Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS EKONOMI DAN NON EKONOMI USAHA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) SKALA RUMAH TANGGA DI POKDAKAN MIKRO BIO EBI AIR MAWAR PANGKALPINANG Nur Rahmadina; Endang Bidayani; Ahmad Fahrul Syarif
Journal of Fish Nutrition Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.806 KB) | DOI: 10.29303/jfn.v2i1.1382

Abstract

Aquaculture is an aquaculture activity to produce aquatic biota in a controlled environment so as to gain profits and is a sustainable activity that must be developed further. One of the aquaculture activities is vaname shrimp cultivation. This activity, especially brackish water cultivation, has developed in the community, especially in Bangka Belitung Province, but before starting a business, it is necessary to conduct a business analysis to see the feasibility of the business being carried out. So it is necessary to analyze the vannamei shrimp cultivation business in Pokdakan Micro Bio Ebi Air Mawar. This research was conducted in January 2022 in Air Mawar Village, Pangkalpinang City. This research uses a descriptive survey method in the form of a case study method in determining non-economic analysis and a business feasibility test is carried out with a case study method in analyzing aquaculture business. The business analysis was carried out in the vannamei shrimp rearing pond. Pokdakan Micro Bio Ebi Rose Water. The results showed that the non-economic analysis has good marketing, good environmental management, good water quality, and has completed a Uzaha license and has a strategic place for the development of vaname shrimp cultivation so that production activities take place well. Methods of data processing analysis of vannamei shrimp enlargement business. Pokdakan Mikro Bio Ebi Air Mawar uses a quantitative method. The results showed that seen from the results of the cycle calculation resulted in an income of Rp. 172.800,000, profit Rp. 100.450,000, and the R/C Ratio value of 2,38, Payback Period of 0,47 years, Break Event Product sales of 753,64 Kg, and Break Event Point Price is Rp.40.194. Based on this, the household scale vaname shrimp enlargement business in Pokdakan Mikro Bio Ebi is feasible to be developed.
Filogeografi Trigonopoma gracile dari Sungai Gedong, Bangka dan Catatan di Paparan Sunda berdasarkan gen COI Ardiansyah Kurniawan; Rina Apriyanti; Alya Maisan Safitri; Siti Puan NIK Almaghribi; Ahmad Fahrul Syarif; Andri Kurniawan
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 14 No 1 (2023): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v14i1.2349

Abstract

Trigonopoma gracile merupakan salah satu speies ikan air tawar yang ditemukan hidup di perairan Pulau Bangka yang terdampak penambangan timah. Perlu dilakukan kajian terkait hubungan genetik ikan ini dengan wilayah lainnya di paparan Sunda. Sampel ikan dari Sungai Gedong, Bangka diidentifikasi karakteristik molekulernya dengan menggunakan gen COI (sitokrom oksidase I) dan dibandingkan dengan temuan di wilayah Sundaland lainnya. Trigonopoma gracile dari Sungai Gedong, Bangka memiliki hubungan yang dekat dengan ikan T. gracile dari Kalimantan Barat, Serawak, Belitung, dan Sempan, Bangka dengan jarak antara 0,93 – 1,89 %, namun berbeda kluster dengan Selangor, Bangka Selatan, Kemuja-Bangka, Trengganu,dan Serawak dengan jarak genetik 3,69 – 5,44 %. Hubungan antar pulau pada T. gracile diprediksi terjadi akibat hubungan sunga purba Sunda Utara dimasa lampau. Variasi genetik yang muncul di Pulau Bangka dimungkinkan sebagai adaptasi terhadap kondisi lingkungannya.
PENGARUH SUHU TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP, PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KONSUMSI OKSIGEN IKAN SELUANG (Brevibora dorsiocellata) DI WADAH BUDIDAYA PADA TAHAP AWAL DOMESTIKASI Vidi Cintia; Ahmad Fahrul Syarif; Robin Robin
Journal of Aquatropica Asia Vol 8 No 1 (2023): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Jurusan Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v8i1.4200

