Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisis Leukosit dan Eritrosit Urin Sebagai Indikator Risiko ISK pada Mahasiswa yang Kurang Konsumsi Air Putih Wulandari Widya Kusuma, Yeni; Amalia, Arifiani Agustin; Anwar, Chairil
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi terutama pada mahasiswa yang kurang mengonsumsi air putih. Kurangnya asupan air dapat menyebabkan urin menjadi lebih pekat sehingga meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri dan terjadinya ISK. Pemeriksaan jumlah leukosit dan eritrosit dalam urin dilibatkan sebagai indikator risiko ISK, dimana pemeriksaannya menggunakan urine analyzer dan mikroskopis untuk mendeteksi adanya sel yang abnormal. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui hubungan antara jumlah leukosit dan eritrosit urin sebagai indikator risiko ISK pada mahasiswa yang kurang mengonsumsi air putih. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 35 mahasiswa Program Studi Teknologi Laboratorium Medis angkatan 2021 Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan laboratorium kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,3% responden dengan konsumsi air putih kurang dari 2 liter per hari mengalami peningkatan jumlah leukosit ≥5 sel/LPB (Lapang Pandang Besar) dan 51,5% responden mempunyai eritrosit ≥3 sel/LPB (Lapang Pandang Besar) dalam urin yang mengindikasikan risiko lebih tinggi terhadap ISK. Kesimpulan penelitian ini adalah kurangnya konsumsi air putih berhubungan dengan peningkatan risiko ISK. Disarankan mahasiswa meningkatkan konsumsi air putih minimal 2 liter per hari untuk mencegah terjadinya ISK. Kata Kunci: Infeksi Saluran Kemih, Konsumsi Air Putih , Leukosit dan Eritrosit urin
Perbedaan Kadar Trigliserida Menggunakan Alat Spektrofotometer Uv-Vis dengan Fotometer pada Mahasiswa Obesitas di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Mar’atun Soalihah; Arifiani Agustin Amalia; Yuyun Nailufar; Mar'atunSoalihah
Journal of Health Vol. 12 No. 2 (2025): Journal of Health (JoH) - July
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/joh.v12n2.8

Abstract

Laboratory tests are used to help diagnose diseases. One of them is the examination of triglyceride levels which is generally performed on obese patients who have a history of cardiovascular disease, type 2 diabetes mellitus, and hypertension. The most commonly used equipment for examining triglycerides are uv-vis spectrophotometers and photometers. The difference between a UV-vis spectrophotometer and a photometer lies in the monochromator. The photometer does not have a monochromator, however the UV-vis spectrophotometer has a monochromator, that functions to eliminate unwanted wavelengths of light components that are not needed for the examination, making it more selective. This study aims to determine the differences in the results of triglyceride level examinations using a UV-vis spectrophotometer and a photometer. This study was a descriptive-analytical study with a cross-sectional approach. The results showed a sig value (2-tailed) of 0.112> 0.05, which means that there is no significant difference in the results of triglyceride examinations with a UV-vis spectrophotometer and a photometer in obese students at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Medical Laboratory Technologists are required to regularly and consistently conduct quality control in order to ensure the accuracy and reliability of test results.
ANALISIS QUALITY CONTROL PEMERIKSAAN KOLESTEROL TOTAL DAN TRIGLISERIDA METODE SIX SIGMA DI RS BHAYANGKARA POLDA DIY TAHUN 2024 Ode, Myera Wati Gustia Nyingsa; Widyantara, Aji Bagus; Amalia, Arifiani Agustin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47830

Abstract

Pemeriksaan laboratorium memiliki peran penting dalam menunjang diagnosis, pemantauan terapi, dan pencegahan penyakit, termasuk dalam mendeteksi risiko kardiovaskular melalui pengukuran kolesterol total dan trigliserida. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu hasil pemeriksaan kolesterol total dan trigliserida di RS Bhayangkara Polda DIY menggunakan metode Six Sigma. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh data quality control harian untuk kedua parameter tersebut selama bulan Agustus hingga Oktober 2024. Sampel yang diambil secara purposive berjumlah 184 data, terdiri dari 92 data kolesterol total dan 92 data trigliserida, yang diperoleh menggunakan alat Indiko Plus 864 Clinical Chemistry Analyzer. Parameter yang dianalisis meliputi bias (d%), koefisien variasi (CV%), dan Total Error Allowable (TEa) sesuai dengan standar CLIA. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata bias untuk kolesterol total adalah 0,65% dan untuk trigliserida sebesar 5,91%, keduanya berada di bawah batas toleransi yang ditentukan. Nilai rata-rata CV% masing-masing adalah 2,30% dan 2,65%, menunjukkan tingkat presisi yang baik. Nilai Six Sigma yang diperoleh sebesar 4,07 untuk kolesterol total dan 7,20 untuk trigliserida. Hasil ini menunjukkan kinerja laboratorium yang baik hingga sangat baik. Metode Six Sigma terbukti efektif dalam mengidentifikasi kesalahan analitik serta menjadi alat penting dalam peningkatan mutu laboratorium klinik.
ANALISIS QUALITY CONTROL PEMERIKSAAN GLUKOSA DAN KOLESTEROL MENGGUNAKAN GRAFIK LEVEY-JENNINGS DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Prastiwi, Yussi; Widyantara, Aji Bagus; Amalia, Arifiani Agustin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47954

