Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Teknik Matriks Patch Alpha Arbutin Berbasis Nanoemulsi dan Uji Permeasi secara In Vitro Tungadi, Robert; Paneo, Mohamad Aprianto; Nurkamiden, Firman
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i2.52

Abstract

Alpha arbutin adalah metabolit sekunder golongan glikosida fenolik dan turunan alami dari hydroquinone, yang dapat menghambat produksi enzim tirosinase, sehingga tidak terjadi hiperpigmentasi. Alpha arbutin bersifat hidrofilik yang sulit berdifusi melalui stratum corneum, oleh karena itu alpha arbutin diformulasikan ke dalam bentuk nanoemulsi untuk meningkatkan kemampuan penetrasi alpha arbutin ke dalam stratum korneum. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pengembangan matriks polimer patch nanoemulsi alpha arbutin terhadap penetrasi alpha arbutin. Penelitian ini diawali dengan pembuatan nanoemulsi alpha arbutin yang kemudian dikarakterisasi menggunakan Particle Size Analyzer (PSA), serta dievaluasi pH dan viskositas dari nanoemulsi alpha arbutin. Nanoemulsi alpha arbutin diformulasikan ke dalam bentuk sediaan patch dengan pengembangan matriks dari polimer NaCMC, HPMC dan HEC, kemudian dilakukan evaluasi fisik serta uji penetrasi menggunakan metode difusi franz. Hasil penelitian menunjukkan karakterisasi nanoemulsi alpha arbutin dengan ukuran partikel sebesar 60,4 nm serta indeks polidispersitas sebesar 0,305. Formulasi patch nanoemulsi alpha arbutin F1, F2, F3 memenuhi persyaratan evaluasi fisik sediaan patch yang baik dengan pengembangan polimer. Polimer yang baik ditujukan dengan polimer NaCMC 2% kemudian diikuti dengan polimer HPMC 2% dan HEC 3%. Hasil uji penetrasi menunjukkan persen kumulatif alpha arbutin yang terpenetrasi selama 24 jam untuk F1, F2, dan F3 secara berturut-turut adalah 0.6905%, 0.5220%, dan 0.3595%. Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pengujian evaluasi dan pengujian penetrasi patch nanoemulsi alpha arbutin dengan pengembangan polimer matriks NaCMC, HPMC dan HEC.
Formulasi, Karakterisasi, dan Evaluasi Sediaan Krim Antosianin Berbasis Fitosom Paneo, Mohamad Aprianto; Tungadi, Robert; Thomas, Nurain; Ramadhani, Fika Nuzul; Mumtazah, Naharil
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 3 (2024): Vol 1, No. 3, 2024 : Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i3.78

Abstract

Antosianin sebagai antioksidan alami dapat berperan penting dalam mencegah terjadinya photoaging, yaitu dengan menetralisir spesies oksigen reaktif (ROS) dan mencegah kerusakan pada permukaan kulit akibat paparan radiasi ultraviolet. Namun, antosianin bersifat kurang stabil, rentan terhadap suhu tinggi, dan cahaya, mudah teroksidasi, serta akibat sifatnya yang hidrofilik antosianin sulit untuk berpenetrasi pada kulit. Untuk mengatasi masalah tersebut, antosianin dibuat dalam bentuk fitosom, yang kemudian diformulasikan dalam sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi, karakterisasi, dan evaluasi sediaan krim antosianin berbasis fitosom. Metode penelitian ini dimulai dengan pembuatan fitosom dengan menggunakan metode injeksi etanol, kemudian fitosom dikarakterisasi meliputi ukuran partikel menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) dan persen efisiensi penjerapan (%EE). Fitosom antosianin kemudian diformulasikan kedalam bentuk krim dan dilakukan evaluasi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan freezethaw. Hasil penelitian menunjukkan karakterisasi F1, F2, dan F3 fitosom antosianin secara berturut-turut yaitu ukuran partikel sebesar 161 nm, 150,5 nm, 130,5 nm serta indeks polidispersitas 0,285; 0,305; 0,21 dengan nilai efisiensi penjerapan sebesar 94,3%, 91,1%, dan 97,0%. Kemudian hasil evaluasi organoleptis krim menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antar ketiga formula baik dalam bentuk warna, bau, dan tekstur, uji homogenitas menunjukkan bahawa ketiga formula homogen, uji pH yang dihasilkan yaitu pada rentang 6,7-6,8, uji viskositas sediaan yang dihasilkan yaitu sekitar 9.440-10.800 Cps, uji daya sebar yang dihasilkan yaitu pada rentang 5-7 cm, uji daya lekat yang dihasilkan yaitu 11-18 detik, dan uji freezethaw menunjukkan hasil bahwa tidak terjadi perubahan yang signifikan terhadap uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat, sedangkan pada uji viskositas menunjukkan peningkatan viskositas sebesar 12.320-15.040 Cps. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ketiga formula krim fitosom antosianin memenuhi persyaratan krim yang baik.
Formulasi Dan Evaluasi Sedian Gel Sabun Cuci Tangan Ekstrak Jeruk Kalamansi (Citrus Microcarpa) Suryadi, A. Mu’thi Andy; Paneo, Mohamad Aprianto; Thomas, Nurain; Manno, Mohamad Reski; Sabrina, Putri Febbiyanti
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 2 No. 1 (2025): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v2i1.145