Abstract

Salah satu jenis ikan seluang yang banyak ditemukan di perairan Bangka Belitung yaitu Brevibora dorsiocellata. Ikan ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai ikan salah satu ikan hias lokal. Budidaya ikan Seluang (B. dorsiocellata) saat ini masih belum banyak dilakukan dikarenakan terbatasnya informasi dalam kegiatan domestikasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan menentukan kisaran suhu optimum untuk kelangsungan hidup, pertumbuhan dan tingkat konsumsi oksigen ikan Seluang (B. dorsiocellata) yang dipelihara pada suhu yang berbeda di wadah budidaya pada tahap awal domestikasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Maret 2021 berlokasi di Laboratorium Akuakultur, di Universitas Bangka Belitung. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan 4 perbedaan suhu yaitu Kontrol (suhu ruang), suhu 27oC, 29oC dan 31oC. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu kelangsungan hidup ikan, laju pertumbuhan spesifik, laju pertumbuhan mutlak, efisiensi pakan, tingkat konsumsi oksigen dan kualitas air selain suhu sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu berpengaruh berpengaruh terhadap pertumbuhan panjang mutlak ikan seluang selama pemeliharaan namun tidak berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik, panjang bobot mutlak dan efisiensi pakan. Suhu 31oC memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak sebesar 0,31±0,04 cm dibandingkan P1 (Kontrol), P2 (27oC), P3 (29oC) dengan nilai laju pertumbuhan spesifik 0,57±0,26% dan efisiensi pakan sebesar 2,77±1,17%. Suhu 27oC merupakan perlakuan dengan tingkat konsumsi oksigen terendah yakni sebesar 0,05 mg O2/menit. Sedangkan suhu 31oC merupakan perlakuan dengan tingkat konsumsi oksigen tertinggi sebesar 0,081 mg O2/menit. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa kisaran suhu pemeliharaan untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan pada ikan Seluang (B. dorsiocellata) yaitu pada suhu 27-29oC dengan tingkat konsumsi oksigen yang normal.
PENGEMBANGAN BUDIDAYA CUMI-CUMI (Urotheutis chinensis) DI PERAIRAN TUING PULAU BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Dwi Febrianti; Indra Ambalika Syari; Ahmad Fahrul Syarif
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v3i1.142

Abstract

In Bangka Belitung Islands Province, squid (Urotheutis chinensis) is a non-fish category fisheries export commodity with a larger amount than other commodities. The high rate of ecosystem damage and high sedimentation of marine areas due to mining activities has caused squid catches in coastal areas to tend to decrease. Based on the research results, the Coral Reef Exploration Team of the University of Bangka Belitung, Tuing waters are a fisheries stronghold in Bangka Regency. This is evidenced by the absence of tin mining activities. The Universitas Bangka Belitung Community Service Program (KKN) in Tuing Hamlet, Mapur Village, Riau Silip Subdistrict, Bangka Regency began in 2014 and 2015 by starting activities to build squid attractor FADs. In 2016, this program was again focused on pioneering Bangka squid cultivation activities with additional programs in the form of developing local potential-based natural tourism potential and educational work programs to increase understanding for the community of the importance of preserving marine ecosystems.marine ecosystem. The results that have been carried out are the collection of squid eggs using a fisherman's net, then incubated in a maintenance aquarium that has been set up using a top filter. The successfully reared squid larvae were then released as a form of restocking activity. natural resources with related stakeholders. The next activity is to increase the potential of coastal tourism (beach) by promoting tourism through website development and building supporting facilities in the form of Saung (simple shelter) provided to all visitors to rest after climbing. can rest after the hike. Another ecotourism development is the coral reef transplantation program by involving the community to increase awareness of the importance of coral reefs in increasing fish biodiversity in Tuing waters. in Tuing waters. In addition to the community, other educational activities were carried out through teaching activities for students of SDN 11 Riau Silip in the classroom by providing exposure related to the topic of marine ecosystems. The educational presentation provided consisted of several topics, namely the introduction of marine ecosystems, the introduction of freshwater and marine biota, the impact of damage to marine ecosystems, and the introduction of the movement to love eating fish.
PEMANFAATAN PERAIRAN SUNGAI TANAH BAWAH MELALUI TEKNOLOGI BUDIDAYA POLIKULTUR BERWAWASAN LINGKUNGAN Khoirul Muslih; Ahmad Fahrul Syarif
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v3i2.155

