Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

ANALISIS HASIL QUALITY CONTROL PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH DAN ASAM URAT DI LABORATORIUM RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Latifah, Astri; Amalia, Arifiani Agustin; Mu’awanah, Isnin Aulia Ulfah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31653

Abstract

Pelayanan laboratorium klinik bertujuan untuk menegakkan diagnosis. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi grafik Levey-Jennings, akurasi, dan presisi pemeriksaan glukosa darah dan asam urat di Labaoratorium RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dengan aturan Westgard. Pendekatan cross sectional dan deskriptif digunakan dalam metodologi penelitian. Temuan menunjukkan bahwa nilai bias pemeriksaan glukosa darah dan asam urat pada Agustus 2023 - Januari 2024 tidak melampaui ambang batas ±10%. Nilai CV pemeriksaan glukosa darah dan asam urat bulan Agustus 2023- Januari 2024 masuk dalam rentang yang telah ditetapkan. Standar CV glukosa darah yaitu 5% dan 6% untuk asam urat. Evaluasi Levey-Jennings menggunakan aturan westgard terdapat aturan peringatan yang menunjukkan adanya penyimpangan 12s pada pemeriksaan glukosa darah pada Agustus 2023 dan September 2023.
ANALISIS QUALITY-CONTROL HDL, LDL DAN TRIGLISERIDA MENGGUNAKAN GRAFIK LEVEY-JENNINGS DAN SIX SIGMA Latudi, Della Puspita Amalia; Amalia, Arifiani Agustin; Mu’awanah, Isnin Aulia Ulfah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32220

Abstract

Pemantapan mutu laboratorium kesehatan merupakan seluruh tindakan yang dilakukan agar ketepatan dan ketelitian hasil uji laboratorium terjamin. Hasil laboratorium sangat penting, karena diagnosis dokter berdasarkan hasil laboratorium sebesar 60-70%. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui hasil quality control (QC) pemeriksaan HDL, LDL dan trigliserida menggunakan grafik levey-jennings dan six sigma di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari data hasil QC pemeriksaan HDL, LDL dan trigliserida pada bulan Oktober 2023-Maret 2024 di Laboratorium RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta kemudian dianalisis menggunakan grafik levey-jennings dan six sigma. Hasil analisis QC menggunakan grafik levey-jennings terdapat data kontrol HDL bulan Desember 2023, data kontrol LDL bulan Oktober dan Desember 2023 yang mendapat aturan westgard 10X yang menunjukkan adanya kesalahan sistematik sehingga diperlukan maintenance pada instrumen, sedangkan trigliserida tidak ada data kontrol yang mendapat aturan westgard menunjukkan tidak adanya kesalahan. Analisis menggunakan six sigma menunjukkan bahwa nilai sigma untuk HDL dan LDL adalah 5, sedangkan nilai sigma untuk trigliserida adalah 9. Nilai sigma ketiga parameter ini >3, menunjukkan tingkat kualitas yang baik dengan tingkat kesalahan yang minimal. Kata Kunci: HDL, LDL, levey-jennings, six sigma, trigliserida
GAMBARAN HISTOLOGI PARU MENCIT (MUS MUSCULUS) YANG DIPAPARKAN ASAP ROKOK KONVENSIONAL DAN ASAP ROKOK ELEKTRIK SEBAGAI VISUALISASI PARU PEROKOK PASIF Renandra, Sahrun Jaya; Rahmawati, Yeni; Amalia, Arifiani Agustin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37434

