Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PENGGUNAAN PLATFORM PEMBELAJARAN DI ERA NEW NORMAL BAGI GURU-GURU SD ISLAM INSAN MULIA Windi Setiawan; Ahmad Hatip
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 4 No 2 (2021): APTEKMAS Volume 4 Nomor 2 2021
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.887 KB) | DOI: 10.36257/apts.v4i2.3350

Abstract

The COVID-19 pandemic has changed the pattern of our lives every day. We are required to care more about the health of our bodies so that we can avoid the COVID-19 outbreak. The government's efforts to prevent the spread of COVID-19 by asking all citizens to wear masks, diligently wash their hands with soap or handsanitizer and keep their distance. With these regulations, the education system in our country becomes distance learning using the internet. Not all schools can do well, various problems arise when online learning takes place. One of them is SDI Insan Mulia. More than 50% of the teachers at SD Insan Mulia have not been able to use the learning platform to realize effective online learning. Therefore, the abdimas team held training on the use of learning platforms such as google form, edmodo, google classroom, and zoom. The four platforms can be used as media to create interesting learning even though it is done online. This activity is carried out in three stages. In the first stage, the Community Service Team discussed with the principal to determine the implementation of the training. The second stage, the community service team provides training to all teachers at SDI Insan Mulia. The third stage, the Community Service Team evaluates through a questionnaire given when the training is over, followed by assistance to all participants to take advantage of the four platforms. As a result, most of them can make good use of the four platforms.
Desain LKS Matematika Menggunakan Model Reciprocal Teaching Berbasis Karakter Kreatif Matematis Melania Oktaviani Madu; Sulis Janu Hartati; Ahmad Hatip
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol. 5 No. 1 (2021): JRPIPM SEPTEMBER 2021 VOLUME 5 NOMOR 1
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v5n1.p20-32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan desain Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan menggunakan model reciprocal teaching berbasis karakter kreatif matematis siswa yang layak menurut validator ahli materi, ahli media, guru matematika SMA, dan siswa kelas X SMK. Jenis penelitian ini adalah penelitian Research and Development (R & D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). Namun penelitian ini hanya terbatas pada dua tahap yakni tahap analysis dan tahap design. Penelitian ini diawali dengan analisa kebutuhan, analisa kurikulum, penyusunan desain LKS, dan validasi desain LKS. Teknik pengumpulan datanya menggunakan angket validasi ahli, serta angket respon guru dan siswa. Subyek penelitian ini adalah validator ahli materi sebanyak 1 orang, ahli media sebanyak 1 orang, guru matematika SMA/SMK/sederajat  sebanyak 16 orang, serta 17 orang siswa/i kelas X  SMK tahun ajaran 2019/2020. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa desain LKS yang dikembangkan sudah layak menurut ahli materi, ahli media, respon guru dan siswa.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF, KEMANDIRIAN BELAJAR, DAN GENDER ( Studi Kasus Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Dr. Soetomo) Sucipto Sucipto; Ahmad Hatip
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): Volume 5 Number 1, March 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v5i1.1092

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan memecahkan masalah matematis mahasiswa berdasarkan gaya kognitif, tingkat kemandirian belajar, dan gender. Penelitian menerapkan jenis pendekatan kuantitatif dengan metode expose facto. Sampel penelitian berjumlah 53 mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode tes, inventori, dan angket dengan instrumen yang valid. Teknis analisis data menggunakan statistik parametrik dengan uji t (t-test) dan non parametrik uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kemampuan memecahkan masalah matematis mahasiswa berdasarkan gaya kognitif dan berdasarkan tingkat kemandirian belajar pada mahasiswa, namun tidak terdapat perbedaan berdasarkan gender.Kata Kunci: kemampuan pemecahan masalah, gaya kognitif, kemandirian belajar, gender
Pelatihan Penggunaan E-learning Berbasis Media Sosial Edmodo bagi Guru SD Negeri Mulyorejo I Surabaya Ahmad Hatip; Sucipto Sucipto; Windi Setiawan
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : LPPM ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2019.v3i1.428

