p-Index From 2021 - 2026
6.905
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Desain Tugas Belajar pada Materi Ruang Tiga Dimensi Berdasarkan Teori Konstruktivisme Tamba, Sri Rejeki; Panggabean, Ellis Mardiana
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 2 No. 03 (2022): Artikel Riset Edisi Desember 2022
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v2i03.1907

Abstract

Teori belajar memudahkan tenaga pendidik untuk memandang pelaksanaan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Desain tugas belajar berdasarkan teori konstruktivisme membantu siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan dengan deskriptif. Hasil dari penelitian yaitu: Coba perhatikan ruangan kelasmu saat ini! Bagaimana bentuk ruangan kelas ini! Identifikasilah berdasarkan ciri-cirinya, lalu sesuaikan dengan bentuk bangun ruang yang sudah kalian pelajari sewaktu duduk dibangku SMP! Identifikasilah ukuran ruangan kelasseperti panjang dan lebarnya. Jika akan dipasang sebuah tali dari sisi kiri ke kanan tembok ruangan untuk keperluan dekorasi ruangan seperti di bawah ini, gambarlah ilustrasi bentuk ruangan ke dalam sketsa beserta sketsa tali yang akan dipasang untuk dekorasi? Berapakah panjang minimal tali yang diperlukan untuk menghubungkan titik yang akan dipakukan pada tembok kiri dan kanan ruangan? Jika jarak antara titik yang ditandai dengan paku pada tembok kiri dan kanan adalah panjang tali terpendek yang menghubungkan antara paku yang tertancap ditembok kiri dengan paku yang tertancap ditembok kanan, maka diskusikan ruas garis yang menyatakan jarak antar titik D ke titik C pada kubus dibawah ini! Simpulkanlah apa itu jarak antara titik ketitik! Kerangka berpikir dari teori Konstruktivisme dapat disusun untuk menghasilkan sebuah desain tugas yang dapat dipakai dalam sebuah pertemuan pembelajaran matematika di kelas.
Karakteristik Teori-teori Pembelajaran Hartati, Triayuni; Panggabean, Ellis Mardiana
Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran: JPPP Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jppp.v4i1.13431

Abstract

Pendidikan merupakan suatu usaha sadar yang dilakukan dengan cara membimbing, mengajar dan melatih peserta didik yang dapat menimbulkan perubahan dalam diri peserta didik dengan tujuan agar dapat tercapai kesesuaian antara diri peserta didik dengan lingkungannya. Penentuan teori-teori belajar yang sesuai juga dapat mempengaruhi berhasil atau tidaknya kegiatan pembelajaran. Terkait pemahaman karakteristik perbedaaan teori-teori belajar, kajian kepustakaan sangat penting. Adapun penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui: (1) teori-teori belajar, dan (2) perbedaan karakteristik teori-teori belajar. Data dalam kajian artikel ini berjenis data sekunder, dengan metode pengumpulan data studi pustaka dan metode untuk pengkajiannya menggunakan studi literatur. Dalam kajian ini, hasil menunjukkan bahwa dalam kegiatan pembelajaran yang berlangsung dapat digunakan berbagai teori belajar sesuai karakteristik dan kebutuhan materi-materi yang diajarkan. Teori-teori belajar yang relevan yang bisa digunakan untuk kegiatan pembelajaran diantaranya yaitu : (1) teori belajar behaviorisme, (2) teori belajar kognitivisme, (3) teori belajar konstruktivisme, dan (4) teori belajar humanisme.Kata Kunci: Karakteristik, Pendidikan, Teori Belajar
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Sistem Koordinat Kartesius dan Vektor Pada Bidang Berbasis Higher Order Thinking Skills dan Technological Pedagogical Content Knowledge Ramadhan, M. Fajri; Panggabean, Ellis Mardiana; Irvan, Irvan
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v8i1.2867

