Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMIZATION OF ANNEALING TEMPERATURE FOR COI GENE AMPLIFICATION ON EXTRIMOPHIL FISH USING PCR Kurniawan, Ardiansyah; Anjani, Tiara Puspa; Lestari, Eva; Safitri, Alya M; Kurniawan, Andri; Syarif, Ahmad Fahrul; Apriyani, Rina; S, Merin; Ichsan, Muhamad; Almagribi, Siti P N I K
Journal of Aquatropica Asia Vol 7 No 2 (2022): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Jurusan Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v7i2.3401

Abstract

Extremophilic fish require genetic characterization to determine the identity of their species, their kinship, and the potential for genetic variation due to extreme environmental adaptation. DNA barcoding using Fish-F2 and Fish-R2 primers at an annealing temperature of 52oC for 15 seconds showed qualitative failure results in most fish species. For this reason, optimizing the annealing temperature in the PCR process is necessary to obtain DNA bands that correlate with successful identification. Fish samples were obtained from Ruai Silip, Bangka Island, Membalong, Belitung Island, and Way Kanan, Lampung, Sumatra Island. The annealing temperature optimization was set at 50, 50.4, 51.1, 52.3, 53.7, 54.8, 55.5, and 56°C. Five species of extremophile fish were tested, namely Brevibora sp, Barbodes binotatus, Rasbora bankanensis, Anabas testudineus, and Aplocheilus panchax. Extremophile fish showed differences in the appearance of DNA bands in PCR with different annealing temperatures. Brevibora sp showed a visualization of DNA bands at 54.8°C, Barbodes binotatus at 53.7, 54.8, 55.5, and 56°C, Anabas testudineus at 50 and 50.4°C, and Aplocheilus panchax produced clearly visible band on annealing temperatures.
DISEMINASI MINA WISATA SEBAGAI ALTERNATIF PENGEMBANGAN WISATA BAHARI DI DESA KEBINTIK KECAMATAN PANGKALAN BARU KABUPATEN BANGKA TENGAH Bidayani, Endang; Robin, Robin; Syarif, Ahmad Fahrul
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 4 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v4i3.3697

Abstract

Mina wisata diartikan sebagai konsep pendekatan pengelolaan terpadu berbasis konservasi dengan menitikberatkan pada pengembangan perikanan dan wisata Bahari. Pengembangan konsep minawisata bertujuan mengembangkan perekonomian masyarakat wilayah berbasis pada pemanfaatan potensi sumberdaya kelautan, perikanan, dan pariwisata secara terintegrasi pada suatu wilayah tertentu. Program Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Kebintik akan difokuskan pada kegiatan sosialisasi, FGD dan pendampingan program wisata bahari alternatif guna meningkatkan kunjungan wisatawan. Permasalahan yang dihadapi mitra saat ini adalah: 1) Mitra belum optimal mengelola kawasan mina wisata; dan 2) Mitra belum memiliki pengetahuan terkait pengelolaan Kawasan mina wisata. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi antara lain: 1) Membantu masyarakat mendapatkan usaha sampingan dari kegiatan wisata berbasis perikanan tangkap; dan 2) Meningkatkan pendapatan masyarakat dari kegiatan mina wisata. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah: 1) Peningkatan kuantitas dan kualitas kunjungan wisatawan; 2) Peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dari kegiatan mina wisata; dan 3) Peningkatan pendapatan masyarakat. Indikator capaian Program adalah: 1) Peningkatan partisipasi masyarakat; 2) Peningkatan kesejahteraan masyarakat; 3) Peningkatan pengetahuan masyarakat;dan 4) Peningkatan kemandirian masyarakat. Hasil kegiatan, Pemerintah Desa Kebintik dan masyarakat mampu berkontribusi positif pada semua tahapan kegiatan dengan baik. Program rintisan wisata Bahari yang digagas adalah bersih pantai dan penyediaan tong sampah, serta pemasangan net volley Pantai.
Genetic variability and performance of Asian swamp eel Monopterus albus (Zuiew, 1793) from West Java cultured in saline water medium Soelistyowati, Dinar Tri; Syarif, Ahmad Fahrul; Affandi, Ridwan; Hidayatullah, Dendi
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 16 No. 1 (2017): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3267.682 KB) | DOI: 10.19027/jai.16.1.33-40

