapat guru yang belum menguasai. Temuan tersebut memiliki dampak, yang menunjukkan bahwa sistem pembelajan anak didik harus di perkuat oleh guru dan guru ngaji lainnya. Guru ngaji ngaji juga dituntut untuk meningkatkan keterampilan untuk menggunakan strategi dengan menggunakan Metode Tabarak ini.  
PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN TAHFIDZ MENGGUNAKAN METODE TALAQQI KELAS XI DI SMK KESEHATAN GENUS SUMATERA BARAT Ahmad Faiz; Martin Kustati; Gusmirawati
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 06 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendampingan ini bertujuan untuk membantu peserta didik dalam menghafal ayat Al-Qur’an dalam program ekstrakurikuler Tahfidz terutama juz 30. Pendampingan ini dilatarbelakangi karena masih banyak kekurangan peserta didik terutama kelas XI dalam melafalkan ayat  Al-Qur’an yang tidak sesuai dengan kaidah tajwid yang benar sehingga membuat peserta didik kesulitan dalam menghafal ayat. Metode yang digunakan dalam pendampingan ini adalah Metode Talaqqi. Metode Talaqqi merupakan metode yang tepat dari sekian banyak metode menghafal Al-Qur’an. Metode ini dilaksanakan dengan pendidik memulai membaca sepotong ayat kemudian dilanjutkan dengan peserta didik mengulang kembali bacaan yang dibaca oleh pendidik terlebih dahulu. Metode pelaksanaan ini yaitu dengan metodelogi  PAR (Participary Action Research ) merupakan pendekatan yang prosesnya bertujuan untuk pembelajaran dalam mengatasi masalah dan pemenuhan kebutuhan praktis masyarakat, serta produksi ilmu pengetahuan. Hasil dari pendampingan dengan menggunakan Metode Talaqqi ini adalah bahwa peserta didik dalam melafalkan ayat Al-Qur’an sudah memenuhi bacaan kaidah tajwid yang benar. Dari segi hafalan peserta didik mudah menghafalkan ayat Al-Qur’an.
PENDAMPINGAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK MELALUI KEGIATAN MAHARDIKA MENGAJAR DI NAGARI SARIAK ALAHAN TIGO KABUPATEN SOLOK Debi Yandrizal; Martin Kustati; Gusmirawati
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 06 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pendampingan pendidikan karakter adalah untuk memberikan pendampingan pendidikan karakter kepada anak agar anak memiliki karakter yang sesuai dengan jati dirinya melalui kegiatan Mahardika Mengajar. Pendidikan karakter adalah usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik kepada seseorang. Karakter sangat erat hubungannnya dengan nilai nilai agama, kejiwaan, akhlak dan budi pekerti seseorang yang membedakan terhadap yang lainnya. Di era globalisasi ini, marak terjadi pergeseran moral yang mengakibatkan hilangnya karakter anak-anak Indonesia. Untuk itu perlu semua pihak termasuk mahasiswa turut adil dalam membangun pendidikan karakter pada anak, sehingga anak-anak Indonesia dapat menjadi individu yang memiliki karakter yang sesuai dengan jati diri bangsanya. Metode yang digunakan dalam kegiatan pendampingan pendidikan karakter yaitu Service Learning (SL) dengan langkah – langkah : 1. Volunteer mahardika mengajar memberikan pengajaran dalam bentuk cerita lalu diskusi dengan anak, 2. Volunteer Mahardika mengajar memberikan projek kepada anak dan anak mengerjakan projek, 3. Volunter Mahardika mengajar melakukan monitoring terhadap karakter anak. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan pada libur semester. Dalam kegiatan ini yang didapatkan anak pada hari pertama yaitu anak mendapatkan cerita tentang karakter, pada pertemuan kedua mendaptkan pelatihan bakat dan minat, pada pertemuan ketiga  menentukan skill yang ingin mereka kembangkan, pada pertemuan keempat anak dibantu untuk mengembangkan skill nya  dan pada pertemuan ke lima anak sudah  bisa tampil di depan umum akan bakat yang mereka miliki. Berdarsakan kegiatan pendampingan yang dilakukan bahwasanya karakter anak ditentukan oleh diri, lingkungan sekitar, dan apa yang mejadi kebiasaan anak.
PENDAMPINGAN MEMBACA AL-QURAN DENGAN METODE IQRO KEPADA SISWA DALAM MENGATASI BUTA AKSARA DI SDN 26 KUAMANG Muhamad Azmy; Martin Kustati; Gusmirawati
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 06 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang di adakan Pendampingan baca tulis Al- Quran ini karena kurangnya kemampuan peserta didik dalam membaca huruf AL-Quran di SDN 26 kuamang kecamatan VII koto kabupaten tebo. Tujuan pendampingan ini memberikan pelatihan baca tulis al-qur’an dengan menggunakan metode iqro dalam rangka meningkatkan kemahiran baca tulis al-qur’an peserta didik kelas 1 dan 2 di SDN 26 kuamang serta mengembangkan mekanisme pembelajaran menjadi efektif dan efesien. Metode yang digunakan dalam pendampingan ini pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan pembagian kelompok belajar dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari kelompok putra dan kelompok putri, setiap kelompok disesuaikan dengan kemampuan membaca dari iqro 1-6. Hasil pendampingan menunjukan adanya peningkatan kemampuan peserta didik dalam hal baca tulis al-quran menggunakan metode iqro. Selain itu, tercipta pula sistematika pembelajaran yang efektif dan efesien yang diterapkan di SDN 26 kuamang dengan sistem pembelajaran berkelompok.
PEMBINAAN KEAGAMAAN MELALUI ZIKIR DAN DOA BAGI SISWA SD ISLAM KREATIF MAKKAH PADANG Ani Fitria Nurkhasanah; Martin Kustati; Gusmirawati
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 1 No. 04 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pembinaan keagamaan di sekolah adalah untuk membantu membentuk karakter dan kepribadian siswa agar menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah SWT. Pembinaan keagamaan merupakan usaha yang dilakukan untuk penyempurnaan kegiatan yang bersifat agama dan biasanya dilakukan secara terus-menerus untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Pembinaan keagamaan dapat dilakukan dimana saja, baik di lingkungan masyarakat yang dapat diikuti mulai dari anak-anak hingga lansia dan juga di sekolah. Sekolah sebagai sarana yang memiliki tujuan untuk memperbaiki tingkah laku siswa, sudah pasti melakukan kegiatan pembinaan kegamaan. Metode yang dilakukan sekolah melalui metode pembiasaan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) pada kegiatan pembinaan keagamaan yaitu zikir dan doa bersama setelah Sholat berjamaah. Langkah pembinaan mencakup mencari dan menentukan bacaan zikir yang sesuai dengan Sunnah Rasulullah SAW, pelaksanaan kegiatan yang dilakukan setelah Sholat Zuhur berjamaah secara bersama-sama dan didampingi oleh tim pendidik yang bertugas, dan evaluasi pelaksanaan pembinaan keagamaan yang dilakukan diakhir semester. Berdasarkan pelaksanaan pembinaan dapat dinyatakan bahwa siswa akan terbiasa untuk melaksanakan zikir dan doa tanpa adanya dorongan dari pendidik ataupun orang lain, siswa akan sadar dengan sendirinya karena kebiasaannya yang sering dilakukan.