Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku petugas kesehatan melalui pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja Saipul, Saipul; Salmawati, Lusia; Guli, Musjaya M; Vidyanto, Vidyanto; Miswan, Miswan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.1882

Abstract

Background: Occupational Safety and Health (OSH) is an essential aspect in creating a safe and productive work environment, especially for healthcare workers who are at high risk of occupational accidents and diseases. One of the efforts to increase awareness and implementation of OSH is through training programs. Purpose: This study aimed to determine the effectiveness of Occupational Safety and Health (OSH) training on the knowledge, attitudes, and behaviors of healthcare workers at Sarjo Public Health Center, Pasangkayu Regency. Method: This quantitative study employed a quasi-experimental design using a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 38 healthcare workers selected by purposive sampling. Data were collected using questionnaires before and after the training, and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: The findings showed a significant improvement between pretest and posttest scores on knowledge (p=0.000), attitude (p=0.001), and behavior (p=0.000). Conclusion: The OSH training was effective in enhancing cognitive ability, fostering positive attitudes, and improving safe work practices among healthcare workers at Sarjo Public Health Center. These results are expected to serve as a foundation for continuous OSH training initiatives as a preventive effort toward workplace accidents and the promotion of safety culture in healthcare settings.   Keywords: Attitude; Behavior; Healthcare Workers; Knowledge; Occupational Safety and Health Training.   Pendahuluan: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif, khususnya bagi tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan penerapan K3 adalah melalui pelatihan. Tujuan: Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku petugas kesehatan melalui pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan rancangan one group pretest–posttest design. Sampel penelitian berjumlah 38 partisipan yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Adanya peningkatan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pelatihan pada variabel pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,001), dan perilaku (p=0,000). Simpulan: Pelatihan K3 efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif, membentuk sikap positif, dan memperbaiki perilaku kerja aman petugas kesehatan.   Kata Kunci: Pelatihan K3; Pengetahuan; Perilaku; Petugas Kesehatan; Sikap.
Analisis Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Literasi Kesehatan dengan Perilaku Pencegahan HIV/AIDS pada Remaja di SMA Negeri 5 Palu Farha Zulfiah; Sitti Radhiah; Vidyanto; Elvaria Mantao
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Februari
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV menjadi penyebab kematian kedua terbesar di seluruh dunia. Di Sulawesi Tengah tercatat 3.150 orang terinfeksi dan 571 meninggal, serta 631 kasus baru pada tahun yang sama. Perilaku pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja sangat penting untuk mengurangi penyebaran virus. Penelitian menunjukkan bahwa remaja dengan pengetahuan, sikap, dan literasi kesehatan yang baik lebih cenderung melakukan pencegahan, seperti mengikuti tes HIV. Di Kota Palu, Puskesmas Talise mencatat jumlah kasus HIV tertinggi, yaitu 87 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, dan literasi kesehatan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS di SMAN 5 Palu. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, populasi penelitian adalah remaja siswi SMAN 5 palu berjumlah 622 orang, dengan teknik proportional stratified random sampling diperoleh sampel sebanyak 243 orang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan pengetahuan (p value 0,000), sikap (p-value 0,000), dan literasi kesehatan (p-value 0,000), dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS di SMA 5 Palu. kepada sekolah sebaiknya bekerja sama dengan petugas kesehatan dan organisasi terkait untuk memberikan penyuluhan yang efektif, sehingga remaja mendapatkan pengetahuan dan sikap yang tepat untuk mencegah HIV/AIDS.
Risk assessment of biological exposure in health workers of West Walenrang Health Center Nur Al Mughnia; Lusia Salmawati; Vidyanto Vidyanto; Musjaya M Guli; Sumarni Sumarni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol. 15 No. 1 (2026): January - June
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa, South Sulawesi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiksh.v15i1.201

Abstract

Introduction: Biological hazards remain a primary occupational health concern for healthcare workers, particularly in primary healthcare centers where frequent contact with patients, biological specimens, and infectious medical waste occurs. Limited infrastructure and suboptimal occupational safety and health (OSH) implementation further increase the risk of biological exposure among healthcare workers at the primary care level. Research Methodology: This study employed a mixed-methods, sequential explanatory design at the West Walenrang Health Center. Quantitative data were collected through field observations and structured questionnaires administered to all 48 healthcare workers, using total sampling. Biological risks were identified and assessed using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) method with a risk matrix. Qualitative data were obtained through in-depth interviews with selected healthcare workers from high-risk units to explore contextual factors influencing biological risk exposure and control practices. Results: The findings indicated that biological hazards were the most dominant occupational risks. High-risk exposures were primarily associated with contact with blood and body fluids, needlestick and sharps injuries, and improper management of infectious medical waste, each scoring 12 on the HIRADC risk matrix. Moderate risks were identified in relation to direct contact with infectious patients and aerosol-generating medical procedures. Existing control measures were largely limited to personal protective equipment and administrative controls, while higher-level controls, such as engineering interventions, were insufficient. Qualitative findings supported these results, highlighting inconsistent use of protective equipment, inadequate waste management, limited training, and weak supervision. Conclusion: Biological risk management at the primary healthcare level remains inadequate. It is recommended that comprehensive HIRADC implementation, improved medical waste management systems, regular occupational safety training, and the integration of higher-level control measures be strengthened to reduce biological exposure among healthcare workers effectively.
Pemberdayaan Kelompok Tani Melalui Pemanfaatan Bahan Lokal Menjadi Pupuk Organik Cair Bernilai Ekonomi Wili Ardianto; Zaenal Abidin; Moh Arya; Yudawan Arman Amsir; Lala Nirmala A Ambado; Lilis Dalmayanti; Vidyanto Vidyanto; Jamaluddin Jamaluddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 4 (2026): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i4.4383

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatar belakangi oleh tingginya ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang menyebabkan meningkatnya biaya produksi serta berdampak pada penurunan kualitas tanah. Di sisi lain, masyarakat Desa Labuan Donggulu memiliki potensi bahan lokal seperti daun gamal yang belum dimanfaatkan secara optimal. ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok tani melalui pemanfaatan bahan lokal menjadi pupuk organik cair (POC) guna mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, meningkatkan efisiensi biaya produksi, dan mendukung pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan petani dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari persiapan, pelatihan, praktik pembuatan pupuk, evaluasi, hingga pengaplikasian pada tanaman. Bahan yang digunakan meliputi daun gamal, gula merah, air, dan aktivator mikroorganisme (M21). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani mampu memahami dan mempraktikkan proses pembuatan pupuk organik cair secara mandiri. Penggunaan pupuk organik cair memberikan manfaat dalam meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi biaya produksi, serta mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan. Kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian kelompok tani dalam memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian, program pemberdayaan ini berhasil mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis potensi lokal.