Abstract

ABSTRACT  Asian swamp eel Monopterus albus (Zuiew, 1793) is freshwater fish species which is prospective for domestic and export markets. The production is limited depend on the catches of natural population. The cultivation of eel has been carried out to increase the production for sustainability. This study was conducted to evaluate the genetic variability and performance of Asian swamp eel from West Java and its potential cultivation in water based media with salinity. Three populations from West Java were collected of different altitudes from Sukabumi (673 m asl), Cianjur (429 m asl), Karawang (51 m asl) sized 19–26.5 cm and weighed 4.95–11.4 g. The cultivation was performed during 30 days in water media without substrate at salinity 6 ppt with density of 1 kg/m2 and maintenance at container 50×30×30 cm completed with shelter pipe of ¾ inches diameter and 20 cm length, height of water 10 cm and water exchange 100% every day, fed at satiation using Tubificidae once a day. Genetically, all of the populations showed low heterozygosity at 1.19–1.23% and genetic distance 0.01–0.04. Asian swamp eel adapted better at water salinity 6 ppt which indicated by low mesure of osmotic gradient and blood glucose. Asian swamp eel from Karawang showed superior at survival rate (90%) and daily growth rate (1.42/day). Keywords: Asian swamp eel, Monopterus albus, cultivation, genetic variability, salinity  ABSTRAK  Belut sawah Monopterus albus (Zuiew, 1793) merupakan komoditas ikan air tawar potensial di pasar domestik maupun ekspor, namun produksinya masih mengandalkan hasil tangkapan dari alam karena budidaya belum berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaman genetik dan keragaan belut sawah asal Jawa Barat dan potensinya untuk dikembangkan dengan teknik budidaya di air bersalinitas tanpa lumpur. Tiga populasi belut sawah dikoleksi dari lokasi di Jawa Barat dengan ketinggian berbeda yaitu Sukabumi (673 m dpl), Cianjur (429 m dpl), Karawang (51 m dpl). Sumber genetik belut berukuran 19–26,5 cm dan bobot berkisar 4,95–11,4 g dipelihara selama 30 hari dalam media air tanpa substrat bersalinitas 6 ppt. Wadah pemeliharaan berukuran 50×30×30 cm dilengkapi shelter pipa paralon diameter ¾ inci dan panjang 20 cm serta ketinggian air 10 cm. Padat penebaran ikan 1 kg/m2 (20 ekor/wadah), serta pergantian air 100% dilakukan setiap hari dan pemberian pakan berupa Tubificidae secara at satiation satu kali sehari. Secara genetik ketiga populasi menunjukkan tingkat heterosigositas yang rendah yaitu berkisar 0,19–0,23 % dan jarak genetik 0,01–0,04. Belut sawah menunjukkan respons adaptasi yang baik dalam media air tanpa substrat pada salinitas 6 ppt berdasarkan indikator beban osmotik dan kadar glukosa yang rendah. Belut sawah asal Karawang unggul pada laju pertumbuhan harian (1,42/hari) dan kelangsungan hidup (90 %). Kata kunci: belut sawah Monopterus albus, budidaya, keragaman genetik, salinitas
ENKAPSULASI HORMON GnRH DAN ANTI DOPAMINE MELALUI PAKAN TERHADAP PENINGKATAN PEMATANGAN GONAD IKAN CEMPEDIK (Osteochilus spilurus) kurniawan, ardiansyah; Nurcahyono, Eka; Syarif, Ahmad Fahrul; Robin, Robin; Fabiani, Verry Andre
Journal of Aquatropica Asia Vol 9 No 2 (2024): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Jurusan Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v9i2.6313

