Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PERMASALAHAN DAN TANTANGAN GURU DALAM MENGAJARKAN PEMBELAJARAN PPKn PADA ERA DIGITAL DI KELAS 3 SD PAJANG IV SURAKARTA Fadila Putri Fiko Prayoga; Mona Almira Anggun; Muhammad Nur Khafid; Endrise Septina Rawanoko
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v8i11.7611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi berbagai masalah serta tantangan yang dihadapi guru dalam mengajar mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di era digital pada kelas 3 SD Pajang IV dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan beberapa hambatan utama, di antaranya akses internet yang terbatas, ketersediaan perangkat digital yang minim, keterampilan digital guru dan siswa yang masih rendah, kurangnya dukungan teknis, serta terbatasnya sumber daya digital berkualitas. Untuk mengatasi hambatan ini, penelitian ini mengajukan beberapa solusi, seperti pengembangan infrastruktur teknologi, penyelenggaraan pelatihan keterampilan digital untuk guru dan siswa, serta penyediaan materi pembelajaran digital yang menarik dan interaktif. Melalui penerapan strategi tersebut, diharapkan pembelajaran PPKn dapat berjalan lebih efektif dan dapat meningkatkan motivasi serta partisipasi siswa. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam pengembangan kebijakan pendidikan dan praktik pengajaran PPKn di Indonesia, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital.
MENGINTEGRASIKAN SIKAP GOTONG ROYONG DI KELAS 2 SEBAGAI AKTUALISASI SILA KETIGA PANCASILA Herlina Puspita Dewi; Liliana Maharani; Mahendra Ferdinand Saputra; Endrise Septina Rawanoko
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v8i12.7612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengintegrasian nilai gotong royong ke dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas II Sekolah Dasar sebagai bentuk aktualisasi sila ketiga Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai gotong royong efektif dilakukan melalui kombinasi metode Project-Based Learning (PjBL) dan Role Playing, yang mampu meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai gotong royong sekaligus membangun keterampilan interpersonal mereka. Strategi ini juga mendorong keaktifan siswa dalam kegiatan kolaboratif seperti kerja kelompok, piket kelas, dan simulasi sosial. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam implementasi Kurikulum Merdeka dengan mengedepankan pembentukan karakter siswa sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Rekomendasi praktis bagi pendidik mencakup penggunaan metode inovatif yang tidak hanya meningkatkan aspek akademik tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan sosial siswa secara berkelanjutan.
PENYUSUNAN MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING DI SEKOLAH DASAR Fadila Wuristi Ajeng; Fitri Rahmawati; Ikhtiar Nur Afifah; Endrise Septina Rawanoko
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v8i12.7617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan cara guru melakukan penyusunan Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dengan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL). Fokus dari penelitian ini mencakup bagaimana cara guru merumuskan tujuan pembelajaran, menyusun langkah-langkah pembelajaran, serta merancang penilaian yang sesuai dengan pendekatan CTL. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek yang terdiri dari guru kelas VI, kepala sekolah, dan siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian di SD Negeri Tegal Rejo Surakarta menunjukkan bahwa dalam menentukan tujuan pendidikan, guru merujuk pada Capaian Pembelajaran (CP) yang telah ditetapkan. Guru menguraikan tujuan pembelajaran dengan menekankan elemen Audiens, Behavior, Condition, dan Degree. Sebagai bagian dari proses pengajaran, guru mengintegrasikan unsur-unsur CTL seperti konstruktivisme, inkuiri, dan penggalian pertanyaan. Selama penelitian, guru juga memperhatikan berbagai aspek penilaian otentik, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan, yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
PENERAPAN METODE DISKUSI KELOMPOK DALAM PEMBELAJARAN PPKN KELAS V SEKOLAH DASAR Elvina Fitria Afifah; Febia Sukma Jasandria; Nangim Lutfiyani; Endrise Septina Rawanoko
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i1.7645

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini mengkaji penggunaan metode diskusi kelompok dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) untuk peserta didik kelas V di SDN Mangkubumen Wetan, Surakarta, dengan pendekatan Kurikulum Merdeka. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, dan dokumentasi untuk memahami proses pembelajaran secara menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskusi kelompok meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta didik dengan mendorong partisipasi aktif, berpikir kritis, dan pemecahan masalah secara kolaboratif. Pengelompokan heterogen mendorong keberagaman perspektif, sementara guru bertindak sebagai fasilitator yang membimbing dan memotivasi peserta didik. Metode ini juga meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi peserta didik yang berdampak hingga di luar kelas. Perencanaan yang terstruktur dan aturan yang jelas memastikan pengalaman belajar yang bermakna dan hasil akademik yang lebih baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diskusi kelompok, dengan dukungan bimbingan yang efektif, adalah strategi yang berdampak besar untuk meningkatkan keterampilan akademik dan interpersonal.
IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERINTEGRASI CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) UNTUK PEMBELAJARAN PPKN DI KELAS IV SDN PAJANG 1 Evi Hayatun Nufus; Fitroh Amatullah; Manggala Arre Vega; Endrise Septina Rawanoko
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i1.7702

