Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Problem Based Learning terhadap Kemampuan Penalaran Matematis dan Kemampuan Pemecahan Masalah Sri Kusuma Dewi Alfiah; Suharti Kadar; Ahmad Hatip
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v4i2.3950

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan penalaran matematis siswa pada materi SPLTV yang diterapkan kepada siswa. 2) Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi SPLTV yang diterapkan kepada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian adalah quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini aadalah kelas X SMAN 22 Surabaya, sedangkan sampel yang digunakan adalah kelas X IPA-1 dan X IPA-4 SMAN 22 Surabaya. Instrumen pada penelitian ini adalah berupa tes. Teknik analisis data menggunakan analisis independent sampel t tes. Hasil pada penelitian ini menunjukkan ada perbedaan kemampuan penalaran matematis dan pemecahan masalah siswa yang diberikan pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang diberikan pembelajaran konvensional Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan penalaran matematis siswa pada materi SPLTV yang diterapkan kepada siswa. 2) Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi SPLTV yang diterapkan kepada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian adalah quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini aadalah kelas X SMAN 22 Surabaya, sedangkan sampel yang digunakan adalah kelas X IPA-1 dan X IPA-4 SMAN 22 Surabaya. Instrumen pada penelitian ini adalah berupa tes. Teknik analisis data menggunakan analisis independent sampel t tes. Hasil pada penelitian ini menunjukkan ada perbedaan kemampuan penalaran matematis dan pemecahan masalah siswa yang diberikan pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang diberikan pembelajaran konvensional Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan penalaran matematis siswa pada materi SPLTV yang diterapkan kepada siswa. 2) Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi SPLTV yang diterapkan kepada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian adalah quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini aadalah kelas X SMAN 22 Surabaya, sedangkan sampel yang digunakan adalah kelas X IPA-1 dan X IPA-4 SMAN 22 Surabaya. Instrumen pada penelitian ini adalah berupa tes. Teknik analisis data menggunakan analisis independent sampel t tes. Hasil pada penelitian ini menunjukkan ada perbedaan kemampuan penalaran matematis dan pemecahan masalah siswa yang diberikan pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang diberikan pembelajaran konvensional.
Peningkatan Lapisan Pemahaman Konsep Luas Bangun Datar Mahasiswa melalui Model Pembelajaran PRAKTAK Viktor Sagala; Ahmad Hatip
Didaktik Matematika Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jdm.v5i2.11898

Abstract

The objective of this study was to describe the increase in the prospective student teachers conceptual understanding of the area of plane geometry by applying the practicum-axiomatic learning model (PRAKTAK). The PRAKTAK learning model is a combination of practicum and axiomatic methods in learning of proving the area of plane geometry. The evaluation was carried out using a modified Pirie-Kieren model of the layers of concept understanding hypothesized in 1994 and developed by cognitive psychology experts from 2002 to 2017. The research subjects were third-semester students of the Mathematics Study Program at FKIP Unitomo Surabaya. A set of questions is administered to the subjects after participating in learning using the PRAKTAK model, followed by an interview. The data of worksheets and interview transcripts were analyzed qualitatively. The results showed that before the implementation of PRAKTAK learning model, the understanding layer of subjects satisfied the first to fourth layers, namely primitive knowing, image making, having images and property noticing. After the implementation of PRAKTAK learning model, the understanding layer of the subjects increased, fulfilling the fifth and half of the sixth layer, namely formalizing and observing. Thus, the subjects met the semi observing layer. The PRAKTAK model can be applied in a geometry learning, and the modified Pirie-Kieren understanding model can be employed as an alternative evaluation tool.
Membangun Kesadaran Akses Pendidikan Tinggi: Sosialisasi Beasiswa KIP Kuliah di Wilayah Balongbendo Sidoarjo WINDI SETIAWAN; Ahmad Hatip; Nuril Huda; Muhajir; Sri Utami; Haerussaleh
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The improvement of human resources is a form of long-term investment to ensure that the nation has excellent and competent individuals. The government continuously launches various programs so that the community can pursue education up to the university level. One of these programs is the Kartu Indonesia Pintar (KIP) scholarship. The KIP scholarship is provided for those who are underprivileged. However, information about this scholarship is usually obtained relatively only from schools without sufficient socialization in the community. This community service team carried out a socialization program in Balongbendo District, Sidoarjo, because most of the community members in that area were not aware of the existence of the KIP scholarship and the benefits it offers. The Unitomo community service team conducted the socialization in three stages: the planning stage, the implementation stage, and the reflection stage. In the planning stage, the team arranged the schedule for the service activities. In the implementation stage, the team provided socialization regarding the mechanisms and the benefits that students can obtain if they receive the scholarship. Finally, in the reflection stage, the team conducted a Q&A session about the KIP scholarship. The activity was attended by 77 members of the PKK women’s organization in Balongbendo. Many of the participants raised questions, as they felt this scholarship brings significant benefits for underprivileged communities.   Peningkatan sumber daya manusia merupakan bentuk investasi jangka panjang agar negara ini memiliki individu yang unggul dan kompeten. Pemerintah senantiasa meluncurkan berbagai program agar masyarakt dapat memnempuh pendidikan hingga di perguruan tinggi. Salah satunya adalah beasiswa Karti Indonesia Pintar (KIP). Beasiswa KIP adalah beasiswa yang diberikan kepada mereka yang tidak mampu. Namun, informasi ini biasanya relative di dapat dari sekolah tanpa ada sosialisasi di masayarakat. Tim pengabdian masyarakat (abdimas) kali ini melakukan sosialisasi di Wilayah Kecamatan Balongbendo Sidoarjo karena sebagian besar masyarakat di wilyah tersebut tidak mengetahui adanya beasiswa KIP, beserta benefit apa saa yang diperoleh. Tim pengabdian masyarakat Unitomo kali ini melakukan sosialisasi dengan tiga tahap.  Tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap refleksi. Pada tahap perencanaan, tim abdimas mengenai waktu pelaksanaan pemgabdian. Pada tahap pelaksanaan, tim abdimas melakukan sosialisasi mengenai mekanisme, dan keuntungan apa saja yang diperoleh mahasiswa jika mendapatkan beasiswa tersebut. Selanjutnya, pada tahap refleksi, tim abdimas melakukan sesi tanya jawab terhadap beasiswa KIP. Kegiatan tersebut telah diikuti 77 peserta ibu PKK di Wilayah Balongbendo. dan banyak dari anggota PKK yang mengajukan pertanyaan karena merasa beasiswa ini memberikan keuntungan bagi mansyarakat yang tidak mampu.
Integrating East Javanese Local Wisdom into Literacy and Numeracy Learning to Foster Literacy Knowledge and Arithmetic Skills in Primary Students Nensy Megawati Simanjuntak; Sulis Janu Hartati; Anna Wawiyah; Fransiska Marta Sari; Arumtyas Puspitaning Padmasari; Devito Andahru; Ahmad Hatip; Atul Kumar
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 2 (2025): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i2.3055

