Articles
Evaluasi Limbah Pati (Arenga pinnata) sebagai Atraktan Potensial pada Ovitrap untuk Pengendalian Vektor Aedes aegypti: Evaluation of Arenga pinnata Starch Waste as a Potential Attractant in Ovitraps for Aedes aegypti Vector Control
Novita Eka Putri;
Arifiani Agustin Amalia
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56338/jks.v8i9.8537
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit yang menjadi masalah di Indonesia. Peningkatan kasus terjadi saat musim penghujan tiba. Salah satu upaya pemberatasan penyakit ini adalah dengan mengendalikan vector yaitu nyamuk Aedes aegypti. Pengendalian vektor dengan kimia menggunakan insektisida mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan. Pemakaian ovitrap adalah salah satu upaya untuk pengendalian vector DBD. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimental dengan rancangan post test only control group design. Cairan yang diuji dalam penelitian ini antara lain, rendaman jerami, rendaman limbah pati onggok, cairan fermentasi limbah onggok dan air sumur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi limbah pati onggok (Arenga pinnata) sebagai atractan pada perangkap nyamuk (ovitrap) dan membandingkan dengan air rendaman jerami. Hasil penelitian air rendaman jerami menjadi cairan atraktan yang efektif untuk mengundang nyamuk agar bertelur. Air rendaman onggok dan fermentasi onggok tidak efektif sebagi atraktan oviposisi tetapi efektif dalam mencegah telur menetas menjadi larva nyamuk.
Precision Test of Glucose Levels Using the Enzymatic GOD-PAP Method with Serum and Plasma Samples
Sri Raviani;
Arifiani Agustin Amalia;
Chairil Anwar
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70920/jenius.v3i1.262
Precision is an important parameter to assess the quality of an analytical method. Precision is related to how close individual test results are to the mean value in the same test. The general objective of this study was to determine the precision test results of glucose levels using the enzymatic GOD-PAP method with serum and plasma samples. The research design applied in this study was descriptive quantitative with an experimental approach using primary data. The population in this study consisted of TLM students at Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, class of 2021 and 2023, with a total of 39 respondents. The glucose level test results of serum and plasma samples were processed using Microsoft Excel to obtain the mean and standard deviation (SD), followed by calculating the coefficient of variation (CV%) as a precision indicator. The results showed that the coefficient of variation (CV%) for serum samples met the CV% requirement (≤5%) for all data, with the highest CV% value of 0.599% and the lowest of 0.000%. Similarly, plasma samples also showed that all data met the CV% requirement (≤5%), with the highest CV% value of 1.469% and the lowest of 0.000%. The conclusion of this study indicates that the precision of serum and plasma samples was considered good and acceptable since it complied with the blood glucose CV% limit set by the Indonesian Ministry of Health (≤5%). Further research is recommended to increase the sample size, compare with other methods, and use more advanced statistical software to enhance result validity.
Gambaran Infeksi Kecacingan Soil Transmitted Helminths (STH) pada Pembuat Batu Bata di Desa X Yogyakarta
Handayani, Baiq Fitri;
Rahmawati, Yeni;
Amalia, Arifiani Agustin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kecacingan merupakan salah satu penyakit yang banyak menjangkiti manusia di dunia karena disebabkan oleh parasit berupa cacing. Salah satu penyebab infeksi cacing adalah kelompok Soil Transmitted Helminths (STH), terjadi karena siklus hidup cacing yang membutuhkan tanah. Cacing mengalami perkembangan di dalam tanah menjadi bentuk yang dapat menginfeksi manusia. Paparan terus-menerus terhadap tanah liat dalam proses pembuatan batu bata menempatkan pekerja pada risiko tinggi tertular penyakit kecacingan. Alat pelindung diri yang tidak digunakan dan kurangnya perhatian terhadap kebersihan pribadi, dapat meningkatkan risiko terhadap infeksi cacing. Studi ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi adanya infeksi cacing STH pada pembuat batu bata di Desa X, Yogyakarta. Metode yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan 22 sampel feses pembuat batu bata, lalu diperiksa dengan metode flotasi. Hasil pemeriksaan menunjukkan tingkat infeksi yang rendah, dengan hanya satu kasus positif Ascaris lumbricoides.