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana model pembelajaran berbasis masalah (PBL) yang terintegrasi dengan pembelajaran yang responsif terhadap kultur (CRT) akan diterapkan dalam sistem pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di kelas IV SDN Pajang 1 pada tahun ajaran 2024/2025. Untuk mengumpulkan data yang lengkap, pendekatan kualitatif dengan studi kasus kerap digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data tersebut melibatkan observasi, wawancara dengan guru, dan penelitian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model PBL yang didukung oleh prinsip-prinsip CRT dapat meningkatkan partisipasi dan pemahaman materi siswa. Ini juga dapat membuat lingkungan belajar yang inklusif dan relevan dengan konteks budaya siswa. Diharapkan penelitian ini akan memberikan pendidik wawasan tentang cara menggunakan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan apa yang siswa butuhkan. Hasilnya akan memungkinkan pendidik untuk semakin meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar di kelas.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN PKN KELAS 1 SEKOLAH DASAR Naila Khalila Akbar; Fatma Kusuma Winata; Muhammad Hafidz Alimuddin; Endrise Septina Rawanoko
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i2.7735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran guru dalam meningkatkan motivasi dan minat belajar peserta didik khususnya di kelas 1 SD Negeri Tegalrejo. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara menggunakan instrumen yang sudah dibuat. Subjek dalam penelitian ini meliputi guru wali kelas dan 5 peserta didik kelas 1 sekolah dasar. Lokasi dalam penelitian ini adalah di kelas 1 SD Negeri Tegalrejo. Analisis data yang dilakukan menggunakan hasil wawancara dan pengamatan (observasi) serta didukung dengan studi literatur menggunakan beberapa sumber ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sangat penting dalam meningkatkan motivasi dan minat belajar peserta didik. Guru menggunakan berbagai metode pembelajaran, seperti ceramah, diskusi, penugasan, dan tanya jawab, yang dikombinasikan dengan media menarik seperti video animasi dan cerita bergambar. Guru juga mengedepankan penguatan positif berupa pujian dan refleksi dibandingkan hukuman, sehingga membangun rasa percaya diri siswa tanpa tekanan.Selain itu, kerja sama dengan orang tua dan guru lain mendukung pembentukan kebiasaan belajar positif, seperti menulis rapi dan disiplin belajar di rumah. Dengan strategi ini, guru tidak hanya membantu siswa memahami materi tetapi juga membentuk karakter disiplin, bertanggung jawab, dan percaya diri.
Peranan Upacara Bendera Dalam Menanamkan Sikap Nasionalisme Pada Siswa Sekolah Dasar Jingga Pramesti Pujianingsih; Raditya Bagus Jati Wibowo; Rizqan Rusnamba Prandika; Endrise Septina Rawanoko
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v3i1.520

Abstract

Upacara bendera di sekolah dasar memiliki peranan penting dalam menanamkan sikap nasionalisme pada siswa. Penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan upacara bendera secara rutin dapat membantu peserta didik memahami dan tanah air dan penghargaan terhadap keragaman budaya. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman langsung dalam menaati aturan, seperti berpakaian rapi dan berperilaku disiplin, yang merupakan bagian dari pembentukan karakter yang bertanggung jawab dan disiplin. Namun, tantangan yang dihadapi adalah penurunan semangat nasionalisme dikalangan generasi muda, termasuk siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, kolaborasi antara guru, keluarga, dan pihak sekolah sangat diperlukan untuk mengembangkan program yang dapat menguatkan jiwa nasionalisme secara berkelanjutan. Guru berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai ini melalui pendekatan pembelajaran yang relevan, baik di dalam maupun di luar kelas. Saran untuk kepala sekolah dan pengajar adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang penanaman sikap nasionalisme, serta memberikan motivasi kepada siswa mengenai pentingnya pelaksanaan upacara bendera. Dengan demikian, diharapkan siswa dapat menunjukkan sikap dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari, yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan karakter yang bermoral.
Pojok Baca sebagai Sarana Peningkatan Literasi Peserta Didik di Sekolah Dasar Andini Zeptiani; Armedia Desita Lestari; Diah Mulfi Cahya Prameswari; Endrise Septina Rawanoko
Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa Vol. 3 No. 1 (2025): Bhinneka
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/bhinneka.v3i1.1146

Abstract

Education is an effort to help students develop and enhance their knowledge, skills, values, attitudes, and behaviors that are beneficial. The Ministry of Education and Culture initiated the literacy movement. However, Indonesia is one of the countries with the lowest literacy rates. The purpose of writing this article is to demonstrate that reading corners can help improve students' literacy skills. The goal of this article is to highlight reading corners as a means of enhancing students' literacy in elementary schools. The method used in this article is qualitative, with a literature study approach to gather data and information from books, journals, and other reference materials. Data collection techniques in this study included observation, interviews, and documentation. The subjects in this study were three class teachers and 30 students in total. Based on the findings of this study, the implementation of reading corners can increase students' motivation to develop their literacy skills. Furthermore, reading corners also involve student interactions with the books provided and discussions with peers.
Efektivitas Model Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar Abyan Mahesa Kakananta; Amelia Shafa Nur Fadhila; Anindya Fatimah Azzahra; Endrise Septina Rawanoko
Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa Vol. 3 No. 1 (2025): Bhinneka
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/bhinneka.v3i1.1153