Abstract

Kebiasaan merokok merupakan salah satu faktor masalah kesehatan utama yang dialami oleh berbagai macam negara. Asap rokok termasuk salah satu radikal bebas penyebab polusi udara yang meningkatkan Reactive Oxygen Species (ROS) menimbulkan stres oksidatif pada paru. Stres oksidatif yang terjadi dapat menginduksi kerusakan berbagai komponen dalam sel seperti protein, karbohidrat, lemak dan DNA yang mengakibatkan kerusakan struktur paru hingga kematian sel. Asap rokok yang dihirup oleh perokok pasif memiliki kandungan zat berbahaya 4-5 kalilipat dibandingkan perokok aktif sehingga memiliki peluang mengalami masalah kesehatan yang sama. penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan gambaran histologi paru mencit berdasarkan jenis paparan asap rokok yang diberikan yaitu asap rokok konvensional dan asap rokok elektrik. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode True Experimental dengan pendekatan Post Tes Only Control Grup Design yang dilaksanakan di Laboratorium Penelitian dan Hewan Coba Universitas Muhammadiyah Semarang dan Laboratorium Penelitian Biologi Molekuler Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 27 sampel yang telah dihitung dengan rumus federer dan dibagi menjadi 3 kelompok yaitu K1, K2 dan K3 berdasarkan perlakuan yang diberikan. hasil pengamatan yang ditemukan dilakukan pengolahan data secara distribusi frekuensi yang kemudian akan dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dari 27 sampel preparat mencit ditemukan sebanyak 12 (44%) sampel mengalami edema, sebanyak 9 (33%) sampel mengalami destruksi septum alveolar dan 10 (37%) sampel mengalami nekrosis.
Analisis Quality Control (QC) Pemeriksaan Albumin Dan Bilirubin Menggunakan Kontrol Harian Dan Matriks Sigma: Quality Control Analysis Of Albumin And Bilirubin Testing Using Daily Controls And Sigma Matrix Rahmani, Afina Rusyda; Amalia, Arifiani Agustin; Novalina, Dhiah
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.7863

Abstract

Quality control (QC) merupakan suatu proses evaluasi pengujian mutu laboratorium yang bertujuan untuk menjamin sistem mutu laboratorium. Six sigma merupakan indikator kualitas yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja analitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai data kontrol harian melalui evaluasi grafik Levey-jennings dan mengetahui nilai sigma beserta DPMO pada pemeriksaan albumin dan bilirubin total. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan penelitian cross sectional. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik total sampling. Populasi pada penelitian ini yaitu data sekunder kontrol harian dari pemeriksaan albumin dan bilirubin bulan Oktober 2023 – Maret 2024. Berdasarkan hasil evaluasi grafik Levey-jennings dengan aturan westgard pada pemeriksaan albumin dan bilirubin terdapat nilai kontrol yang melanggar aturan 12s, 13s, dan 41s selama enam bulan berturut-turut. Pada pemeriksaan albumin terdapat nilai bias PME 2,07%, rata-rata CV PMI 1,46%, serta nilai sigma 5,4. Pada pemeriksaan bilirubin total terdapat nilai bias PME 7,79%, rata-rata CV PMI 2,78%, serta nilai sigma 4,4. Hasil evaluasi grafik Levey-jennings dengan aturan westgard pada pemeriksaan albumin dan bilirubin terdapat nilai kontrol yang melanggar aturan 12s, 13s, dan 41s. Nilai sigma pemeriksaan albumin 5,4 dengan DPMO 40 dan pada pemeriksaan bilirubin total 4,4 dengan DPMO 1.860. Quality control (QC) is a process for evaluating laboratory testing quality to ensure the integrity of the laboratory's quality system. Part of this process involves using Six sigma, a quality indicator that assesses analytical performance. This study aims to determine the value of daily control data through the evaluation of the Levey-jennings chart and determine the sigma value and DPMO in the albumin and total bilirubin of testing. This study used quantitative descriptive method with cross-sectional approach. The sampling method employed was total sampling. The population composed of secondary data from daily controls of albumin and bilirubin tests conducted October 2023 – March 2024. Based on the evaluation of the Levey-jennings chart using Westgard rules for albumin and bilirubin tests, control values violating the 12s, 13s, and 41s rules for six consecutive months. For albumin testing, the PME bias was 2.07%, the average CV PMI was 1.46%, and the sigma value was 5.4. For total bilirubin testing, the PME bias was 7.79%, the average CV PMI was 2.78%, and the sigma value was 4.4. In conclusion, the evaluation of the Levey-jennings chart using Westgard rules showed that the control values for albumin and bilirubin tests violated the 12s, 13s, and 41s rules. The sigma value for albumin testing was 5.4 with a DPMO of 40, while for total bilirubin testing, it was 4.4 with a DPMO of 1.860.
Hubungan Kadar Leukosit Dengan Kadar Eritrosit Pada Pasien Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) Di RSUP DR. Sardjito Yogyakarta Dwiarta, Dicky Chabib; Ismarwati, Ismarwati; Amalia, Arifiani Agustin
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10638

