Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Layanan Pada Kepuasan Pelanggan Yang Berimplikasi Terhadap Loyalitas Pelanggan (Studi Kasus Di Apotek Safira Provinsi Papua Barat) Triputra, Jimmy; Kadarisman, Sumeidi; Rahmiyati, Ayu Laili; Rulia, Rulia; Paramarta, Vip
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15911

Abstract

Kualitas layanan merupakan salah satu faktor krusial dalam industri jasa yang dapat menentukan tingkat kepuasan dan loyalitas pelanggan. Dalam konteks apotek, kualitas layanan mencakup berbagai dimensi, seperti Tangible, Emphaty, Reliability, Responsiveness, dan Assurance, yang semuanya berkontribusi dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan dan implikasinya terhadap loyalitas pelanggan di Apotek Safira, Provinsi Papua Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif verifikatif. Penilaian terhadap kualitas layanan dilakukan berdasarkan lima dimensi: Tangible, Emphaty, Reliability, Responsiveness, dan Assurance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan pada dimensi Emphaty, Responsiveness, dan Assurance memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan, sementara Tangible dan Reliability tidak berpengaruh signifikan. Selain itu, kepuasan pelanggan secara keseluruhan berada pada kategori baik dengan rata-rata skor 4,05. Penelitian juga menemukan bahwa kualitas layanan pada semua dimensi memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan, di mana kepuasan pelanggan menjadi variabel mediasi yang kuat. Koefisien korelasi menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara kualitas layanan dan kepuasan pelanggan (0,906), serta antara kualitas layanan dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan (0,690). Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas layanan di Apotek Safira dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan, yang pada gilirannya dapat memperkuat posisi apotek dalam industri farmasi di wilayah tersebut.
Pengaruh Manajemen Talenta, Infrastruktur, dan Kompensasi terhadap Kunjungan Pasien di Rumah Sakit Umum Sinar Kasih Gereja Kristen Sulawesi Tengah Tentena Kabupaten Poso Ponggele, Ripka Margaretha; Paramata, Vip; Rulia, Rulia; Kosasih, Kosasih; Asnar, Etty Sofia Mariati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.18195

Abstract

AbstrakManajemen talenta adalah sebuah konsep yang dimulai dari bagaimana bisa merencanakan, mendapatkan, mengembangkan, dan mempertahankan sebuah bakat dalam organisasi atau perusahaan. Infrastruktur rumah sakit mencakup fasilitas fisik, teknologi, dan sarana penunjang lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh manajemen talenta, infrastruktur dan kompensasi terhadap kunjungan pasien. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga medis dan non medis di RSU Sinar Kasih Tentena sebanyak 200 orang. Jumlah responden pada penelitian ini sejumlah 133 responden, ditentukan dengan random sampling. Variabel bebas adalah manajemen talenta, infrastruktur dan kompensasi sementara variabel terikat dalah kunjungan pasien. Uji statistik yang digunakan adalah Regrisi Linear Berganda. Berdasarkan uji t diperoleh Variabel manajemen talenta memiliki pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap tingkat kunjungan pasien. Hal ini dapat dilihat pada tabel diperoleh nilai sig 0,02 < 0,05.Variabel infrastruktur memiliki pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap tingkat kunjungan pasien dengan nilai sig 0,03 < 0,05 dan Variabel kompensasi memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap tingkat kunjungan pasien. Hal ini terlihat pada nilai sig 0,04 > 0,05. Pada uji F diperoleh nilai signifikansi P value 0,000 yang lebih kecil dari α = 0,05 yang berarti terdapat pengaruh secara simultan antara variabel independen dengan variabel dependen dengan demikian dapat disimpulkan bahwa baik uji t secara parsial dan uji F secara simultan variabel independen mempengaruhi variabel dependen.Kata Kunci: Manajemen Talenta, Infrastruktur, Kompensasi
PENGARUH KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN YANG BERIMPLIKASI PADA LOYALITAS PASIEN KESEHATAN GIGI DAN MULUT (SURVEI DI UPTD PUSKESMAS RUSUNAWA KOTA BANDUNG) Yuliani, Yuliani; Zulfikar, Taufik; Sofia, Etty; Rulia, Rulia; Pratama, VIP
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.36799