Abstract

Jeruk Kalamansi (Citrus Microcarpa) telah dimanfaatkan bidang baik dalam bidang pangan, kosmetik, maupun pengobatan. Komponen-komponen utama dalam jeruk kalamansi (Citrus Microcarpa) yaitu Limonen, Asam dekanoat, Stearat, Asam linoleat, Flavonoid, dan Tanin. Sehingga perlu untuk dilakukan pengembangan ekstrak jeruk kalamansi (Citrus Microcarpa) untuk memformulasi dalam sedian gel sabun cuci tangan. Penelitian bertujuan Untuk memformulasi Serta Mengevaluasi Sediaan gel. Penelitian ini dilakukan dengan ekstraksi secara evaporasi. Formulasi ekstrak jeruk kalamansi (Citrus Microcarpa) dengan memvariasikan kosentrasi ekstrak jeruk kalamansi F1 (10%), F2 (30%), F3 (40%). Semua formulasi di evaluasi fisik meliputi evaluasi organoleptik F1 dan F2 memiliki warna hijau kecoklatan dan F3 memiliki warna hijau kehitaman,bau  F1 F2 F3 memiliki bau khas zat aktif dan memiliki tekstur semi padat. Pada evaluasi pH F1 F2 F3 memiliki pH 5-6. Pada evaluasi viskositas pada F1 3807 cps, F2 3870 cps dan pada F3 memiliki nilai visko 3924 cps. Pada evaluasi daya sebar pada F1 dan F2 memiliki daya sebar 5 cm dan pada F3 memiliki viskositas 6,08 cm. Pada evaluasi Tinggi Busa pada F1 F2 F3 memiliki tinggi busa 2 cm. Pada daya hambat bakteri Hasil penelitian mendapatkan hasil yang menunjukan kosentrasi F3 40% dapat membunuh bakteri Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa. Berdasarkan hasil evaluasi  dari ke 3 formula F3 memiliki hasil yang paling baik
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Exfoliating Gel Sari Buah Anggur (Vitis vinifera L.) Mustapa, Mohamad Adam; Paneo, Mohamad Aprianto; Puluhulawa, Lisa Efriani; Latif, Multiani S; Nani, Indriyati
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 2 No. 1 (2025): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v2i1.150

Abstract

Buah anggur adalah salah satu buah yang dikenal kaya akan antioksidan dan mengandung vitamin C dalam bentuk asam tartarat. Asam tartarat adalah salah satu jenis dari Alpha Hydroxy Acids (AHA) yang dapat mengangkat sel kulit mati, sehingga sel kulit baru dibawahnya menjadi lebih terlihat. Selain asam tartarat, arang aktif sebagai scrub alami yang bermanfaat untuk menyerap bakteri dan kotoran dari kulit, mengangkat sel kulit mati, menghilangkan jerawat, mengecilkan pori kulit. Sehingga kulit menjadi bersih dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang formulasi dan mengevaluasi sediaan exfoliating gel yang dibuat dari sari buah anggur (Vitis vinifera L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan sari buah anggur (Vitis vinifera L.) dan Carbopol sebagai basis gel dengan konsentrasi 1,5%. Sediaan exfoliating gel yang dihasilkan diuji stabilitas fisik meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat,dan lama waktu mengering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan exfoliating gel berwarna hitam, bau vanila, dan bertekstur semi solid, tidak homogen karena adanya bahan scrub yang memang tidak dirancang larut. Sediaan memiliki pH 5,5, daya sebar 6,82 cm, daya lekat 2,5 detik, viskositas 3.896 cps dan uji waktu mengering 15 menit. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sari buah anggur (Vitis vinifera L.) dapat diformulasikan sebagai exfoliating gel.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Emulgel Sabun Cuci Tangan dari Ekstrak Tomat (Solanum Lycopersicum L.) Suryadi, A. Mu'thi Andy; Paneo, Mohamad Aprianto; Djuwarno, Endah Nurrohwinta; Balikan, Virginia
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 2 No. 1 (2025): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v2i1.166