Abstract

Desa Tanah Bawah memiliki potensi lahan dengan ketersediaan sumber air yang melimpah. Selain dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan air baku konsumsi, mandi dan cuci, potensi lahan perairan dapat dioptimalkan untuk pengembangan budidaya perikanan. Budidaya polikultur diharapkan dapat memberdayakan masyarakat serta menjadikan Desa Tanah Bawah berpotensi menjadi desa mandiri pangan dari produksi padi sawah dan hasil perkebunan yang melimpah serta perikanan budidaya. Teknologi budidaya polikultur dinilai ramah lingkungan karena didesain untuk meminimalisir limbah buangan sisa pakan yang tidak termanfaatkan. Daya dukung lingkungan perairan bisa tetap dipertahankan. Selain itu secara hitungan ekonomi, pilihan teknologi budidaya polikultur dengan sistem KJA dinilai sangat menguntungkan karena hasil panen yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem monokultur. Hasil panen ikan yang berlipat dari dua komoditas yang dibudidayakan (ikan nila dan ikan mas), otomatis akan mendatangkan keuntungan yang berlipat juga walaupun dengan input biaya produksi yang sama, karena efisiensi dan pemanfaatan pakan yang optimal. Pelaksanaan IbM ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat secara signifikan dan dapat berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM) UBB: EKSPLORASI KEINDAHAN BAWAH LAUT BANGKA BELITUNG MELALUI BATIK TULIS Endang Bidayani; Ahmad Fahrul Syarif
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v5i2.744

Abstract

Kegiatan IbM dilaksanakan di workshop UKM Batik Tulis Pinang Sirih Kelurahan Selindung Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang. Melalui program ini mahasiswa dapat memperoleh keterampilan membatik, sekaligus makin meningkatkan kecintaan mereka terhadap bahari dan budaya Indonesia. Kegiatan membatik ini diharapkan dapat memberikan keuntungan antara lain: 1) Menumbuhkan minat mahasiswa untuk melestarikan batik; 2) Meningkatkan keterampilan mahasiswa menghasilkan batik bermotif keindahan alam; 3) Membuka peluang usaha; dan 4) Menumbuhkan jiwa entrepreneur bagi mahasiswa. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah: 1) Peningkatan kuantitas dan kualitas batik tulis. Semakin beragamnya motif batik, akan meningkatkan minat konsumen untuk membeli produk; 2) Peningkatan pemahaman dan keterampilan mahasiswa untuk membatik; dan 3) Peningkatan pendapatan bagi mahasiswa, sehingga diharapkan mahasiswa mampu mendanai kuliah mereka, dan menjadi bekal berwirausaha setelah lulus
Antioksidan daun mensirak (Ilex cymosa) dan potensinya sebagai stimulan kematangan gonad ikan Cempedik (Osteochilus spilurus) Mustobi Prananda; Destra Ramadhanu; Rahmad Hidayat; Teguh Firnanda; Ahmad Fahrul Syarif
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 8, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v8i2.185

Abstract

Cempedik fish (Osteochilus spilurus) is one of the local fish species that has important economic value as a consumption fish. However, its existence in nature during the dry season is difficult to obtain so that research is needed to increase its population by accelerating gonad maturity. Mensirak leaves are one of the natural sources of antioxidants and can be used as a natural stimulant for cempedic fish gonad maturity. This study aims to determine the phytochemical content and antioxidant power of ethanol extract of mensirak leaves (Ilex cymosa) to accelerate the maturity of Cempedik fish gonads. The results of the study showed that mensirak leaves contained tannins, flavonoids and saponins in phytochemical testing and the presence of very strong antioxidants with IC50 values <50 ppm, which amounted to 25.29 µg/ml. The average value of GSI with treatment using mensirak extract is 0.0656% and treatment without using mensirak extract is 0.0491% with gonad maturity level III and IV.
Bioecology of Wild Betta Fish (Betta schalleri) of Bangka Island Waters Khanati, Olivia; Lista, Dona; Lindiatika, Lindiatika; Syarif, Ahmad Fahrul
Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol. 13 No. 2 (2024): JLSO
Publisher : Research Center for Suboptimal Lands (PUR-PLSO), Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jlso.13.2.2024.668

