Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN KANDUNGAN FITOKIMIA EKSTRAK DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lam.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT Larasati, Karina Dwi; Rahmatillah, Annie; Luthfiyanti, Niken
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/amxykb79

Abstract

Skrining fitokimia merupakan tahap yang memberikan gambaran mengenai kandungan senyawa tertentu dari ekstrak yang akan diteliti. Skrining fitokimia dapat dilakukan secara kualitatif maupun kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kandungan metabolit sekunder dalam ekstrak daun nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) menggunakan konsentrasi pelarut yang berbeda. Metode penelitian ini adalah eksperimental. Ekstraksi dengan metode maserasi pada daun nangka menggunakan variasi konsentrasi etanol 50%, 70%, dan 96%. Ekstrak kemudian dilakukan standarisasi dilanjutkan skrining fitokimia secara kualitatif dengan pereaksi tetes dan kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil karakterisasi serbuk simplisia daun nangka dengan nilai susut pengeringan sebesar 7,6%, kadar air sebesar 8,14%, kadar abu total sebesar 5,1%. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol 70% memiliki nilai rendemen ekstrak paling besar yaitu 26,47%, dibandingkan etanol 50% dan 96% yaitu 22,71% dan 24,07%. Hasil karakterisasi ekstrak diperoleh susut pengeringan pada etanol 50, 70 dan 96% secara berturut-turut sebesar 5,8%; 4,6%; 5,3%. Nilai kadar air diperoleh pada etanol 50, 70 dan 96% berturut-turut sebesar 5,6%; 3,33%; 3,78%. Nilai kadar abu total diperoleh pada etanol 50, 70, dan 96% berturut-turut 8%; 8,3%; dan 8,3%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 50%, 70%, dan 96% daun nangka mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, steroid, fenol.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI ANTIKOAGULAN PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DENGAN ATRIAL FIBRILASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) Dr. MOEWARDI Khusain, Muhammad Fuad Zidane; Luthfiyanti, Niken; Wardani, Tatiana Siska
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/nqca8689

Abstract

Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling banyak terjadi dan seringkali disertai dengan komplikasi atrial fibrilasi, yang meningkatkan risiko stroke berulang. Penggunaan terapi antikoagulan menjadi tatalaksana penting, namun perlu dipertimbangkan tidak hanya dari segi efektivitas klinis tetapi juga efektivitas biayanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biaya terapi antikoagulan serta menilai cost-effectiveness berdasarkan perhitungan ACER. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan retrospektif dan metode analisis kuantitatif. Data diperoleh dari rekam medis pasien dan data pembayaran pasien selama dirawat di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dalam periode 2025. Analisis data mencakup efektivitas terapi berdasarkan kejadian stroke berulang dengan parameter INR (International Normalized Ratio) dimana dikatakan bebas stroke berulang mendapat angka 2-3, serta analisis biaya medis langsung dari persepektif rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warfarin merupakan antikoagulan yang paling sering digunakan (77,8%) dengan efektivitas 35%, lebih tinggi dari heparin (18%). Namun hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p= 0,112 (>0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara efektivitas kedua terapi. Dari sisi biaya, warfari memiliki total biaya lebih rendah dibandingkan dengan heparin. Analisis ACER menunjukkan bahwa warfarin lebih cost-effective. Uji sensitivitas juga mendukung stabilitas hasil tersebut.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FACIAL WASH EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH (Piper betle L.) TERHADAP Propionibacterium acnes Siwi, Melati Daru; Luthfiyanti, Niken; Wardani, Tatiana Siska
Duta Pharma Journal Vol. 4 No. 2 (2024): DUTA PHARMA JOURNAL
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/fd8kjz46