Abstract

Learning is a harmony between students, teachers and resources in the learning environment. Learning models play an important role in achieving learning outcomes. This study aims to analyze the effectiveness of the Contextual Teaching and Learning learning model on Elementary School Civics learning outcomes. Contextual Teaching and Learning (CTL) is a learning model that emphasizes the context of the material being studied which is linked to the daily lives of students so that students can understand the material well because they feel familiar with what they do in everyday life. The research approach used is qualitative with data collection techniques, namely literature studies. The results of this study indicate that the Contextual Teaching and Learning learning model is effective for student learning outcomes in the Pancasila Education subject in Elementary Schools.
Wilhelm von Humboldt Bapak Pendidikan Sejarah Purwanta, Hieronymus; Leo Agung Sutimin; Bramastia; Winarno; Endrise Septina Rawanoko; Deni Zein Tarsidi; Andrea Salsalova
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 5 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i5.6141

Abstract

This study aims to trace the origins of history education. The research question raised is: How did history emerge as a school subject? This question intrinsically also raises other related questions, such as when, where, and who the figures were who gave birth to history as a school subject. This research is a literature review using historical methods. The source collection was conducted by copying and downloading digitally available sources, including both primary and secondary sources. The results indicate that history first became a school subject in the early 19th century in Prussia (present-day Germany). The figure who initiated and implemented the policy was Wilhelm von Humboldt, who at the time was an official at the Ministry of the Interior. History education was given the responsibility to use knowledge of the past as a medium for the formation of the whole person (Bildung). This responsibility makes history education more a part of the historical culture that developed in society, rather than a subordinate to the science of history, tasked with reconstructing past events.
Co-Authors Abyan Mahesa Kakananta Adela Fisca Dian Saputri Adelia Primadani Alya Azizah Alyaa Farica Fauziyah Amelia Shafa Nur Fadhila Andini Zeptiani Andrea Salsalova Andrian Maulana Ihsan Anggita Widyasti Anggraeni Puspita Devi Anindya Fatimah Azzahra Annisa Alya Sofiani Annisa Rizqi Wahyuni Annisa Waffiq Aziizah Arasya Islami Atmanegara Arbela Sekar Adinda Armedia Desita Lestari Arsya Ulia Mawarta Astrella Galuh Putri Ardiatmi Attin Ramadhani Bramastia Destia Nur Khasanah Dhevina Anggraini Fatekah Diah Mulfi Cahya Prameswari Diena Naila Mufidah Dika Happy Nurhalimah Diva Hapsari Dzaky Adiyatma Rudhianto Elvina Fitria Afifah Evi Hayatun Nufus Fadila Putri Fiko Prayoga Fadila Wuristi Ajeng Fajri Khoirunnisa Cahya Buana Faradila Putri Tazkhiya Farisa Desy Sochasa Fatimah Mirra Nur Ridah Fatma Kusuma Winata Fatwa Azzahra Febia Sukma Jasandria Febriana Dian Wulandari Fitri Nur Hidayati FITRI RAHMAWATI Fitria Dwi Nofitasari Fitroh Amatullah Flanela Ramadhani Futikha Salsabila Nardiawan Galuh Dita Agnesia Pratama Getza Reida Fadilla Ghazy Nabil Musyaffa Hasna Mahira Hendra Nurjanna Wijaya Herlan Rusnanda Herlina Puspita Dewi Hieronymus Purwanta Huria Khansa Maulidian Husna Laylatul Faizah Ifa Auliya Kusuma Ikhtiar Nur Afifah Inis Aflahul Firda Intan Nur Afifah Intan Tri Utami Ireneus Chandra Lintang Sasmita Irma Aprilia Isti Septianing Jingga Pramesti Pujianingsih Juliana Khoirotun Nisa Khusnul Khotimah Leo Agung Sutimin Liliana Maharani Lutfi Wardah Mahendra Ferdinand Saputra Manggala Arre Vega Mona Almira Anggun Muhammad Alfin Nurul Akbar Muhammad Hafidz Alimuddin Muhammad Nur Khafid Nabila Zahra Atika Nabila Zuama Muthoharoh Naila Khalila Akbar Nangim Lutfiyani Nidhom Faza Setiawan Nisrina Julia Firmayanti Putri Lelyana Devi Raditya Bagus Jati Wibowo Rizqan Rusnamba Prandika Siska Dewi Rahmawati Suci Isnaini Syifa’ Az-Zahro Tarsidi, Deni Zein Teni Wahyuningsih Uut Septiana WINARNO Wulan Marthania Yoga Bagus Triwicaksana Yuli Puji Lestari