Claim Missing Document
Check
Articles

Konflik Kepemilikan Lahan Antara Masyarakat dengan Aparat Desa Torete Kecamatan Bungku Pesisir Suciana Abdul Rajab; Ashmarita Ashmarita
JURNAL KABANTI: Kerabat Antropologi Vol 6 No 2 (2022): Volume 6, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/kabanti.v6i2.1636

Abstract

Penelitian ini berjudul “Konflik Kepemilikan Lahan Pada Masyarakat Desa Torete Kecamatan Bungku Pesisir Kabupaten Morowali”. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan penyebab dan bentuk konflik antar masyarakat dengan Aparat Desa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori James C. Scott (2000) tentang perlawanan (Senjatanya orang-orang yang kalah). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa lahan yang ada di Desa Torete dalam kepengurusan surat kepemilikan lahan sampai saat ini sertifikat tersebut belum terbit dikarenakan pemerintah (Aparat Desa yang bersangkutan) menyalahgunakan wewenang dengan menghasut masyarakat untuk mengklaim lahan yang masih berada di atas IUP Perusahaan PT. Raihan Catur Putra dan juga termasuk lahan HPT (Hutan Produksi Terbatas). Terkait hal ini masyarakat bertanya-tanya akan kelanjutan dari seluk beluk permasalahan yang dari tahun ke tahun tidak kunjung selesai. Oleh karena itu, masyarakat merasa dibohongi dan tidak terima atas tindakan aparat desa. Bentuk konflik yang ada merupakan konflik tertutup yang ditandai dengan adanya perbedaan pendapat dari kedua belah pihak terhadap penerbitan sertifikat menjadi masalah yang sangat serius di kalangan masyarakat Desa Torete sehingga membuat masyarakat kecewa dan melakukan perlawanan yang tergolong dalam konflik tertutup seperti menceritakan Aparat dan menyusun rencana sebagai persiapan untuk melawan Aparat desa. Adapun rencana yang hendak masyarakat Desa Torete lakukan yakni mendesak atau meminta pertanggungjawaban dengan ganti rugi selama kepengurusan penerbitan sertifikat lahan.
Pengetahuan Perempuan Penangkap Gurita di Desa Lanosangia Buton Utara Firawati Firawati; Ashmarita Ashmarita
JURNAL KABANTI: Kerabat Antropologi Vol 7 No 2 (2023): Volume 7, Nomor 2, Desember 2023
Publisher : Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/kabanti.v7i2.2321

Abstract

This research aims to find out how the knowledge of women octopus catchers. This research technique is direct research, involved observation methods and in-depth interviews. The results showed that knowledge about octopus obtained from their parents and from their experience in catching octopus. classify knowledge about octopus into several, namely knowledge about the types of octopus, namely kuita type octopus (white octopus) which is further divided into two, namely kuita tama (male octopus) and kuita cina (female octopus), suda type octopus (red octopus), imbu (blue ring octopus). Knowledge about octopus habitat is divided into two, namely nests with octopus and nests without octopus. Knowledge about the octopus season, namely that octopus will be abundant during the wula bara (Western season) and when the mo'oci (low tide) is large. Knowledge about how to catch octopus, which consists of two: how to catch octopus with mekanciu (using hooks and awls) and how to catch octopus with mepoco-poco (using pocong-pocong).
RITUAL POAGO PADA MASYARAKAT DESA TALAGA BESAR KECAMATAN TALAGA RAYA KABUPATEN BUTON TENGAH Fani, Fani; Kodooh, Erens Elvianus; Ashmarita, Ashmarita
JURNAL KABANTI: Kerabat Antropologi Vol 5 No 1 (2021): Volume 5, Nomor 1, Juni 2021
Publisher : Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/kabanti.v5i1.1095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan ritual poago dan perubahan yang terjadi dalam ritual poago. penelitian ini menggunakan teori perubahan sosial. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara teknik pengamatan terlibat (participation observation) dan wawacara mendalam (indepth interview). Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pelaksanaan ritual poago terdiri beberapa tahap yaitu tahap persiapan pada tahapan persiapan merupakan tahap penyampaian informasi bahwa akan diadakannya ritual poago ke pada masyarakat agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang dapat mengundang keributan, tahap pelaksanaan yaitu di awali dengan niat membaca surah Al Fateha, selanjutnya membaca ayat kursi sebanyak 7.777 kali, kemudian membaca doa tolak bala dan meninggalkan masjid sambil memakan gula aren, tahap penutup pada tahap penutup masyarakat tidak ada yang melakukan kegiatan yang dapat mengundang keributan selama 4 hari 4 malam. Sedangkan perubahan yang terjadi dalam ritual poago antara lain adalah tempat pelaksanaan, waktu, pelaku dan bahan-bahan dalam ritual poago, perubahan ini disebabkan bebebrapa faktor yaitu faktor pendidikan dan faktor agama.
Eksistensi  Tarian Kuda Lumping Marka Tilaras  di Daerah Transmigrasi Desa Tirtamartani Kecamatan Buke Kabupaten Konawe Selatan Wulandari, Sevi; Ashmarita, Ashmarita
JURNAL KABANTI: Kerabat Antropologi Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Nomor 2, Desember 2024
Publisher : Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/rw218371

