Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Masker Gel Peel-Off Esktrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Secara In Vitro Thomas, Nurain; Pakaya, Mahdalena Sy; Paneo, Mohamad Aprianto; Latif, Multiani S; Basri, Rakhmadana Fitraeni
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i1.3

Abstract

Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) mengandung sejumlah senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan seperti flavonoid. Senyawa antioksidan ini dapat menunda atau mencegah terjadinya reaksi oksidasi radikal bebas dalam oksidasi lipid, dimana antioksidan ini bekerja dengan cara memberikan salah satu elektronnya kepada radikal bebas. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental, dan tujuan dari penelitian ini yakni untuk memformulasikan kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dalam bentuk sediaan masker gel peel off yang stabil secara fisik, dan untuk mengetahui aktivitas mengetahui aktivitas antioksidan sediaan masker gel peel off ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) secara in vitro menggunakan metode DPPH. Penelitian ini diawali melakukan optimasi basis dengan variasi konsentrasi Natrium Alginat sebagai gelling agent yang terdiri dari F1 0%, F2 0,5%, dan F3 1%. Basis yang memenuhi syarat stabilitas fisik yaitu F2. Basis F2 dibuat sediaan masker gel dengan 3 variasi konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) yaitu FA 0,5%, FB 1%, dan FC 1,5%. Keempat diuji stabilitas fisik meliputi uji organoleptis dan homogenitas, daya sebar, daya lekat, waktu mengering, pH, viskositas, dan uji freeze thaw, serta pengujian aktivitas antioksidan secara in vitro menggunakan metode DPPH menggunakan Spektrofotometri UV-Vis dengan radikal bebas DPPH dan kontrol postitif Vitamin C sebagai pembanding. Hasil uji statistik One Way ANOVA uji stabilitas fisik uji organoleptis dan homogenitas, daya sebar, daya lekat, waktu mengering, dan pH yaitu p>0,05, hal ini menandakan tidak ada perubahan signifikan, artinya sediaan memiliki stabilitas fisik yang baik. Nilai aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 yang diperololeh yaitu FA (8,03 ppm), FB (4,69 ppm), dan FC (3,01 ppm), menunjukkan bahwa semua formula memiliki aktivitas antioksidan golongan sangat kuat karena nilai IC50 < 50 ppm.
Formulasi Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) Dalam Masker Gel Peel-Off Anti Aging Dengan Metode DPPH Paneo, Mohamad Aprianto; Pakaya, Mahdalena Sy; Thomas, Nurain; Moo, Faradila Ratu Cindana; Puluhulawa, Lisa Efriani; Thamrin, Rahmulia
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i1.6

Abstract

Anti aging merupakan suatu sediaan yang digunakan untuk menghambat proses kerusakan kulit (degenerative), sehingga mampu menghambat timbulnya tanda-tanda penuaan pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah membuat suatu formula masker gel peel-off dari ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yang memiliki kandungan flavonoid. Kulit jeruk nipis diekstrak dengan menggunakan metode maserasi, kemudian dilakukan identifikasi senyawa flavonoid yang kemudian dilanjutkan dengan optimasi basis gel HPMC dengan kosnentrasi F1 5%, F2 7% dan F3 10%. Setelah didapatkan basis terbaik dilanjutkan dengan formulasi sediaan. Sediaan yang telah diformulasi kemudian dievaluasi meliputi uji organoleptik, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji waktu mengering, dan uji Freeze Thaw. Sediaan diuji iritasi selama 3 x 24 jam dan kemudian dilakukan uji efektifitas dengan metode DPPH menggunakan instrumen spektrofotometri UV-Vis dengan konsentrasi ekstrak F1 0,25%, F2 0,5% dan F3 1%. Dimana pengukuran kekuatan antioksidan berdasarkan rumus inhibition concentrate 50 (IC50) pada hari ke 0 dan ke 28 dengan kategori antioksidan berada pada rentang antioksidan kuat sampai sedang dan diuji statistik dengan metode One Way – Anova (α=0,05). Hasil menunjukkan nilai dari masing-masing uji stabilitas fisik lebih besar dari 0.05 yang berarti tidak ada perubahan signifikan pada masing-masing uji stabilitas.
Pengaruh PhytoSolve 8004 Terhadap Stabilitas Fisik Krim Liposom Ceramide Tungadi, Robert; Thomas, Nurain; Ramadhani, Fika Nuzul; Paneo, Mohamad Aprianto; Kahar, Oktaviani
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 3 (2024): Vol 1, No. 3, 2024 : Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i3.7