Abstract

The Betta schalleri is a wild betta fish endemic to Bangka Island which has potential as an ornamental fish. However, the fish’s endangered conservation status is one of the problems for its conservation efforts. The aim of this study was to analyze the Betta schalleri according to its biological and ecological properties. The research method was quantitative descriptive. Parameters measured in this study included fish morphology, fish meristics, water quality and habitat characteristics. The fish samples collected was 15 Betta schalleri. Observations on the physical characteristics of the Betta schalleri were based on morphometric characters, namely: 1) Total Length (TL) (22355.59 mm); 2) Standard Length (SL) (16386.74 mm);3) Head Length (HL) (3912.51 mm); 4) Head Height (HH) (3112.72 mm); 5) and Caudal Height (CH) (4922.29 mm). The meristic characters brought about the following 1) Dorsal Fin (D.II.8); 2) Anal Fin (A.II.24-25); Ventral Fin (V.I-II.4); Pectoral Fin (P.11-12); Caudal Fin (C.13) and Linea Lateralis (LL.31-32). The betta schalleri typically live in peat water, calm and fresh water that tend to be brown in color. The aquatic plants grow in the form of Pandanus sp. and Utricularia sp. In general, Betta schalleri thrive in a pH of 4-5, a temperature from 280C to 310C, and dissolved oxygen of 5.6- 11 mg/l.
CATATAN TAMBAHAN IKAN ENDEMIK Betta schalleri DI BANGKA SELATAN dan IKAN YANG BERASOSIASI Khanati, Olivia; Lindiatika, Lindiatika; Lista, Dona; Syarif, Ahmad Fahrul; Kurniawan, Ardiansyah
Journal of Aquatropica Asia Vol 8 No 2 (2023): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Jurusan Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v8i2.4628

Abstract

Betta schalleri, salah satu ikan endemik di Kepulauan Bangka Belitung, diketahui keberadaannya hanya di Pulau Bangka. Kajian tentang spesies ini masih sedikit dipublikasikan yang dimungkinkan karena semakin sulitnya ditemukan di habitat alami. penelitian ini mendeskripsikan tentang temuan B. schalleri di wilayah selatan Pulau Bangka dan jenis-jenis ikan yang juga ditemukan pada habitat yang sama. Betta schalleri ditemukan pada perairan aliran sungai di Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan. Ikan lain yang ditemukan berasosiasi di habitat yang sama adalah Desmopuntius hexazona, Puntius gemellus, Channa lucius, Trichopodus trichopterus, Hamirhampdon pogonognathus, Trigonopoma pauciperforatum, Trigonopoma gracile, Betta edithae, Betta chloropharynx, dan Sphaerichthys osphromenoides. Semua ikan yang ditemukan merupakan ikan endemik dan natif Sundaland.
REVIEW: KAJIAN KONSERVASI IKAN ENDEMIK TERANCAM PUNAH Betta burdigala (Kottelat & Ng, 1994) ASAL PERAIRAN BANGKA SELATAN Wijayanti, Amalia; Madyastuti, Eka Putri; Gulo, Cania Putri Nimalasari; Syarif, Ahmad Fahrul
Journal of Aquatropica Asia Vol 8 No 2 (2023): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Jurusan Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v8i2.4635