Abstract

Berdasarkan uraian analisis situasi mitra/masyarakat binaan, kegiatan abdimas yang akan dilakukan adalah pelatihan penggunaan e-learning berbasis media sosial Edmodo bagi guru SD Negeri Mulyorejo I Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan mengenai bagaimana pembelajaran dengan pendekatan e-learning yang baik. Secara substantif, kegiatan abdimas tersebut memiliki relevansi dengan tujuan abdimas dosen Universitas Dr. Soetomo tahun 2018. Dengan kata lain, ada relevansi antara kebutuhan peningkatan kapasitas masyarakat di lingkungan Universitas Dr. Soetomo dengan sumber daya bidang keilmuan yang dimiliki oleh tim abdimas. Pilihan atas jenis kegiatan abdimas seperti ini menggambarkan semangat pengabdian masyarakat Universitas Dr. Soetomo yang ingin berkontribusi secara aktif dalam kegiatan program peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (HDI) Indonesia secara berkelanjutan dengan cakupan seluruh wilayah di Indonesia. Salah satu target yang ingin dicapai adalah terjadinya perubahan sikap dan peningkatan keterampilan masyarakat mitra sehingga guru-guru SD Negeri  Mulyorejo I Surabaya bisa menggunakan fitur-fitur pada media sosial Edmodo dalam memperoleh informasi, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan berinteraksi dengan guru dan siswa didiknya. Pelatihan dilakukan dengan metode ceramah, pemutaran slide dan video, tanya jawab, dialog interaktif, curah pendapat, dan praktik kerja. Kegiatan abdimas secara keseluruhan dilaksanakan dalam rentang waktu 6 bulan (April–September 2018), mulai dari tahap perencanaan, persiapan, hingga pelaksanaan. Hasil abdimas dapat diketahui dari hasil evaluasi proses, produk, dan respon peserta terhadap pelaksanaan pelatihan yang dikumpulkan melalui angket kepuasan. Dalam proses pelaksanaan pelatihan, pada umumnya mitra memiliki kemauan dan minat yang besar untuk mengikuti pelatihan. 
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA AUTIS DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA OPERASI HITUNG DASAR ARITMATIKA Inosensia Geo; Ahmad Hatip; Windi Setiawan; Soesiana Tri Eka Silver
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 13, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v13i2.10491

Abstract

Abstrak: Siswa autis yang mengalami gangguan perkembangan pada interaksi sosial,perilaku dan bahasa. Dengan gangguan tersebut dapat mempengaruhi pula pada proses belajar siswa termasuk dalam kemampuan komunikasi matematisnya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kemampuan komunikasi matematis siswa autis dalam pemecahan masalah matematika operasi hitung dasar aritmatika yaitu siswa kelas IV di SDLB Harapan Bunda Surabaya.  Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif.Subjek penelitian ini adalah 2 orang siswa autis kelas IV di SDLB Harapan Bunda Surabaya. Teknik analisis data  yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Penyajian hasil penelitian berupa deskripsi tentang hasil analisis data baik data observasi,tes dan wawancara. Penyajian hasil penelitian juga dalam bentuk dokumentasi dan lampiran. Hasil penelitian membuktikan bahwa siswa autis juga memiliki kemampuan dalam komunikasi matematis,tetapi setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda tergantung dari jenis autisnya..Abstract:  : The background of this research is autistic students who have developmental disorders in social interaction, behavior and language. With this disorder, it can also affect the student's learning process, including their mathematical communication skills. This study aims to determine the mathematical communication skills of autistic students in solving mathematical problems of basic arithmetic operations, namely fourth grade students at SDLB Harapan Bunda Surabaya. The type of this research is qualitative research. The subjects of this research are 2 autistic students in fourth grade at SDLB Harapan Bunda Surabaya. The data analysis technique used in this research is descriptive analysis. The presentation of research results is in the form of a description of the results of data analysis, both observational data, tests and interviews. The presentation of research results is also in the form of documentation and attachments. The results of the study prove that autistic students also have the ability in mathematical communication, but each student has different abilities, there are students who can be independent and there are also students who still need help
Studi Komparasi Antara Realistics Mathematics Education (RME) dengan Numbered Heads Together (NHT) dalam Pemahaman Konsep Siswa Rina Rizqiyah; Ahmad Hatip; Windi Setiawan; Lusiana Prastiwi; Sucipto Sucipto
SUPERMAT : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2022): Supermat : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/sm.v6i2.916

Abstract

Pembelajaran matematika masih dijumpai guru yang terlalu aktif sehingga mengakibatkan pembelajaran yang tidak bermakna bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya pengaruh pemahaman konsep matematika siswa yang belajar menggunakan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dengan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) di MTs. Al Jadid di Sidoarjo. Penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimen dan desain yang digunakan adalah pretest posttest control group design. Dalam penelitian ini peneliti yang berperan langsung dalam proses pembelajaran dan guru sebagai observer. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VIII A dan VIII B. Kelas VIII A sebagai kelas Eksperimen yang menggunakan pembelajaran RME dan Kelas VIII B menggunakan pembelajaran kooperatif tipe NHT. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar dan dianalis dengan two independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan Terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar antara siswa yang menggunakan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dengan Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) di MTs, Al Jadid di Sidoarjo dan tidak ada perbedaan pemahaman konsep antara kedua kelompok tersebut.
Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika pada Materi Geometri dan Pengukuran Berbasis Profil Pelajar Pancasila Windi Setiawan; Ahmad Hatip; Muhajir Muhajir; Ahmad Ghozali; Iffah Fathimatuzzahro
SUPERMAT : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2022): Supermat : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/sm.v6i2.949