Abstract

Ceramide merupakan komponen utama lipid interseluler dari stratum korneum yang diproduksi secara alami di kulit. Namun ceramide dapat berkurang seiring dengan bertambahnya usia dan faktor lainnya sehingga menyebabkan kulit menjadi kering. Untuk itu ceramide diformulasikan ke dalam bentuk liposom yang selanjutnya dibuat dalam bentuk krim dengan basis PhytoSolve 8004. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh PhytoSolve 8004 terhadap stabilitas fisik krim liposom ceramide. Penelitian ini diawali dengan pembuatan liposom ceramide kemudian dilakukan karakterisasi menggunakan PSA (Particle Size Analyzer) dengan hasil 104 nm, PDI yaitu 0,205; dan entrapment efficiency sebesar 79,07%. Selanjutnya dilakukan pembuatan sediaan krim dengan berbagai variasi konsentrasi PhytoSolve 8004 yaitu F1 10%; F2 15%; dan F3 20%. Ketiga formula dievaluasi sifat fisiknya meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas dan pengujian freeze thaw. Hasil evaluasi fisik dari ketiga formula sediaan krim liposom ceramide memenuhi persyaratan evaluasi fisik yang baik. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variasi konsentrasi PhytoSolve 8004 yang digunakan dalam formula terhadap stabilitas fisik krim liposom ceramide.
Pengembangan Teknik Matriks Patch Alpha Arbutin Berbasis Nanoemulsi dan Uji Permeasi secara In Vitro Tungadi, Robert; Paneo, Mohamad Aprianto; Nurkamiden, Firman
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i2.52

Abstract

Alpha arbutin adalah metabolit sekunder golongan glikosida fenolik dan turunan alami dari hydroquinone, yang dapat menghambat produksi enzim tirosinase, sehingga tidak terjadi hiperpigmentasi. Alpha arbutin bersifat hidrofilik yang sulit berdifusi melalui stratum corneum, oleh karena itu alpha arbutin diformulasikan ke dalam bentuk nanoemulsi untuk meningkatkan kemampuan penetrasi alpha arbutin ke dalam stratum korneum. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pengembangan matriks polimer patch nanoemulsi alpha arbutin terhadap penetrasi alpha arbutin. Penelitian ini diawali dengan pembuatan nanoemulsi alpha arbutin yang kemudian dikarakterisasi menggunakan Particle Size Analyzer (PSA), serta dievaluasi pH dan viskositas dari nanoemulsi alpha arbutin. Nanoemulsi alpha arbutin diformulasikan ke dalam bentuk sediaan patch dengan pengembangan matriks dari polimer NaCMC, HPMC dan HEC, kemudian dilakukan evaluasi fisik serta uji penetrasi menggunakan metode difusi franz. Hasil penelitian menunjukkan karakterisasi nanoemulsi alpha arbutin dengan ukuran partikel sebesar 60,4 nm serta indeks polidispersitas sebesar 0,305. Formulasi patch nanoemulsi alpha arbutin F1, F2, F3 memenuhi persyaratan evaluasi fisik sediaan patch yang baik dengan pengembangan polimer. Polimer yang baik ditujukan dengan polimer NaCMC 2% kemudian diikuti dengan polimer HPMC 2% dan HEC 3%. Hasil uji penetrasi menunjukkan persen kumulatif alpha arbutin yang terpenetrasi selama 24 jam untuk F1, F2, dan F3 secara berturut-turut adalah 0.6905%, 0.5220%, dan 0.3595%. Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pengujian evaluasi dan pengujian penetrasi patch nanoemulsi alpha arbutin dengan pengembangan polimer matriks NaCMC, HPMC dan HEC.
Formulasi, Karakterisasi, dan Evaluasi Sediaan Krim Antosianin Berbasis Fitosom Paneo, Mohamad Aprianto; Tungadi, Robert; Thomas, Nurain; Ramadhani, Fika Nuzul; Mumtazah, Naharil
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 3 (2024): Vol 1, No. 3, 2024 : Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i3.78