Abstract

Ikan Cempedik (Osteochilus spilurus) merupakan salah satu ikan konsumsi ekonomis penting bagi masyarakat Belitung Timur. Ketersediaannya untuk konsumsi dan perdagangan masih mengandalkan hasil tangkapan dari alam. Penangkapan alam secara terus menerus dapat berakibat terjadinya penurunan populasi Ikan Cempedik pada habibat alaminya, sehingga perlu adanya upaya mendomestikasi spesies ini menuju komoditas akuakultur. Ikan air tawar ini telah berhasil didomestikasikan pada level pertama dengan kemampuannya hidup dalam wadah terkontrol, pada penelitian ini diupayakan meningkatkan kematangan gonadnya melalui pakan yang mengandung hormon GnRH-Analog+Antidopamin. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan yakni P1 (kontrol), P2 (0,005 ml/gram pakan), P3 (0,01 ml/gram pakan), dan P4 (0,015 ml/gram pakan). Hasil penelitian menunjukkan pemberian hormon GnRH-Analog dan Anti Dopamin melalui pakan memberikan pengaruh terhadap peningkatan nilai Gonado Somatic Index dan Hepato Somatic Index Ikan Cempedik. Perlakuan terbaik terdapat pada dosis 0,015 ml/gram yang menghasilkan TKG IV terbanyak, Gonado Somatic Index (GSI) sebesar 7,59%, Hepato Somatic Index (HSI) sebesar 0,17% dan fekunditas sebesar 1.390 butir.
PENGARUH SUHU TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP, PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KONSUMSI OKSIGEN IKAN SELUANG (Brevibora dorsiocellata) DI WADAH BUDIDAYA PADA TAHAP AWAL DOMESTIKASI Cintia, Vidi; Syarif, Ahmad Fahrul; Robin, Robin
Journal of Aquatropica Asia Vol 8 No 1 (2023): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Program Studi Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v8i1.4200

Abstract

Salah satu jenis ikan seluang yang banyak ditemukan di perairan Bangka Belitung yaitu Brevibora dorsiocellata. Ikan ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai ikan salah satu ikan hias lokal. Budidaya ikan Seluang (B. dorsiocellata) saat ini masih belum banyak dilakukan dikarenakan terbatasnya informasi dalam kegiatan domestikasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan menentukan kisaran suhu optimum untuk kelangsungan hidup, pertumbuhan dan tingkat konsumsi oksigen ikan Seluang (B. dorsiocellata) yang dipelihara pada suhu yang berbeda di wadah budidaya pada tahap awal domestikasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Maret 2021 berlokasi di Laboratorium Akuakultur, di Universitas Bangka Belitung. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan 4 perbedaan suhu yaitu Kontrol (suhu ruang), suhu 27oC, 29oC dan 31oC. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu kelangsungan hidup ikan, laju pertumbuhan spesifik, laju pertumbuhan mutlak, efisiensi pakan, tingkat konsumsi oksigen dan kualitas air selain suhu sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu berpengaruh berpengaruh terhadap pertumbuhan panjang mutlak ikan seluang selama pemeliharaan namun tidak berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik, panjang bobot mutlak dan efisiensi pakan. Suhu 31oC memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak sebesar 0,31±0,04 cm dibandingkan P1 (Kontrol), P2 (27oC), P3 (29oC) dengan nilai laju pertumbuhan spesifik 0,57±0,26% dan efisiensi pakan sebesar 2,77±1,17%. Suhu 27oC merupakan perlakuan dengan tingkat konsumsi oksigen terendah yakni sebesar 0,05 mg O2/menit. Sedangkan suhu 31oC merupakan perlakuan dengan tingkat konsumsi oksigen tertinggi sebesar 0,081 mg O2/menit. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa kisaran suhu pemeliharaan untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan pada ikan Seluang (B. dorsiocellata) yaitu pada suhu 27-29oC dengan tingkat konsumsi oksigen yang normal.
CATATAN TAMBAHAN IKAN ENDEMIK Betta schalleri DI BANGKA SELATAN dan IKAN YANG BERASOSIASI Khanati, Olivia; Lindiatika, Lindiatika; Lista, Dona; Syarif, Ahmad Fahrul; Kurniawan, Ardiansyah
Journal of Aquatropica Asia Vol 8 No 2 (2023): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Program Studi Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v8i2.4628

