Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Media Finger Picture And Bottle Caps Dalam Mengoptimalkan Konsentrasi Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun di SPS Apel 95 Kertonegoro Kecamatan Jenggawah Dwi Yuliana; Indah Kharismawati; Mahendra Aswit Sandra Barata
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4795

Abstract

Pembelajaran pada anak usia dini menekankan proses interaksi yang menyenangkan dan mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak, termasuk kognitif. Dalam prakteknya, guru sering menjumpai anak yang tampak tidak fokus, sering melamun atau sibuk dengan aktivitas lain selama kegiatan belajar, namun menariknya, beberapa anak justru mampu memahami materi dengan baik meski tidak menunjukkan perhatian visual atau verbal terhadap guru. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan media pembelajaran finger picture and bottle caps dapat mengoptimalkan konsentrasi dan minat belajar pada anak usia 4-5 tahun di SPS Apel 95 Kertonegoro Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember. Dua alat bantu sederhana yaitu gambar jari (finger picture) dan tutup botol (bottle caps) sangat efektif untuk membantu anak untuk lebih fokus dan berkonsentrasi. Gambar jari yang berupa cetakan atau pola jari berkode, bekerja dengan cara memberikan isyarat visual yang membuat anak untuk memperhatikan, memahami dan meniru pola yang ada. Selain itu, tutup botol berfungsi sebagai alat yang bisa dimainkan dan dipindahkan, dengan itu anak mampu melatih keterampilannya dengan mengambil dan menempatkan benda ini sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan media pembelajaran finger picture dan bottle caps merupakan bahan sederhana dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis data kualitatif milik Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga teknik yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penggunaan media finger picture dan bottle caps memberikan solusi strategi pembelajaran yang dapat diterapkan pendidik dalam mengatasi permasalahan rendahnya konsentrasi anak saat mengikuti kegiatan kognitif. Media ini memanfaatkan mengenal konsep kognitif warna dan angka dari gambar jari dan tutup botol untuk meningkatkan konsentrasi anak di SPS Apel 95. Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru dalam memilih dan merancang media yang sederhana, murah, mudah ditemukan, tetapi tetap efektif meningkatkan perhatian dan keterlibatan anak.
Peningkatan Kemampuan Kognitif Melalui Pemanfaatan Media Tutup Botol Bekas Pada Anak Usia 4-5 Tahun di RA Salsabila Ferawati Muslimah; Indah Kharismawati; Rizki Sevi Triana
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4832

Abstract

Anak usia 4–5 tahun berada pada tahap perkembangan kognitif yang penting sehingga memerlukan stimulasi yang tepat melalui pembelajaran yang menarik dan konkret. Namun, hasil observasi di RA Salsabila menunjukkan bahwa sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam mengenal konsep bilangan, menghitung benda, dan mengelompokkan warna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 4–5 tahun melalui pemanfaatan media tutup botol bekas. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif anak secara signifikan. Pada tahap prasiklus, tingkat ketuntasan hanya mencapai 20%. Pada siklus I meningkat menjadi 40% pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 6,66% Berkembang Sangat Baik (BSB). Pada siklus II meningkat menjadi 73,33% (BSH) dan 20% (BSB). Peningkatan ini terlihat pada kemampuan anak dalam mengelompokkan warna, menghitung benda, dan mengenal konsep bilangan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media tutup botol bekas efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 4–5 tahun di RA Salsabila. Selain itu, media ini mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, meningkatkan keaktifan anak, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui penggunaan bahan daur ulang.
Penigkatan Mengenal Huruf Melalui Permainan Plastisin Berbasis Multisensori Pada Anak Usia 5 – 6 Tahun di TK Raudlotul Ulum Mumbulsari Halimatus Sa'diah; Indah Kharismawati; Pipit Rika Wijaya
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4833

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya kemampuan anak usia 5–6 tahun dalam mengenal huruf di TK Raudlotul Ulum Mumbulsari. Kondisi tersebut terlihat dari sebagian besar anak yang belum mampu mengenali bentuk huruf, menyebutkan huruf, serta menghubungkan huruf dengan bunyinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan mengenal huruf melalui kegiatan bermain plastisin berbasis multisensori pada anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 11 anak kelompok B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengenal huruf pada anak. Pada tahap pra-siklus, persentase pencapaian sebesar 35%, meningkat pada siklus I menjadi 63,6%, dan pada siklus II mencapai 81,8%. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan bermain plastisin berbasis multisensori efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak usia 5–6 tahun di TK Raudlotul Ulum Mumbulsari melalui pembelajaran yang menarik dan menyenangkan dengan melibatkan berbagai indera.
Peningkatan Mengenal Bentuk Geometri Melalui Permainan Puzzle Pada Anak Usia 4-5 Tahun di KB Mutiarahati Ayu Purnamasari; Indah Kharismawati; Eka Olivia Dewi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4834