Abstract

Antosianin sebagai antioksidan alami dapat berperan penting dalam mencegah terjadinya photoaging, yaitu dengan menetralisir spesies oksigen reaktif (ROS) dan mencegah kerusakan pada permukaan kulit akibat paparan radiasi ultraviolet. Namun, antosianin bersifat kurang stabil, rentan terhadap suhu tinggi, dan cahaya, mudah teroksidasi, serta akibat sifatnya yang hidrofilik antosianin sulit untuk berpenetrasi pada kulit. Untuk mengatasi masalah tersebut, antosianin dibuat dalam bentuk fitosom, yang kemudian diformulasikan dalam sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi, karakterisasi, dan evaluasi sediaan krim antosianin berbasis fitosom. Metode penelitian ini dimulai dengan pembuatan fitosom dengan menggunakan metode injeksi etanol, kemudian fitosom dikarakterisasi meliputi ukuran partikel menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) dan persen efisiensi penjerapan (%EE). Fitosom antosianin kemudian diformulasikan kedalam bentuk krim dan dilakukan evaluasi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan freezethaw. Hasil penelitian menunjukkan karakterisasi F1, F2, dan F3 fitosom antosianin secara berturut-turut yaitu ukuran partikel sebesar 161 nm, 150,5 nm, 130,5 nm serta indeks polidispersitas 0,285; 0,305; 0,21 dengan nilai efisiensi penjerapan sebesar 94,3%, 91,1%, dan 97,0%. Kemudian hasil evaluasi organoleptis krim menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antar ketiga formula baik dalam bentuk warna, bau, dan tekstur, uji homogenitas menunjukkan bahawa ketiga formula homogen, uji pH yang dihasilkan yaitu pada rentang 6,7-6,8, uji viskositas sediaan yang dihasilkan yaitu sekitar 9.440-10.800 Cps, uji daya sebar yang dihasilkan yaitu pada rentang 5-7 cm, uji daya lekat yang dihasilkan yaitu 11-18 detik, dan uji freezethaw menunjukkan hasil bahwa tidak terjadi perubahan yang signifikan terhadap uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat, sedangkan pada uji viskositas menunjukkan peningkatan viskositas sebesar 12.320-15.040 Cps. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ketiga formula krim fitosom antosianin memenuhi persyaratan krim yang baik.
Formulasi Dan Evaluasi Sedian Gel Sabun Cuci Tangan Ekstrak Jeruk Kalamansi (Citrus Microcarpa) Suryadi, A. Mu’thi Andy; Paneo, Mohamad Aprianto; Thomas, Nurain; Manno, Mohamad Reski; Sabrina, Putri Febbiyanti
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 2 No. 1 (2025): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v2i1.145