Abstract

Betta schalleri, salah satu ikan endemik di Kepulauan Bangka Belitung, diketahui keberadaannya hanya di Pulau Bangka. Kajian tentang spesies ini masih sedikit dipublikasikan yang dimungkinkan karena semakin sulitnya ditemukan di habitat alami. penelitian ini mendeskripsikan tentang temuan B. schalleri di wilayah selatan Pulau Bangka dan jenis-jenis ikan yang juga ditemukan pada habitat yang sama. Betta schalleri ditemukan pada perairan aliran sungai di Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan. Ikan lain yang ditemukan berasosiasi di habitat yang sama adalah Desmopuntius hexazona, Puntius gemellus, Channa lucius, Trichopodus trichopterus, Hamirhampdon pogonognathus, Trigonopoma pauciperforatum, Trigonopoma gracile, Betta edithae, Betta chloropharynx, dan Sphaerichthys osphromenoides. Semua ikan yang ditemukan merupakan ikan endemik dan natif Sundaland.
REVIEW: KAJIAN KONSERVASI IKAN ENDEMIK TERANCAM PUNAH Betta burdigala (Kottelat & Ng, 1994) ASAL PERAIRAN BANGKA SELATAN Wijayanti, Amalia; Madyastuti, Eka Putri; Gulo, Cania Putri Nimalasari; Syarif, Ahmad Fahrul
Journal of Aquatropica Asia Vol 8 No 2 (2023): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Program Studi Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v8i2.4635

Abstract

Ikan Betta burdigala (Kottelat & Ng, 1994) merupakan ikan endemik asli pulau bangka. Ikan Betta burdigala ini telah terdaftar daftar merah spesies terancam punah Red List-IUCN dengan kategori terancam kritis (Critically Endangered). Penurunan populasi ikan Betta burdigala ini disebabkan akibat adanya degradasi lingkungan, hilang atau berubahnya habitat, introduksi ikan asing dan eksploitasi yang berlebihan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji ikan endemik Pulau Bangka Betta burdigala dan upaya pelestariannya sebagai dasar dalam pengelolaan ikan asli perairan Bangka. Pengelolaan sumber daya alam tidak dapat terlaksana secara efektif jika hanya dilakukan oleh pemerintah. Diperlukan partisipasi masyarakat lokal dalam proses pelaksanaan dan pemantauan pengelolaan sumber daya alam tersebu. Kompleksitas permasalahan yang muncul dalam suatu komunitas seringkali diselesaikan dengan mengacu pada kepekaan komunitas terhadap perlindungan spesies ikan endemik di wilayah tersebut, strategi pengembangan usaha perikanan yang dilaksanakan dengan cara-cara yang bijak dan bertanggung jawab, dengan memperhatikan keberlanjutan ekologi, sosial, ekonomi dan kelestarian sumber daya perikanan. Upaya pelestarian ikan endemik atau lokal dengan cara mengkonservasi pemacuan stok ikan, rehabilitasi lingkungan dan modifikasi habitat dan upaya domestikasinya. Di Pulau Bangka, rehabilitasi perlu dilakukan pada rawa-rawa dan sungai yang tercemar akibat penambangan timah. Upaya yang dapat dilakukan antara lain; membuat kolam untuk menampung limbah agar tidak langsung dibuang ke sungai atau rawa dan menanam tanaman air sebagai tempat berlindung bagi ikan lokal. Selanjutnya benih ikan hasil budidaya (aquaculture) dapat didistribusikan kembali ke habitat aslinya (restocking) untuk menjaga keberadaannya (sustainability).
KARAKTERISASI MORFOLOGIS BETTA EDITHAE YANG TERDAPAT DI KABUPATEN BANGKA TENGAH DAN KABUPATEN BANGKA SELATAN Prananda, Mustobi; Hafidz, Agus M; Kanaah, Akhlakul; Syarif, Ahmad Fahrul
Journal of Aquatropica Asia Vol 9 No 1 (2024): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Program Studi Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v9i1.5371