Abstract

Kemampuan mengenal bentuk geometri merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan kognitif anak usia dini yang perlu dikembangkan melalui pembelajaran yang menarik dan bermakna. Namun, pada praktiknya masih ditemukan anak yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep bentuk geometri secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan anak usia 4–5 tahun dalam mengenal berbagai bentuk geometri melalui aktivitas eksploratif yang berpusat pada anak dengan memanfaatkan media permainan puzzle di KB Mutiara Hati, Desa Karangrejo, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Stephen Kemmis dan Robin McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus selama empat minggu dengan subjek sebanyak 15 anak. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan indikator keberhasilan >75% anak mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media puzzle mampu meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal, mengelompokkan, dan menyebutkan bentuk-bentuk geometri secara bertahap hingga mencapai kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media permainan puzzle efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia dini.
Peningkatan Pemahaman Bahasa Indonesia Melalui Strategi Translanguaging Berbasis Cerita Rakyat Lokal Anak Usia 4-5 Tahun di TK Raudlotul Ulum Mumbulsari Wilda Al-Aluf; Indah Kharismawati; Pipit Rika Wijaya
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4871

Abstract

Rendahnya pemahaman Bahasa Indonesia pada anak usia dini sering menjadi kendala dalam proses pembelajaran, terutama pada lingkungan yang lebih dominan menggunakan bahasa daerah. Kondisi tersebut juga terjadi di TK Raudlotul Ulum, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman Bahasa Indonesia melalui strategi translanguaging berbasis cerita rakyat lokal di TK Raudlotul Ulum. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek penelitian anak usia dini di TK Raudlotul Ulum. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian hasil belajar anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi translanguaging berbasis cerita rakyat lokal mampu meningkatkan pemahaman Bahasa Indonesia anak. Hal ini terlihat dari meningkatnya kemampuan anak dalam memahami instruksi, menjawab pertanyaan, serta menceritakan kembali isi cerita dari siklus I ke siklus II.Strategi translanguaging berbasis cerita rakyat lokal efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman Bahasa Indonesia pada anak usia dini di TK Raudlotul Ulum. Strategi ini dapat menjadi alternatif pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan lingkungan bahasa anak.
PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN BALOK DAN RODA PINTAR UNTUK MENGENALKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF PADA ANAK USIA DINI DI TK DHARMA WANITA 02 TAMANSARI Miftahul Janah; Indah Kharismawati; Mahendra Aswit Sandra Barata
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11820

Abstract

Letter recognition is a fundamental competency in early childhood literacy development; however, monotonous instructional approaches frequently trigger disengagement and impede children's comprehension of letter forms and sounds. This study aims to describe the implementation of letter block and smart wheel media in letter recognition learning among Group B children at TK Dharma Wanita 02 Tamansari. A descriptive qualitative method was employed, involving 15 children aged 5–6 years and one classroom teacher as a supporting informant. Data were collected through participatory observation, semi-structured interviews, and documentation, subsequently analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing, and validated through technique triangulation, source triangulation, and member checking. Findings reveal that letter blocks effectively assisted children in recognizing letter forms through visual and motor stimulation, while the smart wheel supported phonemic awareness through auditory and verbal activities. A total of 12 out of 15 children demonstrated high enthusiasm, and 11 out of 15 were actively engaged throughout the learning sessions, accompanied by improvements in naming letters, distinguishing letter symbols, and associating letters with simple vocabulary. The combination of both media also contributed to the development of language skills, motor coordination, social competencies, and children's self-confidence. Nevertheless, the limited number of subjects and research duration warrant consideration for future studies, which are recommended to involve larger samples and extended intervention periods. ABSTRAK Pengenalan huruf merupakan kompetensi fundamental dalam perkembangan literasi anak usia dini, namun pendekatan pembelajaran yang monoton kerap memicu kejenuhan serta hambatan dalam memahami bentuk dan bunyi huruf. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi media balok huruf dan roda pintar dalam pembelajaran pengenalan huruf pada anak kelompok B di TK Dharma Wanita 02 Tamansari. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melibatkan 15 anak berusia 5–6 tahun dan satu guru kelas sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi melalui triangulasi teknik, triangulasi sumber, dan member checking. Temuan menunjukkan bahwa balok huruf efektif membantu anak mengenali bentuk huruf melalui stimulasi visual dan motorik, sementara roda pintar mendukung penguasaan bunyi huruf melalui aktivitas auditif dan verbal. Sebanyak 12 dari 15 anak memperlihatkan antusiasme tinggi, dan 11 dari 15 anak terlibat aktif selama pembelajaran, disertai peningkatan kemampuan menyebutkan nama huruf, membedakan simbol, serta mengaitkan huruf dengan kosakata sederhana. Kombinasi kedua media turut berkontribusi terhadap perkembangan bahasa, koordinasi motorik, keterampilan sosial, dan kepercayaan diri anak. Meskipun demikian, keterbatasan jumlah subjek dan durasi penelitian menjadi pertimbangan bagi studi lanjutan yang disarankan melibatkan sampel lebih besar dan periode intervensi lebih panjang.
IMPLEMENTASI PERMAINAN PAPER FOLDING DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4–5 TAHUN DI TK AL HIDAYAH SUNAN BONANG BALUNG JEMBER Arin Pratiwi; Indah Kharismawati; Mahendra Aswit Sandra Barata
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11981