Abstract

Jeruk Kalamansi (Citrus Microcarpa) telah dimanfaatkan bidang baik dalam bidang pangan, kosmetik, maupun pengobatan. Komponen-komponen utama dalam jeruk kalamansi (Citrus Microcarpa) yaitu Limonen, Asam dekanoat, Stearat, Asam linoleat, Flavonoid, dan Tanin. Sehingga perlu untuk dilakukan pengembangan ekstrak jeruk kalamansi (Citrus Microcarpa) untuk memformulasi dalam sedian gel sabun cuci tangan. Penelitian bertujuan Untuk memformulasi Serta Mengevaluasi Sediaan gel. Penelitian ini dilakukan dengan ekstraksi secara evaporasi. Formulasi ekstrak jeruk kalamansi (Citrus Microcarpa) dengan memvariasikan kosentrasi ekstrak jeruk kalamansi F1 (10%), F2 (30%), F3 (40%). Semua formulasi di evaluasi fisik meliputi evaluasi organoleptik F1 dan F2 memiliki warna hijau kecoklatan dan F3 memiliki warna hijau kehitaman,bau  F1 F2 F3 memiliki bau khas zat aktif dan memiliki tekstur semi padat. Pada evaluasi pH F1 F2 F3 memiliki pH 5-6. Pada evaluasi viskositas pada F1 3807 cps, F2 3870 cps dan pada F3 memiliki nilai visko 3924 cps. Pada evaluasi daya sebar pada F1 dan F2 memiliki daya sebar 5 cm dan pada F3 memiliki viskositas 6,08 cm. Pada evaluasi Tinggi Busa pada F1 F2 F3 memiliki tinggi busa 2 cm. Pada daya hambat bakteri Hasil penelitian mendapatkan hasil yang menunjukan kosentrasi F3 40% dapat membunuh bakteri Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa. Berdasarkan hasil evaluasi  dari ke 3 formula F3 memiliki hasil yang paling baik
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Exfoliating Gel Sari Buah Anggur (Vitis vinifera L.) Mustapa, Mohamad Adam; Paneo, Mohamad Aprianto; Puluhulawa, Lisa Efriani; Latif, Multiani S; Nani, Indriyati
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 2 No. 1 (2025): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v2i1.150

Abstract

Buah anggur adalah salah satu buah yang dikenal kaya akan antioksidan dan mengandung vitamin C dalam bentuk asam tartarat. Asam tartarat adalah salah satu jenis dari Alpha Hydroxy Acids (AHA) yang dapat mengangkat sel kulit mati, sehingga sel kulit baru dibawahnya menjadi lebih terlihat. Selain asam tartarat, arang aktif sebagai scrub alami yang bermanfaat untuk menyerap bakteri dan kotoran dari kulit, mengangkat sel kulit mati, menghilangkan jerawat, mengecilkan pori kulit. Sehingga kulit menjadi bersih dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang formulasi dan mengevaluasi sediaan exfoliating gel yang dibuat dari sari buah anggur (Vitis vinifera L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan sari buah anggur (Vitis vinifera L.) dan Carbopol sebagai basis gel dengan konsentrasi 1,5%. Sediaan exfoliating gel yang dihasilkan diuji stabilitas fisik meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat,dan lama waktu mengering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan exfoliating gel berwarna hitam, bau vanila, dan bertekstur semi solid, tidak homogen karena adanya bahan scrub yang memang tidak dirancang larut. Sediaan memiliki pH 5,5, daya sebar 6,82 cm, daya lekat 2,5 detik, viskositas 3.896 cps dan uji waktu mengering 15 menit. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sari buah anggur (Vitis vinifera L.) dapat diformulasikan sebagai exfoliating gel.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Emulgel Sabun Cuci Tangan dari Ekstrak Tomat (Solanum Lycopersicum L.) Suryadi, A. Mu'thi Andy; Paneo, Mohamad Aprianto; Djuwarno, Endah Nurrohwinta; Balikan, Virginia
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 2 No. 1 (2025): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v2i1.166