Abstract

Kajian ini bertujuan Untuk mengembangan perangkat bahan ajar matematika yang berorientasi pada Higher Order Thinking Skills dan Technology Pedagogy and Content Knowledge pada materi Sistem Koordinat dan Vektor pada bidang datar. Untuk mendeskripsikan perangkat bahan ajar matematika yang berorientasi pada Higher Order Thinking Skills dan Technolgy Pedagogical Content Knowledge pada materi Sistem Koordinat dan Vektor pada bidang datar efektif. Kajian ini yakni kajian research and development dengan model kajian 4-D Thiagarahan: define (Pendefenisian), design (Perancangan), develop (Pengembangan) and deesimanate (Penyebaran). Sampel kajian yakni siswa kelas X-B MAN 2 Medan Tahun Ajaran 2022/2023 berjumlah 38 orang. Jenis data berupa data kuantitaif dan kualitatif dengan instrument kajian lembar validasi, tes hasil belajar dan angket respon peserta didik. Berdasarkan hasil kajian menunjukkan bahwa perangkat bahan ajar matematika yang berorientasi HOTS dan TPACK dinyatakan valid, praktis, efektif yang di tunjukkan oleh skor rata-rata yang diberikan para validator yakni RPP sistem koordinat dan vektor dengan skor rata-rata 3,67 memliki tingkat validitas Baik, data kepraktisan dengan jumlah rata-rata 1,9 memiliki kategori Sangat Baik ,sedangkan skor yang peroleh untuk keefektifan materi sistem koordinat sebesar 81,57% , vektor dan operasi vektor 86,84%. Hasil tes kemampuan berpikir HOTS diperoleh skor presentase sistem koordinat sebesar 80%, vektor sebesar 78% dengan kategori baik.
Lintasan Belajar Matematika Realistik Bentuk Aljabar Konteks Kuliner Nusantara Berbatuan Aplikasi Mentimeter Dengan Strategi Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring (React) Ibrahim; Selamet; Ellis Mardiana Panggabean; Tua Halomoan Harahap
Indonesian Journal of Science, Technology and Humanities Vol. 2 No. 3 (2025): IJSTECH - February 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60076/ijstech.v2i3.1090

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan desain lintasan belajar matematika realistik bentuk aljabar konteks kuliner Nusantara berbantuan aplikasi mentimeter dengan strategi relating, experiencing, applying, cooperating,transferring (REACT). Subjek penelitian ini adalah 29 Peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Tanjung pura Kabupaten Langkat Sumatera Utara,pada tahap pilot experiment sejumlah 5 orang dan pada tahap teaching experiment sejumlah 24 orang.Penelitian dengan pendekatan kualitatif dan jenis design research ini menunjukkan Hyphotetical Learning Trajectory (HLT) yang diujicobakan dalam lintasan belajar matematik serta dapat diterapkan dengan  strategi REACT, mengawali pembelajaran dengan mengaitkan (relating) pengalaman belajar yang telah dimiliki dengan konsep materi baru yang bersifat kontekstual atau  matematis.peserta didik diarahkan untuk mengeksplorasi pengalaman belajarnya dan menemukan hubungannya dengan materi baru sehingga menciptakan pengalam belajar baru (design experiencing).Pengalaman belajar yang baru tersebut digunakan (applying) untuk menyelesaikan permasalahan kontekstual dengan mendiskusikan pengalaman belajar dan hasil penerapannya secara berkelompok (cooperating). Pada akhirnya, Peserta didik menerapkan pengalaman belajar baru pada situasi kontekstual yang berbeda (transferring), Penelitian ini menghasilkan desain pembelajaran yang valid, praktis dan efektif dalam hal konten dan bahasa, praktis dan efektif dan pada pendekatan belajarnya serta berdampak pada keterampilan penalaran matematis.