Abstract

Leukemia Limfoblastik Akut merupakan jenis kanker sel limfoblas yang ditandai oleh proliferasi sel leukosit tidak normal yang dapat mengganggu produksi komponen darah lain, termasuk eritrosit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kadar leukosit dengan kadar eritrosit pada pasien leukemia limfoblastik akut di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Penelitian menggunakan desain observasional analitik cross-sectional dengan data sekunder rekam medis pasien leukemia limfoblastik akut periode Januari-Desember 2024. Sampel diperoleh melalui teknik total sampling, dengan kriteria inklusi pasien berusia 0–17 tahun yang memiliki data pemeriksaan kadar leukosit dan kadar eritrosit pada saat diagnosis awal. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi α=0,05. Kebanyakan pasien memiliki kadar leukosit tinggi (51,7%) dan kadar eritrosit rendah (75,0%), terutama dalam kelompok usia 0–5 tahun dan pada jenis kelamin laki-laki. Namun, uji Chi-Square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara kadar leukosit dan eritrosit (p=0,463). Meskipun secara klinis kadar leukosit meningkat dan eritrosit menurun pada pasien LLA, tidak terdapat hubungan statistik signifikan antara keduanya. Penelitian lanjutan dengan desain prospektif diperlukan untuk eksplorasi lebih lanjut hubungan tersebut. Temuan ini penting untuk pemantauan dan pengelolaan hematologi pasien LLA secara lebih komprehensif.
KORELASI ANTARA HbA1c DENGAN KADAR TRIGLISERIDA PADA PASIEN DM TIPE 2 DI RS UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Deprima Rizkika Azahra; Arifiani Agustin Amalia; Joko Murdiyanto
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/xwrvyg67

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis dengan risiko komplikasi serius, salah satunya melalui gangguan profil lipid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar HbA1c dengan kadar trigliserida pada pasien DM Tipe 2. Desain penelitian menggunakan pendekatan analitik observasional dengan teknik cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden. Analisis normalitas data dilakukan dengan uji Shapiro-Wilk, menunjukkan bahwa data HbA1c berdistribusi normal (p = 0,086), sedangkan trigliserida tidak berdistribusi normal (p < 0,001), sehingga uji korelasi yang digunakan adalah Spearman rank correlation. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (60%) dan berada pada kelompok usia 51–60 tahun (60%). Rata-rata kadar HbA1c adalah 8,247%, melebihi batas kontrol glikemik yang baik (<7%), sedangkan rata-rata kadar trigliserida adalah 232,33 mg/dL, termasuk kategori tinggi (>150 mg/dL). Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kadar HbA1c dengan kadar trigliserida (p = 0,035) dengan nilai koefisien korelasi 0,386, yang menandakan hubungan positif dengan kekuatan sedang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi kadar HbA1c, maka semakin tinggi pula kadar trigliserida pada pasien DM tipe 2. Hasil ini menegaskan pentingnya kontrol glikemik yang baik untuk mencegah komplikasi kardiovaskular melalui perbaikan profil lipid.  
ANALISIS QUALITY CONTROL PEMERIKSAAN ASAM URAT MENGGUNAKAN LEVEY-JENNINGS DAN SIX SIGMA DI RS X YOGYAKARTA Nur, Asya; Amalia, Arifiani Agustin; Anwar, Chairil
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i2.6172

