Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Identifikasi Kondisi Atmosfer Kejadian Hujan Lebat Jakarta Selatan Berbasis Data Observasi, Satelit, dan Model ERA-5 (Studi Kasus 11 November 2024) Oktabrian, Krisna Dwi; Darmawan, Yahya; Rahma, Nuzula Elfa; Franchitika, Rizky
Newton-Maxwell Journal of Physics Vol. 6 No. 2: Oktober 2025
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/nmj.v6i2.40942

Abstract

On November 11, 2024, a heavy rainfall event with a recorded precipitation of 94.6 mm occurred in South Jakarta, leading to flooding in the area. This study aims to analyze the atmospheric factors that contributed to the event and emphasize the importance of integrating satellite data, numerical models, and observational data in understanding extreme weather phenomena. The data used in this study include ERA-5 reanalysis data from ECMWF, satellite imagery from Himawari-9, and observations from automatic rain gauges (ARG). The analysis results indicate that the heavy rainfall was influenced by several key factors, including significant moisture transport from the Indian Ocean, strong low-level convergence, and unstable atmospheric conditions. The convective available potential energy (CAPE) value approached 900 J/kg, and the relative humidity reached 90%, both supporting the development of deep convective clouds. These findings highlight the importance of integrating data from various sources in diagnosing and understanding the mechanisms behind extreme rainfall events in tropical urban regions.
TUTORIAL PENGGUNAAN SOFTWARE SMS 11.1 MODUL RMA2 UNTUK MENGANALISA POLA PERGERAKAN ARUS DI PELABUHAN BELAWAN Franchitika, Rizky
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 3 No. 1 JUNI (2017): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/eb.v3i1.7445

Abstract

ABSTRAKPelabuhan Belawan merupakan pelabuhan terbesar di Sumatera dan ketiga terbesar di Indonesia setelah Tanjung Priok dan Tanjung Perak. Pelabuhan Belawan berada didaratan semenanjung diantara Sungai Belawan dan Sungai Deli. Modelisasi pada pola arus di Pelabuhan Belawan akan menemui masalah yang sangat kompleks, karena geometri daerah pantai yang tidak beraturan adalah bagian sungai yang berhubungan langsung dengan laut. Pengaruh pasang surut terhadap sirkulasi kecepatan pola arus dan debit sungai yang masuk ke Pelabuhan Belawan sangat besar.  Salah satu model matematik untuk pemecahan masalah diatas adalah melakukan kajian dengan menggunakan software SMS (Surface-Water Modeling System) versi 11.1 pada modul RMA2, untuk mengetahui elevasi muka air pada titik di hulu dan hilir pelabuhan pada saat spring tide dan neap tide di musim basah (November) dan musim kering (Juli). Berdasarkan hasil yang didapatkan, kecepatan arus saat pasang tertinggi di musim basah adalah 0,04367 m/s - 0,4608 m/s, kecepatan arus saat pasang terendah di musim tersebut adalah berkisar antara 0,00028 m/s “ 0,00287 m/s. Sedangkan kecepatan arus saat pasang tertinggi pada musim kering adalah 0,0229 m/s - 0,2744 m/s dan kecepatan arus saat pasang terendah adalah 0,0003 m/s “ 0,0019 m/s. Kecepatan arus pada musim basah cenderung lebih besar daripada musim kering, disebabkan karena pengaruh pasang surut dan debit yang besar, meskipun pada simulasi angin dianggap konstan, tidak menutup kemungkinan bahwa pengaruh tekanan angin pada pelabuhan mempengaruhi kecepatan aliran.Kata Kunci : Eddy Viscosities, Pelabuhan Belawan, Pola Aliran, SMS v11.1 ABSTRACTBelawan Port is the largest port in Sumatra and the third largest in Indonesia's after the Tanjung Priok and Tanjung Perak. Belawan Port is located in mainland peninsula between Belawan and Deli river.The modeling of flow pattern in Belawan Port will encounter a very complex problem, because of the irregular geometry of coastal area which is directly connected to the sea. Tidal influence on flow circulation and the river discharge into Belawan Port is very significant. One of the mathematical models to solve the above problem is aimed to study the use of SMS software (Surface-Water Modeling System) version 11.1 on RMA2 module, to determine the water level at port including upstream and downstream during spring tide and neap tide on the wet season (November) and the dry season (July). Based on the obtained results, the flow velocity of the highest tide on the wet season is 0.04367 m/s - 0.4608 m/s, the flow velocity of the lowest tide on the dry season is between 0.00028 m/s  and 0.00287 m s. While the flow velocity of the highest tides on the dry season is 0.0229 m/s - 0.2744 m/s and low tide flow velocity is 0.0003 m/s - 0.0019 m/s. Flow velocity on the wet season tends to be larger than the dry season due to the influence of tide and large discharge. Although the wind is considered constant on this simulation, it is possible that the wind pressure against the port affects the flow velocity. Keywords: Belawan Port, Eddy Viscosities, Flow Pattern, SMS v11.1
EVALUASI SISTEM DRAINASE DALAM PENANGANAN GENANGAN DENGAN MODEL EPA SWMM VERSI 5.1 Wahyuni, Annisa; Franchitika, Rizky; Nurmaidah, Nurmaidah; Syafiatun, Syafiatun
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 9 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v9i1 JUN.61379