Abstract

Ikan Betta burdigala (Kottelat & Ng, 1994) merupakan ikan endemik asli pulau bangka. Ikan Betta burdigala ini telah terdaftar daftar merah spesies terancam punah Red List-IUCN dengan kategori terancam kritis (Critically Endangered). Penurunan populasi ikan Betta burdigala ini disebabkan akibat adanya degradasi lingkungan, hilang atau berubahnya habitat, introduksi ikan asing dan eksploitasi yang berlebihan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji ikan endemik Pulau Bangka Betta burdigala dan upaya pelestariannya sebagai dasar dalam pengelolaan ikan asli perairan Bangka. Pengelolaan sumber daya alam tidak dapat terlaksana secara efektif jika hanya dilakukan oleh pemerintah. Diperlukan partisipasi masyarakat lokal dalam proses pelaksanaan dan pemantauan pengelolaan sumber daya alam tersebu. Kompleksitas permasalahan yang muncul dalam suatu komunitas seringkali diselesaikan dengan mengacu pada kepekaan komunitas terhadap perlindungan spesies ikan endemik di wilayah tersebut, strategi pengembangan usaha perikanan yang dilaksanakan dengan cara-cara yang bijak dan bertanggung jawab, dengan memperhatikan keberlanjutan ekologi, sosial, ekonomi dan kelestarian sumber daya perikanan. Upaya pelestarian ikan endemik atau lokal dengan cara mengkonservasi pemacuan stok ikan, rehabilitasi lingkungan dan modifikasi habitat dan upaya domestikasinya. Di Pulau Bangka, rehabilitasi perlu dilakukan pada rawa-rawa dan sungai yang tercemar akibat penambangan timah. Upaya yang dapat dilakukan antara lain; membuat kolam untuk menampung limbah agar tidak langsung dibuang ke sungai atau rawa dan menanam tanaman air sebagai tempat berlindung bagi ikan lokal. Selanjutnya benih ikan hasil budidaya (aquaculture) dapat didistribusikan kembali ke habitat aslinya (restocking) untuk menjaga keberadaannya (sustainability).
Co-Authors Abdul Gani Achmad Sigid Purnomo Aji Adi Susanto Adibrata, Sudirman Aditya Pamungkas Agung Priyambada Aji, Achmad Sigid Purnomo Akhsan Fikrillah Paricahya Almagribi, Siti P N I K Althaaf, Yafsar Murfid Alya Maisan Safitri Andi Gustomi Andini, Anisah Meiga ANDRI KURNIAWAN Anggraeni Anggraeni Anggraeni Anggraeni Anjani, Tiara Puspa Apriyani, Rina Ardiansyah Kurniawan Ayuningtyas Indrawati Budi Afriansyah Cintia, Vidi Dendi Hidayatullah, Dendi Dendy Winardi Denny Syaputra Denny Syaputra Destra Ramadhanu DIAH AYU SATYARI UTAMI Dinar Tri Seolistyowati Dinar Tri Soelistyowati Dinda Rinanda Dobi Irawan Dwi Febrianti Dwi Friska Anindyta Putri Edo Ahmad Solahudin Endang Bidayani Esa Rama Widiyawan Eva Lestari Eva Prasetiyono Eva Prasetiyono Eva Prasetiyono Eva Utami Exel Muhamad Rizki Fika Dewi Pratiwi Fitri Sil Valen Friyuanita, Friyuanita Gulo, Cania Putri Nimalasari Hafidz, Agus M Hafidz, Agus Miftahudin Hafizhotur Rohmaniah Harton Arfah Hedi Sanjaya Herjayanto, Muh. Hidawati, Risna Ichsan, Muhamad Indra Ambalika Syari Irma Akhrianti Jaya Samputra Pirmansa Jeanne Darc. N. Manik Kamaludin Ahmadi Kanaah, Akhlakul Khanati, Olivia KHOIRUL MUSLIH Kurniawati, Febi Kusumah, Wanda La Ode Wahidin Lestari, Bebbi Lindiantika, Lindiantika Lindiatika, Lindiatika Lista, Dona Lo Ode Muhammad Harisud M.A. Hari Fitriyanto ma'ruf, muhammad masrur Madyastuti, Eka Putri Maftuch Maftuch Mas Bayu Syamsunarno Muhamad Amin Muhammad Arif Nasution Muhammad Arif Nasution muhammad masrur ma'ruf Muhammad Zambawi Mustobi Prananda Muta Ali Khalifa Mu’alimah Hudatwi Mu’alimah Hudatwi Mu’amar Abdan Nopitasari, Indah Novi Santia Novita Rahmayanti Nur Rahmadina Nurcahyono, Eka Okto Supratman Patmawati Patmawati Permatasari, Sheny Prananda, Mustobi Prayoga, Ajie Putri, Zakia A Rahmansyah, Nurditya Ramadhanu, Destra Reni Anggraini Reza Hermawan RIDWAN AFFANDI Rina Apriyanti Risna Hidawati Robin Robin Robin Robin Robin Robin Robin, Robin S, Merin Safitri, Alya M Samsuddin, M. Afdal Samuki, Khairul Sanjaya, Hedi Sapto Andriyono Silaen, Johannes OH Siti Aisyah Siti Aisyah Siti Puan NIK Almaghribi Sofian, Sofian Suci Puspita Sari Suci Puspita Sari Suci Puspita Sari Teguh Firnanda Thania Thania Tiara Damayanti Tiara Puspa Anjani Ulfa Dwinda Icas Umroh Umroh Verry Andre Fabiani Vidi Cintia Wijaya, Imam Wijayanti, Amalia Winardi, Dendy Wulandari, Ufi Ayu Yuant Tiandho Yusnandar, Firman Zambawi, Muhammad Zulfadhli Zulfadhli Zulfadhli Zulfadhli