Abstract

Optimal stimulation of fine motor skills is a crucial part of early childhood development, so the learning activities applied need to be adapted to the developmental characteristics of the students. However, preliminary observations conducted at TK Al Hidayah Sunan Bonang Balung Jember indicate that a number of children aged 4–5 years still face obstacles in carrying out activities that require coordinated movement between the hands and fingers. This condition highlights the need to implement learning activities that are enjoyable and able to attract children's interest, one of which is paper folding activities. This study aims to describe the implementation of paper folding activities as an effort to support fine motor development in children aged 4–5 years at TK Al Hidayah Sunan Bonang Balung Jember. A descriptive qualitative approach was applied in this research, with the research subjects being children from Group A. Data collection was carried out through observation of the learning process, interviews with the teacher and school principal, and documentation gathered throughout the implementation of the research. The data analysis process was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings reveal that paper folding activities provided a learning experience that contributed to improving children's hand-eye coordination, finger movement precision, and the ability to follow instructions step by step. In addition to fine motor aspects, this activity also fostered children's concentration, accuracy, and courage to complete tasks independently. Although some children still required guidance while folding, overall the paper folding activity proved to be a relevant alternative for stimulating fine motor skills in line with the learning characteristics of early childhood. ABSTRAK Stimulasi optimal terhadap kemampuan motorik halus menjadi bagian krusial dalam tumbuh kembang anak usia dini, sehingga aktivitas pembelajaran yang diterapkan perlu disesuaikan dengan karakteristik perkembangan peserta didik. Akan tetapi, observasi awal yang dilakukan di TK Al Hidayah Sunan Bonang Balung Jember mengindikasikan bahwa sejumlah anak pada rentang usia 4–5 tahun masih menghadapi hambatan dalam melaksanakan aktivitas yang menuntut keselarasan gerak antara tangan dan jari. Kondisi tersebut mendorong perlunya penerapan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mampu menarik minat anak, salah satunya melalui aktivitas paper folding. Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk memaparkan implementasi kegiatan paper folding sebagai upaya mendukung perkembangan motorik halus pada anak usia 4–5 tahun di TK Al Hidayah Sunan Bonang Balung Jember. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan dalam penelitian ini, dengan subjek penelitian berasal dari anak-anak kelompok A. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap proses pembelajaran, wawancara bersama guru dan kepala sekolah, serta dokumentasi yang dihimpun sepanjang pelaksanaan penelitian. Proses analisis data ditempuh melalui tahap reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa aktivitas paper folding memberikan pengalaman belajar yang berkontribusi pada peningkatan koordinasi mata dan tangan anak, ketepatan gerakan jari, serta kemampuan mengikuti instruksi secara bertahap. Di samping aspek motorik halus, kegiatan ini turut menumbuhkan konsentrasi, ketelitian, dan keberanian anak untuk menuntaskan tugas secara mandiri. Meskipun sebagian anak masih membutuhkan bimbingan saat melipat, secara keseluruhan kegiatan paper folding terbukti dapat dijadikan alternatif stimulasi motorik halus yang relevan dengan karakteristik belajar anak usia dini.
Penerapan Permainan Balok Warna dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Pada Anak Usia 3-4 Tahun Rifatul Umamah; Indah Kharismawati; Nury Kurnia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5142