Abstract

Jerawat merupakan penyakit kulit yang sering terjadi pada masa remaja bahkan hingga dewasa. Salah satu alternatif anti jerawat yang lebih praktis penggunaannya dan lebih ekonomis yaitu sabun wajah. Facial wash atau sabun wajah dengan ekstrak daun sirih memiliki kegunaan sebagai antijerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sediaan facial wash ekstrak etanol daun sirih mempunyai aktivitas antibakteri, untuk mengetahui bagaimana mutu fisik sediaan facial wash ekstrak etanol daun sirih, dan untuk mengetahui berapakah konsentrasi sediaan facial wash ekstrak etanol daun sirih yang digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini merupakan penelitian experiment dengan menggunakan ekstrak etanol daun sirih terhadap bakteri Propionibacterium acne. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif dengan penyajian data dalam bentuk tabel, serta dilakukan analisis secara statistik dengan uji One Way Anova dengan taraf signifikan 5%. Hasil yang diperoleh adalah aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes pada F1 konsentrasi 15% menghasilkan zona hambat sebesar 9,67 mm, F2 konsentrasi 20% menghasilkan zona hambat sebesar 15,7 mm , F3 konsentrasi 25% menghasilkan zona hambat sebesar 7,38 mm.Kata kunci: antibakteri, facial wash, daun sirih
PENGARUH PELARUT TERHADAP FLAVONOID TOTAL, FENOLIK TOTAL dan AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN KUNYIT (Curcuma longa L.) dengan METODE ABTS Setyaningrum, Fidya; Raharjo, Danang; Luthfiyanti, Niken
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50198

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang berperan penting dalam menetralkan radikal bebas sehingga dapat mencegah berbagai penyakit degeneratif. Salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai sumber antioksidan adalah kunyit (Curcuma longa L.), yang diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, fenolik, flavonoid, saponin, dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis pelarut terhadap kadar flavonoid total, fenolik total, serta aktivitas antioksidan dari ekstrak daun kunyit. Penentuan kadar flavonoid total dilakukan dengan metode kolorimetri AlCl₃ menggunakan kuersetin sebagai standar, sedangkan kadar fenolik total ditentukan dengan metode Folin-Ciocalteu menggunakan asam galat sebagai standar. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode ABTS yang dinyatakan dalam nilai IC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pelarut berpengaruh signifikan terhadap kandungan metabolit bioaktif dan aktivitas antioksidan. Ekstrak daun kunyit dengan pelarut metanol menghasilkan kadar flavonoid total sebesar 54,032 mg QE/g, kadar fenolik total sebesar 64,760 mg GAE/g, serta aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC₅₀ sebesar 31,396 ppm yang termasuk kategori sangat kuat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelarut metanol lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa bioaktif daun kunyit dibandingkan pelarut lain, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber alami antioksidan
FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL 70% DAUN UBI JALAR UNGU (IPOMOEA BATATAS L.) UNTUK LUKA BAKAR PADA KELINCI NEW ZEALAND WHITE Wardani, Lydia Puspita; Luthfiyanti, Niken; Fitriawati, Anna
Jurnal Delima Harapan Vol 12 No 2 (2025): September
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN MULYA PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31935/delima.v12i2.325

Abstract

Latar Belakang: Penelitian terhadap aktivitas penyembuhan luka bakar ekstrak daun ubi jalar ungu ( Ipomoea batatas L.) dalam bentuk ekstrak secara langsung dengan bentuk sediaan gel yang diujikan pada kelinci New Zealand White . Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol daun ubi jalar ungu ( Ipomoea batatas L.) dapat digunakan sebagai penyembuhan terhadap luka bakar pada kelinci. Serta untuk mengetahui apakah formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun ubi jalar ungu ( Ipomoea batatas L.) berpotensi dalam penyembuhan luka bakar pada kelinci yang diinduksikan logam. Metode: Pada penelitian ini ekstrak daun ubi jalar ungu diperoleh melalui metode maserasi dan diformulasikan dengan konsentrasi 25%, 35% dan 45%. Basis gel digunakan sebagai kontrol negatif yaitu Karbopol 940 serta gel Bioplacenton® dipakai sebagai kontrol positif, yang diaplikasikan pada luka bakar di punggung kelinci New Zealand White dengan diameter 2 cm . Hasil: Uji aktivitas gel ekstrak daun ubi jalar ungu dilakukan pada 3 kelinci yang setiap formulasinya dilakukan replikasi sebanyak 3 kali dan pengukuran diameter luka diukur setiap hari. Presentasi data penyembuhan luka bakar dijelaskan secara statistik dengan metode One-Way ANOVA . Simpulan: Analisis Berdasarkan One Way ANOVA dari semua perlakuan yang paling efektif adalah ekstrak daun ubi jalar ungu dengan konsentrasi 45.
EVALUASI PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU APOTEKER TERHADAP KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT SELAMA KEHAMILAN DAN MENYUSUI Luthfiyanti, Niken; Ichsan, Burhannudin
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2866

