Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analisis Quality Control (QC) Pemeriksaan Albumin Dan Bilirubin Menggunakan Kontrol Harian Dan Matriks Sigma: Quality Control Analysis Of Albumin And Bilirubin Testing Using Daily Controls And Sigma Matrix Rahmani, Afina Rusyda; Amalia, Arifiani Agustin; Novalina, Dhiah
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.7863

Abstract

Quality control (QC) merupakan suatu proses evaluasi pengujian mutu laboratorium yang bertujuan untuk menjamin sistem mutu laboratorium. Six sigma merupakan indikator kualitas yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja analitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai data kontrol harian melalui evaluasi grafik Levey-jennings dan mengetahui nilai sigma beserta DPMO pada pemeriksaan albumin dan bilirubin total. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan penelitian cross sectional. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik total sampling. Populasi pada penelitian ini yaitu data sekunder kontrol harian dari pemeriksaan albumin dan bilirubin bulan Oktober 2023 – Maret 2024. Berdasarkan hasil evaluasi grafik Levey-jennings dengan aturan westgard pada pemeriksaan albumin dan bilirubin terdapat nilai kontrol yang melanggar aturan 12s, 13s, dan 41s selama enam bulan berturut-turut. Pada pemeriksaan albumin terdapat nilai bias PME 2,07%, rata-rata CV PMI 1,46%, serta nilai sigma 5,4. Pada pemeriksaan bilirubin total terdapat nilai bias PME 7,79%, rata-rata CV PMI 2,78%, serta nilai sigma 4,4. Hasil evaluasi grafik Levey-jennings dengan aturan westgard pada pemeriksaan albumin dan bilirubin terdapat nilai kontrol yang melanggar aturan 12s, 13s, dan 41s. Nilai sigma pemeriksaan albumin 5,4 dengan DPMO 40 dan pada pemeriksaan bilirubin total 4,4 dengan DPMO 1.860. Quality control (QC) is a process for evaluating laboratory testing quality to ensure the integrity of the laboratory's quality system. Part of this process involves using Six sigma, a quality indicator that assesses analytical performance. This study aims to determine the value of daily control data through the evaluation of the Levey-jennings chart and determine the sigma value and DPMO in the albumin and total bilirubin of testing. This study used quantitative descriptive method with cross-sectional approach. The sampling method employed was total sampling. The population composed of secondary data from daily controls of albumin and bilirubin tests conducted October 2023 – March 2024. Based on the evaluation of the Levey-jennings chart using Westgard rules for albumin and bilirubin tests, control values violating the 12s, 13s, and 41s rules for six consecutive months. For albumin testing, the PME bias was 2.07%, the average CV PMI was 1.46%, and the sigma value was 5.4. For total bilirubin testing, the PME bias was 7.79%, the average CV PMI was 2.78%, and the sigma value was 4.4. In conclusion, the evaluation of the Levey-jennings chart using Westgard rules showed that the control values for albumin and bilirubin tests violated the 12s, 13s, and 41s rules. The sigma value for albumin testing was 5.4 with a DPMO of 40, while for total bilirubin testing, it was 4.4 with a DPMO of 1.860.
KORELASI ANTARA HbA1c DENGAN KADAR TRIGLISERIDA PADA PASIEN DM TIPE 2 DI RS UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Deprima Rizkika Azahra; Arifiani Agustin Amalia; Joko Murdiyanto
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/xwrvyg67

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis dengan risiko komplikasi serius, salah satunya melalui gangguan profil lipid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar HbA1c dengan kadar trigliserida pada pasien DM Tipe 2. Desain penelitian menggunakan pendekatan analitik observasional dengan teknik cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden. Analisis normalitas data dilakukan dengan uji Shapiro-Wilk, menunjukkan bahwa data HbA1c berdistribusi normal (p = 0,086), sedangkan trigliserida tidak berdistribusi normal (p < 0,001), sehingga uji korelasi yang digunakan adalah Spearman rank correlation. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (60%) dan berada pada kelompok usia 51–60 tahun (60%). Rata-rata kadar HbA1c adalah 8,247%, melebihi batas kontrol glikemik yang baik (<7%), sedangkan rata-rata kadar trigliserida adalah 232,33 mg/dL, termasuk kategori tinggi (>150 mg/dL). Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kadar HbA1c dengan kadar trigliserida (p = 0,035) dengan nilai koefisien korelasi 0,386, yang menandakan hubungan positif dengan kekuatan sedang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi kadar HbA1c, maka semakin tinggi pula kadar trigliserida pada pasien DM tipe 2. Hasil ini menegaskan pentingnya kontrol glikemik yang baik untuk mencegah komplikasi kardiovaskular melalui perbaikan profil lipid.  
ANALISIS QUALITY CONTROL PEMERIKSAAN ASAM URAT MENGGUNAKAN LEVEY-JENNINGS DAN SIX SIGMA DI RS X YOGYAKARTA Nur, Asya; Amalia, Arifiani Agustin; Anwar, Chairil
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i2.6172