Abstract

Betta edithae is one of the native freshwater fish species found on Bangka Island. This species has the potential to be developed as an ornamental fish because it has a unique and attractive body shape. However, its presence in nature is currently threatened by environmental degradation, habitat loss or change, introduction of foreign fish and overexploitation. The existence of Betta edithae species in Bangka Island, especially in Central Bangka and South Bangka districts, has never been reported scientifically. Therefore, the description of Betta edithae species in Central Bangka Regency and South Bangka Regency needs to be analyzed based on morphological aspects. This study aims to determine the morphological characteristics of Betta edithae species found in Central Bangka and South Bangka. The research method was carried out qualitatively with an exploratory descriptive approach. The results of the study show that the morphological characterization of Betta edithae found in Central Bangka and South Bangka districts shows that both fish have the same morphology. Morphometric character measurements of Betta edithae fish found in Central Bangka and South Bangka show that Betta edithae fish found in Central Bangka have a total length of 4.36 cm, which is greater than Betta edithae found in South Bangka. The meristic characters of Betta edithae fish found in the Central Bangka district are D.I.8, A.23, P.8, V.I.4, C.12. The meristic characters of Betta edithae fish found in South Bangka district are D.I.7, A.23, P.6, V.1.4, C.12.
ENKAPSULASI HORMON GnRH DAN ANTI DOPAMINE MELALUI PAKAN TERHADAP PENINGKATAN PEMATANGAN GONAD IKAN CEMPEDIK (Osteochilus spilurus) kurniawan, ardiansyah; Nurcahyono, Eka; Syarif, Ahmad Fahrul; Robin, Robin; Fabiani, Verry Andre
Journal of Aquatropica Asia Vol 9 No 2 (2024): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Program Studi Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v9i2.6313

Abstract

Ikan Cempedik (Osteochilus spilurus) merupakan salah satu ikan konsumsi ekonomis penting bagi masyarakat Belitung Timur. Ketersediaannya untuk konsumsi dan perdagangan masih mengandalkan hasil tangkapan dari alam. Penangkapan alam secara terus menerus dapat berakibat terjadinya penurunan populasi Ikan Cempedik pada habibat alaminya, sehingga perlu adanya upaya mendomestikasi spesies ini menuju komoditas akuakultur. Ikan air tawar ini telah berhasil didomestikasikan pada level pertama dengan kemampuannya hidup dalam wadah terkontrol, pada penelitian ini diupayakan meningkatkan kematangan gonadnya melalui pakan yang mengandung hormon GnRH-Analog+Antidopamin. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan yakni P1 (kontrol), P2 (0,005 ml/gram pakan), P3 (0,01 ml/gram pakan), dan P4 (0,015 ml/gram pakan). Hasil penelitian menunjukkan pemberian hormon GnRH-Analog dan Anti Dopamin melalui pakan memberikan pengaruh terhadap peningkatan nilai Gonado Somatic Index dan Hepato Somatic Index Ikan Cempedik. Perlakuan terbaik terdapat pada dosis 0,015 ml/gram yang menghasilkan TKG IV terbanyak, Gonado Somatic Index (GSI) sebesar 7,59%, Hepato Somatic Index (HSI) sebesar 0,17% dan fekunditas sebesar 1.390 butir.
KINERJA REPRODUKSI IKAN SELUANG (Brevibora dorsiocellata) DENGAN SUPLEMENTASI VITAMIN E DALAM PAKAN Syarif, Ahmad Fahrul; Lestari, Bebbi; Kurniawan, Ardiansyah; Permatasari, Sheny
Journal of Aquatropica Asia Vol 9 No 2 (2024): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Program Studi Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v9i2.6320