Abstract

Genangan air hujan di badan jalan mengganggu kenyamanan pengendara dan mempengaruhi lalu lintas serta merusak badan jalan. Jalan Gatot Subroto merupakan jalan utama yang menghubungkan Kota Medan dengan Kota Binjai yang kerap kali terdapat genangan di beberapa titik ruas jalannya. Mengetahui kondisi tersebut, maka perlu diadakan penelitian sistem drainase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit banjir rencana dan waktu konsentrasi pada daerah tangkapan air dan memberi solusi pada permasalahan genangan. Sehingga genangan dan banjir yang diakibatkan oleh hujan tidak lagi menggenangi permukaan jalan dan pemukiman sekitarnya. EPA SWMM (Environment Protection Agency Storm Water Management Model) mampu memodelkan permasalahan kuantitas limpasan daerah perkotaan dan kondisi yang terjadi di lapangan dengan memasukan parameter yang tercatat dalam kondisi sesungguhnya. Dalam penelitian ini, juga mengevaluasi suatu sistem drainase jalan yang telah ada dan faktor-faktor yang mempengaruhi genangan dan banjir. Metode yang digunakan antara lain distribusi Normal, distribusi Log Normal, distribusi Gumbel dan distribusi Log Pearson Tipe III serta Uji kecocokan data menggunakan Uji Smirnov-Kolmogorof dan uji Chi Kuadrat. Hasil perhitungan debit puncak banjir rencana pada periode 5 tahun adalah 2.813 m³/det dan pada periode 10 tahun sebesar 3.121 m³/detik sedangkan dan waktu konsentrasi pada daerah tangkapan air adalah 9,345 menit atau 0,156 jam. Perbandingan kapasitas eksisting saluran dan debit banjir rencana maka didapat bahwa saluran eksisting yang ada tidak dapat menampung debit banjir rencana, sehingga perlu dilakukan perencanaan kembali pada saluran drainase.Berdasarkan hasil perhitungan debit rencana periode kala ulang 10 tahun diperoleh, perencanaan ulang dimensi saluran yaitu segmen2 dengan kedalaman 0,746 m dan lebar 1,492 m; segmen3 dengan kedalaman 0,868 m dan lebar 1,737 m; segmen4 dengan kedalaman 0,567 m dan lebar 1,134 m; segmen5 dengan kedalaman 0,604 m dan lebar 1,208 m; segmen7 dengan kedalaman 0,583 m dan lebar 1,165 m.
Innovative Water-Saving Irrigation Technology for Agriculture in Arid Regions of South Africa Tariq, Usman; Franchitika, Rizky; Minho, Kim
Techno Agriculturae Studium of Research Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/agriculturae.v2i1.1988

Abstract

Agriculture in the arid regions of South Africa faces major challenges related to water scarcity, which worsens the sustainability of the sector. Water-efficient irrigation technology has emerged as a potential solution to reduce water use and increase agricultural productivity. This study aims to evaluate the impact of water-saving irrigation technology on water use efficiency and crop yields in arid regions of South Africa. Quantitative and qualitative approaches were used in this study, involving 150 farmers as a sample, as well as questionnaire data analysis and in-depth interviews. The results of the study show that this technology is able to increase water use efficiency by up to 30%, increase crop yields by 20%, and reduce average operating costs by 15%. The conclusion of the study is that water-efficient irrigation technology plays an important role in improving the sustainability of agriculture in dry regions and can contribute to food security in South Africa. The adoption of this technology needs to be encouraged more widely through government support and training for farmers.
Perbandingan Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Dengan Metode Analisa Komponen 1987 dan Metode Analisa Komponen 2002 Pada Ruas Jalan Teluk Nibung – Pematang Pasir, Kota Tanjung Balai Ihza Rifyal Hd Harahap; Rizky Franchitika
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v16i1.3240