Abstract

Quality Control (QC) merupakan kegiatan pemantauan dengan menggunakan statistik untuk menentukan akurasi dan presisi suatu pemeriksaan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat akurasi serta presisi dalam pemeriksaan glukosa dan kolesterol dengan memanfaatkan grafik levey-jennings. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan  cross-sectional. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah mencakup seluruh data quality control harian pemeriksaan glukosa dan kolesterol selama periode Januari hingga Juni 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai bias (d%) untuk kedua parameter tidak melebihi ±10%, sedangkan nilai CV% pada pemeriksaan glukosa 5% dan kolesterol 6%, masih berada dalam batas maksimum yang ditetapkan. Berdasarkan evaluasi quality control menggunakan grafik levey-jennings dan penerapan aturan westgard, ditemukan adanya peringatan 12s pada pemeriksaan glukosa di bulan Januari, serta pelanggaran aturan 22s yang mengindikasikan penolakan hasil pada bulan Mei.
GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN KOLESTEROL DAN GLUKOSA PUASA PADA PEROKOK AKTIF DENGAN METODE ENZIMATIK KOLORIMETRI Aulia Zikri, Syafanissa; Anwar, Chairil; Amalia, Arifiani Agustin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48771

Abstract

Merokok merupakan salah satu faktor risiko utama yang dapat mengganggu sistem metabolik yang bisa meningkatkan glukosa darah dan kolestrol. Kandungan nikotin, tar, serta zat kimia berbahaya dalam rokok dapat memicu stres oksidatif dan resistensi insulin yang berujung pada dislipidemia dan hiperglikemia. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes melitus dan komplikasi metabolik lainnya. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium terhadap kadar kolesterol dan glukosa pada perokok aktif penting dilakukan sebagai upaya deteksi dini gangguan metabolisme. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah enzimatik kolorimetri, karena memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang baik dalam mengukur kadar kolesterol total dan glukosa darah. Penelitian ini menggunakan observasional analitik yang tekniknya berupa purposive sampling dan desain penelitiannya cross-sectional dengan keterlibatan dari 30 responden laki-laki yang menjadi perokok aktif. Pemeriksan kadar kolesterol dan glukosa darah dilakukan menggunakan fotometer, yang dimulai dari proses pengambilan darah vena pada masing-masing responden, kemudian dilanjutkan dengan proses sentrifugasi untuk memperoleh serum darah, yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode Enzimatik Kolorimetri karena memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pemeriksaan laboratorium terhadap kadar kolesterol dan glukosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas berusia diatas 36 tahun, telah merokok selama lebih dari 20 tahun, dan memiliki kebiasaan merokok 11-20 batang perhari. Perokok aktif di wilayah tersebut ditandai dengan gangguan metabolik berupa peningkatan kadar kolesterol dan glukosa darah. Oleh sebab itu, penting untuk melakukan pemantauan kadar kolesterol dan glukosa secara berkala, disertai penyuluhan mengenai hidup sehat dan berhenti merokok. Hal ini sangat diperlukan untuk menekan risiko komplikasi kesehatan di masa mendatang.
PERBEDAAN KADAR TRIGLISERIDA SEBELUM DAN SESUDAH LATIHAN VOLI PADA ANGGOTA UKM VOLI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA septiani, restia putri; Amalia, Arifiani Agustin; Murdiyanto, Joko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49017