Abstract

Ikan Seluang (Brevibora dorsiocellata) memiliki bercak hitam (Eyespot) pada sirip punggungnya dan memiliki warna yang menarik. Ikan ini merupakan salah satu ikan alam yang berpotensi sebagai ikan hias air tawar lokal dengan nilai jual cukup tinggi, sehingga perlu dilakukannya domestikasi. Pematangan gonad dengan upaya suplementasi vitamin E untuk perbaikan nutrisi pada pakan induk. Vitamin E adalah mikronutrien yang sangat penting dan berperan penting dalam pertumbuhan, reproduksi, dan kesehatan ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas suplementasi vitamin E terhadap pematangan gonad dan mendapatkan dosis terbaik yang dapat diterapkan pada budidaya B. dorsiocellata. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember-Januari 2024 di Hatchery Akuakultur, Laboratorium Akuakultur, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan, yaitu kontrol tanpa suplementasi vitamin E (P1), suplementasi vitamin E 250 mg/kg pakan (P2), 375 mg/kg pakan (P3) dan 500 mg/kg pakan (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi vitamin E pada pakan memberikan hasil tertinggi pada P4 di akhir pengamatan dengan nilai Gonado Somatic Index (GSI) sebesar 4,94±0,23%, nilai Hepato Somatic Index (HSI) 4,12 ± 0,26% dan fekunditas 86 butir telur pada hari ke 30. Pertumbuhan panjang mutlak nilai tertinggi pada P3 dengan nilai 0,49±0,16 cm dan pertumbuhan bobot mutlak terdapat pada P2 dengan nilai 0,26±0,09 g. Kualitas air selama pemeliharaan pH 6,3-6,7, suhu 26-28 ˚C, dan DO 6,2-6,6 ppm. Suplementasi vitamin E dalam pakan dapat meningkatkan pematangan gonad pada ikan seluang (B. dorsiocellata).
Co-Authors Abdul Gani Achmad Sigid Purnomo Aji Adi Susanto Adibrata, Sudirman Aditya Pamungkas Agung Priyambada Aji, Achmad Sigid Purnomo Akhsan Fikrillah Paricahya Almagribi, Siti P N I K Althaaf, Yafsar Murfid Alya Maisan Safitri Andi Gustomi Andini, Anisah Meiga ANDRI KURNIAWAN Anggraeni Anggraeni Anggraeni Anggraeni Anjani, Tiara Puspa Apriyani, Rina Ardiansyah Kurniawan Ayuningtyas Indrawati Budi Afriansyah Cintia, Vidi Dendi Hidayatullah, Dendi Dendy Winardi Denny Syaputra Denny Syaputra Destra Ramadhanu DIAH AYU SATYARI UTAMI Dinar Tri Seolistyowati Dinar Tri Soelistyowati Dinda Rinanda Dobi Irawan Dwi Febrianti Dwi Friska Anindyta Putri Edo Ahmad Solahudin Endang Bidayani Esa Rama Widiyawan Eva Lestari Eva Prasetiyono Eva Prasetiyono Eva Prasetiyono Eva Utami Exel Muhamad Rizki Fika Dewi Pratiwi Fitri Sil Valen Friyuanita, Friyuanita Gulo, Cania Putri Nimalasari Hafidz, Agus M Hafidz, Agus Miftahudin Hafizhotur Rohmaniah Harton Arfah Hedi Sanjaya Herjayanto, Muh. Hidawati, Risna Ichsan, Muhamad Indra Ambalika Syari Irma Akhrianti Jaya Samputra Pirmansa Jeanne Darc. N. Manik Kamaludin Ahmadi Kanaah, Akhlakul Khanati, Olivia KHOIRUL MUSLIH Kurniawati, Febi Kusumah, Wanda La Ode Wahidin Lestari, Bebbi Lindiantika, Lindiantika Lindiatika, Lindiatika Lista, Dona Lo Ode Muhammad Harisud M.A. Hari Fitriyanto ma'ruf, muhammad masrur Madyastuti, Eka Putri Maftuch Maftuch Mas Bayu Syamsunarno Muhamad Amin Muhammad Arif Nasution Muhammad Arif Nasution muhammad masrur ma'ruf Muhammad Zambawi Mustobi Prananda Muta Ali Khalifa Mu’alimah Hudatwi Mu’alimah Hudatwi Mu’amar Abdan Nopitasari, Indah Novi Santia Novita Rahmayanti Nur Rahmadina Nurcahyono, Eka Okto Supratman Patmawati Patmawati Permatasari, Sheny Prananda, Mustobi Prayoga, Ajie Putri, Zakia A Rahmansyah, Nurditya Ramadhanu, Destra Reni Anggraini Reza Hermawan RIDWAN AFFANDI Rina Apriyanti Risna Hidawati Robin Robin Robin Robin Robin Robin Robin, Robin S, Merin Safitri, Alya M Samsuddin, M. Afdal Samuki, Khairul Sanjaya, Hedi Sapto Andriyono Silaen, Johannes OH Siti Aisyah Siti Aisyah Siti Puan NIK Almaghribi Sofian, Sofian Suci Puspita Sari Suci Puspita Sari Suci Puspita Sari Teguh Firnanda Thania Thania Tiara Damayanti Tiara Puspa Anjani Ulfa Dwinda Icas Umroh Umroh Verry Andre Fabiani Vidi Cintia Wijaya, Imam Wijayanti, Amalia Winardi, Dendy Wulandari, Ufi Ayu Yuant Tiandho Yusnandar, Firman Zambawi, Muhammad Zulfadhli Zulfadhli Zulfadhli Zulfadhli