Abstract

Ruas Jalan Teluk Nibung – Pematang Pasir merupakan salah satu jalan menuju Kota Tanjung Balai, di mana banyak dilalui berbagai jenis kendaraan dan mengalami peningkatan volume lalu lintas pada hari libur. Kondisi jalan pada Jalan Teluk Nibung – Pematang Pasir mengalami kerusakan sehingga mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan parameter-parameter yang mempengaruhi tebal lapis suatu perkerasan dengan membandingkan dua metode yaitu metode Analisa Komponen Standar Konstruksi Bangunan Indonesia (SKBI) 2.3.26.1987 dengan Pedoman Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Pt. T – 01 – 2002 – B. Perhitungan diawali dengan menghitung data tanah, menghitung lalu lintas kendaraan dan menghitung tebal perkerasan untuk masing-masing metode. Hasil yang diperoleh dari metode Analisa Komponen 1987 didapat Lapis Aspal Beton (laston) 5 cm, batu pecah kelas A 20 cm dan sirtu kelas A 10 cm. Kemudian, metode Analisa Komponen 2002 didapat laston 8 cm, batu pecah kelas A 28 cm dan sirtu kelas A 10 cm. Berdasarkan perbedaan tebal perkerasan lentur jalan, metode Analisa Komponen 2002 lebih tebal dibandingkan metode Analisa Komponen 1987 dikarenakan menggunakan konsep reliabilitas (R). Walaupun metode Analisa Komponen 2002 lebih tebal dan boros secara material yang digunakan, namun memiliki nilai kepercayaan yang tinggi. Oleh karena itu, metode Analisa Komponen 2002 menghasilkan perencanaan konstruksi jalan yang lebih kuat dibandingkan metode Analisa Komponen 1987.
Pengaruh Dinamika Atmosfer Terhadap Kejadian Banjir di Kabupaten Aceh Selatan (Studi Kasus 24 Oktober 2023) Manullang, Safri Emanuel; Yahya Darmawan; Widodo, Widodo; Nuzula Elfa Rahma; Rizky Franchitika
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 10 No. 1 (2026): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v10i1.18139

Abstract

Telah terjadi Banjir di Kabupaten Aceh Selatan yang didahului adanya hujan ekstrim selama tiga hari berturut-turut sejak tanggal 22–24 Oktober 2023. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi atmosfer yang menyebabkan hujan lebat tersebut. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data suhu permukaan laut, data kelembapan spesifik, angin komponen u dan v, kecepatan vertikal pada lapisan 500 hPa, 700 hPa, 850 hPa, dan 925 hPa, data satelit Himawari-9 band 3, 5, 7, 8, 10, 13, dan 15. Teknik analisis deskriptif dengan pendekatan spasial dilakukan setelah pengolahan data yang mencakup parameter suhu permukaan laut, streamline, angin orografis, kecepatan vertikal, divergensi, dan Low Level Moisture Transport (LLMT). Pemantauan  sebaran awan dilakukan berdasarkan data Himawari dengan metode Red Green Blue (RGB) Day Convective Storms dan 24 Hour Microphysics, serta Cloud Convective Overlay (CCO). Hasil penelitian menunjukkan suhu permukaan laut meningkat antara 28,5°C hingga 30°C yang menambah suplai uap air, streamline menunjukkan arah angin timuran pada lapisan bawah. Angin orografis, kecepatan vertikal, dan konvergensi menunjukkan terjadinya updraft dan daerah konvergen karena Pegunungan Leuser. Indeks Stabilitas atmosfer dengan nilai K Indeks 36°C, LI Indeks -2,8°C, TT Indeks 44,3°C, SSI -0,5°C, SWEAT 327, CAPE 740 J/kg, CIN 43 J/kg, dan suhu puncak awan -66°C menginterpretasikan terjadinya aktivitas konvektif yang mengakibatkan presipitasi. Penelitian dapat digunakan pemahaman terhadap dinamika atmosfer dan dasar dalam mendukung sistem peringatan dini untuk mitigasi banjir akibat hujan ekstrem terutama wilayah yang memiliki letak geografi yang berada diantara laut dan pegunungan.
Inovasi Alat Penangkap Sampah Sederhana Pada Drainase Untuk Menghadapi Masalah Lingkungan Padang Bulan Selayang II Silaen, Marojahan Koster; Harahap, M. Rizki; Nurkhasanah; Franchitika, Rizky; Nasution, Soraya Muthma Innah
Darmabakti: Jurnal Inovasi Pengabdian dalam Penerbangan Vol. 6 No. 1 (2025): Darmabakti: Jurnal Inovasi Pengabdian dalam Penerbangan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Penerbangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52989/darmabakti.v6i1.255

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membangun budaya peduli lingkungan di Padang Bulan Selayang II, khususnya dalam mengatasi sampah yang menyumbat saluran drainase dan berpotensi menyebabkan banjir. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran warga, memperkenalkan alat penangkap sampah sederhana dari besi bekas, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Data yang digunakan berasal dari observasi langsung, wawancara dengan warga dan kepala lingkungan, serta dokumentasi kegiatan sebelumnya. Metode yang diterapkan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, perancangan, dan pemasangan alat. Edukasi juga diberikan mengenai pentingnya menjaga kebersihan drainase dan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Kepala lingkungan berperan sebagai penghubung antara tim pengabdi dan warga untuk memastikan keberlanjutan program. Hasilnya, masyarakat mulai merasakan manfaat berkurangnya genangan dan aktif dalam perawatan lingkungan. Kegiatan ini membuka ruang kolaborasi nyata dan direkomendasikan untuk dilanjutkan serta direplikasi di wilayah lain dengan dukungan pihak terkait agar dampaknya tetap berkelanjutan.