Abstract

Pengobatan selama kehamilan dan menyusui memerlukan perkiraan yang cermat dari rasio risiko/manfaat bagi ibu dan bayinya, sehingga penggunaan obat harus selalu diawasi oleh tenaga kesehatan seperti Apoteker. Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi tentang pengetahuan, sikap, dan perilaku Apoteker terhadap ketepatan penggunaan obat selama kehamilan dan menyusui. Penelitian ini juga menganalisis hubungan faktor demografi dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku Apoteker terhadap ketepatan penggunaan obat selama kehamilan dan menyusui. Studi cross sectional dilakukan pada populasi apoteker di Kota Surakarta yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 193 orang. Pengetahuan, sikap dan perilaku dinilai dengan kuesioner yang disusun oleh peneliti dengan menggunakan literatur pendukung dan dinilai oleh expert judgement. Pengetahuan dikategorikan menjadi baik, cukup dan kurang, sikap dan perilaku dikategorikan menjadi baik dan kurang baik. Analisis hubungan variabel dilakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan apoteker memiliki pengetahuan baik sebesar 56,1% terhadap ketepatan penggunaan obat selama kehamilan dan menyusui. Apoteker memiliki sikap baik untuk melakukan pelayanan aktif terhadap ketepatan penggunaan obat selama kehamilan dan menyusui sebesar 99,5%. Apoteker memiliki perilaku baik terhadap pelayanan aktif pada ketepatan penggunaan obat pada ibu hamil dan menyusui sebesar 78,5%. Terdapat hubungan yang signifikan (p<0.05) antara lama praktik dengan perilaku Apoteker.
Hormonal Therapy Treatment Pattern For Breast Cancer Patients At Dr. Moewardi Hospital, Surakarta Luthfiyanti, Niken; Rohmana, Vivin Marwiyati; Khusain, Muhammad Fuad Zidane
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2025: Proceeding of the 6th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/bfz6xt62

Abstract

Breast cancer is a cancer with a high prevalence and mortality rate in women. One of the main therapies for hormone receptor-positive patients isAdjuvant Endocrine Therapy (AET) in the form of tamoxifen, either alone or in combination. The study aims to determine patient characteristics and patterns of hormonal therapy use.breast cancer patients at Dr. Moewardi Regional Hospital, Surakarta. The study used a randomized controlled study design.cross sectional with technique purposive samplingThe study subjects were 64 breast cancer patients undergoing tamoxifen therapy for at least one month. Data were obtained from medical records and questionnaires, then tested using Chi-Square see the relationship between variables. The results of the study showed that the majority of patients were aged <50 years (60.9%) and were in advanced stages (III–IV) at 57.8%. The most common type of therapy was a combination of chemotherapy and hormones (51.6%), while single hormonal therapy was used in 48.4% of patients. The most frequently used chemotherapy regimen was a combination of Cyclophosphamide & Epirubicin, while the most common hormonal therapy was Tamoxifen + Zoladex. Bivariate analysis showed a significant relationship between age and type of therapy and stage and type of therapy (p<0.05).
PROFILE OF CHEMOTHERAPY TREATMENT IN BREAST CANCER PATIENTS AT MOEWARDI GENERAL HOSPITAL IN 2025 Pratama, Kharisma Jayak; Luthfiyanti, Niken; Sudarsih, Dyah Ayu
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2025: Proceeding of the 6th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/04yg4q56