Analisis Sedimen Urine Hasil Konsumsi Air Sumber Mata Air Pulejajar dan Air Galon Isi Ulang Pada Masyarakat Padukuhan Jepitu
Lathifah, Kholishatun;
Amalia, Arifiani Agustin;
Hadi, Wahid Syamsul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Air merupakan salah satu komponen yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Air minum yang dapat dikonsumsi dapat berasal dari berbagai sumber, seperti air galon isi ulang, sumber mata air, dan air galian sumur. Sumber air yang dikonsumsi sedikit banyak mempengaruhi kesehatan tubuh kita. Cemaran yang ada pada air konsumsi dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti letak geografis, dan kondisi lingkungan. Salah satu kondisi geografis yang mempengaruhi sumber mata air adalah pegunungan karst. Kandungan mineral berlebih yang kemudian dikonsumsi akan menimbulkan efek negatif bagi tubuh, salah satunya batu ginjal dan batu saluran kemih. Adanya gangguan batu ginjal dan batu saluran kencing dapat diamati melalui sedimen urine. Ciri dari adanya gangguan tersebut adalah munculnya kristal kalsium oksalat abnormal pada urine. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kandungan dan jumlah sedimen urine masyarakat yang mengkonsumsi air sumber mata air Pulejajar dan air galon isi ulang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian deskriptif analitik, kemudian dilakukan uji normalitas menggunakan uji Shapiro Wilk dan uji Friedman tes unttuk mengetahui perbedaan kandungan sedimen urine anara sumber mata air Pulejajar dan air galon isi uang. Pada uji normalitas yang telah dilakukan didapatkan hasil Asymp Sig sebesar 0.000 diaman hasil tersebut dikatakan bahwa data tidak terdistribusi normal. Sedangkan pada uji Friedman tes didapatkan hasil nilai p value sebesar 0.000 dimana nilai tersebut lebih kecil dari pada a yaitu sebesar 0.05 dimana 0.000 < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara sedimen urine masyarakat padukuhan jepitu kelurahan jepitu yang mengkonsumsi sumber mata air Pulejajar.
Hubungan Kadar SGOT dan SGPT Pada Penderita Demam Berdarah Dengue di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Umami, Silva;
Widyantara, Aji Bagus;
Amalia, Arifiani Agustin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Demam Berdarah Dengue merupakan dipengaruhi oleh kepadatan populasi jentik Aedes aegypti. Serum Glutamic Oxsaloasetic Transminase (SGOT) dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) Merupakan salah satu pemeriksaan penunjang diagnosis Demam Berdarah Dengue, keberadaan SGOT dan SGPT sering digunakan sebagai screening enzyme parameter dasar untuk mendiagnosa gangguan fungsi hati dan keterlibatan hati pada penderita Demam Berdarah Dengue. untuk mengetahui hubungan antara kadar Serum Glutamic Oxsaloasetic Transminase (SGOT) dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) pada Penderita Demam Berdarah Dengue di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini memakai desain bersifat korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu semua pasien penderita Demam Berdarah Dengue yang sedang melakukan pengobatan rawat inap saat bulan Januari sampai Desember 2023 pada Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Analisa data menggunakan uji chi-square Didapatkan hasil pada uji chi-square memperlihatkan nilai Nilai p = 0,014 >0,05 tidak ada hubungan yang signifikan antara kadar SGOT dan SGPT pada penderita Demam Berdarah Dengue di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Hubungan Kadar Kolesterol dengan Usia Lanjut dan Jenis Kelamin Pada Pasien Hipertensi di RSUD Nyi Ageng Serang Kulon Progo
Pasadena, Renda;
Amalia, Arifiani Agustin;
Hadi, Wahid Syamsul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kadar kolesterol darah yang tinggi dapat menyebabkan terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah arteri kemudian lumen (ruang) pembuluh darah menyempit dan elastisitas dinding pembuluh darah menurun sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah atau hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya korelasi atau signifikasi hubungan antara kadar kolesterol dengan usia lanjut dan jenis kelamin pada pasien hipertensi di RSUD Nyi Ageng Serang Kulon Progo. Metode Penelitian menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan metode Cross Sectional. Populasi sampel penelitian ini ialah semua pasien hipertensi baik laki – laki maupun perempuan, usia 46 – 65 tahun berjumlah 2632 pasien. Sampel berjumlah 202 pasien yang digunakan diambil dari populasi dengan teknik Purposive Sampling. Data yang didapatkan kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Uji Korelasi Spearman. Hasil Uji Korelasi Sepearman yang dilakukan didapatkan sig = 0,833 untuk variabel kadar kolesterol total dengan usia, sedangkan untuk variabel kadar kolesterol total dengan jenis kelamin didapatkan sig = 0,208. Berdasarkan hasil uji korelasi spearman didapatkan nilai sig > 0,05 yang berarti H1 ditolak dan H0 diterima, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar kolesterol total dengan usia lanjut dan jenis kelamin pada pasien hipertensi.
