Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DAN KEMANDIRIAN BELAJAR Yahya, Amrina Rosyada Nurdi; Ardianik, Ardianik; Hatip, Ahmad
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.32707

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kecerdasan emosional terhadap keterampilan pemecahan masalah matematika pada siswa kelas XI SMA Negeri 20 Surabaya, menguji pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemandirian belajar pada siswa kelas XI SMA Negeri 20 Surabaya, menguji pengaruh efikasi diri terhadap keterampilan pemecahan masalah matematika pada siswa kelas XI SMA Negeri 20 Surabaya, menguji pengaruh efikasi diri terhadap kemandirian belajar pada siswa kelas XI SMA Negeri 20 Surabaya, menguji pengaruh kecerdasan emosional dan efikasi diri terhadap keterampilan pemecahan masalah matematika pada siswa kelas XI SMA Negeri 20 Surabaya, menguji pengaruh kecerdasan emosional dan efikasi diri terhadap kemandirian belajar pada siswa kelas XI SMA Negeri 20 Surabaya. Pembaruan dari penelitian ini adalah membuktikan secara simultan pengaruh kecerdasan emosional dan efikasi diri terhadap kemandirian belajar. Penelitian ini dilakukan di SMA NEGERI 20 SURABAYA dengan populasi seluruh siswa kelas XI kelompok C SMA Negeri 20 sebanyak 72 siswa dan sampel sebanyak 33 siswa dimana pengambilan sampel cara acak sederhana. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian ex-postfacto dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan soal tes dan angket dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda secara parsial dan simultan. Dari hasil hipotesis pertama menunjukkan terdapat pengaruh kecerdasan emosional yang sangat signifikan terhadap keterampilan pemecahan masalah matematika dengan nilai dan nilai Sig. serta pengaruh sebesar 46,8%. Hasil hipotesis kedua menunjukkan tidak terdapat pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemandirian belajar dengan nilai dan nilai serta pengaruh sebesar 7,4%. Hasil hipotesis ketiga menunjukkan tidak terdapat pengaruh efikasi diri terhadap keterampilan pemecahan masalah matematika dengan nilai dan nilai Sig. serta pengaruh sebesar 1,7%. Hasil hipotesis keempat menunjukkan terrdapat pengaruh efikasi diri yang sangat signifikan terhadap kemandirian belajar dan nilai Sig. serta pengaruh sebesar 47,8%. Hasil hipotesis keenam menunjukkan terdapat pengaruh kecerdasan emosional dan efikasi diri yang sangat signifikan terhadap keterampilan pemecahan masalah matematika dengan nilai dan nilai Sig. serta pengaruh sebesar 68,8%. Hasil hipotesis keenam menunjukkan terdapat pengaruh kecerdasan emosional dan efikasi diri yang sangat signifikan terhadap kemandirian belajar dengan nilai dan nilai Sig. serta pengaruh sebesar 49,6%.
Membangun Kesadaran Akses Pendidikan Tinggi: Sosialisasi Beasiswa KIP Kuliah di Wilayah Balongbendo Sidoarjo SETIAWAN, WINDI; Hatip, Ahmad; Huda, Nuril; Muhajir; Utami, Sri; Haerussaleh
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The improvement of human resources is a form of long-term investment to ensure that the nation has excellent and competent individuals. The government continuously launches various programs so that the community can pursue education up to the university level. One of these programs is the Kartu Indonesia Pintar (KIP) scholarship. The KIP scholarship is provided for those who are underprivileged. However, information about this scholarship is usually obtained relatively only from schools without sufficient socialization in the community. This community service team carried out a socialization program in Balongbendo District, Sidoarjo, because most of the community members in that area were not aware of the existence of the KIP scholarship and the benefits it offers. The Unitomo community service team conducted the socialization in three stages: the planning stage, the implementation stage, and the reflection stage. In the planning stage, the team arranged the schedule for the service activities. In the implementation stage, the team provided socialization regarding the mechanisms and the benefits that students can obtain if they receive the scholarship. Finally, in the reflection stage, the team conducted a Q&A session about the KIP scholarship. The activity was attended by 77 members of the PKK women’s organization in Balongbendo. Many of the participants raised questions, as they felt this scholarship brings significant benefits for underprivileged communities.   Peningkatan sumber daya manusia merupakan bentuk investasi jangka panjang agar negara ini memiliki individu yang unggul dan kompeten. Pemerintah senantiasa meluncurkan berbagai program agar masyarakt dapat memnempuh pendidikan hingga di perguruan tinggi. Salah satunya adalah beasiswa Karti Indonesia Pintar (KIP). Beasiswa KIP adalah beasiswa yang diberikan kepada mereka yang tidak mampu. Namun, informasi ini biasanya relative di dapat dari sekolah tanpa ada sosialisasi di masayarakat. Tim pengabdian masyarakat (abdimas) kali ini melakukan sosialisasi di Wilayah Kecamatan Balongbendo Sidoarjo karena sebagian besar masyarakat di wilyah tersebut tidak mengetahui adanya beasiswa KIP, beserta benefit apa saa yang diperoleh. Tim pengabdian masyarakat Unitomo kali ini melakukan sosialisasi dengan tiga tahap.  Tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap refleksi. Pada tahap perencanaan, tim abdimas mengenai waktu pelaksanaan pemgabdian. Pada tahap pelaksanaan, tim abdimas melakukan sosialisasi mengenai mekanisme, dan keuntungan apa saja yang diperoleh mahasiswa jika mendapatkan beasiswa tersebut. Selanjutnya, pada tahap refleksi, tim abdimas melakukan sesi tanya jawab terhadap beasiswa KIP. Kegiatan tersebut telah diikuti 77 peserta ibu PKK di Wilayah Balongbendo. dan banyak dari anggota PKK yang mengajukan pertanyaan karena merasa beasiswa ini memberikan keuntungan bagi mansyarakat yang tidak mampu.