Abstract

Penggunaan sabun antiseptik bertujuan untuk kebersihan tangan dan atau untuk membunuh bakteri yang ada di tangan, Bakteri yang tumbuh pada tangan dapat di hambat atau di bunuh dengan memanfaatkan kandungan dari salah satu bahan alam yaitu buah tomat. Buah tomat memiliki beberapa kandungan metabolit sekunder seperti,  flavonoid, saponin, dan alkaloid senyawa ini memiliki efek sebagai antibakteri. Emulgel dapat digunakan untuk formulasi zat aktif yang sukar larut dalam air. Zat yang tidak larut air akan berada pada fase minyak yang terdispersi dalam fase air yang mengandung gelling agent. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan emulgel sabun cuci tangan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Evaluasi sediaan emulgel sabun cuci tangan diantaranya uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, Uji stabiltas busa dan uji viskositas dan uji anti bakteri. Hasil pemeriksaan kualitas sediaan organoleptik menghasilkan warna kemerahan, dengan tekstur yang kental, uji homogenitas menghasilkan sediaan yang homogen, uji pH yang dihasilkan 7, uji daya sebar menghasilkan daya sebar sebesar 5 cm, uji stabilitas busa menghasilkan tinggi busa sebesar 10 cm, uji viskositas menghasilkan viskositas gel 755 Cps, dan uji anti bakteri di dapati lemah. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah tomat dapat dijadikan sebagai zat aktif dalam formulasi sediaan emulgel sabun cuci tangan.
Formulasi dan Evaluasi sediaan Handwash Emulgel dari Sari umbi Wortel (Daucus carota.) adam mustapa, mohamad; aprianto paneo, mohamad; Uno, Wiwit Zuriati; Anggai, Rifka Anggraini; Olii, Zihan Maura Putri
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 1 No. 3 (2024): Volume 1, Nomor 3, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v1i3.134

Abstract

Carrots are a vegetable that has health benefits. Carrot tubers contain saponin, besides that the leaves contain tannin and the tubers have an antibacterial effect against gram-positive and gram-negative bacteria. Flavonoids in carrot tubers are known to inhibit the bacteria Propionibacterium acne, Staphylococcus aureus, Escherichia coli. This research aims to determine the formulation and evaluation of carrot root juice (Daucus carota L.) in the form of emulgel hand washing soap, using experimental laboratory methods. This research began with optimizing the HPMC gel base to see the concentration of the gel base using three different concentration variations, namely (0.5%), (1%), and (1.5%), of these three concentrations HPMC produced the base. gel with good viscosity and clarity, namely 1%. Then the Handwash Emulgel preparation was formulated in one formula with an active substance concentration of (20%) and HPMC base (1%). Evaluation of the Handwash Emulgel preparation includes organoleptic tests (mint aroma, orange color, thick gel form), viscosity test gets 1400 Cp, pH test gets pH 7, homogeneity test gets homogeneous results, foam height test gets 30mm. The research results show that carrot root juice (Daucus carota L.) can be formulated as an active substance in making hand washing soap emulgel preparations.
Pengaruh Konsentrasi Tween 80 terhadap Pembentukan Nanopartikel Polimerik Pullulan–Glabridin Irmayanti, Irmayanti; Ain Thomas, Nur; Paneo, Mohamad Aprianto; Suyadi, A. Mu’thi Andy; Papeo, Dizky Ramadani Putri
-
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jrpi.v3i1.36595