Abstract

Penggunaan sabun antiseptik bertujuan untuk kebersihan tangan dan atau untuk membunuh bakteri yang ada di tangan, Bakteri yang tumbuh pada tangan dapat di hambat atau di bunuh dengan memanfaatkan kandungan dari salah satu bahan alam yaitu buah tomat. Buah tomat memiliki beberapa kandungan metabolit sekunder seperti,  flavonoid, saponin, dan alkaloid senyawa ini memiliki efek sebagai antibakteri. Emulgel dapat digunakan untuk formulasi zat aktif yang sukar larut dalam air. Zat yang tidak larut air akan berada pada fase minyak yang terdispersi dalam fase air yang mengandung gelling agent. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan emulgel sabun cuci tangan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Evaluasi sediaan emulgel sabun cuci tangan diantaranya uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, Uji stabiltas busa dan uji viskositas dan uji anti bakteri. Hasil pemeriksaan kualitas sediaan organoleptik menghasilkan warna kemerahan, dengan tekstur yang kental, uji homogenitas menghasilkan sediaan yang homogen, uji pH yang dihasilkan 7, uji daya sebar menghasilkan daya sebar sebesar 5 cm, uji stabilitas busa menghasilkan tinggi busa sebesar 10 cm, uji viskositas menghasilkan viskositas gel 755 Cps, dan uji anti bakteri di dapati lemah. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah tomat dapat dijadikan sebagai zat aktif dalam formulasi sediaan emulgel sabun cuci tangan.
Pengaruh Konsentrasi Tween 80 terhadap Pembentukan Nanopartikel Polimerik Pullulan–Glabridin Irmayanti, Irmayanti; Ain Thomas, Nur; Paneo, Mohamad Aprianto; Suyadi, A. Mu’thi Andy; Papeo, Dizky Ramadani Putri
-
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jrpi.v3i1.36595

Abstract

Nanoparticle-based drug delivery systems have been widely developed to enhance the solubility, stability, and bioavailability of hydrophobic bioactive compounds such as glabridin. Glabridin is a major flavonoid derived from Glycyrrhiza glabra with various pharmacological activities; however, its application is limited due to poor water solubility and susceptibility to degradation. This study aimed to evaluate the effect of Tween 80 concentration on the physicochemical characteristics of pullulan–glabridin polymeric nanoparticles prepared using the nanoprecipitation method. Pullulan was employed as a biodegradable and biocompatible polymer matrix, while Tween 80 was used as a non-ionic surfactant at concentrations of 0.4%, 0.6%, and 0.8%. The nanoparticles were freeze-dried and characterized for particle size, polydispersity index (PDI), zeta potential, entrapment efficiency (EE), drug loading (DL), and Fourier Transform Infrared (FTIR) analysis. The results showed that increasing Tween 80 concentration significantly improved nanoparticle characteristics. Nanoparticles with sizes of 105–145 nm, lower PDI values, and enhanced colloidal stability were obtained. The highest EE (87.60%) and DL (8.76%) were achieved at 0.8% Tween 80. FTIR analysis confirmed the absence of chemical degradation or interaction, indicating stable nanoparticle formation.
Analisis Penerapan Metode ATC/DDD dan DU90% Dalam Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Stella Maris Makassar Arsyad, Rival Al-fazri; Pakaya, Mahdalena Sy.; Paneo, Mohamad Aprianto; Rasdianah, Nur; Madania, Madania
-
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jrpi.v3i1.36531