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan tahap penting dalam mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak, salah satunya kemampuan kognitif dalam mengenal bentuk geometri. Pengenalan bentuk geometri perlu diberikan sejak dini melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan agar anak dapat memahami konsep bentuk secara optimal.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 3–4 tahun melalui penerapan permainan balok warna di KB Darul Jannah Bondowoso.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 15 anak yang terdiri atas 7 anak perempuan dan 8 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengenal bentuk geometri anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada tahap pra-siklus, ketuntasan klasikal hanya mencapai 20%, dengan sebagian besar anak (53,3%) berada pada kategori Belum Berkembang (BB). Setelah pelaksanaan tindakan pada Siklus I, ketuntasan klasikal meningkat menjadi 46,6%. Selanjutnya, pada Siklus II ketuntasan klasikal meningkat menjadi 100%, dengan 86,7% anak berada pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dan 13,3% pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan balok warna efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 3–4 tahun di KB Darul Jannah Bondowoso. Selain meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri, media permainan balok warna juga mampu meningkatkan konsentrasi, partisipasi, dan antusiasme anak selama proses pembelajaran.
Peningkatan Keberanian Berbicara Pada Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Role Playing dengan Menggunakan Media Boneka Tangan di KB Nurul Hidayah Situbondo Siti Junainah; Indah Kharismawati; Nury Kurnia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5143

Abstract

Kemampuan berbicara merupakan aspek perkembangan bahasa yang penting distimulasi sejak usia dini karena berperan membantu anak mengekspresikan pikiran, perasaan, dan gagasan. Berdasarkan observasi awal di KB Nurul Hidayah Situbondo, keberanian berbicara anak usia 4–5 tahun belum berkembang secara optimal, ditandai dengan rendahnya kepercayaan diri, rasa malu saat berkomunikasi, dan kurangnya keberanian menyampaikan pendapat secara lisan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keberanian berbicara anak usia 4–5 tahun melalui metode role playing berbantuan media boneka tangan di KB Nurul Hidayah Situbondo. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 9 anak usia 4–5 tahun. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan menghitung persentase ketercapaian indikator keberanian berbicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa role playing dengan media boneka tangan efektif meningkatkan keberanian berbicara anak. Pada tahap pratindakan, rata-rata ketercapaian indikator sebesar 25% (kategori Belum Berkembang/BB). Setelah tindakan Siklus I, ketercapaian meningkat menjadi 40,7% (kategori Mulai Berkembang/MB), dan meningkat lebih optimal pada Siklus II menjadi 73,6% (kategori Berkembang Sesuai Harapan/BSH). Peningkatan tersebut tampak dari keberanian anak tampil di depan kelas, berpartisipasi dalam percakapan, mengucapkan kalimat sederhana, menunjukkan rasa percaya diri, merespons percakapan teman, serta berkurangnya rasa malu dan keraguan saat berbicara. Dengan demikian, metode role playing berbantuan media boneka tangan terbukti efektif meningkatkan keberanian berbicara anak usia 4–5 tahun di KB Nurul Hidayah Situbondo.
Pengembangan APE Maze Warna Untuk Stimulasi Motorik Halus Anak usia 5-6 Tahun di KB Bustanul Ulum Kalisat Jember Karimah Karimah; Indah Kharismawati; Muhammad Agus Sugiarto
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5236

Abstract

Perkembangan motorik halus merupakan aspek krusial bagi kesiapan akademik anak usia 5-6 tahun. Observasi awal di KB Bustanul Ulum Kalisat Jember menunjukkan bahwa 6 dari 12 anak masih mengalami kesulitan dalam aktivitas motorik halus seperti memegang alat tulis dan mengikuti garis pola, yang disinyalir akibat dominasi penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang monoton. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Alat Permainan Edukatif (APE) Maze Warna dari bahan bekas yang valid, praktis, dan efektif untuk menstimulasi motorik halus anak. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek uji coba terdiri dari guru kelas B dan 12 peserta didik. Instrumen pengumpulan data meliputi angket validasi ahli materi dan ahli media, angket respon guru dan anak, serta lembar observasi motorik halus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) validasi ahli materi memperoleh persentase 96,67% dengan kategori "Sangat Baik"; (2) validasi ahli media memperoleh persentase 88,33% dengan kategori "Sangat Baik"; (3) respon guru memperoleh persentase 94,64% dengan kategori "Sangat Baik"; (4) respon anak memperoleh persentase 98,33% dengan kategori "Sangat Baik"; dan (5) hasil observasi motorik halus menunjukkan 100% anak mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dengan rata-rata skor 33,58. Dapat disimpulkan bahwa APE Maze Warna dari bahan bekas sangat layak digunakan sebagai media stimulasi motorik halus anak usia 5-6 tahun.