Abstract

Pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan penting dan hak mendasar masyarakat yang wajib diselenggarakan oleh Pemerintah. Kualitas layanan kesehatan menjadi aspek krusial yang perlu diperhatikan, mencakup indikator bukti fisik (Tangibles), keandalan (Reliability), ketanggapan (Responsiveness), jaminan (Assurance), dan empati (Empathy). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan, kepuasan pasien, dan loyalitas pasien di Poli Gigi UPTD Puskesmas Rusunawa Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan analisis data. Penelitian ini mengukur variabel kualitas layanan, kepuasan pasien, dan loyalitas pasien melalui survei terhadap responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan memperoleh skor total 2.781 dengan rata-rata 3,49 menunjukkan persepsi sangat baik dari responden. Kepuasan pasien mendapat skor total 4.886 dengan rata-rata 3,25 menunjukkan tingkat kepuasan baik. Loyalitas pasien memiliki skor toral 1.275 dengan rata-rata 3,18, juga dalam kategori baik. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan antara kualitas layanan terhadap kepuasan pasien dan loyalitas pasien, dengan p-value sebesar 0,001 dan t hitung masing-masing 4,369 dan 5,896. Namun, terdapat pengaruh signifikan antara kepuasan pasien dan loyalitas pasien dengan p-value sebesar 0,001 dan t hitung sebesar 4,512. Koefisien korelasi menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara kualitas layanan dan kepuasan pasien (r = 0,706, R2 = 0,721) serta antara kualitas layanan, kepuasan pasien, dan loyalitas pasien (r = 0,878, R2 = 0,857). Hasil ini mengindikasikan bahwa kualitas layanan dan kepuasan pasien secara signifikan mempengaruhi loyalitas pasien, dengan implikasi penting bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas.
The Association of Service Quality with Patient Satisfaction and Loyalty: a Cross-Sectional Path Analysis in a Pediatric Outpatient Clinic Arib Balma, Hammam; Rochani Mulyani, Sri; Rulia, Rulia; Nugroho, Taufan; Paramarta, Vip
Journal of Economics and Business UBS Vol. 14 No. 5 (2025): Journal of Economics and Business UBS
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/kwfzan02

Abstract

The quality of service is consistently related to patient satisfaction and loyalty in children's health services, where clinical competence must be balanced with the delivery of responsive, patient-centered services. Examining the relationship between service quality and patient loyalty through patient satisfaction at the Children's Polyclinic of Ananda Lubuklinggau Mother and Child Hospital (RSIA). This study is a cross-sectional survey of 100 patients/parents of patients (purposive sampling; May–June 2025) using validated instruments for service quality (based on SERVQUAL), patient satisfaction (based on PSQ derivatives), and patient loyalty (6 statements). Descriptive analysis and path analysis were carried out using SPSS version 29. All constructs were rated in the "good" category: quality of service (M = 3.60), satisfaction (M = 3.43), and loyalty (M = 3.60). Quality of service was significantly related to satisfaction (β = 0.619; p < 0.001; R² = 0.383) and loyalty (β = 0.599; p < 0.001), while satisfaction was positively correlated with loyalty (β = 0.317; p < 0.001), with the loyalty model explaining 69.5% of the variance (R² = 0.695). The mediation analysis showed that satisfaction partially mediated the relationship between service quality and loyalty, with a standardized indirect effect of 0.196 and a standardized total influence of 0.795, suggesting that service quality had the strongest relationship with loyalty. Improved responsiveness (waiting time and punctuality of doctors), waiting room comfort, availability of real-time service information, and doctor-patient communication are related to increased satisfaction and can strengthen patient loyalty. Given the cross-sectional design of the study, longitudinal studies are needed to confirm the causal relationship.
Islamic-Based Knowledge Management and Project-Based Learning for Enhancing Students’ Creative Thinking Basri, Hasan; Rulia, Rulia; Hisniati, Sally Badriya; Kurniasih, Nia; Hambali, Adang
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 8, No 4 (2025): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v8i4.8134