Abstract

Nanoparticle-based drug delivery systems have been widely developed to enhance the solubility, stability, and bioavailability of hydrophobic bioactive compounds such as glabridin. Glabridin is a major flavonoid derived from Glycyrrhiza glabra with various pharmacological activities; however, its application is limited due to poor water solubility and susceptibility to degradation. This study aimed to evaluate the effect of Tween 80 concentration on the physicochemical characteristics of pullulan–glabridin polymeric nanoparticles prepared using the nanoprecipitation method. Pullulan was employed as a biodegradable and biocompatible polymer matrix, while Tween 80 was used as a non-ionic surfactant at concentrations of 0.4%, 0.6%, and 0.8%. The nanoparticles were freeze-dried and characterized for particle size, polydispersity index (PDI), zeta potential, entrapment efficiency (EE), drug loading (DL), and Fourier Transform Infrared (FTIR) analysis. The results showed that increasing Tween 80 concentration significantly improved nanoparticle characteristics. Nanoparticles with sizes of 105–145 nm, lower PDI values, and enhanced colloidal stability were obtained. The highest EE (87.60%) and DL (8.76%) were achieved at 0.8% Tween 80. FTIR analysis confirmed the absence of chemical degradation or interaction, indicating stable nanoparticle formation.
Co-Authors A.Mu’thi Andy Suryadi Abdulkadir, Widi Susanti Aditya Naufal Maulana Aisyah Agustina Mokoginta Alfa B Handayani Anasiru, Rayhan Firman Andi Makkulawu Andi Makkulawu Andy Suryadi, A. Mu'thi Anggai, Rifka Anggraini Angreni Ayuhastuti ANWAR IBRAHIM, ANWAR Ariani H. Hutuba Arsyad, Rival Al-fazri Ayu Maloho, Sity Nur Rahayu Maloho Balikan, Virginia Banne, Pratiwi Zesika baruadi., siti_yustika. Basri, Rakhmadana Fitraeni Cristian Polamolo Djayadi Azis Djayadi Azis Dolih Gozali Dr. Apt. Hamsidar Hasan S.Si.,M.Si Dyah Mashita Nur Hanan Rahim Endah N. Djuwarno Endah Nurrohwinta Djuwarno Faradila Ratu Cindana Fauziah Rahmola Fika Nuzul Ramadhani Fira Irianti Umar Hari Restu Putra Martam Murad Hiola, Faramita Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Isha Isa Ishak Isa Ishak, Siti Magfira Jumantrin, Nur Fitriah Kadaria Toana Kahar, Oktaviani Karmila Lihawa La Ode Aman Larastiyas Pulukadang LATIF, MULTIANI S Latif, Multiani S. Lihawa, Karmila Lisa Efriani Puluhulawa Lutfia Nurfadila Arifin Madania, Madania Mahdalena Sy Pakaya Mahdalena Sy. Pakaya Makkulawu, Andi Manno, Mohamad Reski Manno, Mohammad Reski Moh. Rivai Nakoe Mohamad Adam Mustapa Mohamad Tahir Palowa Moo, Faradila Ratu Cindana Muhammad Taupik Multiani S Latif Mumtazah, Naharil Munafri, Nur Alifia Karina Nabila Husnunnisa Ismail Najwa Athifah Tsamarah Umar Nani, Indriyati Nasrun Pakaya Nikmasari Pakaya Nur Ain Thomas Nur Rasdianah Nurain Abdullah Nurkamiden, Firman Nurkamiden, Sri Devi Maharani Olii, Zihan Maura Putri Palowa, Mohamad Tahir Papeo, Dizky Ramadani Putri Pido, Nur Huda Pratiwi Abdullah Puluhulawa, Lisa Efriani Radjak, Fahmi As Raji, Andre Rani Orelia A. Unga Rasdiana, Nur Rauf, Shalwa Azahrah Rismayani, Nur Riyanti Djafar Robert Tungadi Sabrina, Putri Sabrina, Putri Febbiyanti Serly Daud Siti Ruqaiyah Lakoro Sitty Ainsyah Habibie Solang, Wicawati Van Suleman, Putri Rawe Suryadi, A Mu'thi Andy Suryadi, A. Mu'thi Andy Suryadi, A. Mu’thi Andy Suyadi, A. Mu’thi Andy Taofik Rusdiana Teti Sutriyati Tuloli Teti Tuloli Thamrin, Rahmulia Timo, Nur Kharisma Ekaputri Widi Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Wiwit Zuriati Uno Wiwit Zuriati Uno Zulkifli B Pomalango