Abstract

Latar belakang: Peningkatan mutu laboratorium klinik sangat penting untuk memastikan keakuratan hasil pemeriksaan, termasuk pemeriksaan kadar asam urat yang sering digunakan sebagai penunjang diagnosis klinis. Tujuan:  untuk menganalisis pemeriksaan kadar asam urat di X Yogyakarta dengan menggunakan grafik Levey-Jennings, aturan Westgard, dan metode Six Sigma. Metode: menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data sekunder dari kontrol harian kadar asam urat level normal dengan nomor lot yang sama pada periode Februari hingga Mei 2024. Analisis data dilakukan menggunakan Microsoft Excel untuk menghitung nilai rata-rata, standar deviasi (SD), koefisien variasi (KV%), bias (d%), dan nilai Sigma. Hasil: menunjukkan bahwa nilai bias (d%) pada bulan Maret, April, dan Mei 2024 masing-masing sebesar 1,33%, 0,57%, dan 2,47%, yang seluruhnya berada di bawah batas maksimal ±10%. Nilai koefisien variasi (KV%) juga masih dalam batas toleransi, yaitu masing-masing sebesar 4,69%, 2,65% dan 4,27% (≤6%). Pelanggaran aturan 12s terdeteksi pada bulan Maret dan aturan 10x pada bulan Mei, yang mengindikasikan adanya kesalahan acak dan sistematik. Nilai Sigma rata-rata sebesar 3,94 menunjukkan bahwa kinerja analitik berada dalam kategori baik, namun masih perlu ditingkatkan untuk mencapai standar Sigma minimal 6. Kesimpulan:menekankan pentingnya penerapan pengendalian mutu secara berkelanjutan guna menjaga akurasi dan presisi hasil pemeriksaan laboratorium.
EFEKTIVITAS SPEKTROFOTOMETER DIBANDINGKAN FOTOMETER PADA PEMERIKSAAN KADAR BILIRUBIN DENGAN SAMPEL SERUM Rahayu, Rolista Susilo; Amalia, Arifiani Agustin; Ismarwati, Ismarwati
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 (2025): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v5i2.3279

Abstract

Latar Belakang: Bilirubin merupakan produk yang dihasilkan ketika heme yang dilepaskan dari sel darah merah dipecah oleh heme oksigenase di limpa. Saat ini alat yang masih sering digunakan untuk melakukan pemeriksaan bilirubin di laboratorium klinis adalah spektrofotometer dan fotometer. Alat spektrofotometer dan fotometer dapat melakukan pemeriksaan bilirubin dengan cara enzimatik dan metode yang digunakan yaitu Jendrassik-Groff. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas spektrofotometer dibandingkan dengan fotometer pada pemeriksaan bilirubin dengan sampel serum. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian experimental menggunakan pendekatan Cross-Sectional dengan metode pemeriksaan bilirubin total secara enzimatik menggunakan alat fotometer dan spektrofotometer, jumlah sampel sebanyak 37 menggunakan sampel serum probandus mahasiswa keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta angkatan 2022. Hasil: Hasil uji Paired Sample Test didapatkan P-Value 0,922. Kesimpulan: Hasil uji dinyatakan tidak terdapat perbedaan yang signifiikan dengan P-Value >0,05. Hal ini berarti kedua alat tersebut memberikan hasil yang sebanding.
PENGARUH LATIHAN SEBELUM DAN SESUDAH 1 DAN 2 JAM PADA PEMAIN BADMINTON TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA DENGAN METODE POINT OF CARE TESTING (POCT) M. Nur, Yunus; Murdiyanto, Joko; Amalia, Arifiani Agustin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55545

Abstract

Trigliserida merupakan salah satu jenis lemak dalam darah yang berperan penting dalam penyimpanan energi. Peningkatan kadar trigliserida (hipertrigliseridemia) dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan gangguan metabolik lainnya. Aktivitas fisik, termasuk olahraga seperti badminton, diketahui berpotensi menurunkan kadar trigliserida melalui peningkatan aktivitas enzim lipoprotein lipase (LPL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan sebelum dan sesudah 1 dan 2 jam pada pemain badminton terhadap kadar trigliserida dengan metode Point of Care Testing (POCT). Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest. Populasi Mahasiswa TLM Angkatan 23 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, menggunakan purposive sampling, variable terikat adalah kadar Trigliserida dan variabel bebas adalah latihan badminton. Data yang diperoleh menggunakan SPSS Uji Shapiro Wilk untuk Normalitas dan dilanjutkan menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank untuk melihat perbedaan penurunan. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan penurunan yang signifikan antara kadar trigliserida sebelum dan sesudah 1 dan 2 jam. Kadar trigliserida yang diperiksa dari sebelum latihan hinggan 1 jam setelah latihan menunjukkan kecendurungan penurunan yang lebih besar dibandingkan dengan perubahan kadar trigliserida antara 1 jam dan 2 jam setelah latihan. Namun perbedaan tersebut tidak bermakna secara statisik.