Abstract

The antimicrobial resistance (AMR) crisis poses a serious threat to global health, making the rational use of antibiotics a priority within Antimicrobial Stewardship (AMS) programs. This study aims to evaluate the patterns and quantity of antibiotic use among inpatient populations at Stella Maris Hospital Makassar using the Anatomical Therapeutic Chemical (ATC) classification, Defined Daily Dose (DDD), and Drug Utilization (DU) 90% methods. This research employed a retrospective descriptive observational design using medical record data of patients who received antibiotic therapy from October to December 2024. The analysis was conducted by calculating DDD per 100 patient-days and identifying antibiotics contributing to 90% of total use. The results showed eight types of antibiotics were utilized. The three antibiotics with the highest DDD/100 patient-days were Cefuroxime (13.43), Ceftriaxone (11.8), and Cefotiam (10), which, together with Moxifloxacin, were included in the DU 90% segment. The predominance of second-generation cephalosporins—particularly among diagnoses such as unspecified fever, bronchiectasis, typhoid, and bronchitis—indicates a tendency toward broad-spectrum empirical therapy in chronic pulmonary conditions such as COPD and bronchiectasis. In conclusion, antibiotic use at Stella Maris Hospital Makassar is dominated by the cephalosporin class, highlighting the need for ongoing evaluation and strengthened implementation of AMS programs to optimize antibiotic therapy, improve treatment effectiveness, and reduce the risk of increasing antimicrobial resistance at the hospital level.
Inovasi Kue Cup Brudel Fungsional : Formulasi Jahe, Kunyit, dan Ubi Ungu Sebagai Pangan Sehat Untuk Kesehatan Jantung dan Tulang Paneo, Mohamad Aprianto; Thomas, Nurain; Polamolo, Cristian; Lihawa, Karmila; Raji, Andre; Latif, Multiani S; Pomalango, Zulkifli B
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.34986

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi produk pangan fungsional melalui pembuatan kue cup brudel berbahan dasar kunyit, jahe, dan ubi ungu yang mendukung kesehatan jantung dan tulang. Tujuan utama dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan aspek produksi dan pemasaran digital pada UMKM Rumah Brudel li Ummu Azzam, serta memperkenalkan bahan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan konsumen. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan pelatihan dalam proses produksi, pengelolaan bahan baku sehat, pembuatan SOP produksi, serta penerapan strategi pemasaran digital melalui platform media sosial. Selain itu, dilakukan uji coba pasar dengan melibatkan kelompok dewasa dan lansia untuk mengumpulkan feedback mengenai rasa dan manfaat produk. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek produksi, dengan 82% responden melaporkan peningkatan dalam kemampuan mengolah bahan fungsional dan efisiensi produksi. Di sisi pemasaran, 82% responden mengungkapkan peningkatan kemampuan dalam membuat konten promosi dan menggunakan platform digital secara lebih efektif. Produk ini juga mendapatkan penerimaan positif dari konsumen terkait cita rasa dan manfaat kesehatan, dengan jangkauan pemasaran yang lebih luas berkat strategi pemasaran digital yang diterapkan. Program ini berhasil meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat pemasaran digital UMKM Rumah Brudel li Ummu Azzam. Inovasi produk kue cup brudel fungsional tidak hanya meningkatkan kualitas produk tetapi juga memperluas pasar, memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat, serta meningkatkan daya saing UMKM di pasar lokal dan digital.
Analysis of the Frequency of Antihypertensive Drug Use at the Outpatient and Inpatient Pharmacy Rauf, Shalwa Azahrah; Tuloli, Teti Sutriyati; Paneo, Mohamad Aprianto; Abdulkadir, Widy Susanti; Makkulawu, Andi
Jambura Nursing Journal Vol 8, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v8i1.34812