Abstract

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki peranan penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Melalui visi misinya untuk menciptakan pelajar pancasila dengan segala tugas dan kewenanagan yang dimiliki, Kemendikbud memiliki harapan agar peserta didik memili enam karakter yaitu bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, mandiri, kreatif, bergotong royong, bernalar kritis, dan bekerja sama. Hasil tes PISA tahun 2018 yang rendah juga menjadi perhatian tersendiri agar tes PISA yang akan datang hasil yang didapat lebih baik. Melihat hal itu, sebagai dosen, kita harus memberikan sumbangsih dengan membuat modul pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan karakter bernalar kritis. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk untuk mengetahui tingkat kelayakan suatu modul pembelajaran. Modul yang dibuat berisi soal-soal pemecahan masalah geometri dan pengukuran yang membuat siswa untuk bernalar dalam mengerjakannya. Modul ini dikembangkan dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) . Pada tahap analyze, peneliti menganalisis capaian pembelajaran yang ingin dicapai, pretest kemampuan bernalar kritis, serta materi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pada tahap design, peneliti merancang struktur modul pembelajaran. Pada tahap development, peneliti melakukan uji validasi dengan melibatkan para pakar dan kelompok siswa untuk mengetahui tingkat kelayakannya. Rata-rata hasil uji kelayakan sebesar 92,4% yang artinya modul pembelajaran matematika yang dihasilkan sangat layak tanpa revisi. Pengembangan model pembelajaran matematika hanya sampai pada tahap development, karena disesuaikan dengan tujuan penelitian.
STUDI PUSTAKA TENTANG PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN SEBAGAI BAGIAN DARI PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Windi Setiawan; Ahmad Hatip; Soesiana Tri Eka S; Ahmad Gozali; Anisah Anggraini
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i2.14236

Abstract

Abstrak: Pembelajaran  yang  hanya berkutat di bangku sekolah seakan membosankan dari hari ke hari. Akibatnya siswa tidak memiliki kesempatan untuk belajar di luar kelas. Alhasil pembentukan karakter siswa tidak dapat terjadi. Padahal, banyak hal yang diperoleh selain ilmu pengetahuan ketika belajar di luar kelas seperti karakter ulet, pantang menyerah, kerja keras, dan lain sebagainya. Seakan menjawab permasaahan yang ada, Kemendikbud menetapkan proyek penguatan profil pelajar pancasila. Penguatan profil pelajar pancasila memberikan kebebasan bagi siswa untuk belajar di luar kelas sebagai bagian pembetukan karakter peserta didik. Profil pelajar pancasila memiliki enam karakter, yaitu 1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia; 2) Mandiri; 3) Bergotong-royong; 4) Berkebinekaan global; 5) Bernalar kritis; 6) Kreatif. Namun, penerapan kurikulum merdeka di sekolah masih lemah. Sehingga ini menjadikan guru memiliki pekerjaan rumah tersendiri untuk memikirkan langkah apa saja yang dapat dilakukan agar siswa memiliki karakter tersebut. Menjawab permasalahan guru, peneliti akan mengkaji beberapa model pembelajaran sebagai bagian dari penguatan profil pelajar pancasila. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi pustaka yang bertujuan untuk mengkaji teori tentang apa saja yang dapat dilakukan para pendidik guna mewujudkan siswa berkarakter profil pelajar pancasila dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara menghimpun teori pada buku, artikel ilmiah yang yang dimuat pada jurnal. Analisis data yang dipilih adalah analisis isi. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan beberapa model pembelajaran yang dapat diterapkan guru sebagai bagian dari penguatan proyek pelajar pancasila.Abstract:  Learning that only dwells on the school bench seems boring from day to day. As a result students do not have the opportunity to learn outside the classroom. As a result, the formation of student character cannot occur. In fact, many things are obtained besides knowledge when learning outside the classroom such as tenacious character, never giving up, hard work, and so on. As if to answer the existing problems, the Ministry of Education and Culture established a project to strengthen the profile of Pancasila students. Strengthening the profile of Pancasila students provides freedom for students to study outside the classroom as part of developing students' character. The profile of Pancasila students has six characters, namely 1) Faithful, devoted to God Almighty and noble; 2) Independent; 3) Collaborate; 4) Global diversity; 5) Critical reasoning; 6) Creative. However, the implementation of the independent curriculum in schools is still weak. So this makes the teacher have his own homework to think about what steps can be taken so that students have these characters. Answering teacher problems, researchers will examine several learning models as part of strengthening the profile of Pancasila students. This type of research is literature study research which aims to examine theories about what educators can do to create students with the character of Pancasila student profiles by using appropriate learning models. The data collection technique is by collecting theories from books, scientific articles published in journals. The selected data analysis is content analysis. The results of this study are that there are several learning models that can be applied by teachers as part of strengthening Pancasila student projects.
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru SMP ASA Cendekia Ahmad Hatip; Windi Setiawan; Nuril Huda; Haerussaleh Haerussaleh; Boedi Martono
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.3206