Penerapan Lintasan Belajar pada Materi Bangun Ruang untuk Mengukur Volume Kubus melalui Pendekatan Kubus Satuan Hasanah, Annisa Nur; Izdahara, Dini; Panggabean, Ellis Mardiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan [JIMEDU] Vol 5, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran matematika memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan kritis siswa. Salah satu materi yang sering menjadi tantangan adalah bangun ruang, khususnya dalam memahami konsep volume kubus. Banyak siswa kesulitan dalam menguasai konsep ini karena sifatnya yang abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan lintasan belajar berbasis kubus satuan dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep pengukuran volume kubus. Lintasan belajar adalah pendekatan yang membantu siswa memahami konsep secara bertahap dari yang konkret menuju yang abstrak. Pendekatan ini diawali dengan penggunaan kubus satuan untuk memberi gambaran fisik mengenai volume. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen kelompok kontrol pretest-posttest. Kelompok eksperimen menggunakan pendekatan berbasis kubus satuan, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode konvensional. Data dianalisis dengan uji t untuk membandingkan perbedaan skor pretest dan posttest antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan yang lebih signifikan dalam pemahaman konsep volume kubus dibandingkan kelompok kontrol. Penggunaan alat bantu konkret seperti kubus satuan terbukti efektif dalam membantu siswa memahami hubungan antara dimensi fisik dan perhitungan volume. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis lintasan belajar dapat meningkatkan pemahaman siswa, mendorong keterlibatan aktif, serta memotivasi mereka untuk memahami konsep abstrak dengan cara yang lebih menyenangkan dan interaktif.
Lintasan Belajar Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung Dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Dan Pembelajaran Kontekstual Sarida Pulungan; Lisa Anggeraini; Ellis Mardianan Panggabean; Tua Halomoan Harahap
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 2 No. 1 (2025): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to develop a learning trajectory for the topic of curved-surface three-dimensional shapes (e.g., cylinders, cones, and spheres) using the Realistic Mathematics Education (RME) approach and Contextual Teaching and Learning (CTL). The abstract nature of geometric concepts often poses challenges for students, necessitating innovative teaching methods that connect mathematical concepts to real-world contexts. RME emphasizes the use of contextual problems as a starting point for learning, enabling students to construct mathematical knowledge through meaningful experiences. Meanwhile, CTL focuses on linking learning material to students' social, cultural, and environmental contexts, fostering deeper understanding and application of knowledge. By integrating these approaches, this research seeks to design a structured learning trajectory that guides students from basic conceptual understanding to complex problem-solving. The study also explores the impact of this trajectory on students' motivation, engagement, and conceptual mastery. Through a combination of qualitative and quantitative methods, the research examines the effectiveness of the proposed learning trajectory in improving students' mathematical reasoning and spatial visualization skills. The findings are expected to contribute to the development of more effective and contextually relevant mathematics teaching strategies, particularly in the area of geometry, and provide insights for educators and researchers in enhancing mathematics education..
Mathematics In Context: A Lesson For Teaching Geometric Sequences In High School Niska Bonitasia Zendrato; Syafi’i; Ellis Mardiana Panggabean; Tua Halomoan Harahap
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.765