Abstract

The use of antihypertensive drugs at Faisal Islamic Hospital, Makassar, wasanalyzed in this study, considering the high prevalence of hypertension in Makassar, which reached 290,247 cases in 2020. Hypertension is a serious condition that requires appropriate management; thus, evaluating patterns of drug use in healthcare facilities is highly important. Specifically, this study focused on identifying the types, calculating the quantities, and analyzing the frequency of antihypertensive drug prescriptions at both outpatient and inpatient pharmacies during the period from February to April. The study employed a quantitative approach with a descriptive observational design and a retrospective case series method. Data were obtained from drug utilization reports and subsequently analyzed. To examine differences in the frequency of drug use across months, the Friedman test was applied using the SPSS statistical software. The findings revealed that 18 types of antihypertensive drugs were available at the hospital. Among them amlodipine 10 mg was the most frequently used, accounting for 27.54% of total prescriptions. Statistical analysis using the Friedman test yielded a significance value (Asymp. Sig) of 0.008. Since this value was lower than 0.05, it indicated a statistically significant difference in the frequency of antihypertensive drug use across different months. In conclusion, although amlodipine 10 mg was the predominant choice, significant variations were observed in the pattern of antihypersensitive drug use at Faisal Islamic Hospital, Makassar, during the study period.
Penggunaan Insulin dan Tren Berdasarkan Jenis Kelamin pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan di RS Islam Faisal: Insulin Use and Gender Based Trends in Type 2 Diabetes Mellitus Outpatients at Faisal Islamic Hospital Tuloli, Teti Sutriyati; Paneo, Mohamad Aprianto; Palowa, Mohamad Tahir; Abdulkadir, Widi Susanti; Makkulawu, Andi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola penggunaan insulin pada pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar selama periode Februari hingga April 2025. Metode yang digunakan adalah desain observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan metode retrospektif, dengan data yang diperoleh dari laporan penggunaan insulin di DEPO rawat inap dan rawat jalan selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan insulin Sansulin Rapid pada bulan Februari tercatat 43,75% pada laki-laki dan 56,25% pada perempuan, dengan peningkatan pada bulan Maret dan April (80% pada perempuan dan 20% pada laki-laki). Penggunaan Sansulin Log-G pada Februari adalah 35,29% untuk laki-laki dan 64,71% untuk perempuan, dengan persentase yang lebih seimbang pada bulan Maret dan April (42,85% laki-laki dan 57,15% perempuan). Uji one-sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan antar bulan (p < 0,001), mengindikasikan adanya variasi penggunaan insulin yang signifikan. Kesimpulannya, penggunaan insulin di RS Islam Faisal Makassar didominasi oleh pasien perempuan, dengan jenis insulin yang lebih sering digunakan adalah Sansulin Log-G. Penggunaan insulin tertinggi terjadi pada bulan Februari, menurun pada Maret, dan sedikit meningkat pada April, menunjukkan pola yang rasional dan adaptif dalam terapi insulin, meskipun diperlukan evaluasi lanjutan terhadap efektivitas terapi untuk mencapai kontrol glikemik yang optimal.
Co-Authors A. Unga, Rani Orelia Abdulkadir, Widi Susanti Anasiru, Rayhan Firman Andi Makkulawu Anggai, Rifka Anggraini ANWAR IBRAHIM, ANWAR Ariani H. Hutuba Arifin, Lutfia Nurfadila Arsyad, Rival Al-fazri Ayu Maloho, Sity Nur Rahayu Maloho Ayuhastuti, Angreni Balikan, Virginia Banne, Pratiwi Zesika Basri, Rakhmadana Fitraeni Cristian Polamolo Djayadi Azis Djayadi Azis Dolih Gozali Dr. Apt. Hamsidar Hasan S.Si.,M.Si Endah Nurrohwinta Djuwarno Faradila Ratu Cindana Fika Nuzul Ramadhani Hiola, Faramita Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Ishak Isa Ishak, Siti Magfira Jumantrin, Nur Fitriah Kahar, Oktaviani La Ode Aman LATIF, MULTIANI S Latif, Multiani S. Lihawa, Karmila Madania, Madania Mahdalena Sy Pakaya Makkulawu, Andi Manno, Mohamad Reski Manno, Mohammad Reski Moh. Rivai Nakoe Mohamad Adam Mustapa Moo, Faradila Ratu Cindana Muhammad Taupik Multiani S Latif Mumtazah, Naharil Munafri, Nur Alifia Karina Nani, Indriyati Nasrun Pakaya Nur Ain Thomas Nur Rasdianah Nurain Abdullah Nurkamiden, Firman Nurkamiden, Sri Devi Maharani Pakaya, Nikmasari Palowa, Mohamad Tahir Papeo, Dizky Ramadani Putri Pido, Nur Huda Pratiwi Abdullah Puluhulawa, Lisa Efriani Rahmola, Fauziah Raji, Andre Rasdiana, Nur Rauf, Shalwa Azahrah Rismayani, Nur Robert Tungadi Sabrina, Putri Sabrina, Putri Febbiyanti Serly Daud Sitty Ainsyah Habibie Solang, Wicawati Van Suleman, Putri Rawe Suryadi, A Mu'thi Andy Suryadi, A. Mu'thi Andy Suryadi, A. Mu’thi Andy Suyadi, A. Mu’thi Andy Taofik Rusdiana Teti Sutriyati Tuloli Thamrin, Rahmulia Thomas , Nur Ain Timo, Nur Kharisma Ekaputri Toana, Kadaria Tuloli, Teti Sutriyati Tuloli Sutriyati Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Zulkifli B. Pomalango