Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Efektivitas Konseling Kelompok dengan Teknik Self Management dalam Mengurangi Nomophobia Siswa SMK: Penelitian Desva Rofifah As'ari; Elni Yakub; Isnaria Rizki Hayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat nomophobia siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan konseling kelompok dengan teknik self management serta menguji efektivitas layanan tersebut pada siswa SMK. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimen one-group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah tujuh siswa kelas XI APHP 2 SMK Negeri 1 Pasir Penyu yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kategori nomophobia tinggi. Data dikumpulkan menggunakan Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) adaptasi Yildirim dan Correia yang terdiri atas 20 item skala Likert 1-5. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji Wilcoxon Signed Rank Test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh siswa berada pada kategori tinggi sebelum perlakuan. Setelah perlakuan, enam siswa berada pada kategori sedang dan satu siswa berada pada kategori rendah. Uji Wilcoxon memperoleh signifikansi 0,018 < 0,05 dan rata-rata N-Gain 0,44 kategori sedang. Dengan demikian, konseling kelompok dengan teknik self management cukup efektif dalam mengurangi nomophobia siswa SMK. This study aimed to examine the effectiveness of group counseling using self-management techniques in reducing nomophobia among vocational high school students. This quantitative study used a pre-experimental one-group pretest-posttest design involving seven students of class XI APHP 2 at SMK Negeri 1 Pasir Penyu selected through purposive sampling. Data were collected using the 20-item Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) and analyzed with descriptive statistics, the Wilcoxon Signed Rank Test, and the N-Gain test. All students were initially in the high category. After the intervention, six students were in the moderate category and one student was in the low category. The Wilcoxon significance value was 0.018 < 0.05, and the mean N-Gain score was 0.44. Thus, the intervention was moderately effective.
Pengembangan Pengembangan Game Edukatif Jejadi (Jelajah Jati Diri) Berbantuan Genially untuk Penguatan Self-Esteem pada Siswa SMP di Pekanbaru: Penelitian Fariza Rahmadayani; Mahdum; Isnaria Rizki Hayati
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi Game Edukasi JEJADI (Jelajah Jati Diri) yang dibantu oleh website Genially sebagai media layanan bimbingan kelompok untuk memperkuat rasa percaya diri di kalangan siswa SMP di Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi). Produk ini dikembangkan berdasarkan sembilan indikator rendah diri menurut Coopersmith, dikemas dalam konten interaktif berbasis narasi yang menampilkan aktivitas refleksi diri, game edukasi, kartu afirmasi positif, dan video motivasi. Penilaian validitas dilakukan oleh pakar media dan konten, sedangkan kepraktisan dievaluasi melalui kuesioner siswa, dan efektivitas diukur melalui data pretest-posttest yang dianalisis menggunakan uji peringkat bertanda Wilcoxon dan Skor N-Gain. Hasil menunjukkan bahwa Game Edukasi JEJADI mencapai tingkat validitas 92,12% (sangat valid), kepraktisan 95,17% (sangat praktis), dan rata-rata Skor N-Gain 67,77% (cukup efektif). Uji Wilcoxon menghasilkan p = 0,005 < 0,05, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam harga diri siswa dari rata-rata pra-uji 42,9 (kategori rendah) menjadi rata-rata pasca-uji 81,7 (kategori tinggi). Temuan ini menegaskan bahwa Permainan Edukasi JEJADI merupakan media yang valid, praktis, dan efektif untuk memperkuat harga diri melalui layanan bimbingan kelompok.
Pengembangan Buku Saku Digital tentang Nomophobia untuk Siswa SMP Salma Deyanti; Tri Umari; Isnaria Rizki Hayati
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.901

Abstract

Nomophobia pada peserta didik semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat dan tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari remaja, khususnya dalam konteks pendidikan. Nomophobia pada peserta didik semakin meningkat seiring dengan tingginya penggunaan perangkat mobile, namun ketersediaan media layanan bimbingan dan konseling yang menarik dan mudah diakses masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku saku digital tentang nomophobia sebagai media pendukung layanan bimbingan dan konseling bagi siswa SMPN 5 Tualang. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahapan analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku saku digital yang dikembangkan memiliki tingkat validitas dengan skor rata-rata sebesar 93,18% dalam kategori sangat valid dan tingkat praktikalitas dengan skor 86,08% dalam kategori sangat praktis. Temuan ini menegaskan bahwa buku saku digital tentang nomophobia yang dikembangkan layak dan praktis digunakan sebagai media layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa memahami risiko nomophobia serta mengelola penggunaan perangkat mobile secara lebih sehat. Selain itu, pengembangan media digital ini diharapkan dapat menjadi alternatif inovatif bagi konselor sekolah dalam memberikan layanan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik di era digital.
Pengembangan Media Flip Chart Digital tentang Bullying untuk Siswa SMA Dea Safitri; Tri Umari; Isnaria Rizki Hayati
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.903

Abstract

Bullying masih menjadi permasalahan yang sering terjadi di kalangan siswa SMA dan berdampak pada kesejahteraan psikologis serta perkembangan sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media flip chart digital tentang bullying yang valid dan praktis sebagai sarana pendukung layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahap utama, yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Namun, penelitian ini dibatasi hanya sampai tahap implementation, dengan fokus pada pengembangan produk dan uji kelayakan yang mencakup aspek validitas dan praktikalitas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 19 Pekanbaru. Data dikumpulkan melalui lembar validasi yang dinilai oleh ahli media dan ahli materi, kemudian diujicobakan secara terbatas kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media flip chart digital memperoleh nilai validitas sebesar 95,16% dan nilai praktikalitas sebesar 95,50%, keduanya termasuk dalam kategori sangat valid dan sangat praktis. Dengan demikian, media flip chart digital tentang bullying dinyatakan layak digunakan sebagai media pendukung layanan BK di sekolah karena memiliki tampilan menarik, bahasa komunikatif, serta mudah digunakan oleh guru dan siswa.  
Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Teluk Sungka Melalui Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa dan Lateks menjadi Produk Kerajinan Bernilai Jual Ernidawati Ernidawati; Mitri Irianti; Zuhdi Ma'aruf; Zulhelmi Zulhelmi; Zulkarnain Zulkarnain; Hevi Susanti; Isnaria Rizki Hayati; Zulia Ulfa; Miftahul Jannah; Hanifaturrahmi Andrina; Idris Idris; Ego Srivajawaty Sinaga
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.135-144

Abstract

This community service activity was carried out in Teluk Sungka Village, Gaung Anak Serka District, Indragiri Hilir Regency, with the aim of empowering the community through the utilization of coconut coir waste into innovative handicraft products with market value. Until now, coconut coir has only been regarded as waste and has not been optimally utilized, even though it has considerable economic potential. The method used in this activity was a participatory approach, actively involving the community through several stages, namely identifying potential, collecting materials, conducting training, practicing handicraft production, and providing assistance during the production process. The coconut coir was processed into handicrafts with the help of latex as an adhesive to produce products such as flower pots and various other decorative items. The results of the activity showed that the community was able to process coconut coir into more useful products that have economic value and the potential to become an additional source of income. Through this program, the community gained new skills while also opening opportunities for the development of creative economies based on local potential.