Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Pemeriksaan Angka Lempeng Total (ALT) Dan Angka Kapang Khamir (AKK) Pada Jus Jambu Biji Merah Yang Beredar Di Kelurahan Harjosari Gunawan, M.; Fitriani, Enny; Bagas F, Muhamad; Yuliana, Yuliana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jus jambu biji merah merupakan minuman yang banyak digemari masyarakat karena rasanya segar dan mengandung vitamin serta antioksidan tinggi. Namun, proses pengolahan dan penyajian yang tidak higienis dapat menyebabkan kontaminasi mikroba seperti bakteri, kapang, dan khamir yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat cemaran mikrobiologis pada jus jambu biji merah yang beredar di Kelurahan Harjosari, Medan , dengan membandingkan produk yang dijual di pinggir jalan dan produk bermerek yang dijual di swalayan. Metode yang digunakan adalah Angka Lempeng Total (ALT) untuk menghitung jumlah bakteri dan Angka Kapang Khamir (AKK) untuk menghitung jumlah kapang dan khamir. Pengenceran dilakukan dengan menggunakan larutan pengencer Lactose Broth (LB), uji Angka Lempeng Total (ALT) dilakukan pengenceran bertingkat hingga 10-4 sampel yang telah diencerkan ditambahkan ke dalam media Plate Count Agar (PCA) pada suhu 45°C dan diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37°C. Uji Angka Kapang Khamir (AKK) dilakukan pengenceran bertingkat hingga 10-3 sampel yang telah diencerkan ditambahkan ke dalam media Potato Dextrose Agar (PDA) pada suhu 45°C dan diinkubasi selama 48 jam pada suhu 20-25°C. Koloni bakteri dan jamur dihitung menggunakan Quebec® colony counter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar jus jambu biji merah yang dijual di pinggir jalan memiliki nilai ALT dan AKK yang melebihi batas maksimum yang ditetapkan oleh SNI 3719:2014 (ALT ≤ 1×10⁴ koloni/mL dan AKK ≤ 1×10² koloni/mL), sedangkan produk bermerek di swalayan masih berada dalam batas aman. Dapat disimpulkan bahwa kualitas mikrobiologis jus jambu biji merah sangat dipengaruhi oleh faktor sanitasi, proses pengolahan, dan cara penyimpanan. Penelitian ini memberikan informasi penting mengenai kualitas mikrobiologis jus jambu biji merah serta kesadaran akan pentingnya kebersihan dalam pengolahan minuman.
Efektivitas Penurunan Tekanan Darah Obat Beta Blocker Dengan Dua Kombinasi Terhadap Pasien Congestive Heart Failure Di Rumah Sakit Melati Perbaungan Gunawan, M.; Andilala, Andilala; Fitriani, Enny; Imelda, Dyan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan gangguan fungsi jantung yang menyebabkan penurunan kemampuan memompa darah. Salah satu terapi utama adalah penggunaan obat Beta Blocker yang sering dikombinasikan dengan golongan lain seperti Angiotensin Receptor Blocker (ARB) dan diuretik untuk menurunkan tekanan darah serta memperbaiki fungsi jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penurunan tekanan darah antara kombinasi Beta Blocker + ARB dan Beta Blocker + diuretik pada pasien CHF di RSU Melati Perbaungan. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif retrospektif dengan pengumpulan data melalui rekam medis pasien CHF rawat jalan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode teknik total sampling yaitu dengan pasien yang terdiagnosa hipertensi dengan penyakit penyerta Congestive Heart Failure Di Rumah Sakit Melati Perbaungan yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Metode yang dilakukan ialah pengambilan data dari setiap pasien, data yang diambil di antaranya nama, nomor rekam medis, jenis kelamin, umur, diagnosis hipertensi dengan penyerta CHF, hasil tekanan darah, obat kombinasi antihipertensi yang diberikan. Selanjutnya dilakukan pengukuran tekanan darah pasien setelah terapi. Seluruh data penelitian dimasukkan ke dalam lembar pengumpulan data untuk dilakukan tahap selanjutnya yaitu analisis statistik. Analisis dilakukan secara deskriptif terhadap perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah terapi pada masing-masing kombinasi obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Beta Blocker+Angiotensin Receptor Blocker dengan Beta Blocker+diuretik sama-sama menurunkan tekanan darah tetapi tidak ada perbedaan yang signifikan. Hasil ini dapat menjadi pertimbangan bagi tenaga medis dalam pemilihan terapi kombinasi yang optimal.