Abstract

The aim of this research is to find out and describe the Marka Tilaras Lumping Horse Dance that has survived to this day and has become one of the most popular lumping horses in South Konawe Regency and to find out the efforts made by the Marka Tilaras Lumping Horse in Tirtamartani Village so that it can develop well. .The informants in this research gathered ten people, with the criteria for the informants selected being the head of Tirtamartani village, the chief executive, members of Kuda Lumping Marka Tilras, spectators of Kuda Lumping Marka Tilaras, and sellers of various snacks around the Kuda Lumping Marka Tilaras performance. Data collection in this research was direct research using field research techniques and observation techniques, as well as in-depth interviews. The results of the research show that the Kuda Lumping Marka Tilaras dance in Tirtamartani Village, Buke District, South Konawe Regency can survive to this day because it is to preserve culture, to develop the artistic talent and creativity of people who want to participate, and then to develop public awareness of the importance of cultural values.
Penjual Pisang Nugget Rahayu, Cici; Ashmarita, Ashmarita
JURNAL KABANTI: Kerabat Antropologi Vol 9 No 1 (2025): Volume 9, Nomor 1, Juni 2025
Publisher : Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/fyqs8340

Abstract

This research aims to examine and describe how service is provided to consumers and how social responsibility is carried out by Banana Kob's in Kendari City. Selection of informants in this study using a purposive technique. This study uses the theory of Social Organization Caroll Stack. The data collection techniques used in this research are participant observation techniques and in-depth interviews. This research is a qualitative research using ethnographic research methods. The results of this research show that: first, it shows that the service to consumers at Banana Kob's is consumer satisfaction with the contemporary culinary business, namely banana nuggets and good communication relationships between business owners, employees and consumers. This will affect the quality of service at the Banana Kob's Outlet. Second, the corporate social responsibility of the banana nugget seller at the Banana Kob's outlet in Kendari City, even though it is a UMKM, still provides social responsibility to employees and the community in the form of balance between work and employees' personal lives, namely by arranging work hours or changing shifts, as well as providing work holidays two or three times a month, and providing salaries in accordance with the agreement. Then give a holiday to employees, namely holding a company birthday celebration by scheduling a joint holiday for all employees so they can celebrate Banana Kob's birthday. Apart from that, Banana Kob's also carries out charity activities, namely by distributing takjil in the month of Ramadan and donating food. Social responsibility activities were carried out unknowingly by the UMKM owner selling banana nuggets at the Banana Kob's outlet in Kendari City
PRODUK OLAHAN NUGGET GURITA SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI DESA WAWATU KONAWE SELATAN ashmarita, ashmarita
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v8i1.9014

