Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Implementasi Media Finger Picture And Bottle Caps Dalam Mengoptimalkan Konsentrasi Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun di SPS Apel 95 Kertonegoro Kecamatan Jenggawah Dwi Yuliana; Indah Kharismawati; Mahendra Aswit Sandra Barata
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4795

Abstract

Pembelajaran pada anak usia dini menekankan proses interaksi yang menyenangkan dan mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak, termasuk kognitif. Dalam prakteknya, guru sering menjumpai anak yang tampak tidak fokus, sering melamun atau sibuk dengan aktivitas lain selama kegiatan belajar, namun menariknya, beberapa anak justru mampu memahami materi dengan baik meski tidak menunjukkan perhatian visual atau verbal terhadap guru. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan media pembelajaran finger picture and bottle caps dapat mengoptimalkan konsentrasi dan minat belajar pada anak usia 4-5 tahun di SPS Apel 95 Kertonegoro Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember. Dua alat bantu sederhana yaitu gambar jari (finger picture) dan tutup botol (bottle caps) sangat efektif untuk membantu anak untuk lebih fokus dan berkonsentrasi. Gambar jari yang berupa cetakan atau pola jari berkode, bekerja dengan cara memberikan isyarat visual yang membuat anak untuk memperhatikan, memahami dan meniru pola yang ada. Selain itu, tutup botol berfungsi sebagai alat yang bisa dimainkan dan dipindahkan, dengan itu anak mampu melatih keterampilannya dengan mengambil dan menempatkan benda ini sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan media pembelajaran finger picture dan bottle caps merupakan bahan sederhana dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis data kualitatif milik Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga teknik yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penggunaan media finger picture dan bottle caps memberikan solusi strategi pembelajaran yang dapat diterapkan pendidik dalam mengatasi permasalahan rendahnya konsentrasi anak saat mengikuti kegiatan kognitif. Media ini memanfaatkan mengenal konsep kognitif warna dan angka dari gambar jari dan tutup botol untuk meningkatkan konsentrasi anak di SPS Apel 95. Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru dalam memilih dan merancang media yang sederhana, murah, mudah ditemukan, tetapi tetap efektif meningkatkan perhatian dan keterlibatan anak.
Peningkatan Kemampuan Kognitif Melalui Pemanfaatan Media Tutup Botol Bekas Pada Anak Usia 4-5 Tahun di RA Salsabila Ferawati Muslimah; Indah Kharismawati; Rizki Sevi Triana
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4832

Abstract

Anak usia 4–5 tahun berada pada tahap perkembangan kognitif yang penting sehingga memerlukan stimulasi yang tepat melalui pembelajaran yang menarik dan konkret. Namun, hasil observasi di RA Salsabila menunjukkan bahwa sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam mengenal konsep bilangan, menghitung benda, dan mengelompokkan warna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 4–5 tahun melalui pemanfaatan media tutup botol bekas. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif anak secara signifikan. Pada tahap prasiklus, tingkat ketuntasan hanya mencapai 20%. Pada siklus I meningkat menjadi 40% pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 6,66% Berkembang Sangat Baik (BSB). Pada siklus II meningkat menjadi 73,33% (BSH) dan 20% (BSB). Peningkatan ini terlihat pada kemampuan anak dalam mengelompokkan warna, menghitung benda, dan mengenal konsep bilangan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media tutup botol bekas efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 4–5 tahun di RA Salsabila. Selain itu, media ini mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, meningkatkan keaktifan anak, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui penggunaan bahan daur ulang.
Penigkatan Mengenal Huruf Melalui Permainan Plastisin Berbasis Multisensori Pada Anak Usia 5 – 6 Tahun di TK Raudlotul Ulum Mumbulsari Halimatus Sa'diah; Indah Kharismawati; Pipit Rika Wijaya
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4833

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya kemampuan anak usia 5–6 tahun dalam mengenal huruf di TK Raudlotul Ulum Mumbulsari. Kondisi tersebut terlihat dari sebagian besar anak yang belum mampu mengenali bentuk huruf, menyebutkan huruf, serta menghubungkan huruf dengan bunyinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan mengenal huruf melalui kegiatan bermain plastisin berbasis multisensori pada anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 11 anak kelompok B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengenal huruf pada anak. Pada tahap pra-siklus, persentase pencapaian sebesar 35%, meningkat pada siklus I menjadi 63,6%, dan pada siklus II mencapai 81,8%. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan bermain plastisin berbasis multisensori efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak usia 5–6 tahun di TK Raudlotul Ulum Mumbulsari melalui pembelajaran yang menarik dan menyenangkan dengan melibatkan berbagai indera.
Peningkatan Mengenal Bentuk Geometri Melalui Permainan Puzzle Pada Anak Usia 4-5 Tahun di KB Mutiarahati Ayu Purnamasari; Indah Kharismawati; Eka Olivia Dewi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4834

Abstract

Kemampuan mengenal bentuk geometri merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan kognitif anak usia dini yang perlu dikembangkan melalui pembelajaran yang menarik dan bermakna. Namun, pada praktiknya masih ditemukan anak yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep bentuk geometri secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan anak usia 4–5 tahun dalam mengenal berbagai bentuk geometri melalui aktivitas eksploratif yang berpusat pada anak dengan memanfaatkan media permainan puzzle di KB Mutiara Hati, Desa Karangrejo, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Stephen Kemmis dan Robin McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus selama empat minggu dengan subjek sebanyak 15 anak. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan indikator keberhasilan >75% anak mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media puzzle mampu meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal, mengelompokkan, dan menyebutkan bentuk-bentuk geometri secara bertahap hingga mencapai kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media permainan puzzle efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia dini.
Peningkatan Pemahaman Bahasa Indonesia Melalui Strategi Translanguaging Berbasis Cerita Rakyat Lokal Anak Usia 4-5 Tahun di TK Raudlotul Ulum Mumbulsari Wilda Al-Aluf; Indah Kharismawati; Pipit Rika Wijaya
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4871

Abstract

Rendahnya pemahaman Bahasa Indonesia pada anak usia dini sering menjadi kendala dalam proses pembelajaran, terutama pada lingkungan yang lebih dominan menggunakan bahasa daerah. Kondisi tersebut juga terjadi di TK Raudlotul Ulum, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman Bahasa Indonesia melalui strategi translanguaging berbasis cerita rakyat lokal di TK Raudlotul Ulum. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek penelitian anak usia dini di TK Raudlotul Ulum. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian hasil belajar anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi translanguaging berbasis cerita rakyat lokal mampu meningkatkan pemahaman Bahasa Indonesia anak. Hal ini terlihat dari meningkatnya kemampuan anak dalam memahami instruksi, menjawab pertanyaan, serta menceritakan kembali isi cerita dari siklus I ke siklus II.Strategi translanguaging berbasis cerita rakyat lokal efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman Bahasa Indonesia pada anak usia dini di TK Raudlotul Ulum. Strategi ini dapat menjadi alternatif pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan lingkungan bahasa anak.