Abstract

This study investigates how integrating Islamic educational values with knowledge management and Project-Based Learning (PjBL) can strengthen students’ creative thinking in the Industrial 4.0 era. Employing a Research and Development (R&D) approach based on Borg and Gall, the research used a quantitative method across five senior high schools in West Java with 316 student participants. Data were collected using validated questionnaires (Cronbach’s α = .944) and analyzed using descriptive statistics and ANOVA in SPSS 21. The results reveal that PjBL integrated with Islamic values—such as ihsan (excellence), amanah (responsibility), and istiqamah (steadfastness)—effectively improves students’ creative thinking skills. No significant differences were found among the schools, indicating consistent model effectiveness. This study emphasizes that combining Islamic values with modern pedagogical and knowledge management strategies prepares students for the challenges of the Industrial 4.0 era while nurturing moral and intellectual excellence.
Pengaruh Mutu Pelayanan dan Citra Rumah Sakit Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Al Islam Bandung Dengan Implementasi Prinsip Pelayanan Rumah Sakit Syariah sebagai Variabel Moderasi Sahadi, Asep; Kadarisman, Sumeidi; Rulia, Rulia
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i12.4598

Abstract

Evaluasi kepuasan pasien merupakan langkah krusial dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, bahkan bagi rumah sakit yang telah memiliki keunggulan kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien rawat inap di RS Al Islam Bandung, dengan fokus pada mutu pelayanan, citra rumah sakit, serta peran moderasi dari implementasi prinsip pelayanan syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien rawat inap di RS Al Islam Bandung, dengan sampel sebanyak 100 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda dan Uji Interaksi Moderated Regression Analysis (MRA) menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra rumah sakit berpengaruh signifikan dan positif terhadap kepuasan pasien sebesar 3,19%. Sementara itu, mutu pelayanan berpengaruh signifikan sebesar 15,01%. Secara bersama-sama, mutu pelayanan dan citra rumah sakit berpengaruh signifikan sebesar 18,20%. Temuan utama penelitian ini adalah peran moderasi dari implementasi prinsip syariah. Implementasi prinsip pelayanan RS Syariah memperkuat pengaruh mutu pelayanan terhadap kepuasan pasien, di mana kontribusinya meningkat dari 12,16% menjadi 21,75%. Demikian juga, prinsip syariah memperkuat pengaruh citra rumah sakit, dengan kontribusi yang naik dari 3,08% menjadi 3,61%. Berdasarkan temuan tersebut, dapat direkomendasikan agar penerapan prinsip pelayanan rumah sakit syariah terus ditingkatkan dan diintegrasikan ke dalam seluruh aspek pelayanan. Upaya ini, disamping menjaga mutu pelayanan dan meningkatkan citra positif, merupakan strategi manajemen yang tepat untuk meningkatkan kepuasan pasien di RS Al Islam Bandung.
Analysis of Human, Organizational, And Technological (Hot-Fit) Readiness in Medical Record Digitalization to Support The Implementation of Electronic Medical Record (EMR) at Bhayangkara Hospital Level IV Cianjur Yudiansyah, Ridwan; Paramarta, Vip; Rulia, Rulia
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 7 No. 2 (2025): Dinasti International Journal of Education Management And Social Science (Decem
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v7i2.5647

Abstract

This study aims to analyze the readiness of human, organizational, and technological aspects (HOT-Fit) in the digitalization of medical records to support the implementation of the Electronic Medical Record (EMR) at Bhayangkara Hospital Level IV Cianjur. The research background is based on the Indonesian Ministry of Health Regulation No. 24 of 2022, which mandates healthcare facilities to transition to electronic medical records, as well as the challenges faced by hospitals in terms of technological infrastructure, human resource skills, and system integration. This research employed a qualitative approach using in-depth interviews with medical staff, medical record officers, IT teams, and hospital management. Data were analyzed with NVivo software using the HOT-Fit model as the analytical framework. The results indicate that technology is the most dominant factor in the successful implementation of EMR, particularly regarding user-friendliness, system speed, and cross-service integration. Organizational aspects highlight the importance of structural support, policies, and clear SOPs, while human aspects focus on user competence and acceptance. EMR implementation has proven to deliver tangible benefits, including improved work efficiency, streamlined administrative processes, and enhanced healthcare quality. In conclusion, the success of EMR implementation is not solely determined by technological readiness but also by the synergy of human and organizational factors.