Abstract

Latar belakang: Peningkatan mutu laboratorium klinik sangat penting untuk memastikan keakuratan hasil pemeriksaan, termasuk pemeriksaan kadar asam urat yang sering digunakan sebagai penunjang diagnosis klinis. Tujuan:  untuk menganalisis pemeriksaan kadar asam urat di X Yogyakarta dengan menggunakan grafik Levey-Jennings, aturan Westgard, dan metode Six Sigma. Metode: menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data sekunder dari kontrol harian kadar asam urat level normal dengan nomor lot yang sama pada periode Februari hingga Mei 2024. Analisis data dilakukan menggunakan Microsoft Excel untuk menghitung nilai rata-rata, standar deviasi (SD), koefisien variasi (KV%), bias (d%), dan nilai Sigma. Hasil: menunjukkan bahwa nilai bias (d%) pada bulan Maret, April, dan Mei 2024 masing-masing sebesar 1,33%, 0,57%, dan 2,47%, yang seluruhnya berada di bawah batas maksimal ±10%. Nilai koefisien variasi (KV%) juga masih dalam batas toleransi, yaitu masing-masing sebesar 4,69%, 2,65% dan 4,27% (≤6%). Pelanggaran aturan 12s terdeteksi pada bulan Maret dan aturan 10x pada bulan Mei, yang mengindikasikan adanya kesalahan acak dan sistematik. Nilai Sigma rata-rata sebesar 3,94 menunjukkan bahwa kinerja analitik berada dalam kategori baik, namun masih perlu ditingkatkan untuk mencapai standar Sigma minimal 6. Kesimpulan:menekankan pentingnya penerapan pengendalian mutu secara berkelanjutan guna menjaga akurasi dan presisi hasil pemeriksaan laboratorium.
PENGARUH LATIHAN SEBELUM DAN SESUDAH 1 DAN 2 JAM PADA PEMAIN BADMINTON TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA DENGAN METODE POINT OF CARE TESTING (POCT) M. Nur, Yunus; Murdiyanto, Joko; Amalia, Arifiani Agustin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55545

Abstract

Trigliserida merupakan salah satu jenis lemak dalam darah yang berperan penting dalam penyimpanan energi. Peningkatan kadar trigliserida (hipertrigliseridemia) dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan gangguan metabolik lainnya. Aktivitas fisik, termasuk olahraga seperti badminton, diketahui berpotensi menurunkan kadar trigliserida melalui peningkatan aktivitas enzim lipoprotein lipase (LPL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan sebelum dan sesudah 1 dan 2 jam pada pemain badminton terhadap kadar trigliserida dengan metode Point of Care Testing (POCT). Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest. Populasi Mahasiswa TLM Angkatan 23 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, menggunakan purposive sampling, variable terikat adalah kadar Trigliserida dan variabel bebas adalah latihan badminton. Data yang diperoleh menggunakan SPSS Uji Shapiro Wilk untuk Normalitas dan dilanjutkan menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank untuk melihat perbedaan penurunan. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan penurunan yang signifikan antara kadar trigliserida sebelum dan sesudah 1 dan 2 jam. Kadar trigliserida yang diperiksa dari sebelum latihan hinggan 1 jam setelah latihan menunjukkan kecendurungan penurunan yang lebih besar dibandingkan dengan perubahan kadar trigliserida antara 1 jam dan 2 jam setelah latihan. Namun perbedaan tersebut tidak bermakna secara statisik.
Hubungan Kadar Leukosit Dengan Kadar Eritrosit Pada Pasien Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) Di RSUP DR. Sardjito Yogyakarta Dicky Chabib Dwiarta; Ismarwati Ismarwati; Arifiani Agustin Amalia
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10638