Abstract

Pedagogic competence is the ability possessed by the teacher in managing the learning process and interactions in teaching and learning activities with students. Now pedagogic competence has become part of the teacher competency test (UKG). UKG needs to be carried out with the aim of mapping the abilities of teachers in the fields of pedagogic competence and professional competence as well as a first step for selection to take part in teacher professional education (PPG). Teachers at ASA Cendekia Middle School often experience difficulties when dealing with pedagogic competency test questions, this has resulted in only a few teachers participating in PPG. Based on these problems, the community service team (abdimas) carried out three stages of community service. In the first stage, planning. At this stage, the solution offered is to discuss what materials are reinforced in pedagogic competency training for teachers. The second stage, implementation. At this stage, the University of Dr. Soetomo FKIP team conducted training to strengthen the pedagogic competence of Asa Cendekia Middle School teachers. The third stage, reflection. At this stage, the University of Dr. Soetomo FKIP team gave a pedagogic competency test, after which a discussion was held on each of the competency test questions. The result of this service is that the pedagogic competence of teachers is still low, so it needs to be improved by strengthening pedagogic competence in the next training.Kompetensi pedagogik adalah kemampuan yang dimiki oleh guru dalam mengelola proses pembelajaran maupun interaksi dalam kegiatan belajar mengajar bersama peserta didik. Kini kompetensi pedagogic telah menjadi bagian dari uji kompetensi guru (UKG). UKG perlu dilakukan dengan tujuan untuk memetakan kemampuan para guru dalam bidang kompetensi pedagogic dan kompetensi professional sekaligus sebagai langkah awal untuk seleksi mengikuti pendidikan profesi guru (PPG). Guru-guru di SMP ASA Cendekia kerap kali mengalami kesulitan ketika menghadapi soal-soal uji kompetensi pedagogic hal ini mengakibatkan hanya beberapa guru saja yang telah ikut PPG. Berdasarkan masalah tersebut, tim pengabdian masyarakat (abdimas), melaksanakan tiga tahapan pengabdian masyarakat. Pada  tahap pertama, perencanaan. Pada tahap ini, solusi yang ditawarkan adalah berdiskusi mengenai materi apa saja yang dikuatkan dalam pelatihan kompetensi pedagogic bagi guru. Tahap kedua, pelaksanaan. Pada tahap ini, tim FKIP Universitas Dr. Soetomo melaksanakan pelatihan penguatan kompetensi pedagogic guru SMP Asa Cendekia. Tahap ketiga, refleksi. Pada tahap ini, tim FKIP Universitas Dr. Soetomo memberikan tes kompetensi pedagogik, setelah itu dilakukan pembahasan pada setiap soal tes kompetensi tersebut. Hasil dari pengabdian ini adalah kemampuan kompetensi pedagogic para guru masih rendah sehingga perlu ditingkatkan lagi dengan penguatan kompetensi pedagogik di pelatihan berikutnya
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE RECIPROCAL TEACHING TERHADAP TINGKAT KECEMASAN, KEMANDIRIAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA Siti Zulfa; Ardianik Ardianik; Ahmad Hatip
Jurnal Edumatic : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 02 (2022): Jurnal Edumatic: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan matematika STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21137/edumatic.v3i02.443

Abstract

Abstrak— Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitianekperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Islam ParlaunganSidoarjo. Instrument penelitian ini meliputi, angket dan tes. Uji yang dilakukan merupakan ujiindependen sampel t test, uji regresi linier sederhana dan uji regresi linier berganda. Hasilpenelitian diperoleh a) Tidak ada perbedaan rata – rata tingkat kecemasan yang diberikanModel pembelajaran kooperatif tipe Reciprocal Teaching dengan yang diberikan modelpembelajaran kooperatif tipe STAD. b) Ada perbedaan rata – rata kemandirian belajar yangdiberikan Model pembelajaran kooperatif tipe Reciprocal Teaching dengan yang diberikanmodel pembelajaran kooperatif tipe STAD. c) Ada perbedaan rata – rata Hasil Posttest yangdiberikan Model pembelajaran kooperatif tipe Reciprocal Teaching dengan yang diberikanmodel pembelajaran kooperatif tipe STAD. d) Tidak ada pengaruh yang signifikan antaratingkat kecemasan terhadap hasil belajar. e) Ada pengaruh yang signifikan antara kemandirianbelajar terhadap hasil belajar. f) Tidak ada pengaruh yang signifikan antara tingkat kecemasanterhadap hasil belajar.