Abstract

Trigliserida merupakan salah satu jenis lemak yang terdapat dalam darah dan berbagai organ tubuh. Aktivitas fisik ataupun latihan memberi banyak kegunaan untuk kesehatan manusia, contohnya penurunan tekanan darah maupun kadar trigliserida dalam plasma. Kajian ini tujuannya guna mengidentifikasi perbedaan kadar trigliserida sebelum maupun sesudah latihan voli di anggota UKM Voli Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Studi ini termasuk penelitian eksperimen, dengan memakai metode Pre-Eksperimental dan desain One Group Pretest-Posttest, juga pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 145 UKM Voli Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, dan pengambilan sampel dijalankan dengan purposive sampling dengan jumlah responden yakni 30 orang. Variabel bebas pada studi ini yakni bola voli, sementara variabel terikatnya yakni kadar trigliserida. Data dengan dikumpulkan termasuk data primer yang didapat langsung dari perolehan studi. Perolehan uji-T berpasangan memerlihatkan nilai p signifikan ≤ 0,05 dengan tunjukan terdapatnya perbedaan kadar trigliserida secara signifikan sebelum maupun setelah latihan bola voli. Kesimpulan kajian ini yakni pemeriksaan kadar trigliserida sebelum maupun setelah latihan bola voli memerlihatkan nilai signifikansi 0,000, artinya ≤ 0,05. Sebab itu, bila nilai signifikansi ≤ 0,05, dengan begitu hipotesis alternatif (Ha) diterima, dengan memerlihatkan terdapatnya perbedaan kadar trigliserida secara signifikan sebelum juga setelah latihan bola voli.
HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH DAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMDIYAH GAMPING pian, Intan Tirsa; Anwar, Chairil; Amalia, Arifiani Agustin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49115

Abstract

Penyakit yang mengganggu sistem metabolik yang dapat diderita oleh seseorang seumur hidup merupakan pengertian dari penyakit kencing manis atau Diabetes Melitus. Pemicu dari penyakit ini dikarenakan gangguan kardiovaskular yang serius karena penanganan yang tidak segera dilakukan karena adanya risiko berupa infark jantung dan tekanan darah tinggi. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan bagaimana hubungan diantara tekanan darah beserta glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Metode yang digunakan dalam penelitian ini Adalah deskriptif kuantitatif dengan studi yang digunakan adalah korelasi cross sectional. Penelitian ini berjumlah 277 pasien sebagai sampel dengan mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan 149 pasien (53,8%) laki-laki 128 pasien (46,2%). Pasien berusia (>60 tahun) 148 pasien (53,4%). Hasil penelitian menunjukan 209 pasien (75,5%) memiliki kadar yang normal pada glukosa darah (<200 mg/dL) dan tekanan darah tinggi 148 pasien (60,6%). Berdasarkan hasil uji korelasi terdapat hubungan korelasi positif antara jumlah glukosa dalam darah dengan tekanan darah sistolik (r= 0,134; p= 0,025) maupun diastolik (r= 0,144; p= 0,016) pada penderita diabetes melitus tipe 2.
PENGARUH LAMA WAKTU PENYIMPANAN SERUM KONTROL KOMERSIAL TERHADAP PEMERIKSAAN KADAR ALBUMIN Bahanan, Moh Alfarizi S; Amalia, Arifiani Agustin; Murdianto, Joko
Jurnal Insan Cendekia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v12i2.1480