Abstract

Leukemia Limfoblastik Akut merupakan jenis kanker sel limfoblas yang ditandai oleh proliferasi sel leukosit tidak normal yang dapat mengganggu produksi komponen darah lain, termasuk eritrosit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kadar leukosit dengan kadar eritrosit pada pasien leukemia limfoblastik akut di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Penelitian menggunakan desain observasional analitik cross-sectional dengan data sekunder rekam medis pasien leukemia limfoblastik akut periode Januari-Desember 2024. Sampel diperoleh melalui teknik total sampling, dengan kriteria inklusi pasien berusia 0–17 tahun yang memiliki data pemeriksaan kadar leukosit dan kadar eritrosit pada saat diagnosis awal. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi α=0,05. Kebanyakan pasien memiliki kadar leukosit tinggi (51,7%) dan kadar eritrosit rendah (75,0%), terutama dalam kelompok usia 0–5 tahun dan pada jenis kelamin laki-laki. Namun, uji Chi-Square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara kadar leukosit dan eritrosit (p=0,463). Meskipun secara klinis kadar leukosit meningkat dan eritrosit menurun pada pasien LLA, tidak terdapat hubungan statistik signifikan antara keduanya. Penelitian lanjutan dengan desain prospektif diperlukan untuk eksplorasi lebih lanjut hubungan tersebut. Temuan ini penting untuk pemantauan dan pengelolaan hematologi pasien LLA secara lebih komprehensif.
HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN HIPERURISEMIA PADA LANSIA DI PUSKESMAS GAMPING 1 Khunaiful Azzam; Arifiani Agustin Amalia; Aji Bagus Widyantara
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 11 No 1 (2026): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v11i1.6214

Abstract

Latar belakang: Hiperurisemia adalah kondisi di mana kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal. Salah satu kelompok yang rentan terkena penyakit hiperurisemia adalah lansia. Jenis kelamin dan usia menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi risiko Hiperurisemia. Puskesmas Gamping 1 secara aktif melakukan pemeriksaan enzimatik pada lansia dengan faktor risiko hiperurisemia, serta pada lansia yang telah terdiagnosis hiperurisemia sebagai bagian dari upaya deteksi dini, diagnosis, dan pemantauan hiperurisemia pada Masyarakat. Tujuan: untuk mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejadian hiperurisemia pada lansia di puskesmas gamping 1, Yogyakarta Metode: secara analitik observasional dengan jenis pendekatan cross-sectional pada 253 responden secara total sampling di Labkes Puskesmas Gamping 1. Alat instrumen berupa komputer laboratorium untuk mengumpulkan data responden dan SPSS untuk menganalisis data secara statistik inferensial untuk mengetahui kejadian hiperurisemia. Kadar asam urat diukur dengan metode enzimatik. Hasil: Kejadian hiperurisemia lebih tinggi pada lansia usia ≥70 tahun (37,2%) dibanding usia 60–69 tahun (34,1%). Berdasarkan jenis kelamin, proporsi hiperurisemia pada laki-laki lebih tinggi (43,5%) daripada perempuan (30,4%). Kesimpulan:   Uji Chi-Square menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara usia dengan hiperurisemia (p=0,431; p>0,05). Namun, terdapat hubungan bermakna antara jenis kelamin dengan kejadian hiperurisemia (p=0,037; p<0,05).
Validasi Metode Pengujian Glukosa Urine dengan Metode Benedict dan GOD-PAP Melalui Pembacaan Kolorimetri Berbasis Smartphone: Validation of Urine Glucose Testing Methods Using the Benedict and GOD-PAP Methods Through Smartphone-Based Colorimetric Readings Liza Fauziah Nurul Khasanah Putri; Titin Aryani; Arifiani Agustin Amalia
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11798