Gambaran Hasil Pemeriksaan Hepatitis-B Surface Antigen (HBsAg) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) Pada Ibu Hamil di Puskesmas X Sleman
Fauziah, Adelia Putri;
Irfani, Farida Noor;
Amalia, Arifiani Agustin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hepatitis B Virus (HBV) merupakan virus yang dapat menyerang hati dan menyebabkan penyakit akut dan kronis. Human Immunodeficiency Virus merupakan golongan RNA spesifik yang menyerang sistem imun manusia, penurunan sistem imun pada orang yang terinfeksi HIV menyebabkan AIDS. Di Indonesia, angka prevalensi kedua penyakit tersebut mencapai angka 0,39% untuk HIV, dan 2,5% untuk Hepatitis B. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penelitian ini bertujuan melihat Gambaran Hasil Pemeriksaan Hepatis-B Surface Antigen dan Human Immunodeficiency Virus Pada Ibu Hamil. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data Porposive Sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Populasi adalah seluruh pasien ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas X Sleman. Sampel berjumlah 78 orang menggunakan data rekam medik lengkap. Analisis data deskriptif dalam bentuk tabel menggunakan program statistik SPSS. Kelompok usia ibu dengan prevalensi tinggi yaitu berusia 17-29 tahun (53,8%). Kelompok usia kehamilan prevalensi tinggi pada trimeter I yaitu (55,1%). Hasil pemeriksaan HBsAg didapatkan hasil positif 2 orang (2,6%). Hasil pemeriksaan HIV negatif (100,0%). Penelitian ini terdapat ibu hamil yang mendapatkan hasil positif yaitu 2 orang (2,6%) paling banyak diusia muda yaitu rentang usia 17-29 tahun. Perlu dilakukan lebih variabel tambahan untuk mendapatkan informasi pekerjaan dan pengetahuan ibu hamil.