Abstract

Pendahuluan: Laboratorium kimia klinik wajib memprioritaskan pengendalian kualitas pemeriksaan agar mempunyai standar kualitas yang sama dan baik salah satunya pemeriksaan albumin. Kondisi lama waktu penyimpanan dan suhu penyimpanan serum kontrol komersial sangat mempengaruhi pemeriksaan kadar albumin menurut pedoman praktik laboratorium, serum kontrol harus disimpan pada suhu 20-25ºC selama 6 jam apabila melebih kualitas serum kontrol akan rusak, terdapat penyebab serum kontrol komersial disimpan sesuai standar yaitu suhu kulkas yang tidak sesuai, kulkas yang tidak dikalibrasi, dan pemadaman listrik daerah setempat pada fasilitas kesehatan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil kadar pemeriksaan albumin menggunakan serum kontrol komersial dengan pengaruh lama waktu penyimpanan 0 jam, 8 jam, 12 jam, dan 24 jam pada suhu 20-25ºC. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen (Quasi Eksperimental) menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan metode pemeriksaan kadar albumin secara enzimatik menggunakan alat Spektrofotometer UV-VIS, jumlah sampel 27 setiap perlakukan lama waktu penyimpanan, sampel yang digunakan sampel serum kontrol komersial. Hasil: Nilai perbedaan signifikan penelitian ini mengunakan uji Uji Independent sample T-test dengan hasil nilai Sig (2-tailed) data 0 jam dan 8 jam 0,000 dengan presentase selisih 0,19%, data 0 jam dan 12 jam 0,000 presentase selisih 0,23%, dan data 0 jam dan 24 jam 0,000 presentase selisih 0,26%. Kesimpulan: Hasil uji menyatakan nilai Sig (2-tailed) <0,05, yang artinya terdapat perbedaan nilai signifikan pemeriksaan albumin menggunakan serum kontrol komersail terhadap pengaruh waktu penyimpanan. Kata Kunci: Albumin, Serum Kontrol Komersial, Waktu Penyimpanan Introduction: Clinical chemistry laboratories must prioritize quality control of examinations in order to have the same and good quality standards, one of which is albumin examination. The condition of the length of storage time and storage temperature of commercial control serum greatly affects the examination of albumin levels according to laboratory practice guidelines, control serum must be stored at a temperature of 20-25ºC for 6 hours if it exceeds the quality of the control serum will be damaged, there are causes of commercial control serum being stored according to standards, namely inappropriate refrigerator temperatures, uncalibrated refrigerators, and local power outages at health facilities in the 3T (Disadvantaged, Frontier, and Outermost) areas. Objective: This study aims to determine the differences in the results of albumin examination levels using commercial control serum with the influence of storage time of 0 hours, 8 hours, 12 hours, and 24 hours at a temperature of 20-25ºC. Method: This study is an experimental study (Quasi Experimental) using One Group Pretest-Posttest Design. The design of this study uses a cross-sectional approach with an enzymatic albumin level examination method using a UV-VIS Spectrophotometer, the number of samples is 27 for each treatment of storage time, the samples used are commercial control serum samples. Results: The significant difference value of this study uses the Independent sample T-test with the results of the Sig value (2-tailed) for data 0 hours and 8 hours 0.000 with a percentage difference of 0.19%, data 0 hours and 12 hours 0.000 with a percentage difference of 0.23%, and data 0 hours and 24 hours 0.000 with a percentage difference of 0.26%. Conclusion: The test results showed a Sig value (2-tailed) <0.05, which means that there is a significant difference in the value of albumin examination using commercial control serum regarding the effect of storage time. Keywords: Albumin, Commercial Control Serum, Storage Time
ANALISIS HASIL QUALITY CONTROL PEMERIKSAAN ELEKTROLIT TUBUH MENGGUNAKAN GRAFIK LEVEY-JENNINGS Shinta, Shafira Dinanda; Amalia, Arifiani Agustin; Hadi, Wahid Syamsul
Jurnal Insan Cendekia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v12i2.1487

Abstract

ABSTRAK Quality control dilakukan untuk memastikan proses pengujian berjalan baik sehingga hasil laboratorium tetap presisi dan akurat. Pendahuluan: RS X sering melakukan pemeriksaan natrium, kalium, dan klorida dengan satu alat, sehingga perlu dipastikan alat tidak rusak agar hasil pemeriksaan tetap akurat dan presisi. Tujuan : Penelitian bertujuan menganalisis hasil quality control pemeriksaan elektrolit menggunakan grafik levey-jennings. Metode : Penelitian deskriptif cross-sectional ini menggunakan data sekunder kontrol harian elektrolit (Agustus 2024–Januari 2025) dari Laboratorium RS X dengan total sampling. Hasil : Hasil evaluasi quality control Agustus 2024-Januari 2025 menggunakan grafik Levey-Jennings pada level satu, level dua dan level tiga menunjukkan bahwa pemeriksaan natrium mengalami kesalahan 12s, 13s, 22s dan R4s. Pemeriksaan kalium mengalami keslaahan 12s, 13s dan 22s. Sedangkan pemeriksaan klorida mengalami kesalahan 12s, 13s, 22s, 41s dan 10x. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesalahan acak yaitu 12s dan 13s serta kesalahan sistematik yaitu 22s, R4s, 41s dan 10x pada tiap parameter setiap bulannya. Evaluasi nilai presisi pemeriksaan elektrolit dinyatakan presisi. Evaluasi bias natrium tidak akurat kecuali Oktober yang akurat. Hasil bias kalium akurat. Sedangkan bias klorida semua tidak akurat. Kata Kunci: Quality Control, Elektrolit, Grafik Levey-Jennings ABSTRACT Quality control is performed to ensure that the testing process runs smoothly so that laboratory results remain precise and accurate. Introduction: X Hospital frequently conducts sodium, potassium, and chloride tests using a single device, so it is necessary to ensure that the device is not damaged in order to maintain accurate and precise test results. Objective: This study aims to analyze the results of electrolyte test quality control using a Levey-Jennings chart. Method: This descriptive cross-sectional study utilized secondary data from daily electrolyte quality control (August 2024–January 2025) from the Laboratory of RS X using total sampling. Results: The quality control evaluation results from August 2024 to January 2025 using the Levey-Jennings chart at levels one, two, and three showed that sodium testing had errors of 12s, 13s, 22s and R4s. Potassium tests had errors of 12s, 13s and 22s. Chloride tests had errors of 12s, 13s, 22s, 41s and 10x. Conclusion: Based on the research results, random errors of 12s, 13s and systematic errors of 22s, R4s, 41s and 10x were found in each parameter every month. The precision evaluation of the electrolyte tests was deemed precise. The sodium bias evaluation was inaccurate except for October, which was accurate. The potassium bias results were accurate. However, all chloride bias results were inaccurate. Keywords: Quality Control, Electrolyte, Levey-Jennings Graph
KORELASI TINGKAT STRES AKADEMIK DENGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL MAHASISWA TLM TINGKAT AKHIR UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA Azzalia, Diva Calista; Amalia, Arifiani Agustin; Mu’awanah, Isnin Aulia Ulfah
Jurnal Insan Cendekia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v12i2.1488