Abstract

Pemeriksaan glukosa urine berperan penting dalam diagnosis dan pemantauan diabetes melitus. Metode Benedict dan Glucose Oxidase-Peroxidase (GOD-PAP) memiliki keterbatasan, sehingga diperlukan alternatif yang lebih praktis melalui pemanfaatan smartphone sebagai alat pembaca kolorimetri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan validasi metode pengujian glukosa urine menggunakan metode Benedict dan GOD-PAP berbasis smartphone. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan parameter validasi meliputi akurasi, presisi, linearitas, dan evaluasi grafik Levey-Jennings. Sampel berupa urine dengan penambahan glukosa 100 mg/dL yang diuji sebanyak 16 kali. Hasil menunjukkan metode Benedict memiliki akurasi berdasarkan nilai bias sebesar -6,37%, presisi berdasarkan nilai CV% sebesar 5,78%, dan koefisien determinasi (R²) 0,9141, sedangkan metode GOD-PAP memiliki akurasi berdasarkan nilai bias sebesar 8,91%, presisi berdasarkan nilai CV% 0,90%, dan R² 0,9901. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengujian glukosa urine metode Benedict dan GOD-PAP berbasis kolorimetri menggunakan smartphone dapat digunakan sebagai alternatif metode yang praktis dan cukup akurat. Metode GOD-PAP berbasis smartphone memiliki performa analitik yang lebih unggul dibandingkan metode Benedict.
ANALISIS QUALITY CONTROL PEMERIKSAAN ASAM URAT MENGGUNAKAN LEVEY-JENNINGS DAN SIX SIGMA DI RS X YOGYAKARTA Nur Asya; Arifiani Agustin Amalia; Chairil Anwar
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Peningkatan mutu laboratorium klinik sangat penting untuk memastikan keakuratan hasil pemeriksaan, termasuk pemeriksaan kadar asam urat yang sering digunakan sebagai penunjang diagnosis klinis. Tujuan: untuk menganalisis pemeriksaan kadar asam urat di X Yogyakarta dengan menggunakan grafik Levey-Jennings, aturan Westgard, dan metode Six Sigma. Metode: menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data sekunder dari kontrol harian kadar asam urat level normal dengan nomor lot yang sama pada periode Februari hingga Mei 2024. Analisis data dilakukan menggunakan Microsoft Excel untuk menghitung nilai rata-rata, standar deviasi (SD), koefisien variasi (KV%), bias (d%), dan nilai Sigma. Hasil: menunjukkan bahwa nilai bias (d%) pada bulan Maret, April, dan Mei 2024 masing-masing sebesar 1,33%, 0,57%, dan 2,47%, yang seluruhnya berada di bawah batas maksimal ±10%. Nilai koefisien variasi (KV%) juga masih dalam batas toleransi, yaitu masing-masing sebesar 4,69%, 2,65% dan 4,27% (≤6%). Pelanggaran aturan 12s terdeteksi pada bulan Maret dan aturan 10x pada bulan Mei, yang mengindikasikan adanya kesalahan acak dan sistematik. Nilai Sigma rata-rata sebesar 3,94 menunjukkan bahwa kinerja analitik berada dalam kategori baik, namun masih perlu ditingkatkan untuk mencapai standar Sigma minimal 6. Kesimpulan:menekankan pentingnya penerapan pengendalian mutu secara berkelanjutan guna menjaga akurasi dan presisi hasil pemeriksaan laboratorium.
Hubungan Kadar Kolesterol Total dengan Tekanan Darah pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Layanan Kesehatan Primer Putri Amellia Sari; Chairil Anwar; Arifiani Agustin Amalia
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i3.8192

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) was a chronic metabolic disease characterized by hyperglycemia caused by insulin resistance and impaired insulin secretion. This condition is often accompanied by dyslipidemia, which may increase the risk of atherosclerosis and changes in blood pressure. This reseach was purposelly to established the relation among total cholesterol grades also blood pressure in patients with T2DM at Mantrijeron Community Health Center. This reseach was analyzing observational design with a cross-sectional approach use secondary data included from the medical records of T2DM patients from June to December 2025. The reseach population total of 105 patients, also amount 67 patients who met the inclusion and exclusion criteria were selecting using purposive sampling. The respondents were predominantly aged 45–54 years (53.73%) and female (82.09%). Data were analyzing use the Kolmogorov–Smirnov normality test and Spearman correlation test. The yields shown that most respondents has normal total cholesterol grades (<200 mg/dL), accounting for 45 patients (67.16%), systolic blood pressure in the prehypertension category, accounting for 45 patients (67.16%), and normal diastolic blood pressure (≤80 mmHg), accounting for 29 patients (43.38%). The correlation analysis shown that dont has significant relation among total cholesterol grades also systolic blood pressure (p = 0.645) or diastolic blood pressure (p = 0.658). the yields was including total cholesterol grades dont has significantly associated with either systolic or diastolic blood pressure in patients with T2DM at Mantrijeron Community Health Center.