Abstract

Learning design is an important framework in the educational process designed to achieve learning objectives effectively and efficiently. This research aims to analyze the teaching of Geometric Rows material in Class X SMA (Senior High School) using the Problem base Learning approach. This research uses design research method. The results of this study reveal that design research with a preliminary design stage succeeded in developing an “Iceberg” and HLT-based learning trajectory on geometric row material that was effective in facilitating students' concept understanding gradually. This learning trajectory is designed through stages ranging from real contexts to abstract models, so that students can understand the patterns and formulas of geometric rows in depth. At the contextual level, the introduction of real problems helps students relate mathematical concepts to everyday life, increasing learning motivation. At the concrete model level, students are able to visualize the geometric sequence pattern through manipulation of objects and tools, so that they understand the relationship between terms intuitively. Furthermore, at the abstract model level, students are not only able to use the geometric sequence formula correctly, but also understand the conceptual basis behind it. Finally, at the generalization level, students are able to solve various application problems, showing critical thinking skills and a deeper understanding of the concepts.
Desain Lintas Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Materi Himpunan Zenfiqa Aditya Ramadhani Br Sitepu; Mahyuni; Ellis Mardiana Panggabean; Tua Halomoan Harahap
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendesain pembelajaran himpunan dengan menggunakan  lintasan belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian desain (design research) sederhana yaitu penelitian degan fokus utama pada aktivitas pembelajaran dan pengembangan teori. Model pembelajaran yang digunakan adalah Problem Based Learning atau pembelajaran berbasis masalah dengan tujuan pembelajaran menentukan suatu Kumpulan yang termasuk himpunan dan bukan himpunan dengan tepat. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal  21 januari 2025 dengan melibatkan 28 siswa kelas VII B SMP IT Darur Rasyid Aceh Singkil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dapat melalui lintasan belajar melalui konteks survey jajanan sekolah, yang terdiri dari aktivitas: mendaftar objek jajanan di kantin sekolah (masalah kontekstual), mengelompokkan objek berdasarkan karakteristik/sifat objek yang identik (pemodelan), menyatakan objek (anggota himpunan) dengan menggunakan tabulasi, notasi dan menyatakan jenis keanggotaan. Kesiumpulan yang didapatkan adalah lintas belajar dengan meggunakan model pembelajaran berbasis masalah dapat diterima dengan baik oleh siswa dibuktikan dengan kemampuan pemahamn konsep siswa dalam menyelesaikan dan memecahkan permsalahan pada materi menyatakan keanggotaan dan bukan anggota himpunan.
Lintasan Belajar (Developing A Learning Design Of Mathematical Model) Pada Materi Bilangan Bulat Kelas VII SMP Magdalena, Maria; Panggabean, Ellis Mardiana; Harahap, Tua Halomoan
Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan Islam [JIPPI] Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jippi.v3i1.84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain pembelajaran matematika berbasis lintasan belajar yang dapat membantu siswa memahami konsep dasar bilangan bulat melalui soal cerita. Pendekatan lintasan belajar dirancang untuk memberikan tahapan pembelajaran yang sistematis, mulai dari eksplorasi konsep awal hingga penguasaan materi yang lebih kompleks. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana siswa dapat mengaitkan konsep bilangan bulat dengan situasi kontekstual melalui penyelesaian soal cerita, yang sering kali menjadi tantangan dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode design researchHasil penelitian menunjukkan bahwa desain pembelajaran berbasis lintasan belajar efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa memahami bilangan bulat melalui pendekatan kontekstual. Aktivitas pembelajaran yang dirancang melibatkan penggunaan ilustrasi visual, diskusi kelompok, dan langkah penyelesaian bertahap yang mendukung pemahaman siswa terhadap soal cerita. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa pendekatan lintasan belajar membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. Guru berperan sebagai fasilitator yang memandu siswa dalam menghubungkan konsep abstrak dengan konteks nyata yang dihadirkan melalui soal cerita. Kesimpulannya, desain pembelajaran ini memberikan solusi inovatif untuk mengatasi tantangan dalam pembelajaran bilangan bulat dan menawarkan panduan praktis bagi pendidik untuk meningkatkan efektivitas pengajaran matematika. Kata Kunci: Lintasan Belajar, Bilangan Bulat, Soal Cerita, Desain Pembelajaran, Pendidikan Matematika
Design Learning Trajectory for Understanding the Concept of Fractions in ADHD Students (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)with Realistic Mathematical Approach Panggabean, Ellis Mardiana; Harahap, Tua Halomoan; Sitorus, Niken Ananda; Putri, Tiara Zakiah
JMEA : Journal of Mathematics Education and Application Vol 4, No 1 (2025): Februari
Publisher : JMEA : Journal of Mathematics Education and Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jmea.v4i1.23196

Abstract

ABSTRACTLearning mathematics does not only depend on the material being taught, but also on how the source of the material is provided/delivered and how it is delivered. The low interest in learning mathematics and the difficulty in understanding formulas result in many children being less interested in learning mathematics. The lack of innovative learning media brought by teachers, the use of cellphones for online games makes students rarely open their textbooks. The design of the right learning path can be one of the factors for a teacher's success in carrying out learning activities. The use of the right learning path that has been planned by the teacher is also a factor that can trigger the enthusiasm for reading, thinking and analyzing the material being taught. The design of an effective and efficient learning path functions so that the learning objectives and ability indicators expected of students can be achieved optimally.The ability to understand the concept of addition and subtraction in fraction material is a basic thing that is important for all students, including students with attention and hyperactivity disorders known as Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). This study uses a design research method consisting of three stages: the preparation stage, the two-cycle experimental stage (cycle I: initial experiment, cycle II: teaching experiment), and the retrospective analysis stage. Data collection was carried out through observation, interviews, initial tests, written tests, documentation, and field notes. The application of learning by carrying out real activities and directly witnessing the process of dividing Pizza into several parts makes students understand and be more enthusiastic in solving the questions provided by the researcher. Finally, after a series of research methods carried out, the researcher obtained research results that showed that learning activities designed by creating learning paths and media can actually help students understand the concept of addition and subtraction of fractional numbers. Indicators of conceptual understanding that emerged include the ability to classify objects, present concepts in the form of mathematical representations or images, develop conditions that are necessary and sufficient for a concept, use certain procedures, and apply concepts in problem solving. Finally, a learning path involving two activities with a realistic mathematical learning context supports understanding the concepts of addition and subtraction of fractions.