Abstract

Breast cancer is one of the most common types of cancer found in women, with a prevalence that continues to increase every year. Chemotherapy is one of the main therapies in the treatment of breast cancer, both as adjuvant therapy (after surgery) and neoadjuvant therapy (before surgery). Moewardi General Hospital, as a referral hospital in Central Java Province, provides chemotherapy treatment services for breast cancer patients with various drug regimens that have been proven effective. This study aims to analyze the chemotherapy treatment profile in breast cancer patients at Moewardi General Hospital in 2025. The data used in this study included the type of chemotherapy regimen, the number of patients using it, and the side effects experienced by patients. The results showed that the combination of Paclitaxel and Epirubicin was the main regimen used, with a percentage of patients reaching 30%. Common side effects include nausea, vomiting, fatigue, and a decrease in white blood cell count. Despite challenges in managing side effects, chemotherapy treatment at Moewardi General Hospital shows promising results with a high success rate. This study is expected to serve as a reference for improving the quality of breast cancer treatment at this hospital and provide insights for the development of chemotherapy therapy in the future.
EVALUASI KETEPATAN PEMILIHAN OBAT DAN OUTCOME TERAPI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II RAWAT JALAN DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA Wulandari, Anggy; Luthfiyanti, Niken; S.A, Kusumaningtyas
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28454

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau resistensi insulin.  Tujuan dari kerasionalan penggunaan terapi obat pada pasien Diabetes Melitus yaitu untuk tercapainya keberhasilan pengobatan dan juga harus memperhatikan pemantauan terapi dari obat tersebut. Keberhasilan terapi pengobatan dapat diukur dari beberapa parameter diantaranya Gula Darah Sewaktu (GDS), Gula Darah Puasa (GDP), Gula Darah 2 jam Prospandial (GD2PP) dan Hemoglobin Glikosilat (HbA1C). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat antidiabetes, outcome atau keberhasilan pengobatan DM Tipe II serta hubungan antara ketepatan pemilihan obat dan outcome terapi pada pasien DM Tipe II.  Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental observasional dengan rancangan retrospektif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 99 responden. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini berupa data Rekam Medis kemudian dianalisis dengan metode univariat dan bivariat. Hasil penelitian tentang evaluasi ketepatan pemilihan obat dan outcome terapi pada pasien diabetes melitus tipe II rawat jalan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta menunjukkan tepat pasien 96 pasien (97%), tepat indikasi 99 pasien (100%), tepat obat 74 (74,7%), tepat dosis 98 pasien (99%).  Outcome atau keberhasilan pengobatan pasien DM Tipe II sebanyak 63 pasien (63,6%) mencapai target dan 36 pasien (36,4) tidak mencapai target. Terdapat hubungan yang signifikan pada ketepatan pemilihan obat antidiabetes dengan outcome terapi.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN TERHADAP OUTCOME TERAPI PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSUD DR. MOEWARDI KOTA SURAKARTA TAHUN 2023 Devitasari, Devitasari; Luthfiyanti, Niken; S.A, Kusumaningtyas
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28465

Abstract

Hipertensi merupakan silent killer karena tidak memiliki tanda atau gejala sebelumnya, dan gejala muncul setelah penderita mengalami komplikasi pada organ-organ vital. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan sistolik ³140mmHg atau tekanan darah diastolik ³90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Apabila tidak segera ditangani dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti serangan jantung, stroke, diabetes mellitus. Kepatuhan terhadap pengobatan merupakan faktor penting dalam outcome terapi. Oleh karena itu, pengukuran kepatuhan penggunaan obat sangat penting untuk menentukan keberhasilan pengobatan. Identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan hipertensi merupakan langkah pertama dalam usaha menangani permasalahan tersebut. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi di RSUD Dr. Moewardi Kota Surakarta Tahun 2023. Penelitian ini desain observasional deskriptif menggunakan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner MMAS untuk kepatuhan dan data rekam medis. Analisis data diolah dengan SPSS analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan responden yang memiliki kepatuhan pengobatan tinggi sebanyak 43 responden (44,3%), sedang sebanyak 31 responden (32,0%) dan rendah sebanyak 23 responden (23,7%). Hasil outcome terapi tercapai sebanyak 52 responden (53,6%) dan tidak tercapai sebanyak 45 responden (46,4%). Dari hasil analisis chi square diperoleh nilai Pearson Chi Square 0,831 yang menunjukkan tidak ada terdapat hubungan antara kepatuhan pengobatan dengan outcome terapi.