Hubungan Phbs Penyebab Tinea Unguium Pada Kuku Jari Kaki Petugas Kebersihan Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Aditia, Moh Rizki;
Solikah, Monika Putri;
Amalia, Arifiani Agustin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Menurut data dari American Academy of Dermatology (AAD) infeksi jamur lebih sering mempengaruhi kuku jari kaki dibandingkan kuku jari tangan. Lingkungan kerja merupakan tempat yang paling potensial mempengaruhi kesehatan pekerja, pekerjaan yang menggunakan alat pelindung diri yang kedap udara dengan pemakaian waktu yang cukup lama. Penggunaan sepatu dalam jangka waktu yang cukup lama di setiap harinya menjadi penyebab tumbuh dan berkembang biaknya jamur pada area kuku jari kaki, kondisi ini sering disebut dengan jamur dermatofitapenyebab Tinea Unguium pada kuku jari kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan PHBS dengan pertumbuhan jamur dermatofita penyebab Tinea Unguium pada kuku jari kaki petugas kebersihan di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling dimana sampel didapatkan berjumlah 30 orang. Penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang kuat antara PHBS dengan kejadian infeksi Tine Unguium pada kuku jari kaki petugas kebersihan Universitas Aisyiyah Yogyakarta ditandai nilai hasil p-value 0.001 (p<0.05) dengan nilai korelasi koefisien -0.690. Terdapat berbagai jenis jamur lain pada kuku kaki petugas kebersihan Universitas Aisyiyah Yogyakarta antara lain Aspergillus sp. dan Trichophyton sp. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) mempunyai hubungan kuat terhadap infeksi jamur Tinea Unguium. Semakin bersih seseorag maka terinfeksi jamur Tine Unguium semakin kecil
Pengaruh Paparan Pestisida terhadap Fungsi Ginjal Pada Petani di Dusun Trowangsang Kabupaten Kulon Progo
Danial, Taufik Ashar;
Mu’awanah, Isnin Aulia Ulfah;
Amalia, Arifiani Agustin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pestisida adalah substansi toksik yang memiliki tingkat bahaya tinggi terhadap kesehatan manusia dan ekosistem. Eksposur pestisida yang berlangsung dalam periode berkepanjangan dapat memicu berbagai masalah kesehatan, termasuk di antaranya adalah gangguan pada fungsi ginjal. Studi ini dilaksanakan dengan tujuan menganalisis dampak eksposur pestisida kimia terhadap konsentrasi ureum dan kreatinin pada petani di Dusun Trowangsang Kabupaten Kulon Progo menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan metode cross-sectional dan pelaksanaan eksperimen. Studi ini dijalankan menggunakan metode pengambilan sampel Non Random purposive sampling dan dilakukan pengukuran konsentrasi ureum dan kreatinin dengan menggunakan instrumen fotometer. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan dilanjutkan dengan pengujian normalitas menggunakan formula Shapiro Wilk. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa data terdistribusi secara normal sehingga dilanjutkan dengan pengujian statistik Independent t-test. Berdasarkan hasil pengujian statistik diperoleh p-value >0,05 sehingga dapat dikonklusikan tidak terdapat pengaruh eksposur pestisida kimia berdasarkan usia, masa kerja, durasi penyemprotan, kelengkapan APD terhadap konsentrasi ureum dan kreatinin.
Analisis Leukosit dan Eritrosit Urin Sebagai Indikator Risiko ISK pada Mahasiswa yang Kurang Konsumsi Air Putih
Wulandari Widya Kusuma, Yeni;
Amalia, Arifiani Agustin;
Anwar, Chairil
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi terutama pada mahasiswa yang kurang mengonsumsi air putih. Kurangnya asupan air dapat menyebabkan urin menjadi lebih pekat sehingga meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri dan terjadinya ISK. Pemeriksaan jumlah leukosit dan eritrosit dalam urin dilibatkan sebagai indikator risiko ISK, dimana pemeriksaannya menggunakan urine analyzer dan mikroskopis untuk mendeteksi adanya sel yang abnormal. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui hubungan antara jumlah leukosit dan eritrosit urin sebagai indikator risiko ISK pada mahasiswa yang kurang mengonsumsi air putih. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 35 mahasiswa Program Studi Teknologi Laboratorium Medis angkatan 2021 Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan laboratorium kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,3% responden dengan konsumsi air putih kurang dari 2 liter per hari mengalami peningkatan jumlah leukosit ≥5 sel/LPB (Lapang Pandang Besar) dan 51,5% responden mempunyai eritrosit ≥3 sel/LPB (Lapang Pandang Besar) dalam urin yang mengindikasikan risiko lebih tinggi terhadap ISK. Kesimpulan penelitian ini adalah kurangnya konsumsi air putih berhubungan dengan peningkatan risiko ISK. Disarankan mahasiswa meningkatkan konsumsi air putih minimal 2 liter per hari untuk mencegah terjadinya ISK. Kata Kunci: Infeksi Saluran Kemih, Konsumsi Air Putih , Leukosit dan Eritrosit urin