Abstract

Desa Wawatu adalah salah satu desa yang terletak di wilayah pesisir Konawe Selatan. Salah satu hasil nelayan yang cukup melimpah adalah Gurita. Hasil tangkapan gurita, belum dikelola dengan baik untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan produk olahan gurita menjadi nugget sebagai alternatif sumber perekonomian masyarakat di Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan. Tim pengabdian melakukan beberapa kegiatan, seperti pengenalan dan pemilihan bahan baku yang berkualitas, pengolahan, pelatihan cara pembuatan nugget gurita, dan pengemasan produk. Tim pengabdian juga membantu promosi dan pemasaran produk ke pasar lokal. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan nugget gurita mendapat perhatian dan dukungan dari masyarakat di desa Wawatu.Kata Kunci : Gurita, nugget, pengabdian, perekonomian, produk olahan.
DESAIN MOTIF DAN WARNA ANYAMAN BERBASIS BAHAN LOKAL BAGI PELAJAR SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KECAMATAN WAWONI BARAT Ashmarita; Jalil, Abdul; La Ode Topo Jers; Umar; Nurtikawati
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 1 No. 2 (2023): JULI 2023
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya produk kerajinan atau anyaman di Konawe Kepulauan yang bahan dasarnya tersedia dan berpotensi untuk dikembangkan lebih agar memiliki nilai jual, paling tidak untuk variasi dan mendorong pengunjung diluar Konawe Kepulauan lebih tertarik, lebih dari itu bisa ditingkatkan pemasarannya lewat pihak pihak terkait untuk meningkatkan kesejahteraan para pengrajin. Bentuk anyaman yang sudah terpola selama ini adalah polos, seperti bentuk tikar, topi, caping dan sejenis tas atau yang lain, seiring waktu dan untuk menarik pasar, maka diperlukan pola dan motif yang tidak sekedar polos, tetapi perlu desain dan motif dan berpola agar produk anyaman tersebut lebih menarik dan bernilai lebih terutama bagi pengunjung atau pihak lain di dunia industri dan kerajinan tangan. Artinya para pengrajin dapat didorong agar motif yang tersedia dapat didesain dan dimotif dengan warna warna tertentu agar tampilan produk dari anyaman tersebut dapat bernilai indah dan menarik sehingga secara otomatis akan bertambah nilai jualnya. Adapun penerima sasaran pertama dalam kegiatan ini adalah siswa siswi SMAN 1 Wawonii Barat dengan harapan mereka bisa memberikan edukasi dan informasi serta pengetahuan pentingnya motif yang dimiliki para pengrajin dapat dikembangkan atau memberikan inovasi pada motif atau pola dasar produk anyaman tersebut. Penelitian ini secara kualitatif menilai potensi anyaman daun purun atau bahan lokal di Konawe Kepulauan untuk didorong menjadi produk unggulan, utamanya mengedukasi dan memberikan ketrampilan agar produk yang ada didesain dan dimotif. Dengan bekerjasama pada dunia industri dan akademik, produk anyaman bisa ditingkatkan pemasarannya pasca dimotif, utamanya produk produk topi atau tikar yang menjadi basis pola atau bentuk selama ini. Hasil yang ingin diharapkan dari kegiatan ini tersedianya produk anyaman dengan berbagai pola dan motif melalui dunia pendidikan dimulai tingkat SMA, selain di tingkat sekolah juga tersedia guru bidang prakarya, perlunya dukungan dari berbagai stakeholders untuk meningkatkan nilai jual produk anyaman ini, baik dengan pemerintah maupun swasta.
Exploring the Cultural Values of Naming La Ode and Wa Ode in Muna and Buton Communities of South East Sulawesi Jalil, Abdul; Hasniah; Ashmarita
Tradition and Modernity of Humanity Vol. 1 No. 1 (2021): September
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/tmh.v1i1.7182

Abstract

This theme was inspired by the RRI Kendari program at the event of networking culture organized by the Regional Office of Sulawesi on May 15, 2017. La Ode and Wa Ode were noble titles or at least considered the prayers from parents to their children so that their children would become leaders or nobles in the future. In addition, La Ode and Wa Ode were the acronyms of the two statements of the Islamic creed. The word "La" stands for La Ilaha Ilallah while the word "Wa" stems from Wa Asyahadu Anna Muhammad Darasulullah. This paper aims to explore cultural values in the naming of La Ode and Wa Ode in the communities of Muna and Buton. The method used was descriptive analytics through observation and interviews. This study found that La Ode and Wa Ode's naming has changed, although, at the same time, it has become a cultural heritage of the Indonesian archipelago. Furthermore, along with the development of globalization, La Ode and Wa Ode have experienced cultural degradation to some extent. Thus, the addition of La Ode and Wa Ode is not always attached to the title of nobility.