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Mahasiswa tingkat akhir rentan mengalami stres akademik akibat beban tugas akhir dan ujian. Stres kronis dapat memengaruhi fisiologi, termasuk meningkatkan kadar kolesterol. Tujuan : Penelitian ini penting untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres akademik dan kadar kolesterol total guna mendukung upaya pencegahan risiko kardiovaskular sejak dini. Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 36 mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis tingkat akhir sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner Student Life Stress Inventory (SLSI), aktivitas fisik, pola makan, serta pemeriksaan kolesterol total metode Cholesterol Oxidase-Peroxidase Aminoantiphyrine (CHOD-PAP). Analisis dilakukan menggunakan Uji ANOVA dan Uji Korelasi Parsial dengan mengontrol IMT, aktivitas fisik, dan konsumsi makanan tinggi lemak. Hasil : Uji Normalitas menunjukkan data terdistribusi normal. Uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan kadar kolesterol total berdasarkan tingkat stres akademik (p 0,001). Uji Post-Hoc LSD menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok tidak stres, stres ringan, dan stres berat. Uji Korelasi Parsial menunjukkan hubungan cukup kuat (r 0,539) setelah mengontrol IMT, aktivitas fisik, dan konsumsi lemak. Kesimpulan : Stres akademik berhubungan signifikan dengan peningkatan kadar kolesterol total pada mahasiswa TLM tingkat akhir. Deteksi dan manajemen stres penting dilakukan sebagai upaya pencegahan risiko gangguan metabolisme lipid dan penyakit kardiovaskular di lingkungan akademik. Kata Kunci: Stres akademik, Kolesterol total, Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis ABSTRACT Introduction: Final-year students are particularly susceptible to academic stress due to the heavy burden of completing final projects, clinical internships, and final examinations. Prolonged or unmanaged academic stress can influence various physiological systems, including lipid metabolism, which may result in elevated cholesterol levels. Such physiological responses are of concern due to their potential contribution to early onset of cardiovascular risk. Objective: This study aimed to examine the relationship between academic stress and total cholesterol levels in final-year students, as part of a preventive strategy for cardiovascular diseases linked to chronic stress. Methods: A cross-sectional study was conducted involving 36 final-year students from the Medical Laboratory Technology Program. Academic stress levels were assessed using the Student Life Stress Inventory (SLSI), while physical activity and dietary fat intake were evaluated using standardized questionnaires. Total cholesterol levels were measured using the Cholesterol Oxidase-Peroxidase Aminoantipyrine (CHOD-PAP) enzymatic method. Statistical analyses included One-Way ANOVA to determine differences across stress levels and Partial Correlation analysis to examine associations while controlling for potential confounding variables such as body mass index (BMI), physical activity, and fat intake. Results: Data distribution was normal. One-Way ANOVA showed statistically significant differences in total cholesterol levels across the three stress level categories (p < 0.001). Post-hoc LSD analysis indicated significant pairwise differences between the no stress, mild stress, and severe stress groups. Partial correlation revealed a moderate positive correlation (r = 0.539) between academic stress and total cholesterol levels, after adjusting for BMI, physical activity, and dietary fat intake. Conclusion: Academic stress is significantly associated with increased total cholesterol levels among final-year students. Early identification and management of academic stress are essential to maintain metabolic health and reduce future cardiovascular disease risk. Keywords: Academic stress, Total cholesterol, Medical Laboratory Technology Students