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji integrasi kearifan lokal Jawa Timur dalam pembelajaran literasi dan numerasi sebagai strategi inovatif untuk meningkatkan pengetahuan sastra dan kemampuan berhitung siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi kelas, wawancara semi-terstruktur dengan guru, serta analisis hasil belajar siswa di beberapa sekolah dasar di Jawa Timur. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan unsur budaya lokal seperti cerita rakyat Timun Mas, permainan tradisional Engklek, dan narasi bernilai budaya lainnya, secara nyata meningkatkan minat baca dan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan literasi. Di bidang numerasi, kontekstualisasi materi dengan aktivitas berhitung berbasis permainan tradisional atau kegiatan sehari-hari lokal menghasilkan peningkatan akurasi dan keterampilan pemecahan masalah. Tercatat adanya peningkatan performa numerasi hingga 35% berdasarkan hasil evaluasi formatif. Kontekstualisasi pembelajaran dalam kerangka kearifan lokal tidak hanya memperkaya aspek kognitif, tetapi juga memperkuat apresiasi budaya, nilai moral, dan pendidikan karakter, sejalan dengan visi holistik kurikulum nasional. Abstract This study examines the integration of East Javanese local wisdom into literacy and numeracy learning as an innovative strategy to improve elementary school students' literary knowledge and numeracy skills. The study employed descriptive qualitative methods, including classroom observations, semi-structured interviews with teachers, and an analysis of student learning outcomes in several elementary schools in East Java. Findings indicate that the incorporation of local cultural elements, such as the Timun Mas folktale, the traditional game Engklek, and other culturally significant narratives, significantly increases students' interest in reading and their active participation in literacy activities. In numeracy, contextualizing material with numeracy activities based on traditional games or local daily activities results in increased accuracy and problem-solving skills. A formative evaluation recorded an increase in numeracy performance of up to 35%. Contextualizing learning within a local wisdom framework not only enriches cognitive aspects but also strengthens cultural appreciation, moral values, and character education, in line with the holistic vision of the national curriculum.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Afina Afina Agazi, Muhammad Gali Ahmad Ghozali Ahmad Gozali Ahmad Gozali Anggraini, Vidia Dwi Anindita Nurizza Masquitasari Yusuf Anisa Nuraini Anisah Anggraini Anna Wawiyah Ardianik Ardianik Arumtyas Puspitaning Padmasari Arumtyas Puspitaning Padmasari Atul Kumar Cahyani, Yeni Indah Wahyu Darmawan, Chandra Dedi Rahman Siolimbona2 Devito Andahru Dwi Iriyani Edy Widayat Ernawati Ernawati Ervandi, Akhmad Joice Fathimatuzzahro, Iffah Florensia Lusita H Reme Fransiska Marta Sari Haerussaleh Haerussaleh Haerussaleh Haerussaleh Haerussaleh, Haerussaleh Hetty Purnamasari Hoirunnisak Hoirunnisak Iffah Fathimatuzzahro Ilmiya Imron Amrullah Inosensia Geo KUSMIYATI KUSMIYATI L Tobing, Victor Maruli Tua Listiana, Yuni Lusiana Prastiwi Lusiana Prastiwi Mardiana, Ninik Mardiana, Ninik Martono, Boedi Melania Oktaviani Madu Minarto, Agus MUHAJIR Muhajir Muhajir Muhajir Muhajir, Muhajir Muhajir, M Nensy Megawati Simanjuntak Nisa, Ikmatul NURIL HUDA Nuril Huda Nuril Huda Nuril Huda Nuril Huda Mohammad Prastiwi, Lusiana Purnamasari, Hetty Putri, Nabilla Callista Ra Sidan Amin As Rina Rizqiyah Salman Alfarizi Pradana Andikaputra Sari Restu Noor Syafi’i, Intannia Shofiyatuzzahrah Putri Salshabila Simanjuntak, Nensy Megawati Siti Amina Siti Hamiyah Siti Zulfa Sodiq Anshori, Sodiq Soesiana Tri Eka S Soesiana Tri Eka Silver Sri Kusuma Dewi Alfiah Sri Utami Sri Wahyuni Sucipto Sucipto Sucipto Sucipto Suharti Kadar Sulis Janu Hartati Sulis Janu Hartati Sulis Janu Hartati Viktor Sagala Widia Beljeur Windi Setiawan Windi Setiawan WINDI SETIAWAN Windi Setiawan Windi Setiawan, Windi Yahya, Amrina Rosyada Nurdi