Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Implementasi Sosialisasi Bangunan Tahan Gempa dan Sumur Resapan dalam Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Sitepu, Arif Rahman Hakim; Sihombing, Tera Melya Patrice; Yuliyanto, Andry; Zhafira, Elian; P, Kirtinanda; Maini, Miskar; Novalina, Winny; Rahma, Siti; Marina, Bernaditha Catur; Susanti, Junita Eka; Apriwelni, Siska; Kiranaratri, Ayudia Hardiyani; Perwitasari, Dian; Utami, Erdina Tyagita; Tambunan, Hermon Frederik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.462

Abstract

Kegiatan sosialisasi bangunan tahan gempa dan sumur resapan dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa di Desa Gedung Harapan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terkait mitigasi bencana dan konservasi air. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan, pengumpulan materi, dan pelaksanaan kegiatan. Tahap persiapan meliputi survei kondisi lingkungan serta kebutuhan informasi warga. Selanjutnya, tahap pengumpulan materi menghasilkan media edukasi yang disusun dari literatur akademik dan pengalaman praktisi. Pada tahap pelaksanaan, digunakan metode interaktif berupa presentasi, diskusi kelompok, simulasi sederhana, dan demonstrasi pembuatan sumur resapan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penerapan bangunan tahan gempa dan pemanfaatan sumur resapan. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan nilai kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat sinergi antara dosen, mahasiswa, dan warga desa. Kegiatan ini membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berperan dalam transfer pengetahuan, tetapi juga dalam membangun ketahanan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK GEDUNG BERTINGKAT MENGGUNAKAN METODE SEVERITY INDEX DAN CONSTRUCTION SAFETY ANALYSIS Azzakiyah, Narindha Nasywa; Zhafira, Elian; Rajiman; Dwiyana, Putri Ayu
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34577

Abstract

The dominance of the construction sector presents its own challenges, one of which is the risk of occupational accidents. This fact is evidenced by cases of work-related accidents in structural work at the Crystal Boulevard Shop House development project in Summarecon Bekasi. This situation is driven by the occurrence of unsafe actions and unsafe conditions during the implementation of work activities. This study aims to identify potential occupational accident risks, analyze the level of these risks, and assess risk control measures in structural work, including rebar installation, formwork, and concreting activities. The methods employed in this study are the Severity Index and Construction Safety Analysis. The results are 27 risk variables related to occupational accidents were identified in structural work, with 27% categorized as low risk and 73% as medium risk. The risk control analysis conducted refers to the hierarchy of controls based on ISO 45001:2018 standards. This approach provides systematic results by organizing controls according to priority order, include substitution, engineering controls, administrative controls, and the use of personal protective equipment (PPE). Abstrak Dominasi sektor konstruksi memunculkan tantangan tersendiri, salah satunya adalah risiko kecelakaan kerja. Fakta ini diperkuat oleh adanya kasus kecelakaan kerja pada pekerjaan struktur di proyek pembangunan Ruko Crystal Boulevard Summarecon Bekasi. Hal tersebut dipicu oleh adanya tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman selama pelaksanaan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko kecelakaan kerja, menganalisis tingkat risiko dan menganalisis pengendalian risiko pada pekerjaan struktur yaitu pembesian, perancah, bekisting dan pengecoran. Metode yang digunakan yaitu Severity Index dan Construction Safety Analysis (CSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 27 variabel risiko kecelakaan yang teridentifikasi pada pekerjaan struktur, diantaranya 27% risiko rendah (low) dan 73% risiko sedang (medium). Analisis pengendalian risiko yang dilakukan mengacu pada hierarki pengendalian berdasarkan standar ISO 45001:2018. Pendekatan ini memberikan hasil yang sistematis dengan menyusun pengendalian berdasarkan urutan prioritas, yaitu subtitusi, engineering control, administratif dan Alat Pelindung Diri (APD).
Bantuan Teknis Desain Konstruksi Beton Non-Struktural Berbasis Pemanfaatan Limbah Industri Batching Plant dan Asphalt Mixing Plant untuk Mendukung Infrastruktur Berkelanjutan Ribowo, Anggarani Budi; Maini, Miskar; Sihombing, Tera Melya Patrice; Yuliyanto, Andry; Zhafira, Elian; P, Kirtinanda; Novalina, Winny; Rahma, Siti; Marina, Bernaditha Catur; Sitepu, Arif Rahman Hakim; Apriwelni, Siska; Kiranaratri, Ayudia Hardiyani; Sari, Dian Perwita; Utami, Erdina Tyagita; Tambunan, Hermon Frederik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1233

Abstract

Industri konstruksi seperti batching plant dan Asphalt Mixing Plant (AMP) menghasilkan limbah berupa sisa beton mengeras, slurry pencucian mixer, agregat terkontaminasi semen, serta residu aspal halus yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan apabila tidak dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung penerapan infrastruktur berkelanjutan melalui optimalisasi pemanfaatan limbah konstruksi sebagai bahan baku alternatif beton non-struktural. Program dilaksanakan melalui tahapan identifikasi jenis dan volume limbah (±1–2 ton per minggu), pengolahan awal (pengeringan, penghancuran, dan pengayakan), perancangan komposisi campuran (mix design), pencetakan produk, curing selama 28 hari, serta pengujian kuat tekan dan daya serap air. Hasil perancangan menghasilkan batako berdimensi 40 × 20 × 10 cm, paving block 20 × 10 × 6 cm, serta saluran beton pracetak dengan lebar 40–85 cm dan tinggi 45–60 cm. Secara teknis, agregat limbah batching plant efektif sebagai substitusi parsial agregat alami, sedangkan residu AMP berfungsi sebagai filler yang meningkatkan kepadatan dan menurunkan porositas beton. Produk yang dihasilkan memenuhi kriteria mutu beton non-struktural untuk aplikasi pagar, perkerasan pejalan kaki, dan saluran drainase kawasan industri skala kecil–menengah maupun saluran irigasi. Kegiatan ini berkontribusi pada pengurangan timbulan limbah, efisiensi biaya material, serta penguatan prinsip ekonomi sirkular dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan.